NovelToon NovelToon
PARTNER OF JUSTICE

PARTNER OF JUSTICE

Status: sedang berlangsung
Genre:Bullying di Tempat Kerja / Pemain Terhebat / TKP / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat
Popularitas:93
Nilai: 5
Nama Author: Eun_Byeol

Di Daejeon, dua polisi dengan masa lalu rumit dipertemukan kembali sebagai partner kerja. Kim Da Eun yang dingin dan tegas harus bekerja sama dengan Lee Hyejin yang ceroboh namun cerdas.

Di tengah hubungan mereka yang penuh pertengkaran dan rahasia masa lalu, muncul kasus pembunuhan berantai misterius dengan jejak sepatu pendaki bertanda api sebagai petunjuk utama. Saat penyelidikan semakin berbahaya, keduanya mulai kembali dekat dan menyadari bahwa perasaan lama belum benar-benar hilang.

PARTNER OF JUSTICE adalah novel kriminal romantis tentang misteri, kepercayaan, dan dua polisi yang harus menghadapi penjahat sekaligus perasaan mereka sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eun_Byeol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HITUNG MUNDUR

Ruangan barang bukti berubah sunyi.

Butiran pasir di dalam jam pasir kecil itu terus jatuh tanpa henti. Tidak ada seorang pun yang berani memecah keheningan.

Kim Da Eun menatap foto Lee Hyejin yang dikirim pelaku. Foto itu jelas bukan hasil pencarian di internet. Diambil dari kejauhan, saat Hyejin sedang keluar dari sebuah minimarket beberapa malam sebelumnya.

Artinya...

Pelaku telah mengawasinya.

"Sejak kapan..." gumam Hyejin lirih.

Da Eun menyerahkan foto itu kepada tim forensik.

"Periksa sidik jari, serat kain, DNA, semuanya."

"Baik, Pak."

Ia kemudian menoleh kepada Hyejin.

"Mulai sekarang kau tidak boleh sendirian."

Hyejin menghela napas.

"Sunbae, saya bukan anak kecil."

"Bukan itu maksudku."

"Lalu?"

"Dia sudah memilihmu sebagai target."

Kalimat itu membuat seluruh ruangan kembali hening.

Dua jam kemudian.

Laboratorium forensik berhasil menemukan satu petunjuk baru.

Petugas forensik membawa hasil pemeriksaan ke ruang rapat.

"Pak Kim."

"Bagaimana?"

"Surat ancaman itu dicetak menggunakan printer biasa."

"Lalu?"

"Kertasnya dijual bebas."

Da Eun mengembuskan napas pelan.

"Hasil yang terlalu umum."

"Tapi ada satu hal yang menarik."

Petugas itu mengeluarkan plastik kecil.

"Di sela lipatan amplop kami menemukan serbuk kayu."

"Serbuk kayu?"

"Iya."

"Bukan serbuk dari furnitur."

"Melainkan dari kayu pinus tua."

Hyejin langsung mengangkat kepala.

"Pinus..."

Da Eun ikut berpikir.

"Di sekitar Daedunsan memang banyak pinus."

Hyejin menggeleng.

"Tidak."

"Kalau hanya pinus, terlalu luas."

Ia membuka peta digital wilayah Daejeon.

"Lihat."

Ia menunjuk sebuah titik.

"Hanya ada satu gudang kayu tua yang masih menyimpan pinus tua dalam jumlah besar."

Petugas Park membaca nama lokasi itu.

"Gudang Haesong."

Da Eun langsung berdiri.

"Kita berangkat."

Sementara itu...

Di sebuah gudang tua yang dipenuhi aroma kayu lembap.

Seorang pria bertopi hitam duduk di depan layar monitor.

Puluhan rekaman CCTV memenuhi dinding.

Ada rekaman jalan raya.

Stasiun.

Rumah sakit.

Bahkan...

Layar yang menampilkan halaman depan kantor Kepolisian Daejeon.

Pria itu tersenyum tipis.

"Mereka bergerak lebih cepat."

Ia memutar sebuah pena di antara jari-jarinya.

"Lumayan."

Di sudut ruangan tampak beberapa papan penuh foto.

Foto para korban.

Foto Kim Da Eun.

Foto Lee Hyejin.

Dan satu foto lain yang ditempel paling tengah.

Seorang pria berusia sekitar lima puluh tahun dengan seragam polisi.

Di bawah foto itu tertulis satu kalimat.

"Dosa harus dibayar."

Sore menjelang malam.

Tim investigasi tiba di Gudang Haesong.

Bangunannya sudah tua dan hampir tidak beroperasi lagi.

"Semua hati-hati," perintah Da Eun.

"Pelaku bisa saja masih berada di sini."

Mereka menyebar.

Gudang itu dipenuhi tumpukan balok kayu yang menjulang tinggi.

Hyejin menyinari setiap sudut dengan senter.

Tiba-tiba...

"Pak Kim!"

Suara Petugas Choi menggema.

Mereka segera menghampiri.

Di balik tumpukan kayu terdapat sebuah ruangan kecil yang terkunci.

Da Eun mendobrak pintunya.

Brak!

Ruangan itu kosong.

Namun di tengah lantai terdapat sebuah kursi besi.

Kedua sandarannya dipasangi borgol.

Di lantai masih terlihat bercak darah yang belum sepenuhnya mengering.

"Astaga..." bisik Park.

"Dia menyiksa korbannya di sini."

Hyejin memeriksa ruangan itu dengan saksama.

Pandangannya berhenti pada sebuah benda kecil yang terselip di bawah kursi.

"Saya menemukan sesuatu."

Ia mengangkatnya menggunakan pinset.

Sebuah lencana polisi.

Da Eun menerimanya.

Wajahnya berubah seketika.

"Itu..."

Lencana itu milik kepolisian.

Di bagian belakangnya masih terukir sebuah nama.

Han Seung Ho.

Wakil Kepala Nam membelalak.

"Itu nama mantan kepala tim investigasi pembunuhan..."

"Yang mengundurkan diri delapan tahun lalu," sambung Da Eun pelan.

Semua saling berpandangan.

Kasus ini ternyata bukan hanya tentang pembunuhan berantai.

Kasus ini memiliki hubungan dengan masa lalu kepolisian sendiri.

Saat itu juga, ponsel Da Eun berdering.

Ia segera mengangkatnya.

"Ya?"

Suara Kang Dae Hyun terdengar tergesa-gesa.

"Sunbae!"

"Ada apa?"

"Saya baru menemukan data lama."

"Data apa?"

"Mantan Kepala Tim Han Seung Ho..."

Dae Hyun menarik napas panjang.

"...adalah penyidik utama dalam kasus hilangnya Han Ji Woo delapan tahun lalu."

Da Eun menutup telepon perlahan.

Tatapannya berubah tajam.

Semua potongan teka-teki mulai mengarah pada satu titik.

Seseorang sedang membalas dendam...

Dan dendam itu berakar dari kasus yang dikubur delapan tahun silam.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!