NovelToon NovelToon
AMERICAN CROWS

AMERICAN CROWS

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Perperangan / Bad Boy
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kazeo24

Cikampek adalah kota yang selama berabad-abad hidup dalam keterasingan dan dikenal sebagai wilayah yang sangat berbahaya. Banyak para petarung kuat berambisi menaklukkannya, tetapi hanya sedikit yang berani menginjakkan kaki di sana karena adanya perjanjian lama dengan berbagai pihak. Dahulu, satu-satunya cara membebaskan dan menguasai Cikampek adalah menaklukkan seluruh petarung terkuat hingga mencapai puncak dan memperoleh gelar Kaisar, sebuah gelar warisan sejak era awal yang pertama kali dikenal di Jakarta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kazeo24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23 END OF PROLOGUE

​Sore hari yang dingin membungkus sudut tertinggi Kota Cikampek. Angin bertiup kencang menghembuskan aroma hujan yang belum juga turun, membelai megahnya sebuah markas tersembunyi yang menjadi pusat kendali kekuasaan tertinggi di kota ini: Gedung Mahkamah Agung.

​Di dalam aula utama yang bernuansa gelap dan megah, suasana terasa sangat mencekam. Empat sosok pria yang memegang tampuk kekuasaan tertinggi di Mahkamah Agung Cikampek duduk di kursi kebesaran mereka: Yugito Bagna, Raka Kael, Ilman Agrazi, dan Rigurd Lainan. Di belakang mereka, berdiri berjejer belasan anggota Old Generation senior yang bertindak sebagai pengawal pribadi dengan aura intimidasi yang sangat tebal.

​TAP... TAP... TAP...

​Langkah kaki tunggal berbunyi santai, membelah keheningan aula. Denza melangkah masuk tanpa rasa takut sedikit pun. Mantel lusuhnya melambai ditiup angin pendingin ruangan. Dia menghentikan langkahnya tepat di tengah ruangan, bersedekap dada sambil menatap empat penguasa di depannya.

​Denza menghembuskan napas pelan, lalu berucap dengan nada santai namun penuh tekanan tajam. "Sepertinya... di antara kalian berempat, ada yang udah mulai kelewatan."

​Mendengar ucapan yang terkesan meremehkan itu, Raka Kael dan Yugito Bagna langsung memicingkan mata. Tatapan mata mereka seketika berubah sangat serius dan penuh hawa membunuh.

​"Hah?! Apa maksudmu, Denza?!" bentak Raka Kael dengan suara berat menggelegar.

​Denza menyunggingkan senyuman dingin. "Maksud gua... kalian bener-bener udah berani memancing kemarahan Beliau."

​Ucapan Denza seketika membakar amarah para Old Generation yang berdiri di belakang jajaran Mahkamah Agung. Seorang Old Generation senior melangkah maju dengan wajah garang, mengepalkan tangannya hingga berbunyi benturan sendi yang keras.

​"LU GAK SOPAN SEKALI SAMA PETINGGI LU SENDIRI, DENZA!!" raung Old Generation itu histeris. "GUA BUNUH LU SEKARANG JUGA, BANGSAT!!"

​Bukannya gentar, Denza justru menyandarkan kepalanya ke belakang dan tertawa lepas.

​"HAHAHAHA! Bunuh? Silakan saja kalau kalian merasa mampu!" tawa Denza bergema keras menembus langit-langit aula yang tinggi.

​Denza menyapu tawanya, merapikan nada bicaranya menjadi sangat dingin dan serius. "Baiklah, tanpa basa-basi lagi... Gua ke sini cuma mau menjelaskan insiden busuk yang melibatkan Dewan Intelegent beberapa hari ini."

​Denza membeberkan secara detail bagaimana Dewan Intelegent bergerak secara ilegal, menjebak Ryuka, menyiksa Elisa, dan memanfaatkan konflik jalanan demi kepentingan sepihak. Di akhir penjelasannya, Denza menatap lurus ke arah empat penguasa itu.

​"Gua minta kalian di sini buat memecat seluruh jaringan Dewan Intelegent itu dan memberikan hukuman terberat buat mereka!" tegas Denza.

​Para Mahkamah Agung saling pandang sebelum akhirnya terkekeh sinis. Yugito Bagna menyandarkan tubuhnya di kursi. "Denza, Denza... Lu pikir lu siapa berani memerintah kami? Kamu cuma Old Generation biasa! Jangan mengada-ada dan membawa dongeng bohong ke ruangan ini!"

​"Mengada-ada, katamu?" senyum Denza makin miring.

​Denza merogoh saku mantelnya, mengoperasikan sebuah perekam suara berukuran kecil, lalu menekan tombol Play.

​KLIK.

​Suara rekaman digital yang jernih seketika memenuhi seluruh aula gedung. Rekaman itu adalah percakapan rahasia saat Denza menyusup ke gedung tua untuk melepas borgol Elisa! Suara interogasi Denza dan pengakuan tersembunyi dari perwakilan Dewan Intelegent terdengar sangat jelas tanpa ada cela untuk dibantah!

​"Kebetulan... pimpinan tertinggi Dewan Intelegent itu bernama Ilmi Agrazi," kata Denza dengan nada mengejek yang sangat kental. Dia melirik lurus ke arah salah satu Mahkamah Agung. "Nama yang sangat familiar dan mirip sama dirimu, bukan... Tuan Ilman Agrazi? Hahaha!"

​Denza tertawa lagi melihat perubahan raut wajah di kursi utama.

​"I-Ilman?! Apa maksud dari semua ini?!" bentak Yugito dan Raka Kael seketika! Mereka berdua dan Rigurd Lainan menoleh kaget, menatap murka ke arah Ilman Agrazi.

​Ilman Agrazi terpaku kaku di kursinya! Wajahnya pucat pasi bagaikan mayat. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa nama adik kandungnya—Ilmi Agrazi, petinggi Dewan Intelegent yang tidak hadir di ruangan itu—bisa terbongkar secara gamblang melalui penyamaran Denza yang begitu detail dan rapi!

​Selama ini, Ilman Agrazi dan adiknya adalah dalang utama yang mengendalikan Dewan Intelegent dari balik bayangan. Mereka sengaja menyekap Elisa dan memanfaatkan situasi demi mengeruk keuntungan materi dan kekuasaan pribadi.

​Melihat kepanikan Ilman, Denza menyunggingkan senyuman paling mengerikan dalam hidupnya.

​"Tapi... itu belum seberapa," lanjut Denza tenang. "Gua masih punya satu rekaman lagi. Rekaman resmi langsung dari Keluarga Wijaya."

​Denza jeda sejenak, menatap empat penguasa itu satu per satu. "Oh... atau gua harus bilang... pernyataan resmi dari Black Dragon?"

​DEG!

​Nama itu terucap!

​Begitu kata Black Dragon bergema di udara, atmosfer di dalam aula megah itu seketika runtuh total! Keempat Mahkamah Agung—Yugito, Raka, Rigurd, dan Ilman—bersama belasan Old Generation senior yang tadinya bersikap angkuh, seketika berguncang hebat! Kaki mereka gemetar setengah mati, keringat dingin membasahi seluruh pakaian mereka, dan raut wajah mereka dipenuhi ketakutan yang paling mendalam!

​Di dunia bawah tanah global, Black Dragon bukan sekadar nama geng jalanan biasa. Mereka adalah organisasi mafia global terkuat dan paling mematikan di muka bumi! Sebuah syndicate raksasa yang namanya sanggup membuat pemerintah negara mana pun berlutut dalam ketakutan! Dan Ryuka Wijaya... adalah darah daging langsung dari tetua tertinggi pemimpin pilar Black Dragon!

​Tindakan serakah Ilman Agrazi dan adiknya yang menyentuh Ryuka serta menyekap teman-temannya dianggap oleh sang tetua sebagai aksi pemicu perang terbuka terhadap keluarga mereka!

​Denza menekan tombol rekaman kedua pada alat di tangannya.

​KLIK.

​Suara berat, tua, penuh otoritas mutlak, dan memancarkan hawa membunuh yang sanggup menghentikan detak jantung siapa pun yang mendengarnya, keluar dari pengeras suara rekaman tersebut. Suara itu adalah suara kakek Ryuka—pemimpin tertinggi mafia Black Dragon:

​"Jadi... ini bentuk pembalasan Kota Cikampek terhadap Black Dragon...?"

​Pesan suara yang sangat singkat. Hanya satu kalimat sederhana. Namun dampak intimidasinya menghantam ruangan itu bagaikan ledakan bom nuklir!

​Ilman Agrazi terkulai lemas di kursinya, hampir jatuh pingsan karena ketakutan yang teramat sangat. Dia akhirnya menyadari kesalahan paling fatal dalam hidupnya: dia seharusnya tidak pernah bersentuhan atau berurusan sedikit pun dengan Keluarga Wijaya dan Black Dragon! Sebuah kesalahan kecil yang kini mengancam akan meratakan seluruh Kota Cikampek menjadi abu!

​Tiga Mahkamah Agung lainnya menatap Ilman dengan pandangan penuh amarah dan kepanikan luar biasa. Yugito Bagna mengepalkan tangannya hingga bergetar, membayangkan bentrokan langsung melawan kekuatan militer mafia terbesar di muka bumi.

​Denza mematikan alat perekamnya, memasukkannya kembali ke saku mantel dengan sangat tenang.

​"Kalian mendengar pesannya sendiri, kan?" bisik Denza dengan suara dingin. "Sekarang dengerin perintah gua baik-baik jika kalian masih sayang sama nyawa kalian dan kota ini!"

​Denza menunjuk ke wajah keempat penguasa itu. "Pertama, hapus total seluruh status buronan dan catatan kejahatan atas nama Elisa dari seluruh sistem data Cikampek! Kedua... hukum bajingan pengkhianat bernama Ilmi Agrazi dan seluruh sel Dewan Intelegent itu dengan cara yang paling keji dan tidak manusiawi!"

​Denza melangkah mendekat satu tapak, memiringkan kepalanya. "Kalian tau sendiri kan... apa akibatnya kalau kalian harus berurusan langsung sama Black Dragon? Mafia global yang namanya paling ditakuti di seluruh belahan bumi ini..."

​Tidak ada satu pun Mahkamah Agung atau Old Generation yang berani menjawab. Mereka semua tertunduk, gemetar hebat menahan ngeri. Kekuasaan mutlak yang selama ini mereka bangga-banggakan menguap tanpa bekas di hadapan nama besar Black Dragon.

​Melihat kepatuhan yang tercipta dari rasa takut yang mendalam itu, Denza berbalik badan. Dia melangkah pergi meninggalkan aula megah Mahkamah Agung.

​HAHAHAHA!

​Tawa renyah Denza kembali pecah melintasi lorong-lorong gedung yang sunyi. Langkah kakinya bergema, membawa aura kemenangan dan kepuasan yang luar biasa.

​Saat tubuhnya melangkah keluar menembus pintu gerbang utama Gedung Mahkamah Agung, Denza mendongak menatap langit sore Cikampek yang perlahan memerah dihiasi pendar fajar kemerahan. Dia menghembuskan napas panjang, mengulas senyuman paling puas di wajahnya.

​"Hah... Akhirnya..." bisik Denza pelan pada angin sore.

​"Sepertinya... ini adalah akhir dari prolog panjang ini... Dan terciptanya... sebuah era baru dari kota ini!"

1
DANZ XYZ
/NosePick//NosePick//Applaud/
Arashiii22
keren bangat sialan
Dongo Dipelihara
siapa yang di maksd maruyama abang nya zela kah?
Kazeo24: Yap itu abang nya zela
total 1 replies
Dongo Dipelihara
prolog yang keren
Kada Wijaya
DAMN BROO
Ekaa
/Plusone/
damai kami sepanjang hari
THISS IS PEAK BRO!!
AZIKAZUE
GOKSS PARAH SELAMA INI 22 BAB TERNYATA CMN PROLOG🤭
Kazeo24: BENER SEKALII
total 1 replies
AZIKAZUE
terus bekarya bang✌🏻
Kada Wijaya
OH GITU🤭
Kada Wijaya
👍👍👍
Kada Wijaya
lanjutt perang nya
Kada Wijaya
BADASSS🔥🔥🔥
kaka pelenger
GOKILLL
RezaFitra
/Casual//Casual/
Dongo Dipelihara
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!