NovelToon NovelToon
Pengulangan Sang Master

Pengulangan Sang Master

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Kultivasi Modern
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Notdrick

Mo Tianxia pernah berdiri di puncak dunia.

Sebagai seorang kultivator yang telah mencapai Absolute Realm, tidak ada lagi lawan yang mampu menandinginya dan tidak ada lagi batas yang mampu menghalanginya. Namun, setelah mencapai segala sesuatu yang bisa dicapai, yang tersisa baginya hanyalah kebosanan.

Dalam sebuah keputusan yang tidak masuk akal bagi siapa pun, Mo Tianxia menghancurkan jiwanya sendiri dan memulai kembali kehidupannya dari nol.

Kini, ia terbangun dalam tubuh yang lemah dengan kultivasi paling dasar.

Tidak ada kekuatan absolut. Tidak ada kedudukan tinggi. Tidak ada nama besar.

Hanya pengetahuan tentang jalan yang pernah ia tempuh.

Dengan sikap tenang dan pengalaman yang jauh melampaui usianya, Mo Tianxia kembali melangkah di jalan kultivasi. Sekte, turnamen, dunia rahasia, para jenius, dan berbagai ancaman mulai muncul di hadapannya.

Namun kali ini, tujuannya bukan menjadi yang terkuat. Ia hanya ingin menikmati kembali perjalanannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Dua bulan telah berlalu sejak Mo Tianxia resmi menjadi disciple luar.

...-----...

Di suatu pagi, latihan Qi Gathering dimulai secara resmi bagi seluruh disciple luar angkatan baru, dipimpin langsung oleh Chen Feng di lapangan latihan yang lebih tertutup, jauh dari keramaian disciple senior.

"Qi Gathering Realm adalah tahap kedua kultivasi," jelas Chen Feng, berdiri di depan barisan disciple luar yang duduk bersila membentuk lingkaran. "Di sini, kalian mulai benar-benar menarik Qi dari lingkungan sekitar ke dalam tubuh, bukan hanya memperkuat apa yang sudah ada di dalam diri kalian seperti pada Body Tempering Realm."

Ia menjelaskan teknik pernapasan dasar, cara memvisualisasikan aliran Qi, dan bagaimana membuka meridian secara bertahap agar tidak merusak fondasi tubuh yang belum siap.

Mo Tianxia duduk di antara disciple lain, mendengarkan dengan seksama—bukan karena ia membutuhkan penjelasan itu, melainkan karena ia tahu betul bahaya dari terburu-buru.

'Ini adalah bagian yang paling mudah disalahartikan orang,' pikirnya, mengingat kembali ribuan disciple yang pernah ia lihat mengalami kerusakan meridian permanen karena terlalu terburu-buru pada tahap ini. 'Terlalu banyak yang berpikir kultivasi hanya soal kecepatan. Padahal fondasi yang buruk akan menghantui seumur hidup.'

"Sekarang, coba rasakan Qi di sekitar kalian," instruksi Chen Feng. "Jangan memaksa. Biarkan ia mengalir masuk secara alami."

Seluruh disciple luar mulai bermeditasi, mencoba merasakan Qi tipis yang tersebar di udara sekitar Gunung Qingfeng—salah satu alasan mengapa banyak sekte kultivasi didirikan di lokasi seperti ini, tempat konsentrasi Qi alami jauh lebih tinggi dibanding dataran rendah.

Sebagian besar disciple terlihat kesulitan, wajah mereka tegang berusaha "menarik" Qi dengan paksa alih-alih membiarkannya mengalir.

Wang Dazhi, di sisi lain, duduk dengan mata terpejam rapat, keningnya berkerut karena konsentrasi berlebihan.

Mo Tianxia sendiri duduk dengan tenang, membiarkan Qi mengalir masuk melalui jalur yang sudah ia buka secara diam-diam selama meditasi malamnya selama dua bulan terakhir. Namun ia sengaja memperlambat prosesnya di depan umum—membiarkan Qi mengalir hanya secukupnya untuk terlihat wajar, tidak lebih cepat dari disciple lain yang cukup berbakat.

'Kalau aku menunjukkan kecepatan sebenarnya,' pikirnya, 'Chen Feng pasti akan langsung curiga.'

...-----...

Setelah sesi meditasi selesai, Chen Feng berjalan berkeliling memeriksa kemajuan setiap disciple, memeriksa aliran Qi mereka dengan indra spiritualnya yang sudah terlatih.

Ketika giliran Mo Tianxia diperiksa, Chen Feng berhenti sejenak, matanya menyipit.

'Kualitas alirannya bagus,' pikirnya, 'tapi kecepatannya... terlalu konsisten. Seperti sengaja dijaga agar tidak terlalu cepat maupun terlalu lambat.'

Ia tidak mengatakan apa pun, hanya mengangguk dan melanjutkan memeriksa disciple lain. Namun kecurigaannya semakin bertambah.

...-----...

Waktu istirahat makan siang telah tiba, semua disciple luar berkumpul untuk mendapatkan makan siang. Mereka memakan makanannya sambil mengobrol tentang latihan tadi. Wang Dazhi duduk di samping Mo Tianxia dengan wajah frustrasi.

"Aku sudah coba berkali-kali," keluhnya, "tapi rasanya Qi itu seperti menghindar dariku."

"Kau terlalu memaksa," jawab Mo Tianxia. "Coba bayangkan seperti menampung air hujan dengan mangkuk, bukan mengejar air dengan tangan."

Wang Dazhi mengerutkan kening, mencoba memahami metafora itu. "Menampung, bukan mengejar..."

"Jangan berpikir terlalu keras soal itu," lanjut Mo Tianxia. "Semakin kau memikirkannya, semakin tegang tubuhmu."

Wang Dazhi mengangguk pelan, meski masih terlihat ragu. Mereka melanjutkan makan siang dalam diam sejenak, sebelum Wang Dazhi kembali bersuara.

"Tianxia," katanya, "kau tidak pernah terlihat kesulitan dengan apa pun. Kadang aku penasaran, apa memang ada hal yang sulit bagimu?"

Pertanyaan itu membuat Mo Tianxia terdiam sejenak.

'Banyak,' pikirnya, meski tidak ia ucapkan. 'Menjaga agar tidak terlihat terlalu kuat, misalnya. Atau menahan diri untuk tidak langsung menyelesaikan masalah dengan cara paling cepat. Atau berusaha mengingat bagaimana rasanya benar-benar tidak tahu sesuatu.'

"Semua orang punya kesulitan masing-masing," jawabnya akhirnya, memilih jawaban yang tidak sepenuhnya jujur namun juga tidak sepenuhnya bohong. "Hanya saja tidak semua orang menunjukkannya."

Wang Dazhi menatapnya sejenak, lalu mengangguk seolah memahami sesuatu yang lebih dalam dari yang sebenarnya Mo Tianxia maksudkan.

"Kau benar," katanya. "Yah, aku akan terus berusaha. Kalau kau bisa, aku juga pasti bisa, cepat atau lambat."

Mo Tianxia tersenyum tipis mendengar tekad itu. 'Semangat semacam ini, sudah lama tidak aku temui dari siapa pun.'

1
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ
tekad nyaa lebih besar daripada yang lain pastiii
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ
yaaa karna jiwa nyaa dahh buyut buyut makanyaa gak gampang ditebakk
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ
mantapp kasih paham bossss 💅
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ
ternyata gak di dunia nyata gak didunia novel sama ajaa 😌
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ
anak yang terlampau pintar dan dewasa sampai orang tua yang lain pun merasa heran
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ
nama yang emang sudah ditakdirkan
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ
ternyata mc nyaa anak pungut 😌
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ: manaa adaa /Curse//Facepalm/
total 2 replies
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ
Apakah terlahir kembali untuk menyambut masa kejayaannya lagi 😌
^_^
mo tianxia emangnya gk pernah jadi bayi dulunya sebelom jdi penguasa dunia?
^_^
ada yang hrus dibicarain justru di sini, kalen punya uang kagak buat rawat anak orang ini?
^_^
klo minta ke Dewa Othor pasti dikabulin, kalen salah aja caranya
^_^
lgi pda maen petak umpet ges
^_^
gak ngerti novelnya bahas apa, tpi gk tau pen baca aja ^_^
Nnoyre: gak apa apa sih/Joyful/
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!