NovelToon NovelToon
Simpanan CEO Muda

Simpanan CEO Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Nikah Kontrak
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Aulia risti

Siapa sangka, niat Amira cuma mau bantu temannya nganter kopi ke ruang CEO malah jadi awal dari malam paling gila dalam hidupnya.

Amira Shalwanissa. Karyawan biasa yang terjebak lembur di kantor karena menggantikan temannya yang sakit.
Zian Ardana. CEO muda, anak pemilik perusahaan, terkenal kejam dan nggak punya hati buat karyawannya.

Malam itu, ruang kerja CEO yang biasanya sepi berubah jadi tempat paling berbahaya.
Zian jatuh pingsan. Amira panik dan menolong. Tapi demam tinggi membuat Zian kehilangan kendali.

“Lepaskan saya, bapak mau apa!”
“Shutt, apa kamu nggak bisa diam... kepalaku sakit.”

Amira melawan. Dia menendang, berlari, bersembunyi di bawah meja. Tapi bayangan Zian terus mengejarnya, dengan tawa rendah yang bikin bulu kuduk merinding.

Malam itu menjadi saksi bisu awal dari segala malapetaka dalam hidupnya.
Apakah Amira bisa lolos? Atau dia benar-benar akan jadi... simpanan CEO muda itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aulia risti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25

Suasana di dalam mobil Zian dalam perjalanan pulang terasa sangat mencekam. Tidak ada lagi obrolan ceria dari Evan seperti tadi pagi.

Amira hanya diam membisu di kursi penumpang, membuang tatapannya ke luar jendela sambil terus menghapus air mata yang sesekali menetes di pipinya.

Hingga beberapa menit kemudian, mobil mewah Zian akhirnya berhenti di lobi depan mansion megah miliknya. Suasana di dalam mobil masih sangat sunyi sejak mereka meninggalkan mall tadi.

Begitu mesin mati, Amira langsung membuka sabuk pengamannya dengan terburu-buru. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, dia keluar dari mobil dan berjalan cepat masuk ke dalam rumah, menyembunyikan wajahnya yang sudah basah oleh air mata.

Evan tidak langsung mengikuti kakaknya. Bocah itu tetap duduk di kursi belakang, menatap punggung tegap Zian yang masih terdiam di balik kemudi.

Napas Evan terdengar berat, menahan emosi yang sejak tadi dia pendam di depan umum.

"Mas Zian," panggil Evan, suaranya terdengar serius, jauh dari kesan santai seperti biasanya.

"Aku butuh penjelasan."

Zian menghela napas pendek. Dia melepaskan cengkeramannya pada setir, lalu menoleh ke belakang untuk menatap adik iparnya itu. Wajah Zian sudah kembali datar, tapi gurat bersalah tidak bisa disembunyikan dari matanya.

"Turun dulu. Kita bicara di dalam," jawab Zian pendek.

Mereka berdua berjalan memasuki ruang tengah mansion yang luas dan sunyi. Amira tidak kelihatan di sana, dia pasti langsung mengunci diri di kamarnya. Evan sengaja tidak langsung menemui kakaknya karena dia tahu, saat ini Amira hanya butuh waktu untuk menenangkan diri sendirian.

Evan berdiri di tengah ruangan yang megah itu, melipat kedua tangannya di dada sambil menatap Zian yang baru saja melepas kunci mobilnya.

"Nama dia Armeta. Mantan tunangan saya," ucap Zian jujur, suaranya terdengar berat.

"Pernikahan saya dengan dia batal karena kesalahan yang dia perbuat sendiri. Dan soal pernikahan saya dengan Amira... itu semua terjadi karena tanggung jawab saya atas kekacauan yang dibuat Armeta."

Evan mengernyitkan dahinya, mencoba mencerna kata-kata pria di depannya.

"Maksud Mas Zian apa? Kekacauan apa?"

Zian mengembuskan napas panjang. Dia menceritakan secara singkat bagaimana nekatnya Armeta yang mencoba menjebaknya malam itu, hingga akhirnya Amira ikut terseret ke dalam situasi pelik tersebut demi menyelamatkannya. Zian tidak menutupi apa pun, termasuk alasan kenapa dia membawa Amira ke mansion ini untuk menjaganya dari kejaran Armeta atau ayahnya.

Mendengar penjelasan itu, emosi di wajah Evan perlahan berubah menjadi rasa syok. Dia tidak menyangka kalau kakaknya harus memikul beban seberat ini hanya karena terjebak di antara masalah Zian dan mantan tunangannya.

"Jadi... Mbak Amira nikah sama Mas cuma karena rasa tanggung jawab?" bisik Evan dengan tatapan kecewa..

"Mbak Amira nggak pernah cerita soal ini ke aku. Dia selalu bilang kalau semuanya baik-baik saja."

Zian terdiam, tidak membantah ucapan Evan. Kenyataan bahwa pernikahan mereka berawal dari keterpaksaan memang tidak bisa diubah, dan hal itu yang membuat dada Zian mendadak terasa sesak saat melihat Amira menangis di mall tadi.

"Saya tahu ini sulit buat kamu, Evan," ucap Zian lirih. "Tapi saya janji, saya tidak akan membiarkan Armeta atau siapa pun menyentuh dan menghina Amira lagi. Harga diri Amira adalah harga diri saya sekarang."

Evan menatap Zian dalam-dalam, mencari kesungguhan dari mata tajam pria kaya tersebut. Setelah keheningan yang cukup lama, Evan akhirnya menurunkan kedua tangannya dan menghela napas pasrah.

"Aku pegang kata-kata Mas Zian," ujar Evan tegas. "Tolong jaga Mbak Amira. Dia satu-satunya keluarga yang aku punya. Kalau sampai Mas bikin dia nangis lagi karena masalah masa lalu Mas... aku sendiri yang bakal bawa Mbak Amira pergi dari sini."

1
Blu Lovfres
lampir sinting😁🤣
Blu Lovfres
nyesek y ternyata nasibnya zian
Blu Lovfres
hadehh amira terlalu lebay banget 😁🤣
Blu Lovfres
😁🤣
Blu Lovfres
next thor
Blu Lovfres
ceo tolol o'on lebih tolol lagi astinnya, 😁
keven sekelas asisten buru di perkampungan yg ga tau kecangian, ceo ga bisa tau kelakuan mis yg sering menghukum amira, di kernakan amira bukan barang berharga buat zean karna itu don't care
Blu Lovfres
y udah datangkan saja mba kunti bibir merah untuk zian thor 🤣🤣🤣🤣
Blu Lovfres
ga tau kelanjutannya pernikahan amira dn zian
Ni Cristi
yuk yukk pernah baca dimana nihh alur yang mirip nya
Blu Lovfres
Kayak nya ada pernah baca deh alur novel ini ,
Blu Lovfres
mampir kesini thor 😘
Ni Cristi: Welcome 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!