NovelToon NovelToon
Memanjakan Istriku Cukup Minta, Kuberikan

Memanjakan Istriku Cukup Minta, Kuberikan

Status: tamat
Genre:Romantis / Mafia / Tamat
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: Naysol C.

Sejak lahir, Emira Prawira hanyalah boneka hidup—dirancang untuk patuh, dibentuk untuk menyenangkan pria yang telah dijodohkan dengannya. Ia menelan setiap penghinaan, tersenyum di depan kamera, dan berpura-pura bahagia sebagai tunangan Marko Gunawan, sang pewaris dingin yang tak pernah sedetik pun memandangnya dengan lembut.

Tapi semua berubah saat seorang pria kembali ke dalam hidupnya.

Daniel Mahendra—konglomerat muda yang dijuluki "sang kaisar", pria paling berkuasa sekaligus paling diidamkan di negeri ini. Di mata dunia ia dingin dan tak tersentuh. Namun di hadapan Emira, ia rela menurunkan seluruh takhtanya. Posesif, memuja, dan tak kenal batas: "Cukup minta, dan akan kuberikan segalanya."

Ketika keluarga yang seharusnya melindunginya justru mengkhianatinya, Emira harus memilih—terus menjadi korban, atau bangkit menjadi wanita yang ditakuti dan dicintai. Di balik senyum lembutnya tersimpan dendam yang membara, rahasia keluarga yang berdarah, dan sebuah dunia kekuasaan yang jauh lebih gelap dari yang pernah ia bayangkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naysol C., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

— Marko —

Si Daniel keparat itu datang dan mengganggu momenku dengan Emira. Andai ia tak muncul, Emira pasti sudah ada di sisiku, dalam pelukanku, dan mengandung anakku. Kedua orang tuaku memarahiku karena meninggalkan Selena sendirian dan pergi dengan Emira, tapi mereka tak mau mendengar penjelasan apa pun.

Setelah dirawat di rumah sakit, aku tahu bahwa perusahaan telah kehilangan 20% sahamnya, dan pada hari yang sama beberapa investor menarik investasi mereka tanpa memberi alasan. Sekitar tujuh hari aku berusaha memulihkan kerugian itu. Sejak hari Daniel muncul, seluruh duniaku runtuh. Aku kehilangan sahabat-sahabat terbaikku, perusahaanku merugi, dan ia bahkan berani merebut tunanganku.

Setiap kali aku mencoba menemui atau bicara dengan Emira, aku selalu dihadang orang-orang Daniel. Bedebah itu telah merampas wanitaku dari sisiku. Tapi aku takkan menyerah membawa Emira kembali ke sisiku, tak peduli cara apa pun yang kupakai, yang penting hasilnya. Ia harus jadi milikku seorang dan bukan milik siapa pun lagi.

Aku harus mencari kesempatan di saat ia sendirian, tanpa Daniel itu.

Lamunan Marko terputus saat melihat Selena datang lewat jendela rumahnya. Selena mengetuk berkali-kali, tapi Marko tak membukakan pintu. Setelah beberapa saat hening, ia mengira Selena sudah pergi. Ketika ia mendengar pintu rumahnya terbuka, saat itu ia pikir Emira-lah yang telah kembali. Ia cepat-cepat keluar ke ruang tamu, tapi yang ia dapati justru Selena. Ibu Marko telah memberi Selena kunci rumahnya.

"Sayang—" Selena menutup pintu dan berlari memeluknya. "Kenapa nggak angkat teleponku?... Aku khawatir sama kamu."

Marko menyingkirkannya. "Jangan sentuh aku." Ia menatapnya dengan jijik. "Jangan panggil aku 'sayang', menjijikkan mendengarnya dari mulutmu."

"Kamu masih saja memikirkan wanita itu." Selena kesal. "Dia takkan pernah kembali ke sisimu." Ia berteriak. "Apa sih yang dia punya, yang nggak bisa kuberikan padamu? Dia cuma jalang yang cari pelampiasan ke pria lain begitu kamu tinggalkan. Siapa yang tahu sudah dengan berapa banyak pria dia bergumul."

Plak! Marko menampar Selena. Dengan geram ia mencengkeram lehernya. "Diam. Jangan bicara buruk tentang wanitaku." Ia bicara penuh sarkasme. "Dia bukan sundal yang bergumul dengan siapa saja yang lewat—" Ia melepaskan Selena hingga jatuh ke lantai terbatuk-batuk. "—tak seperti orang-orang tertentu."

Selena menarik napas keras, bangkit, lalu mengeluarkan sebuah botol semprot dari sakunya dan menyemprotkannya ke wajah Marko. "Sudah kubilang itu cuma kesalahan. Tapi kamu juga tak bersih. Sudah dengan berapa banyak wanita kamu tidur selama aku tak ada? Kamu tak beda denganku."

Marko terjatuh ke lantai dengan tersiksa, geram. "Jalang, apa yang barusan kamu—" Ia terengah. "Ah, ah... kamu menyemprotku dengan apa."

Selena mulai menanggalkan pakaiannya. "Cuma aku yang boleh ada di sisimu. Aku takkan pernah membiarkanmu menikahinya."

Ia menjatuhkan Marko ke lantai, menaiki tubuhnya dan melucuti pakaiannya sambil menggesek-gesekkan tubuh ke tubuh Marko, sembari berkata,

"Cuma aku yang akan jadi istrimu dan Nyonya Gunawan."

Marko meronta melawan. "M-Menyingkir."

Ia menderita menahan diri, tapi efek obat itu mulai bekerja dan membuatnya membayangkan bahwa orang yang berada di atasnya adalah Emira. Melihat Emira dalam ilusinya, ia tak lagi melawan dan mulai bercinta tak terkendali, dikuasai efek afrodisiak itu.

Beberapa jam kemudian, ketika terbangun, ia menyadari apa yang telah ia perbuat. Selena tergeletak telanjang, tapi yang ia rasakan hanya jijik saat teringat wanita itu berciuman dengan pemuda tempo hari. Lalu ia terpaku, memandangi lantai tempat botol semprot yang tadi Selena semprotkan padanya tergeletak. Ia memungutnya dan menyimpannya untuk dirinya sendiri.

— Selena —

Waktu pertama kali melihat Emira, ia masih seorang bocah bermuka cantik. Tapi aku tak pernah suka ia dekat-dekat dengan Marko. Saat itu, mata Marko hanya tertuju padaku, dan tak ada siapa pun selain aku di hatinya. Kemudian orang tuaku bilang bahwa mereka sedang bersekongkol dengan keluarga Gunawan, dan menyuruhku berpura-pura memutuskan hubungan dengan Marko. Aku menolak, tapi mereka memaksaku. Aku takut dan ngeri kalau ia akan melupakanku demi orang lain.

Waktu berlalu tanpa kabar dari Marko. Aku berkencan dengan beberapa pria hanya untuk bersenang-senang. Tak ada yang bisa menandinginya. Aku hanya tahu bahwa ia punya tunangan baru. Aku sangat sakit hati sampai mulai tidur dan menjalani hidup bebas dengan banyak pria. Tapi beberapa waktu kemudian aku menyesal telah menjalani hidup bebas seperti itu. Sepulangku ke negara ini seminggu lalu, aku tak sengaja mendengar di bar suatu hari bahwa Marko hanya memandang Emira dengan tatapan hina. Keesokan harinya aku menyewa beberapa preman untuk menciptakan adegan pengejaran di jalur menuju tempat kerjanya, dan semuanya berjalan persis seperti keinginanku.

Tapi aku bertemu seorang pria dari masa lalu. Ia mengancamku, kalau aku tak mau tidur dengannya, ia akan menceritakan semuanya pada Marko. Untuk menghindari itu, aku menurut. Aku tak pernah menyangka Marko akan mengetahuinya dengan cara seperti itu. Setelah pria itu meninggalkanku di hotel, aku menemukan bahwa Marko sedang mencari Emira.

Bukankah seharusnya matanya hanya tertuju padaku? Kenapa ia berubah dalam semalam? Dulu ia bilang aku satu-satunya wanita yang ia dambakan, lalu kenapa ia mengkhawatirkan wanita itu? Untunglah Bu Wulan membantuku agar bisa berkencan dengannya. Aku tak boleh kehilangannya.

Tapi sejak melihat Emira, ia hanya bersikeras mempertahankan Emira, bahkan membawanya pergi dan meninggalkanku sendirian. Aku murka bahwa gadis sok polos itu berhasil menarik perhatian Marko-ku. Bukan cuma itu, tampaknya ia juga punya hubungan gelap dengan CEO Daniel. Gara-gara dia kami gagal menutup kontrak. Ia hanya membawa sial bagi orang-orang di sekitarnya.

Lagi pula, di mata orang tua Marko, akulah istri yang sempurna untuknya. Aku merawatnya dengan penuh kasih saat ia dirawat di rumah sakit, dan aku memenangkan hati mereka. Tapi semua usahaku untuk memenangkan hati Marko justru jadi gangguan baginya. Karena itulah beberapa hari lalu aku membeli afrodisiak itu, untuk memaksa Marko bersamaku dan hamil olehnya. Aku takkan membiarkan sekretaris kelas kambing itu, atau Emira, atau jalang mana pun merampasnya dari sisiku.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!