NovelToon NovelToon
Pelakor Sang Mafia

Pelakor Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Romansa Fantasi / Perjodohan
Popularitas:530
Nilai: 5
Nama Author: Naelong

Maya cuma cewek biasa yang nggak sengaja masuk ke lingkaran kehidupan Reza, bos mafia paling ditakuti di kota. Awalnya, Maya cuma cari aman. Tapi lama-lama, pesona Reza yang dingin tapi protektif bikin Maya luluh. Masalah utamanya? Reza sudah punya istri sah, Sora—wanita berkelas dari keluarga terpandang yang rela melakukan apa saja demi mempertahankan posisinya.
​Di mata orang luar dan lingkaran mafia, Maya digelari sebagai pelakor yang merusak kedamaian. Tapi bagi Maya, ini bukan sekadar cinta terlarang. ini soal bertahan hidup di dunia gelap yang penuh pengkhianatan.
​Ketika rahasia besar Reza dan Sora terkuak, Maya harus memilih: tetap bertahan di samping pria paling berbahaya walau dicap perusak rumah tangga, atau kabur sebelum nyawanya sendiri yang melayang.
​Cinta terlarang, perebutan kekuasaan, dan intrik berdarah. akankah Maya mendapatkan hati Sang Mafia, atau justru jadi korban berikutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naelong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kedatangan sora

Dering telepon genggam Reza yang nyaring itu mendadak memutus ketegangan di antara mereka.

 Reza menarik pandangannya dari Maya, merogoh saku jas mewahnya, lalu menempelkan ponsel itu ke telinga.

​"Bicara," ucap Reza singkat dan dingin pada si pemanggil di seberang sana.

​Suara di seberang terdengar berbisik cepat dengan nada panik, menyampaikan laporan yang membuat garis rahang Reza makin mengeras. Tatapan mata pria itu menggelap.

​"Urus semuanya sampai bersih. Jangan tinggalkan jejak sekecil apa pun," perintah Reza dengan nada datar sebelum memutuskan panggilan secara sepihak.

​Ia kembali menatap Maya yang masih berdiri memeluk tas ranselnya.

"Kamu diam di sini. Pengawal saya ada di luar pintu. Jangan coba-coba keluar kalau kamu masih sayang nyawa."

​Tanpa menunggu jawaban dari Maya, Reza melangkah lebar meninggalkan penthouse mewah itu.

Suara pintu utama yang tertutup rapat menandai awal dari kesendirian Maya di dalam 'penjara emas' tersebut.

​Hari berganti. Maya merasa terjebak dalam sangkar tak terlihat.

Meskipun fasilitas di rumah megah itu sangat serba ada—dari kulkas yang selalu terisi makanan lezat hingga kasur seluas lapangan—pikiran Maya sama sekali tidak tenang. Bayangan masa depannya yang suram terus membayanginya.

​Siang itu, sekitar pukul dua, pintu mansion mendadak terbuka tanpa ketukan terlebih dahulu.

 Maya yang sedang duduk melamun di meja makan langsung melonjak kaget. Ia mengira Reza yang datang, namun dugaannya salah besar.

​Seorang wanita melangkah masuk dengan anggun. Setiap gerakannya memancarkan pesona luar biasa khas kelas atas.

 Gaun sutra melayang berwarna putih tulang membungkus tubuh semampainya dengan sempurna, dipadukan dengan sepatu hak tinggi berwarna senada yang menegaskan postur tubuhnya yang jenjang.

 Rambut hitam pekatnya tertata rapi, dan wajah cantiknya dipoles riasan halus namun terkesan sangat mahal.

​Itu adalah Sora. Istri sah Reza.

​Berbeda dari pertemuan singkat nan penuh emosi kemarin, kali ini Sora tampil jauh lebih tenang. Namun, ketenangan itu justru membawa aura yang sepuluh kali lipat lebih menakutkan dan dingin bagaikan es.

​Sora berjalan pelan memasuki ruang tengah, menyusuri ruangan dengan pandangan meneliti.

 Langkah kakinya begitu tenang, seolah ia adalah pemilik tunggal atas segala hal di ruangan itu—termasuk nasib Maya.

​Dua orang pengawal pribadi bersetelan rapi berdiri kaku di luar pintu yang dibiarkan sedikit terbuka.

​Maya membeku di tempatnya. Jantungnya berdebar kencang. Ia mencoba menundukkan kepala, tidak berani menatap langsung mata wanita anggun yang memancarkan aura dominan tersebut.

​Sora meletakkan tas genggam merek terkenal milik utamanya di atas meja kaca, lalu mendudukkan diri di sofa empuk. Ia menyilangkan kakinya yang indah, memiringkan kepala sedikit, dan menatap Maya dari ujung rambut sampai ujung kaki.

​"Jadi... ini rupanya cewek yang bikin Reza sampai nekat membawa orang luar ke unit pribadinya?" suara Sora terdengar begitu lembut, jernih, dan tenang, namun setiap kata yang diucapkannya terasa menusuk tajam.

​Maya menelan ludah dengan susah payah, berusaha mengumpulkan sisa-sisa keberaniannya.

 "S-selamat siang, Nyonya... Saya..."

​"Aku tidak minta kamu menyapaku," potong Sora pelan.

Bibirnya tersenyum tipis, sebuah senyuman formalitas yang sama sekali tidak memancarkan kehangatan.

 "Duduklah. Kita perlu bicara sebentar dari hati ke hati."

​Maya ragu-ragu. Kaki-kakinya terasa berat, tapi tekanan aura dingin di ruangan itu memaksanya untuk melangkah.

Maya akhirnya duduk di kursi kayu dekat meja makan, menjaga jarak yang cukup jauh dari sofa tempat Sora duduk.

​Sora mengamati setiap gerak-gerik Maya dengan tatapan menilai yang sangat dingin.

 "Siapa namamu tadi? Maya, kan?"

​Maya mengangguk pelan. "Iya, Nyonya."

​"Maya..." Sora menyebut nama itu dengan nada santai, seraya jemarinya yang dihiasi cincin berlian mengetuk-ngetuk pelan lengan sofa. "Kamu tahu kan siapa aku?"

​"Tahu, Nyonya. Nyonya adalah istri sah Tuan Reza," jawab Maya dengan suara bergetar.

​"Bagus kalau kamu sadar diri," sahut Sora lancar tanpa jeda. Ia bersandar nyaman di sofanya.

 "Lihat dirimu, Maya. Baju murahan, wajah pucat penuh ketakutan, dan tidak punya daya apa-apa. Kamu benar-benar tampak seperti mangsa yang tersesat di tempat yang salah."

​Maya menggigit bibir bawahnya rapat-rapat. Rasa bersalah dan terhina bercampur aduk di dadanya.

 "Saya tidak pernah meminta untuk dibawa ke sini, Nyonya. Tuan Reza yang—"

​"Aku tidak peduli siapa yang membawa siapa," sela Sora cepat, tatapannya mendadak menajam bagai mata pisau.

 "Di dunia orang-orang seperti kami, alasan itu tidak ada artinya. Yang penting adalah fakta. Dan faktanya, kamu ada di sini, di tempat yang seharusnya hanya milikku dan suamiku."

​Sora menghela napas halus, membetulkan posisi duduknya agar makin terkesan berkelas.

"Reza mungkin bilang kamu aman di sini karena urusan keselamatan musuh-musuhnya. Tapi kamu harus paham satu hal, Maya. Reza itu pria yang berbahaya. Dia tidak pernah melakukan sesuatu tanpa ada keuntungan di baliknya. Kamu cuma alat sementara buat dia."

​Maya mendongak, memberanikan diri menatap mata Sora.

"Saya tidak butuh apa-apa dari Tuan Reza, Nyonya. Saya cuma ingin hidup tenang dan kembali ke kehidupan saya yang dulu."

​Sora tertawa kecil, suara tawa yang sangat renyah namun terasa meremehkan.

"Kembali? Setelah kamu masuk ke lingkaran dunia gelap Reza? Kamu polos sekali, ya. Sekali kamu menginjakkan kaki di dunia ini, kamu tidak akan pernah bisa keluar dengan utuh."

​Sora berdiri perlahan dari sofanya. Ia melangkah mendekati tempat Maya duduk.

Suara ketukan sepatu hak tingginya terdengar begitu teratur dan penuh intimidasi di atas lantai marmer. Ia berhenti tepat di samping kursi Maya, merundukkan sedikit tubuhnya hingga aromaterapi parfum mahal milik Sora memenuhi indra penciuman Maya.

​"Dengar baik-baik, anak muda," bisik Sora tepat di samping telinga Maya dengan suara lembut yang mengerikan.

"Aku adalah wanita yang mendampingi Reza dari bawah sampai dia menjadi bos besar seperti sekarang. Keluarga kami punya kekuasaan, hukum, dan uang yang tidak akan pernah sanggup kamu bayangkan. Jangan bermimpi bisa menggeser posisiku, atau memanfaatkan kebaikan kecil Reza untuk mencari keuntungan."

​Maya menahan napas, tidak sanggup berkutik sedikit pun.

​Sora kembali menegakkan tubuhnya, mengusap bahu gaun mewahnya yang tak berdebu. Ia meraih tas mewahnya dari atas meja, lalu berjalan menuju pintu keluar.

Sebelum melangkah keluar, Sora menghentikan langkahnya dan membalikkan badan, memberikan tatapan dingin terakhirnya pada Maya.

​"Oh ya, satu hal lagi," kata Sora dengan senyuman anggun yang mematikan.

"Reza mungkin bisa melindungi kamu dari musuh-musuhnya di luar sana. Tapi tidak ada seorang pun yang bisa melindungi kamu... kalau aku sendiri yang memutuskan untuk menyingkirkanmu dari rumah tanggaku."

​Bersambung......

1
Naelong
makasi udah mampir.. jangan lupa tinggalin jejak, like dan komen agar autor tambah semangat.. makasi🙏🙏😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!