NovelToon NovelToon
One Night Tragedy

One Night Tragedy

Status: tamat
Genre:CEO / One Night Stand / Cinta Seiring Waktu / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:4M
Nilai: 4.9
Nama Author: NuKha

Dipusingkan oleh pekerjaan, membuat Dakota Cynthia Higgins melampiaskan rasa lelah dengan bersenang-senang di club malam bersama teman. Dia yang sedang mabuk pun ditantang untuk menggoda seorang pria yang tak lain adalah Brennus Finlay Dominique.

Dalam kondisi terpengaruh alkohol, mabuk berat hingga kehilangan akal sehat, Dakota sungguh merayu Brennus hingga terjadi satu malam penuh tragedi. Padahal sebelumnya tak pernah melakukan hal segila itu dengan pria manapun.

Ketika sadar, Dakota benar-benar menyesal. Bukan akibat kehilangan mahkota yang selama ini dijaga, tapi karena pria itu adalah Brennus, salah satu keturunan Dominique. Di matanya, keluarga itu memiliki sifat menyebalkan.

Brennus berusaha untuk menerima segala konsekuensi atas apa yang terjadi malam itu, tapi ternyata Dakota tidak menginginkan hal serupa. Wanita itu sudah anti dengan keluarga Dominique.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NuKha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 26

Bekerja dihadapkan dengan Brennus sama saja memperlambat kinerjanya. Dakota sampai memilih untuk terus diam jika pria itu mengajak bicara. Masa bodoh mau mengoceh sampai pagi pun tak akan ditanggapi kecuali saat penting dan menyangkut pekerjaan.

Jadi, sudah tiga minggu ini Dakota berada satu ruangan dengan pria yang seharusnya dihindari. Berkali-kali menanamkan benih sabar dan menyiram setiap hari dengan mengelus dada supaya betah dan tahan tetap berada di perusahaan itu. Ingat gaji besar.

Ternyata masih lebih baik bekerja dengan Aloysius dibandingkan Brennus. Bosnya yang asli walaupun tukang mengancam minta surat pengunduran diri, tapi tidak pernah mengganggu konsentrasi kerja. Beda sekali dengan yang satunya.

Dakota sampai menghubungi Aloysius untuk memastikan apakah benar sudah ada pergantian pemimpin. Awalnya bosnya itu sedikit terkejut dan bingung, mungkin mereka tidak saling kerjasama, kelihatan sekali. Namun, setelah panggilan saat itu dimatikan, beberapa saat kemudian dihubungi lagi hanya untuk memberi tahu jika selama beberapa bulan, Brennus yang akan memimpin di sana.

Anggaplah Dakota sedang bernasib sial.

“Aku baru saja mengirimkan email, tolong dibaca,” ucap Dakota, tanpa menatap orang yang diajak bicara.

“Aku saja yang ke sana, kita baca berdua.” Brennus meninggalkan kursi kerjanya, lalu mendekat ke arah Dakota.

Dia sengaja berdiri di belakang sang wanita, kemudian menumpukkan tangan bersama. Sedikit mencondongkan badan ke depan hingga dada mendempel pada puncak kepala. “Yang mana harus ku cek? Ini?”

Mengusir Brennus pasti tidak akan mempan. Maka, Dakota memilih untuk menarik tangan, lalu berdiri dan menyingkir dari kursi kerjanya. “Silahkan kalau kau mau baca di sini, aku permisi ke toilet,” pamitnya.

“Ke toilet sungguhan atau hanya pura-pura?” Brennus menatap punggung yang kian menjauh.

Tidak memberikan jawaban apa pun, Dakota cukup mencebikkan bibir, lalu pergi keluar.

Brennus menguasai kursi itu, duduk di sana dan menyandarkan punggung. “Satu bulan, tapi tidak ada kemajuan sedikit pun. Tanda-tanda Dakota memiliki perasaan padaku juga tak nampak. Lantas, harus dengan cara apa lagi?”

Setiap hari Brennus mencoba menggoda, tidak mempan. Memberikan barang-barang mahal, apa lagi, justru disangka gratifikasi terus. Memberikan perhatian, juga telah dilakukan setiap hari.

Perhatian? Sepertinya sejak kemarin Brennus melihat wajah Dakota pucat. Meski bibir dipoles lipstik, tapi kantung mata yang nampak sayu tak bisa bohong. Jika ditelaah lagi, wanita itu lebih sering ke kamar mandi. Tapi bukan yang ada di ruangan itu, melainkan khusus karyawan.

“Apa jangan-jangan dia sakit?” Brennus Lekas berdiri. “Jangan sampai aku terlalu fokus menggoda, jadi lupa dengan kesehatannya.” Dia hendak menyusul untuk memastikan, siapa tahu pingsan.

Namun, baru mau membuka pintu, wanita yang hendak disusul pun sudah menyembulkan seluruh badan di depan matanya. Dakota melewati Brennus begitu saja tanpa berkomentar apa pun.

“Masih mau duduk di kursiku?” tanya Dakota. Dia tidak memiliki tenaga untuk bertengkar atau mengusir.

“Tidak.” Mata Brennus kian mengamati wajah wanita itu. “Kau baik-baik saja?”

“Ya.” Bohong, Dakota merasakan mual, sialan memang. Tapi, sudah ia keluarkan tadi saat izin ke toilet. Sejak kemarin badannya terasa kurang bersahabat. Namun, tetap harus bekerja. Tidak terbiasa bermalas-malasan juga.

“Kau yakin? Sepertinya hari ini lebih terlihat lemas dari biasanya.” Brennus berdiri di depan meja sang wanita supaya bisa menatap lebih jelas.

“Kalau tahu aku lemas, maka jangan buat hari kerja menjadi lebih melelahkan,” sarkas Dakota. Dia memegangi kening sembari menatap layar lagi.

Baikah, untuk kali ini Brennus akan mengalah dan menyerah. Daripada jalannya kian jauh untuk menggapai Dakota. Sepertinya membiarkan wanita itu tanpa ada godaan hari ini adalah pilihan tepat. Setidaknya masih bisa mengamati gerak gerik si sekretaris yang mulai aneh.

1
Zul Denayu
🤣🤣🤣
mamaqe
asik
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
lah udah tamat aja thor...🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
akhirnya sah juga, babby nya sudah ngerjain ortunya tuh pengen tau kali masih lanjut apa batal nikahnya kalau dia tes.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
wooyy halalin dulu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
wkwkwkk baru sebentar di cuekin saja sudah hampir nyerah apa kabar dengan Brennus yg lebih lama berjuang buat kamu Dakota
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
sekarang berbalik arah jadi kamu yg harus ngebujuk Brennis, Dakota jadi tau kan rasanya di cuekin dan ngebujuk itu kayak gimana.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
sudah terbukti kan kalau Brennus prioritain kamu jadi nunggu apa lagi Dakota.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
oowhh punya trauma dari keluarganya toh makanya susah percaya pada orang lain trs gimana tuh ortuny Dakota apa ga nyoba cari anaknya ya, kenapa sih mesti ada perbedaan gender hanya untuk mendapatkan kasih sayang dari ortu sendiri padahal yg melahirkan sosok laki² juga kan seorang perempuan kenapa mesti pilih² anak perempuan di abaikan.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
kegedean gengsi kamu Dakota tar giliran Brennusnya ngilang kamu yg nyesel juga.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
hmmm Brunnes ga bisa tegas sama Laura jadinya nambah masalah lg
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
coba tuh cara om mu Brennus siapa tau manjur.🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
hebat perjuangan Brennus pantang menyerah, kayaknya babby'nya ga mau jauh tuh dari daddy nya makanya muntah² trs kalau berjauhan dan giliran nempel sama daddy nya nyaman kan makanya jangan ngeyelan Dakota.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
bener kan hamil, udahlah Dakota terima takdirmu harus masuk ke keluarga Dominiqeu lagian ngatain mereka keluarga pongah tapi kamu sendiri sama lebih pongahnya berasa serba bisa sendiri padahal hidup itu juga butuh orang lain.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
manut bae lah Dakota ga usah banyak nolak.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Dakota keras kepala ga mau denger omongan orang lain berasa paling bener sendiri saja...
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
sudahlah Dakota nurut saja sama Brennus ke rs buat diperiksa biar tau kondisimu benar ga nya hamil baru putusin lagi gimnanya.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
hmmmm tanda² Brennus junior hadir nih jadi kesempatan Brennus menikahi Dakota.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
waduuhhh jadi curiga apa Dakota hamil ya.🤔🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
gkgkgkk moduuss kamu Brennus, pangku² jadi berakhir lebih dari sekedar duduk doang.🫣🫣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!