NovelToon NovelToon
Mereka Pikir Aku Miskin

Mereka Pikir Aku Miskin

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:30.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Keira Anindita menyembunyikan identitasnya sebagai pemilik perusahaan besar demi menjaga harga diri Arsen, pria yang pernah menolongnya dan kemudian menjadi suaminya. Selama empat tahun, Keira diam-diam membantu Arsen membangun bisnis dari nol hingga menjadi perusahaan yang disegani.

Namun, kesuksesan membuat keluarga Arsen berubah. Keira yang dulu begitu disayang, kini dianggap perempuan miskin yang tidak pantas mendampingi Arsen.

Puncaknya terjadi dalam sebuah pesta ketika ibu mertuanya memperkenalkan Clarissa sebagai calon istri Arsen. Saat Keira diperlakukan bak pembantu yang melayani para tamu, Arsen hanya diam. Malam itu juga Keira pergi tanpa membawa satu pun harta keluarga Wijaya.

Tak lama kemudian, fondasi perusahaan Arsen mulai runtuh karena Keira melucuti semua dukungan.

Saat Arsen akhirnya mengetahui identitas asli istrinya, penyesalan datang terlambat. Keira telah bertemu Elvano, pria jauh lebih berkuasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22. Kekalahan yang Menyakitkan

.

“Tidak...” gumam Darma lirih. “Ini tidak mungkin.”

Mario yang duduk tepati di belakang mereka ikut terdiam. Ia tahu betul betapa besar harapan Wijaya Group terhadap proyek tersebut. Tender itu bukan sekadar kesempatan untuk mendapatkan proyek besar, tetapi juga jalan keluar dari masalah keuangan yang sedang mereka hadapi. Dan sekarang kesempatan itu jatuh ke tangan rival mereka.

Adrian akhirnya tiba di depan panggung. Ia berdiri tidak jauh dari Keira dan Daren, kemudian menerima mikrofon yang disodorkan panitia.

“Terima kasih kepada KA Grup atas kepercayaan yang diberikan kepada Mahendra Corp,” ucap Adrian dengan suara tenang. “Kami akan memastikan proyek ini berjalan sesuai ketentuan yang telah disepakati dan memberikan hasil terbaik.”

Pria itu kemudian membungkukkan sedikit badannya yang langsung disambut oleh gemuruh tepuk tangan.

Arsen menelan ludahnya dengan dua tangan terkepal di atas paha. Matanya memerah menahan amarah sekaligus kebencian yang ingin meledak. Apalagi ketika matanya melihat ke arah Adrian yang hendak mengembalikan mikrofon. Arsen melihat dengan jelas Adrian yang tersenyum ke arahnya. Senyum yang penuh dengan ejekan. Seolah-olah pria itu mengatakan bahwa kali ini berhasil menginjak Arsen.

Wajah Arsen menegang, rahangnya seketika mengeras. Begitu juga dengan Darma yang masih berusaha meredakan gejolak emosi yang menghantam dirinya. Tetapi tampaknya pria paruh baya itu tidak mampu mengendalikan dirinya. Atau lebih tepatnya tidak bisa menerima kenyataan bahwa perusahaan milik mereka kalah.

“Tunggu dulu!" seru pria paruh baya itu tiba-tiba dan membuat semua orang menoleh ke arahnya. Termasuk juga Adrian yang tidak jadi turun dari panggung.

Dengan dua tangan yang terkepal erat, Darma berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan ke arah panggung.

"Ayah!” Arsen yang terkejut dengan apa yang dilakukan ayahnya ikut berdiri dan bermaksud mencegah. Namun, darma menepis tangan putranya.

“Tuan Daren,” panggil Darma sambil menatap ke arah Daren. "Bagaimana bisa tender ini dimenangkan oleh perusahaan lain? Bukankah selama ini KA Grup selalu memberikan kepercayaan pada Wijaya Grup?"

" Keira yang sejak tadi berdiri di sisi panggung akhirnya mengambil mikrofon kembali. Tatapannya beralih kepada Darma.

“Pak Darma,” katanya tenang, “saya rasa tidak ada yang perlu dipermasalahkan. Seluruh proposal telah dinilai berdasarkan kriteria yang sudah kami sampaikan sejak awal.”

"Aku tidak bicara padamu!” Darma menatap menatap wajah Keira dengan mata berapi-api. “Kamu itu hanya wanita rumah tangga. Untuk apa kamu ikut berada di sini dan mengacau acara?!”

Keira dan Daren saling pandang. Namun akhirnya Keira memilih diam dan kembali duduk dengan tenang.

"Tuan Daren,” panggil Darma lagi. "Saya mohon bicaralah. Kenapa KA membiarkan wanita rumah tangga seperti dia ikut bicara?”

Seluruh jajaran KA Grup yang hadir, bahkan beberapa pengusaha yang duduk di kursi peserta melotot mendengar kata-kata Darma. Apakah darma tidak bisa melihat, bahkan Daren saja tampak begitu menghormati Keira.

“Benar, Tuan Daren." Arsen akhirnya ikut maju bicara. "Tolong pertimbangkan hubungan kerjasama sebelumnya. Bukankah kami selalu bisa memenuhi target yang ditetapkan oleh perusahaan Anda?”

Daren kemudian mengambil nafas panjang sebelum kemudian menatap ke arah darma dengan sorot matanya yang datar.

“Keputusan kami sudah final, Pak Darma, Pak Arsen," ucap Daren tegas. “Sudah dikatakan sebelumnya, penilaian tender ini bukan berdasarkan hubungan masa lalu yang pernah terjalin antar dua perusahaan. Tapi berdasarkan kemampuan perusahaan peserta."

“Tidak!" Darma menolak tegas. “Ini pasti karena wanita itu, kan?" serunya dengan jari telunjuk menuding ke arah Keira.

Darma kemudian menatap ke arah Keira dengan sorot mata penuh kebencian. “Dasar wanita tidak tahu diri. Buat apa kamu ikut campur sesuatu yang tidak kamu pahami? Lebih baik kamu pulang, cuci baju atau membersihkan WC saja!"

“Pak Darma!" teriak Daren menggelegar. “Jaga ucapan Anda!”

"Memangnya kenapa?” Darma terlihat masih tidak terima. "Biar saya katakan. Dia itu hanya wanita rumah tangga. Yang ia lakukan tiap hari hanya masak sama cuci baju. Tahu apa dia soal perusahaan?"

“Ayah!” panggil Arsen menarik tangan ayahnya. "Jangan bicara seperti itu di hadapan tuan Daren," bisiknya.

Daren menatap dagma dengan wajah merah padam. “Kalau perusahaan Anda kalah, seharusnya Anda introspeksi diri, bukan menyalahkan orang lain. Sebelum kami memutuskan, bahkan sebelum kami datang ke tempat ini, tentu kami sudah mencari informasi tentang semua peserta tender. Itulah gunanya semua peserta diwajibkan mendaftar jauh-jauh hari."

"Dan Anda tahu apa yang kami temukan di perusahaan Anda?” tanya Daren menatap ke arah darma dan Arsen bergantian. "Perusahaan Anda nyaris kolaps. Anda sama sekali tidak punya dana cadangan. Semua yang anda cantumkan dalam proposal Anda adalah palsu!”

"Apa?” Arsen dan Darma terhuyung mundur. Darma bahkan nyaris terjatuh jika Arsen tidak menopang tubuhnya. Bagaimana Daren bisa tahu rahasia yang sudah mereka bungkus dengan rapi?

“Dan jika Anda ingin tahu kenapa Nona Keira Anindita bisa berada di sini dan bahkan memiliki hak untuk memutuskan…”

Keira menoleh cepat mendengar kata-kata Daren, bertepatan dengan Daren yang juga menoleh ke arahnya. Tapi Daren tampak tidak peduli. Sementara Keira juga sepertinya tidak ingin menghentikan.

Daren kembali menatap ke arah Darma dan Arsen. “... Itu karena Beliau lah pemilik KA Grup yang sesungguhnya."

JEDUAR!!!

Tak hanya Arsen dan Darma. Bahkan seluruh peserta termasuk Adrian yang sedang berdiri di atas panggung spontan langsung menoleh ke arah Keira.

"Apa…?” seru Arsen dan Darma bersamaan. Mata kedua orang itu membulat besar pertanda tak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar.

"Tidak… itu tidak mungkin." Darma menggelengkan kepalanya berkali-kali.

“Apanya yang tidak mungkin?" bantah Daren. “Apa Anda tidak menyadari bahwa nama KA diambil dari inisial nama Nona Keira?"

Arsen menatap ke arah Keira. Ada begitu banyak pertanyaan di kepalanya, tetapi hanya satu yang mampu keluar. “Key...”

Semua orang di sekitar mereka kembali menoleh ke arah Arsen.

Keira menoleh ke arah Arsen dengan wajahnya yang datar. Tatapan mata mereka bertemu beberapa detik. Namun, tak ada perubahan ekspresi apapun di wajah Keira.

Arsen menelan ludahnya kasar. Selama empat tahun pernikahan, ratusan malam yang pernah mereka lewati bersama, pertengkaran kecil, tawa, bahkan hari-hari ketika Arsen pulang larut dan Keira masih menunggunya di rumah seakan semuanya hanya tinggal kenangan. Pantas saja, setiap kali dirinya memiliki satu masalah lalu berbicara dengan istrinya, maka selalu muncul jalan keluar setelah nya. Ternyata ini alasannya. Dan bodohnya dia malah membuang wanita itu.

“Tidak… ini tidak mungkin…” suara darma terdengar pelan.

"Ayah…? Ayah…?"

1
vania larasati
lanjut
Muft Smoker
hellloooooo ,,
pegangin nyawa ny pak darma yg udh muak tinggal di raga ny sendiri ,,
selama ini anda begitu sombong ,, menyepelekan keira ,,
skarang kenyataan siapa keiraa ,,
jantungan kn andaa ,,
Muft Smoker
datang laa petir di tengah ruang rapat ,,
🤭🤭😁😁😁
Susan Paulina
Lanjut lagi Thor
Noey Aprilia
Kmna aja klian????
ga nyangka kn kl wnita yg jd babu d rmh klian,bhkn d usir krna wnita lain trnyta holang kaya????
mkanya,jgn songong jd orng.....😛😛😛
ryuka
wwkwkwkwk.. mampusss kaliannn 🤣🤣🤣🤣🤣 nikmati lah kesombongan kalian sekarang 🫠🫠🫠
Lucy
baru nyadar kau Arsen,terlambat sudah🤣🤣🤣
mama
mampus tu si darma sm arsen🤣
naya yanti
akhirnya terucap juga kata kata itu🤭
Adinda
lanjut thor
Oma Gavin
modarrr kalian berdua udah salah masih saja nyolot makan itu gengsi dan kekalahan menuju kebangkrutan
Ilfa Yarni
Knp kagaet kalian bahahahaha nyesal2 deh udah cerai sama keira gmn arsen seneng ga km pasti ga lah ya yg Ada nyesel km arsen
Mundri Astuti
tdk mungkin gimane ..ya mungkin lah... ( bae" sen papamu stroke)

up lagi thor 🤭🙏
Tini Uje
jgn lama2 up nya thorr..dah bejamur nih nunggu nya 😂
Dwi Setyaningrum
jantungan ga tuh darma..bisa msk UGD tuh🤪
Ani_Sudrajat
Lanjut thor. 😄
Monica Nanik
Tau rasa kau Arsen meremeh kan istri solehah 😄😄😄
merry
cari tender di perusahaan milik mntn binimu y senn🤣🤣🤣🤣ternyata yg menang org lain
Monica Nanik
Tau rasa kau Arsen istri yg kau campak kan ternyata bos 😄😄
Monica Nanik
Ayo kaira sgera tampak kan di rimu biar Arsen jantungan 😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!