NovelToon NovelToon
Kaisar Kematian Mo Xie

Kaisar Kematian Mo Xie

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Timur / Fantasi
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

Ini adalah cerita tentang seorang Putra Suci dari aliran lurus yang dikhianati gurunya sendiri. Tubuhnya dihancurkan dan tulangnya dicabut satu per satu sebelum ia dibuang hidup-hidup ke dasar Kegelapan.

Namun, ia tidak memilih mati.

Dengan sisa kekuatan yang dimilikinya, ia mencabut tulang fananya yang rapuh dan menggantinya dengan tulang para musuh yang telah ia bunuh.

Setiap tulang menjadi sumber kekuatan baru. Setiap rasa sakit membawanya selangkah lebih dekat pada jalan kultivasi yang menentang kehendak langit.

Di sisinya berdiri seorang iblis wanita yang menguasai Seni Darah. Dengan sihir terlarang itu, ia menyatukan kembali tubuh sang Putra Suci yang telah hancur dari dalam.

Bersama, mereka menapaki jalan berdarah menuju Surga Sembilan Lapis.

Ia tidak kembali untuk menuntut keadilan.

Ia kembali untuk mencabut tulang punggung para dewa dan menjadikannya singgasana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25: Formasi Kawah Es

Senja turun di Lembah Obat Abadi. Langit berubah ungu kemerahan, sementara bayangan gunung perlahan menelan cahaya terakhir matahari.

Di dalam Paviliun Tamu Kehormatan, Mo Xie duduk bersila di atas ranjang batu giok.

Matanya terpejam.

Tulang Jiwa Baru Lahir di bahunya memancarkan cahaya emas samar. Qi Yang yang murni terus mengalir untuk menekan hawa kematian dan Qi iblis yang bergejolak di dalam tubuhnya.

Di hadapannya, Xue Ling'er sedang menggambar sebuah formasi menggunakan darahnya sendiri.

"Kawah Es Abadi bukan kawah biasa," ujar Ling'er tanpa mengangkat kepala. "Tempat itu adalah Formasi Pembeku Roh yang dibangun dari tiga puluh enam Pilar Giok Bintang."

Jarinya berhenti pada bagian tengah gambar.

"Siapa pun yang masuk tanpa token Ketua Sekte akan membeku dalam belasan tarikan napas."

Mo Xie membuka mata. "Di mana kelemahannya?"

Ling'er menunjuk sebuah titik tepat di bawah Teratai Darah Yang Ekstrem.

"Di sinilah pusat formasinya. Di bawah akar teratai terdapat Cermin Es Sembilan Lapis. Cermin itu menyerap Qi Yin dan mengalirkannya kepada teratai untuk menjaga keseimbangan antara es dan api Yang."

"Kalau cermin itu dihancurkan?"

"Seluruh kekuatan formasi akan berbalik." Senyum tipis muncul di wajah Ling'er.

"Qi pembeku akan menyerang tiga puluh enam pilar. Siapa pun yang memegang token pengendali akan terkena serangan balik."

"Termasuk Xuan Ji."

"Dan para Tetua."

Mo Xie tersenyum. "Jebakan yang memakan tuannya sendiri."

Namun senyum itu tiba-tiba menghilang. Tubuhnya menegang.

Krek!

Rahang Mo Xie mengatup keras.

Tangan kanannya mencengkeram sisi ranjang. Otot lehernya menonjol dan wajahnya berubah pucat.

"Mo Xie?" Ling'er segera bangkit.

Qi abu-abu gelap tiba-tiba merambat dari bahu kanannya.

Sumsum Kera Iblis di lengan Mo Xie sedang memberontak.

Seharian penuh, tulang Jiwa Baru Lahir yang berisi Qi Yang murni telah menekan kekuatan iblis itu. Kini kedua kekuatan tersebut akhirnya bertabrakan.

Qi Yang membakar Qi iblis. Qi iblis menggigit balik tulang emas.

Pertarungan itu terjadi tepat di pangkal leher Mo Xie.

Kulit di sisi kanan lehernya segera retak. Cahaya emas dan abu-abu bergantian muncul dari balik luka. Darah panas mengalir dari sela-sela retakan.

Mo Xie mencengkeram lehernya.

"Argh..." Tubuhnya terhuyung. "Sial!"

Ling'er langsung memahami masalahnya. "Kera Iblis itu menolak penyamaranmu!"

Ia melesat mendekat dan berlutut di hadapan Mo Xie.

Darah mengalir dari ujung jarinya ketika ia menggigitnya sendiri. Puluhan benang darah tipis segera muncul dari udara.

"Lepaskan tanganmu!"

Mo Xie menyingkirkan cakar kirinya. Luka di lehernya terbuka.

Ling'er menggerakkan kedua tangannya.

Benang darah menembus luka dan mengikat bagian yang retak. Ia memisahkan benturan Qi Yang dan Qi iblis agar keduanya tidak menghancurkan leher Mo Xie.

Setiap benang yang masuk membawa rasa sakit luar biasa.

Mo Xie menggeram.

"Tahan!"

Wajahnya memucat.

"Jangan biarkan Qi iblis naik ke kepalamu. Kalau sampai terjadi, kau bisa kehilangan kesadaran!"

Benang darah semakin rapat.

Qi Yin dari tubuh Ling'er menekan panas dari tulang emas, sementara benang darahnya menahan Qi iblis agar tidak menyebar.

Perlahan, luka Mo Xie mulai tertutup.

Keduanya terengah-engah.

Wajah mereka hanya berjarak satu jengkal. Mo Xie membuka mata dan menatap Ling'er.

Tatapan hitamnya masih penuh kegilaan. "Aku tidak akan mati karena tulangku sendiri."

Ling'er tersenyum tipis.

"Kalau kau mati sebelum aku membunuh guruku, aku akan membangkitkanmu menjadi boneka darah."

Ia mengusap darah di sudut bibir Mo Xie. "Lalu aku akan menyiksamu selamanya."

Mo Xie menyeringai. "Tawaran yang menarik."

Benturan kedua kekuatan akhirnya mereda.

Jahitan benang darah terlihat di leher Mo Xie seperti sulur hitam kemerahan. Luka itu tertutup, sementara aura Yang kembali stabil.

Ling'er menarik tangannya. Tubuhnya sedikit gemetar karena kelelahan.

"Ini hanya sementara." Ia menatap Mo Xie dengan serius. "Jika kau mengerahkan seluruh kekuatan Lengan Kera Iblis, jahitan ini akan terbuka lagi. Jadi selesaikan pertarungan nanti secepat mungkin."

Mo Xie berdiri.

Ia merapikan jubah putihnya dan menaikkan kerah hingga menutupi jahitan di leher.

Kemudian ia memutar lehernya.

"Satu serangan." Tatapannya menjadi dingin. "Itu cukup untuk menghancurkan Cermin Es Sembilan Lapis."

Tiga dentang lonceng terdengar dari luar paviliun.

Dong... Dong... Dong...

Bulan purnama telah mencapai puncaknya. Waktu pemurnian Teratai Darah Yang Ekstrem telah tiba.

Mo Xie mengambil ujung rantai yang mengikat pergelangan tangan Ling'er.

Ling'er kembali mengenakan cadarnya. Keduanya keluar dari paviliun.

Mereka mendaki jalan gunung menuju Kawah Es Abadi.

Semakin tinggi mereka berjalan, semakin dingin udara yang menerpa.

Rumput spiritual menghilang dan digantikan kristal es. Angin malam membawa serpihan salju yang tajam.

Tak lama kemudian, mereka tiba di bibir kawah.

Pemandangan di hadapan mereka sangat megah.

Kawah raksasa terbentang dengan diameter hampir seratus meter. Tiga puluh enam Pilar Giok Bintang berdiri mengelilinginya dan memancarkan cahaya biru pucat.

Qi pembeku membentuk tirai raksasa di antara setiap pilar.

Di tengah kawah terdapat sebuah kolam kecil yang tidak membeku. Airnya berwarna perak dan memantulkan cahaya bulan.

Di tengah kolam tumbuh sekuntum teratai sebesar kepala manusia.

Kelopaknya merah seperti darah.

Api Yang murni mengalir di antara urat-urat bunganya.

Es dan api hidup berdampingan. Itulah Teratai Darah Yang Ekstrem.

Di sekitar kolam berdiri enam sosok berjubah hijau tua. Lima di antaranya adalah Tetua Penegak Hukum tahap Inti Emas puncak.

Di depan mereka berdiri Ketua Xuan Ji. Ketika mendengar langkah kaki, Xuan Ji berbalik.

Senyum hangat muncul di wajah tuanya. "Tetua Gu. Kau datang tepat waktu."

Tatapannya segera berpindah kepada Ling'er.

Keserakahan tersembunyi di balik matanya saat merasakan aura Yin murni dari tubuh wanita itu.

Mo Xie turun ke dalam kawah.

Ia berpura-pura tidak memperhatikan lima Tetua yang diam-diam telah berpencar.

Mereka telah menutup semua jalan keluar. Ini bukan penyambutan. Ini penyergapan.

"Ketua Sekte Xuan Ji." Mo Xie tersenyum dingin. "Ini teratai yang indah."

Tatapannya jatuh pada bunga merah di tengah kolam.

"Bunga yang sempurna untuk menyempurnakan tulangku."

Xuan Ji tertawa kecil. "Barang berharga tentu memiliki harga yang setimpal."

Ia menatap Ling'er.

"Serahkan wanita berfisik Yin Bawaan itu kepadaku. Setelah aku memastikan kemurnian meridiannya, kau boleh mengambil Teratai Darah itu."

Di balik cadarnya, mata Ling'er menatap Xuan Ji dengan kebencian.

Pria yang dahulu menghancurkan hidupnya kini berdiri di hadapannya seolah tidak pernah melakukan apa pun.

Mo Xie berhenti.

Jaraknya dengan Xuan Ji sekitar sepuluh meter.

Teratai Darah berada lima belas meter di belakang sang Ketua Sekte.

Jahitan di leher Mo Xie kembali berdenyut. Qi iblis di dalam tubuhnya mulai bangkit.

Penyamarannya hampir mencapai batas.

"Memastikan meridian?" Suara Mo Xie berubah.

Menjadi lebih dalam dan lebih dingin.

Ia melepaskan rantai Ling'er.

Kling!

Rantai besi jatuh ke lantai es. Angin tiba-tiba berhenti, dan seluruh kawah menjadi sunyi.

Mo Xie perlahan mengangkat kedua tangannya. Mata hitamnya berubah menjadi merah darah.

"Sayang sekali, Ketua Sekte."

Hawa kematian mulai keluar dari tubuhnya. Bayangan besar menjulang di belakang punggungnya dan menelan cahaya bulan.

"Kita tidak datang untuk berdagang. Kita datang untuk menagih hutang."

Boom!

Aura iblis meledak. Qi kematian menyapu seluruh Kawah Es Abadi.

Senyum Xuan Ji akhirnya menghilang.

1
Adi Rbg
bagus alur ceritanya tidak berbelit-belit!
Celestial Quill: Jangan lupa baca PERJALANAN DEWA ALKEMIS DI ALAM PRIMORDIAL juga ya, cerita ini ada hubungan dengan mo Xie yang sudah masuk ke alam primordial. 👍
total 2 replies
Ihwan12
Bagus
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: mampir KA
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!