NovelToon NovelToon
Aku Hamil Anak Raja Vampir

Aku Hamil Anak Raja Vampir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:327
Nilai: 5
Nama Author: Latief_ayra

hiduplah seorang penyihir cantik yang bernama Elizabeth bertemu dengan raj vampir .dan dia diam" mngandung ada vampir . sampai dia Terusir oleh ayahnya sendiri .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Latief_ayra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

eps 25

Elizabeth menatapnya dengan mata yang memancarkan kemarahan sekaligus kepedihan yang sedemikian dalam, seakan hatinya sedang dirobek berkeping-keping sekali lagi.

Setiap kata yang meluncur dari bibirnya terasa berat dan tajam, penuh dengan rasa sakit yang tak bisa sekadar dihapus dengan alasan apa pun.

"Sebuah jebakan? Ingatan yang hilang? Apa kata-kata itu... mampu menghapus lima tahun penderitaan yang ku tanggung sendirian?!" suaranya meninggi, bergetar hebat menahan tangis yang mencekik lehernya.

Air mata kembali membasahi pipinya, namun kali ini bercampur dengan keputusasaan yang luar biasa.

"Aku melahirkan anakmu sendirian... di tengah dinginnya salju yang menusuk tulang! Di saat aku menggigil ketakutan, berjuang mempertahankan nyawanya dan nyawanya... kau justru duduk tenang di singgasanamu! Bermain sebagai penguasa yang agung dan berkuasa di dalam kastil mewahmu yang hangat! Sementara aku... aku hampir mati kedinginan dan kelaparan di tengah hutan belantara!"

Tangannya gemetar hebat saat menyentuh kalung yang melingkar di lehernya—kalung pemberian Draven lima tahun silam, satu-satunya kenang-kenangan yang ia jaga dan pelihara dengan nyawanya sendiri selama ini.

Namun kini, dengan amarah dan kepedihan yang memuncak, Elizabeth mencengkeram kalung itu erat-erat. Dengan satu tarikan kuat, ia memutuskan kalung itu hingga rantainya putus berdering nyaring di keheningan ruangan.

Butiran-butiran berlian yang berkilauan jatuh bertebaran di lantai dingin istana, persis seperti hatinya yang kini hancur berkeping-keping tak berbekas.

Elizabeth melemparkan rantai yang putus itu tepat ke arah kaki Draven, menatapnya dengan pandangan yang begitu perih namun teguh.

"Inilah yang kau berikan padaku... dulu kuanggap ini pelindung dan janji setiamu. Tapi ternyata... benda ini pun tak mampu melindungiku dari penderitaan yang kau sebabkan! Kau kehilangan ingatan... kau tak bersalah di matamu.

Tapi bagiku... bagiku kau justru hidup bahagia tanpa beban! Lima tahun kesepian, lima tahun diburu, lima tahun menderita... semuanya sia-sia! Tak ada alasan yang cukup untuk menebusnya! Tak ada!"

Draven terpaku diam di tempatnya, menatap butiran berlian yang berserakan di lantai, lalu menatap wajah wanita yang dicintainya itu yang kini tampak begitu jauh dan tak terjangkau.

Setiap kata yang terucap bagaikan belati yang menancap dalam ke dadanya, membuatnya tak mampu bernapas. Ia melihat betapa dalam luka yang telah ia biarkan menganga di hati Elizabeth, dan ia menyadari... kata maaf saja tak akan pernah cukup untuk menyatukan kembali kepingan hati yang telah hancur itu.

Suara denting logam yang putus membelah keheningan ruangan, diiringi jatuhnya butiran berlian yang berkilauan bertebaran di lantai dingin istana.

Tanpa menoleh lagi sekalipun, Elizabeth membalikkan tubuhnya, melangkah pergi dengan langkah yang gemetar namun tegas. Pintu besar itu terbuka dan tertutup kembali, menyisakan Draven yang berdiri terpaku sendirian, menatap butiran berlian yang berserakan .

persis seperti hatinya yang kini terasa hancur lebur tak berdaya.

Namun seketika itu juga, Draven tersentak. Ia tak boleh membiarkan wanita itu pergi dalam keadaan hancur lebur seperti ini.

Dengan satu lompatan lebar, ia melesat mengejar Elizabeth yang baru saja melangkah keluar ruangan. Langkah kakinya yang panjang dan cepat segera menyusul, hingga dalam sekejap ia berhasil meraih pergelangan tangan Elizabeth dengan lembut namun kuat, menahannya agar tak melangkah lebih jauh lagi.

Draven memutar perlahan tubuh wanita itu agar menghadapnya. Napasnya sedikit memburu, matanya menatap lekat-lekat mata Elizabeth yang basah berair dan penuh amarah itu. Wajahnya tampak begitu tulus, penuh penyesalan yang mendalam namun juga penuh keteguhan hati yang tak tergoyahkan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!