NovelToon NovelToon
DEWA PERANG DAN KUCING BENCANA

DEWA PERANG DAN KUCING BENCANA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi
Popularitas:869
Nilai: 5
Nama Author: Argo Sujendro

Di dunia di mana batas tertinggi manusia hanyalah Saint Rank, Sander Duster—putra ketiga keluarga militer terkuat di Elegrand Kingdom—dianggap gagal karena tidak memiliki bakat Life Energy seperti para ksatria lain. Namun takdirnya berubah saat ia menyelamatkan seekor kucing hitam misterius di tengah badai salju.

Kucing itu ternyata adalah Behemoth, salah satu Legendary Beast pemegang Hukum Devouring yang hampir memusnahkan dunia di masa lalu.

Melalui ikatan Soul Resonance yang tak disengaja, Sander perlahan memperoleh kekuatan fisik abnormal yang melampaui logika manusia biasa. Di balik kehidupan akademi, intrik politik bangsawan, ancaman perang antar kerajaan, dan kebangkitan monster legendaris mulai mengguncang dunia.

Saat semua orang memperebutkan kekuasaan, Sander justru berjalan menuju sesuatu yang belum pernah dicapai siapa pun dalam sejarah—

God Rank, ranah sang Dewa Perang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Argo Sujendro, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25: Bayangan Ayahnya

Malam hari kembali mengunci kompleks Elegrand Royal Academy dalam keheningan yang dingin dan pekat. Angin malam berembus lambat, melewati celah jendela kamar asrama Sander Duster yang sengaja dibiarkan terbuka sedikit. Pemuda berusia empat belas tahun itu duduk diam di tepi tempat tidurnya yang luas, menatap kosong ke arah sepasang telapak tangannya yang dipenuhi lilitan kain perban putih baru untuk menutupi sisa luka bakar dari api kegelapan Damian siang tadi.

Keheningan kamar itu mendadak terasa begitu menyesakkan bagi Sander. Di dalam kepalanya, memori masa kecil di perbatasan Utara perlahan-lahan berputar kembali. Bayangan sosok ayahnya, Grand Duke Gabriel Duster, melintas dengan begitu nyata. Gabriel adalah seorang pahlawan Utara, seorang ksatria legendaris ranah Saint Rank yang dihormati oleh seluruh benua karena pedang raksasanya yang sanggup menahan badai salju dan memotong kepala monster purba. Ayahnya adalah dinding pertahanan yang sesungguhnya.

Sander memejamkan mata hitamnya, merasakan denyut jantungnya yang berdegup lambat. Pikirannya beralih pada memori tentang kedua kakak lelakinya, Aron dan Brian, yang bertarung dengan beringas di atas lapangan salju menggunakan sirkulasi Life Energy es murni klan mereka yang begitu berkilau dan padat.

Sementara dirinya? Sander membuka kembali matanya, menatap lencana perak Frost Wolf yang tergeletak di atas meja kayu di samping tempat tidur. Kemarin di kelas sejarah, namanya dibahas sebagai bagian dari klan militer terkuat. Namun, siang tadi, di atas arena terbuka akademi, ia justru ambruk berlutut dan menelan kekalahan kedua dari murid biasa seperti Damian von Drake. Ia bahkan tidak mampu mempertahankan senjata latihannya agar tidak terlepas di depan cemoohan seisi aula tribun.

Untuk pertama kalinya sejak ia melangkah keluar dari gerbang batu Benteng Aethelgard, muncul sebuah rasa rendah diri yang sangat besar di dalam lubuk batin Sander. Hantaman realitas dunia luar membuatnya mulai mempertanyakan apakah dirinya benar-benar pantas menyandang beban nama besar Duster. Rasa frustrasi karena merasa tidak cukup baik perlahan-lahan mulai meretakkan tekad besi yang selama ini ia pertahankan dengan susah payah.

Saat Sander tenggelam dalam bayang-bayang kegelapan pikirannya sendiri, sepasang mata kecil berwarna emas kosmik mendadak menyala terang dari arah sudut tempat tidur yang gelap. Behemoth, yang sejak tadi berbaring diam, menegakkan tubuh kecil berbulu hitamnya. Kucing hitam itu melangkah lambat di atas selimut sutra, mendekati Sander sebelum akhirnya melepaskan sebuah komunikasi batin yang tidak lagi menggunakan nada malas, melainkan sebuah geraman batin yang sarat akan amarah dan getaran otoritas purba yang sangat pekat.

(Hentikan seluruh pikiran sampahmu itu sekarang juga, Sander Duster! Apakah hanya karena tubuh fana milikmu itu terjatuh dua kali di atas lantai batu oleh percikan api murahan, kau sudah membiarkan jiwamu merangkak ketakutan di bawah bayang-bayang nama besar ayahmu? Sungguh sepasang mata hitam yang sangat menyedihkan!)

Sander mendongak, menatap langsung ke arah sepasang mata emas Behemoth yang menyala tajam membelah kegelapan kamar.

(Behemoth... kau tidak mengerti. Ayahku adalah puncak kekuatan Saint Rank yang ditakuti seluruh benua, kedua kakakku adalah ksatria ranah Silver yang cemerlang. Sedangkan aku? Tanpa sirkulasi tradisional, aku bahkan tidak bisa menahan hantaman elemen dasar Bronze Rank di arena luar.)

Behemoth mendengus sangat kencang di dalam benak Sander, seulas keangkuhan jutaan tahun terpancar pekat dari kesadaran purbanya sebagai Sang Pelahap.

(Manusia Saint Rank? Ksatria tradisional? Kau terus membandingkan dirimu dengan standar sempit dunia fana ini! Ayahmu menjadi kuat karena ia melatih jalannya sendiri, bukan karena ia duduk diam meratapi warna batu penguji fana! Aku adalah Behemoth, penguasa Hukum Devouring yang keagungannya ditakuti oleh sesama Legendary Beast di The Abyssal Void! Dan aku tidak akan pernah membiarkan partner jiwa yang telah kupilih sendiri bertingkah laku seperti seekor anjing peliharaan yang kehilangan arah hanya karena sebilah pedang besi tumpul!)

Geraman batin dari Behemoth bergaung sangat keras, menggetarkan seluruh fondasi batin Sander hingga rasa sesak dan rendah diri yang mengurung dadanya sejak siang tadi perlahan mulai terusik. Sander tertegun diam, menatap kucing hitam kecil yang kini berdiri dengan angkuh di hadapannya, menyadari bahwa makhluk purba di depannya ini menolak untuk membiarkannya menyerah pada batasan dunia fana.

1
Manusia Ikan 🫪
bagus bagus, aku kasih nawar untuk kamu/Chuckle//Rose/

folback aku yah ehehe
Argo Sujendro: termakasih kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!