NovelToon NovelToon
Istri Lain Suamiku

Istri Lain Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: Melia Andari

Elena Larasati, tidak pernah menduga jika tiga tahun menikah dengan Angga Mahardika, membawa hidupnya dalam kehancuran.
Cinta yang selama ini ia genggam dan jaga dengan baik, ternyata dibalas pengkhianatan yang menyakitkan.
Elena tidak pernah tahu jika selama ini ada wanita lain yang juga berperan seperti dirinya di sisi Angga.
Hingga sebuah peristiwa membongkar semuanya, dan Elena merasa dunianya hancur seketika.
"Ceraikan aku sekarang juga, Mas. Aku nggak sanggup kalau harus berbagi," desak Elena.
"Tidak. Saya tidak akan pernah menceraikan kamu, Elena!" tolak Angga tegas.
"Aku nggak bisa, Mas! Aku mau kita pisah!"
"Tidak akan, Elena. Saya sangat mencintai kamu. Sampai kapanpun kamu akan tetap menjadi istri saya!"

Bagaimana Elena melewati kehidupan rumah tangganya dengan kenyataan ada istri lain di sisi suaminya?

Disclaimer hanya untuk yang kuat saja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melia Andari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencari Kamu

"Mas Angga?"

Angga hanya tersenyum tipis sambil membenarkan jas yang dikenakannya. Tanpa banyak bicara, ia melangkah masuk dengan tenang, lalu duduk di samping Elena. Asisten Rei mengikuti dari belakang dan memilih berdiri tidak jauh dari mereka.

Elena mengeram kesal.

Dalam hati, ia ingin sekali mengutuk pria yang kini duduk santai di sampingnya. Baru beberapa saat lalu ia berhasil meninggalkan Angga, tetapi pria itu sudah muncul di rumah orang tuanya.

Bagaimana bisa?

Bukankah tadi Angga masih bersama Cindy?

Elena melirik Angga dari sudut matanya.

Pria itu terlihat begitu tenang, seolah kedatangannya ke rumah orang tua Elena adalah hal yang paling wajar di dunia.

Bukankah tadi dia bersama Cindy?

Kenapa sekarang malah ada di sini?

Elena semakin kesal.

"Eh nak Angga, baru saja kami membicarakanmu. Kamu sudah datang kesini, panjang umur ya nak," ujar Pak Sigit tersenyum.

"Terima kasih, pak."

Bu Ningsih pun keluar dari dapur dan meletakkan air minum di atas meja.

"Eh, ada nak Angga toh. Ibu kira tadi Elena pergi sendirian, karena katanya kamu tidak ikut."

"Iya, Bu. Saya menyusul Elena. Saya khawatir jika membiarkannya sendiri."

Ibu dan Ayah Elena pun berpandangan dan tersenyum. Lalu Bu Ningsih menepuk bahu Elena perlahan.

"Kamu beruntung nak, punya suami seperti nak Angga. Dia sangat perhatian dan peduli sekali kepadamu," tutur Bu Ningsih.

Elena hanya tersenyum getir mendengarnya.

Dulu juga aku berpikir begitu Bu. Aku pikir aku adalah wanita paling beruntung di dunia, karena mendapatkan Mas Angga yang sempurna.

Tapi ternyata kini dialah yang paling menghancurkan hatiku.

"Mau minum apa nak Angga?" tanya Bu Ningsih.

"Tidak usah Bu. Tadi saya sudah mampir di warung kopi."

"Kalau begitu ibu ambilkan air putih saja ya?"

Angga mengangguk dan tersenyum.

"Oh iya nak Angga, terima kasih ya atas kirimanmu kemarin. Rendi jadi bisa meneruskan sekolahnya di jenjang SMA."

"Bapak minta uang sama Mas Angga, Pak?" tanya Elena.

Pak Sigit dan Angga pun menoleh ke arahnya.

"Elena..." tegur Angga.

Elena meliriknya dengan malas.

"Bapak tidak meminta uang saya. Kemarin saya yang menghubungi Rendi dan bertanya kepadanya apa sudah punya uang untuk daftar sekolah atau belum? Jadi saya mengirimkan uang untuk daftar sekolah dan memenuhi kebutuhan sekolahnya," ujar Angga menjelaskan.

"Iya, nduk. Bapak nggak minta kok. Bapak juga lagi usaha jual beras untuk bayar sekolah, tapi memang kemarin masih kurang. Untung saja Nak Angga bersedia membantu."

"Jangan sungkan pak, sudah jadi kewajiban saya untuk membantu keluarga istri saya."

Pak Sigit pun tersenyum, bersamaan dengan Bu Ningsih yang datang membawa air putih. Wanita paruh baya itu meletakkan gelasnya di atas meja.

"Diminum nak Angga, dan Nak Rei," pinta Bu Ningsih.

"Terima kasih Bu," sahut Angga meminum airnya diikuti oleh Asisten Rei.

"Bu, maaf, apakah ada kamar untuk ditempati asisten saya di sini?"

"Oh ada kamar kosong kok nak, di samping kamar Rendi. Tapi agak sempit."

"Tidak apa-apa, nyonya," sahut Asisten Rei.

"Kamu bisa istirahat dulu kalau lelah, Rei."

Asisten Rei pun mengangguk dan mengikuti Bu Ningsih untuk masuk ke kamar singgahnya.

"Kalau boleh, saya izin istirahat Pak? Perjalanan tadi lumayan melelahkan, karena saya juga baru menyelesaikan beberapa pekerjaan," ucap Angga sopan.

Elena menoleh dengan tatapan tajam.

Pekerjaan apa yang dia maksud? Bukankah tadi dia bersama Cindy?

Apa dia melakukan hubungan itu dengannya hingga kelelahan?

"Iya nak, silahkan. Bisa tidur di kamar Elena ya."

Angga mengangguk, lalu mengajak Elena untuk masuk ke kamar. Namun Elena menolaknya.

"Aku masih mau di sini."

"Ya sudah, saya ke kamar dulu. Kalau butuh apa-apa, nanti bangunkan saya ya," pamit Angga lalu mencium kening Elena dengan lembut.

Elena hanya mendengus kesal dalam hati dan berusaha tidak mempedulikannya.

"Nduk, jangan begitu. Kalau suami mengajak ke kamar, kamu Ndak boleh nolak. Ndak elok, nduk," tutur Pak Sigit.

"Aku masih ingin sama Bapak dan Ibu," sahut Elena.

Bu Ningsih yang baru saja duduk pun ikut menasihati Elena.

"Kamu bisa bertemu kami kapan saja, nduk. Kan kamu lagi di rumah Ibu dan Bapak. Sana gih, temani suamimu. Ndak sopan menolak ajakan suami nak."

Elena pun mengerucutkan bibirnya kesal. Ia beranjak dan berjalan masuk ke dalam kamar.

Setibanya di sana, ia melihat Angga baru saja membuka kemejanya dan hanya mengenakan kaos oblong. Ia menoleh dan mendapati Elena berdiri di depan pintu.

"Sayang.."

"Mas sebenarnya ngapain datang ke sini?"

"Mencari kamu."

"Mencariku?"

"Iya."

"Untuk apa?"

Angga mengangkat sebelah alisnya. "Karena kamu pergi tanpa memberi tahu saya."

Elena mendengus. "Aku bukan anak kecil yang harus minta izin setiap kali ingin pergi. Lagipula tadi kan kamu sedang bersama Cindy."

"Saya tahu."

"Lalu kenapa dikejar?"

Angga menatap Elena beberapa saat sebelum menjawab dengan tenang.

"Karena kamu istri saya."

Elena langsung memalingkan wajah.

Jawaban itu lagi. Selalu jawaban yang sama.

"Kemarilah," pinta Angga seraya menepuk tempat kosong di sampingnya.

"Aku nggak mau tidur satu ranjang denganmu, Mas!"

Elena berjalan dan duduk di lantai semen yang tidak dialasi apapun.

"Jangan kekanakan, Elena. Di bawah dingin. Naik ke ranjang!" perintah Angga.

"Jangan paksa aku!"

"Naik sendiri atau saya yang akan memaksa kamu dengan tangan saya?"

1
cinta semu 2
mulailah belajar mandiri.., Elena...lulusan sarjana pikiran jalan di tempat,,aneh
anju hernawati
màkin seru euyyyyyy.....
Bella syaf
egois banget wak kesel amat
falea sezi
cerai bodoh😒
Anna Wamey
alena,,, siap siap CLBK nih 🤭
Dokkan Battle
BUCIN TOLOL ANJING ...
Lisa Maisa
ayo Elena yg tegas, skalian hempaskan si cindy ini
cinta semu 2
berharap Elena pintar,cerdas ..aja
cinta semu 2
adik u aja masih waras kasih u ...saran untuk melihat dunia luar ...u ny saja yg masih mau tenggelam dlm derita ..Angga itu licik,dia g mau rugi ,,selalu memanfaatkan keadaan...sarjana kok g bisa berpikir waras...buka mata & pikiran u ,Elena.. berpikir lah cerdas
anju hernawati
wah ternyata evan jurangan sawit ..........
Lisa Maisa
jgn bercerai Elena, tambah seneng si pelakor, cari dgn cara yg elegan yg buat wanita itu mati kutu
sunaryati jarum
Tinggalkan saja sudah ada wanita lama itu suami yang sudah tidak beres
sunaryati jarum
Mending tinggalin saja, bilang cinta kok diam- diam punya istri lagi
Lisa Maisa
angga laki" egois, semua harus keinginannya
cinta semu 2
seharusnya u masih waras berpikir elena ,,coba u mandiri ...pelan2 ngomong SM kedua orang tua u ...
Ratih Tupperware Denpasar
aku berharap anak yg dikandung cindy bukan anaknya angga dan si angga thi sebenernya mandul...biar nyesel berdarah2 si angga pekok
Lisa Maisa
ntah kapan kebusukan si pelakor terbongkar
anju hernawati
angga .....angga ........
Lisa Maisa
awas aja ya angga, jgn sampai wanita itu tinggal dirumahmu
Lisa Maisa
kapan angga tau, klu pelakor itu menjebaknya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!