NovelToon NovelToon
Kembali Nya Sang Ratu Antagonis

Kembali Nya Sang Ratu Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Wanita perkasa / Mengubah Takdir
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Aurelie Valaska

Menampar si muka dua, menginjak si pria berengsek, cara belas dendam yang berbeda dengan biasanya. Mau liat bagimana sang ratu menyiksa pria berengsek dan si muka dua sampai ketakutan tapi tidak bisa kabur?
Namun kenapa kali ini, dia tidak bersembunyi atau menghindar? Kenapa dia malah terus mengikuti ku?

perhatian!!!
"Ratu" tanda kaya gini artinya itu percakapan bisa
'Ratu' tanda ini tanda nya si tokoh lagi berpikir dalam hati atau bicara di dalam hati

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurelie Valaska, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 25

Pelukan Kenzie terasa hangat, namun hati Yuni sedingin es. Di balik sandiwara manja yang ia tunjukkan, otaknya terus berputar, menyusun strategi berikutnya. Suara si rubah kecil yang terus mengumumkan kenaikan poin kesukaan Kenzie menjadi musik paling indah yang meredam sisa-sisa trauma masa lalunya.

"Host! Poin kesukaan Kenzie stabil di angka 94/100! Sedikit lagi! Jika kau bisa membuatnya melakukan pengorbanan besar demi dirimu, batas cinta mati itu akan pecah!" seru si rubah kecil dengan nada tinggi yang bersemangat.

Yuni melepaskan pelukannya perlahan, mendongak dengan sepasang mata yang sengaja dibuat berkaca-kaca, memanfaatkan efek Mata Bersinar secara maksimal. "Kenzie, kau tahu aku sangat mencintai dunia akting. Aku tidak ingin menjadi burung dalam sangkar emasmu. Aku ingin berdiri di puncak dengan kemampuanku sendiri... tapi, industri ini sangat kejam."

Kenzie mengusap pipi Yuni yang halus dengan ibu jarinya. Kulit putih sempurna hasil tukar poin sistem itu benar-benar membuat Kenzie terhipnotis. "Siapa yang berani mempersulitmu? Katakan padaku, Yuni. Satu jentikan jariku, dan karier mereka akan tamat."

"Bukan hal besar," Yuni menghela napas, menyandarkan kepalanya di dada Kenzie. "Hanya saja... pemeran figuran yang menjadi pelayanku tadi, Elva Kirana. Sutradara tampaknya sangat menyukai aktingnya. Aku takut... aku takut aura protagonisku dalam drama ini akan redup jika dia terus mendapatkan sorotan. Kau tahu sendiri, investor lain mungkin akan mulai meliriknya jika dia mencuri perhatian di adegan tadi."

Mendengar nama Elva, kilat dingin melintas di mata Kenzie. Sebagai bos Media Pratama, baginya seorang figuran tidak lebih dari sebutir debu. "Elva Kirana? Gadis tidak punya latar belakang itu? Jangan khawatir, sayang. Aku yang memegang modal terbesar di produksi 'Mahkota yang Hilang'. Aku akan memastikan editor memotong semua bagian terbaiknya, atau jika perlu, aku bisa membuatnya didepak dari set ini sekarang juga."

"Jangan, Kenzie," sergah Yuni cepat dengan nada lembut yang berpura-pura bijak. "Jika kita mendepaknya sekarang, sutradara akan curiga dan rumor buruk tentangku bisa menyebar. Biarkan dia tetap di sini. Aku punya cara yang lebih baik."

Yuni tersenyum misterius. Di dalam hatinya, dia tahu memecat Elva hanya akan membuat gadis itu terlihat seperti korban yang dizalimi, yang justru bisa memicu bangkitnya halo keberuntungan protagonis milik Elva. Yuni harus menghancurkannya secara perlahan, membuat Elva merangkak di lantai atas kesalahannya sendiri.

Keesokan harinya, syuting dilanjutkan dengan adegan luar ruangan di area tebing buatan yang cukup tinggi. Adegan kali ini menceritakan Selir Agung (Yuni) yang didorong oleh mata-mata musuh, dan sang pelayan (Elva) harus berlari untuk menahan tubuh sang selir agar tidak jatuh ke jurang.

Sebelum syuting dimulai, Yuni sengaja mendekati penanggung jawab properti dan penata busana. Menggunakan pesona dan pengaruh Kenzie yang kemarin sempat datang ke lokasi, Yuni dengan mudah mengintimidasi mereka untuk melakukan sedikit "modifikasi" pada sepatu kain yang akan dikenakan oleh Elva, membuatnya menjadi sangat licin saat menyentuh permukaan tanah yang berpasir.

"Rubah kecil, aktifkan fungsi pemantauan keberuntungan Elva," perintah Yuni dalam hati saat dia bersiap di posisinya.

Layar transparan muncul, menunjukkan grafik keberuntungan Elva yang berwarna emas terang, namun mulai menunjukkan fluktuasi karena energi negatif dari konspirasi Yuni.

"Satu... dua... tiga... Action!" teriak sutradara.

Yuni memulai aktingnya dengan ekspresi panik yang dibuat-buat, tubuhnya terhuyung ke belakang menuju tepi tebing buatan. "Tolong! Siapa pun, tolong aku!"

Elva, yang sangat profesional dan mendalami perannya sebagai pelayan setia, langsung berlari kencang ke arah Yuni. Wajahnya dipenuhi kecemasan yang tulus. Namun, tepat saat Elva mencoba menancapkan kakinya ke tanah untuk mengerem dan menangkap Yuni, sepatu kainnya yang licin kehilangan traksi di atas pasir.

Sret!

Elva kehilangan keseimbangan. Alih-alih menangkap Yuni dengan anggun sesuai koreografi, Elva justru tergelincir parah dan tubuhnya menghantam properti vas besar di dekat sana hingga pecah berkeping-keping. Salah satu pecahan tajam dari vas tersebut menggores lengannya, membuat darah segar langsung mengucur. Lebih buruk lagi, karena Elva gagal berada di posisi, Yuni harus menjatuhkan diri sendiri ke matras pengaman dengan canggung, merusak estetika adegan.

"Cut! Cut!" Sutradara berteriak marah, wajahnya memerah. "Elva! Apa yang kau lakukan?! Mengapa gerakanmu sangat ceroboh? Ini adegan krusial! Kau tidak hanya merusak estetika adegan, tapi kau juga bisa membahayakan Yuni!"

Elva bangkit dengan susah payah, memegangi lengannya yang berdarah. Wajahnya pucat karena menahan sakit dan rasa bersalah. "Maaf, Sutradara... Maafkan saya. Sepatu saya tiba-tiba sangat licin, saya tidak bermaksud..."

"Alasan! Cari sepatu lain! Kau telah membuang-buang waktu semua orang!" bentak sutradara, mengabaikan fakta bahwa Elva sedang terluka. Di industri yang kejam ini, kenyamanan investor dan aktris utama seperti Yuni adalah segalanya.

Yuni bangkit dari matras dengan bantuan asistennya. Dia berjalan mendekati Elva, menatap luka di lengan gadis itu dengan pandangan benci yang tersembunyi di balik topeng keprihatinan.

Ding! suara mekanis rubah kecil bergema di kepala Yuni, kali ini terdengar sangat riang. "Selamat, Host! Target Elva Kirana berhasil dipermalukan di depan publik dan kehilangan kepercayaan sutradara. Anda berhasil menjarah keberuntungannya! Mendapatkan 50.000 Poin Penjarahan Keberuntungan!"

Seringai kepuasan batin Yuni hampir saja lolos ke wajahnya. Hanya 50.000? Masih jauh dari satu juta poin untuk Kemampuan Akting Tak Tertandingi, tapi ini awal yang bagus, pikir Yuni sinis.

"Elva, astaga, lenganmu berdarah," ucap Yuni dengan nada cemas yang dibuat-buat. "Sutradara, tolong jangan terlalu keras padanya. Elva mungkin hanya kelelahan. Bagaimana kalau kita istirahat lima belas menit agar Elva bisa mengobati lukanya?"

Kebaikan palsu Yuni di depan kamera langsung menuai pujian dari para kru yang mendengarnya. Mereka berbisik-bisik tentang betapa mulianya hati sang aktris utama, sementara Elva dipandang sebagai beban yang tidak kompeten.

Malam harinya, sebuah pesta makan malam mewah digelar oleh pihak investor di hotel bintang lima. Kenzie hadir sebagai tamu kehormatan tertinggi. Yuni, yang mengenakan gaun malam backless berwarna merah marun yang kontras dengan kulit putih sempurnanya, berjalan berdampingan dengan Kenzie, menjadi pusat perhatian semua orang.

Di sudut ruangan yang remang-remang, Yuni melihat Elva. Sebagai pemain figuran, Elva sebenarnya tidak diundang ke area VIP, dia hanya berada di area luar bersama kru tingkat rendah. Elva mengenakan gaun sederhana yang tertutup, berusaha menyembunyikan perban di lengannya.

Yuni membisikkan sesuatu ke telinga Kenzie, memprovokasi pria itu untuk mempercepat rencananya. "Kenzie, lihat gadis di sana. Dia yang membuat syuting kita tertunda hari ini. Kupikir, dia sengaja melakukannya untuk menarik perhatian sutradara..."

Kenzie menatap arah pandangan Yuni. Matanya menyipit penuh rasa jijik. "Wanita oportunis seperti itu harus diberi pelajaran agar tahu tempatnya."

Kenzie memanggil manajer hotel dan salah satu produser pelaksana. Dengan beberapa kata perintah yang dingin dari sang taipan media, sebuah jebakan langsung disiapkan untuk Elva.

Beberapa menit kemudian, sebuah keributan pecah di area luar. Salah seorang sosialita yang merupakan relasi bisnis Kenzie berteriak bahwa kalung berliannya hilang setelah berpapasan dengan Elva.

"Dia! Wanita berbaju pelayan di drama itu yang terakhir kali berdiri di dekatku!" tuduh sosialita itu dengan suara melengking, menarik perhatian seluruh isi aula pesta.

Manajer hotel dan sekuriti segera mengepung Elva. Elva, yang terkejut, langsung membantah. "Tidak! Saya tidak mengambil apa-apa! Saya bahkan tidak mendekati Anda!"

"Geledah tasnya!" perintah produser pelaksana yang sudah disuap oleh pengaruh Kenzie.

Saat tas kain sederhana milik Elva dibuka dan ditumpahkan ke atas meja, sebuah kalung berlian berkilau jatuh di antara barang-barang pribadinya. Kalung itu sengaja dimasukkan oleh salah satu pelayan hotel atas perintah tersembunyi Kenzie.

Wajah Elva seketika kehilangan semua warnanya. "Ini... ini bukan milikku! Aku tidak tahu bagaimana benda ini bisa ada di dalam tasku! Tolong percaya padaku!"

Bisik-bisik sinis dan pandangan menghina dari ratusan pasang mata malam itu menusuk Elva dari segala arah. Reputasinya hancur seketika sebelum kariernya bahkan sempat dimulai. Berita tentang aktris pendatang baru yang tertangkap basah mencuri di pesta investor pasti akan meledak di media keesokan harinya.

Yuni berdiri di lantai atas area VIP, memegang segelas sampanye, menyaksikan pemandangan itu dengan mata yang berkilat penuh kemenangan. Di kehidupan lalu, Elva adalah dewi suci yang dipuja, sementara Yuni adalah antagonis yang dicaci maki hingga bunuh diri. Kini, roda nasib telah berputar sepenuhnya di bawah kendalinya.

Ding!

"Peringatan Sistem! Keberuntungan Elva Kirana merosot tajam! Anda berhasil memicu Poin Penjarahan Besar! Mendapatkan 300.000 Poin Penjarahan Keberuntungan!"

"Ding! Karena perlindungan penuh dari Kenzie kepada Anda dalam rencana ini, tingkat kesukaan Kenzie menembus batas maksimal! Tingkat kesukaan: 100/100! Kenzie telah jatuh dalam status 'Cinta Mati'!"

"Bonus Misi Sampingan Terbuka: Mendapatkan 700.000 Poin Sistem!"

Mendengar rentetan pengumuman dari si rubah kecil, Yuni hampir ingin tertawa terbahak-bahak. Total poinnya sekarang sudah cukup untuk membeli Kemampuan Akting Tak Tertandingi.

"Rubah kecil, beli 'Kemampuan Akting Tak Tertandingi' sekarang juga," perintah Yuni dengan mutlak.

"Pesanan diproses... Item berhasil dibeli dan diintegrasikan dengan jiwa Host!"

Seketika, sebuah gelombang energi dingin namun kuat mengalir ke dalam otak dan seluruh sel tubuh Yuni. Pengetahuan mendalam tentang emosi, kontrol vokal, ekspresi mikro, dan karisma teater meresap sempurna ke dalam dirinya. Dia bukan lagi Yuni yang hanya mengandalkan kecantikan dan manipulasi; kini, dia memiliki senjata mutlak untuk menguasai industri perfilman secara legal.

Kenzie berjalan mendekati Yuni dari belakang, melingkarkan tangannya di pinggang Yuni dan berbisik posesif, "Tikus kecil itu sudah diurus. Mulai besok, tidak akan ada satu pun agensi atau rumah produksi yang mau memakai namanya. Kau puas, Yuni-ku?"

Yuni berbalik dalam pelukan Kenzie, menatap pria yang kini telah menjadi budak cintanya berkat bantuan sistem. Dengan kemampuan akting barunya yang tak tertandingi, Yuni menampilkan senyuman paling memikat, paling tulus, namun paling mematikan yang pernah dilihat Kenzie.

"Tentu saja aku puas, Kenzie," bisik Yuni lembut, sementara matanya melirik ke bawah, ke arah Elva yang sedang diseret keluar oleh pihak keamanan dengan derai air mata. Ini baru permulaan, Elva Kirana. Aku akan memastikan kau tetap merangkak di lumpur, sementara aku naik ke singgasana tertinggi yang seharusnya menjadi milikmu.

1
Kamu Nanya?
tutorin dong sepuh biar punya karakter sadis, gimana tuh caranya
Kamu Nanya?
buset dah kayak pedang jirr
Kamu Nanya?
woa sadis
Kamu Nanya?
ntahlah
Kamu Nanya?
seremnya
Kamu Nanya?
lembut dalam artian? tapi soal tempat dia depanmu kan?
Nisa Nisa
hm gila sih si Yuni main nya mah boleh 🤭
Shankari Nagini
HM si Yuni ternyata tipe aktris yang licik dan cuma bisa gunain kekuatan laki-laki saja
Nisa Nisa
hm cas emang cocok di sebut jadi dewa Kematian sangat kejam tak kenal ampun 🤭
Nisa Nisa
memang harus kejam gitu cas jangan biarin orang yang menindas adik mu bebas 😡
Nisa Nisa
gila Yuni dah kaya rubah Weh licik banget 😡
Shankari Nagini
jir lah ku kira Yuni itu emang malaikat yang lembut di dunia hiburan tahu nya dia licik banget
Shankari Nagini
waahah mampus jadi pengangguran dong Sayang banget cassiopea tidak akan melepaskan nya dengan mudah
Nisa Nisa
wow gila ada sistem juga di cerita nya😱
Nisa Nisa
enak aja iklan sfl kan di siapin cassiopea buat Elva mana mungkin mau di serahkan ke orang lain😡
Shankari Nagini
bagus wartawan terus foto sampe kamera nya berasap itu berita bagus jangan sampai mau terlewat kan🤣
Shankari Nagini
aduh Mona, Adnan ck ck parah ih penampilan nya itu loh tak senonoh banget 🤭🤣
Shankari Nagini
jika cassiopea dah bertindak tidak ada satu orang pun yang akan lolos berdoa aja deh🤭
Nisa Nisa
cih masih aja enggak tahu malu mampus di gerebek wartawan juga🤭
Nisa Nisa
wahahah mampus di gerebek kan🤭🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!