NovelToon NovelToon
Reruntuhan Para Dewa

Reruntuhan Para Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kebangkitan pecundang / Epik Petualangan
Popularitas:10.7k
Nilai: 5
Nama Author: APRILAH

Pada jaman kuno, pertempuran besar terjadi antara Dewa dan Iblis, yang menyebabkan dunia hancur.

Satu juta tahun setelah pertempuran itu terjadi. Dewa dan Iblis menghilang, seolah-olah menjadi dongeng untuk anak kecil yang diceritakan oleh orang tuanya.

Manusia-manusia semakin kuat, tumbuhan memiliki kesadarannya sendiri, bahkan suku binatang buas mulai bangkit berkuasa.

Mengisahkan tentang kisah seorang Tuan Muda keluarga Zhou yang terlahir dari orang tua nya yang merupakan dua keberadaan terkuat di Wilayah Timur. Namun, dia terlahir dengan kondisi Akar Spiritual yang cacat, membuatnya di anggap sebagai Aib keluarga, bahkan tunangannya pun memilih untuk membatalkan pernikahan mereka.

Di tengah-tengah rasa putus asa, dia bertemu dengan secercah kesadaran Dewa, yang memberinya kesempatan untuk bangkit, tetapi menanggung misi untuk menyalakan sembilan Api Jiwa sang dewa yang ikut terkubur di Reruntuhan Dewa.

Namun, di mana Reruntuhan Para Dewa dan Iblis itu berada?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RPD: Chapter 31

Wanita itu terus melesat tanpa berhenti, sosoknya semakin menjauh, hampir menghilang ditelan kegelapan wilayah tersebut.

Chen Xuan masih berdiri mematung, jantungnya berdegup kencang. "Wanita yang aneh! Tapi dia cantik, aku suka." gumam Chen Xuan.

Belum sempat ia menyelesaikan pikirannya, tiba-tiba tanah di bawah kaki Chen Xuan bergetar hebat.

"A— ada apa ini...?!" gumam Chen Xuan pada dirinya sendiri, wajahnya langsung pucat.

Getaran itu semakin kuat dan nyata. Kerikil-kerikil kecil di tanah mulai terangkat ke udara, daun-daun kering berterbangan. Chen Xuan buru-buru menoleh ke belakang, dan matanya langsung melebar sebesar bola mata.

Ribuan, bahkan puluhan ribu Binatang Monster berlarian menuju arahnya seperti banjir besar yang hidup. Ada Serigala Api Bermata Merah, Beruang Batu raksasa, Burung Bangkai Bertanduk, dan berbagai jenis monster level rendah hingga menengah yang semuanya tampak marah dan ketakutan sekaligus. Mereka berlari, melompat, dan terbang dalam gelombang yang mengerikan, membuat debu beterbangan tinggi.

"Oh sial! Apa yang dilakukan wanita itu hingga para Binatang Monster ini mengejarnya?!!" teriak Chen Xuan dengan ekspresi campur aduk antara terkejut dan kesal.

Ia sempat membeku selama dua detik, otaknya memproses situasi. Tapi ketika melihat seekor Beruang Batu raksasa yang berada di barisan depan membuka mulutnya lebar-lebar sambil mengaum, Chen Xuan langsung panik.

"Wah, gila! Aku tidak ada kaitannya dengan wanita itu!" teriak Chen Xuan.

Tanpa pikir panjang lagi, Chen Xuan langsung berbalik dan lari tunggang langgang seperti orang kesetanan. Kakinya bergerak cepat sekali, tapi gaya larinya sangat konyol, tangan kirinya memegang pinggang jubahnya sendiri agar tidak tersandung, tangan kanannya melambai-lambai seperti sedang berenang di darat, sambil sesekali menoleh ke belakang dengan wajah ketakutan berlebihan.

"Cih! Dasar wanita sialan! Kau lewat saja bawa bencana! Kalau aku mati di sini, aku pasti akan datang menghampirinya sebagai hantu!!" teriaknya sambil terus berlari dengan napas yang terengah-engah.

Sesekali ia tersandung batu, hampir jatuh, tapi dengan cepat bangkit lagi dengan gerakan seperti orang mabuk. Debu beterbangan di belakangnya, sementara lautan monster semakin dekat. Teriakan dan auman monster menggema di seluruh wilayah gelap, membuat suasana yang seharusnya mencekam malah terasa agak lucu melihat Chen Xuan yang biasanya tenang kini lari pontang-panting seperti ayam dikejar anjing.

Chen Xuan terus berlari seperti kesetanan, dia hampir menyerah karena lelah, keringat bercampur debu membasahi wajahnya. Di belakangnya, lautan binatang monster masih mengejar dengan ganas, auman dan raungan mereka menggema di seluruh wilayah gelap.

"Astagaaaa! Kenapa harus aku yang kena getahnya sih?!" teriaknya sambil terus melesat.

Akhirnya, setelah berlari tanpa henti selama beberapa menit, Chen Xuan tiba di suatu lembah sempit yang terletak di antara dua tebing tinggi. Tebing-tebing itu seolah menentang langit, menghalangi cahaya bulan sehingga suasana di lembah ini menjadi sangat gelap dan pengap. Hanya hembusan angin dingin yang sesekali berhembus di antara celah-celah batu.

Namun Chen Xuan tidak sempat mengagumi pemandangan itu. Ia terus berlari masuk ke dalam lembah, kakinya mulai terasa pegal berat.

Tiba-tiba, sebuah tangan halus namun kuat menyambar lengan Chen Xuan dari samping. Tarikan itu begitu kuat dan cepat hingga tubuh Chen Xuan terangkat sedikit dari tanah.

"Eh—?!"

Sebelum ia sempat berteriak, Luo Bing Li'er sudah menariknya masuk ke sebuah celah sempit di antara tebing. Tubuh mereka berdua meluncur cepat ke dalam celah tersebut, meninggalkan jejak debu di belakang.

Bruuuk!

Mereka berdua masuk ke dalam sebuah gua gelap yang cukup luas. Gua itu tampak seperti tempat persembunyian kuno yang sudah lama ditinggalkan. Udara di dalamnya dingin dan lembab, bau tanah kuno bercampur aroma spiritual yang samar.

Begitu berada di dalam, Luo Bing Li'er langsung melepaskan pegangannya pada lengan Chen Xuan dan melangkah mundur beberapa langkah dengan anggun. Payung biru besarnya masih terlipat di punggungnya.

Chen Xuan terjatuh duduk di lantai gua sambil terengah-engah. Ia mendongak, dan matanya melebar melihat pemandangan di dalam gua.

Di dinding-dinding gua, terdapat banyak batu kristal berukuran berbagai macam yang menyala dengan cahaya warna-warni, biru lembut, ungu muda, hijau zamrud, dan merah muda pucat. Kristal-kristal itu menjadi satu-satunya sumber cahaya di dalam gua yang gelap, menciptakan suasana magis sekaligus misterius. Cahayanya berkelap-kelip pelan, seolah bernapas.

"Ha... ha... ha..." Chen Xuan masih berusaha mengatur napasnya. Ia menatap Luo Bing Li'er yang berdiri beberapa meter di depannya dengan ekspresi dingin dan anggun seperti biasa.

"Kau... kau tadi menarikku tiba-tiba!" kata Chen Xuan dengan nada setengah kesal setengah bingung. "Untung saja tidak ada monster yang ikut masuk. Kalau tidak, kita berdua jadi makanan bersama!"

Luo Bing Li'er hanya meliriknya sekilas. Cahaya kristal berwarna biru menyinari wajah cantiknya yang sempurna, membuatnya terlihat semakin seperti dewi yang turun dari langit. Ia tidak menjawab, hanya berjalan lebih dalam ke dalam gua sambil mengamati dinding-dinding kristal.

Chen Xuan menggaruk-garuk kepalanya sendiri.

"Sebenarnya apa yang telah kau lakukan? Sehingga binatang-binatang itu mengejarmu?" tanya Chen Xuan.

Luo Bing Li'er akhirnya berhenti melangkah. Ia membalikkan tubuhnya perlahan, mata indahnya menatap Chen Xuan dengan tatapan yang sulit dibaca.

Lalu, Luo Bing Li'er pun berbicara, "Sebaiknya kau kurangi bicaramu! Jika kau tidak suka di sini, kau boleh keluar atau aku yang akan membunuhmu sendiri!" ujar Luo Bing Li'er dengan nada sedingin salju utara.

1
Putera Saaban
kenapa.bila cerita seseorang begitu detail itu tak perlu.saya selalu skip
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
pasti keinget sama Chen Dong yang mengintip 🤣/Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
sok dingin banget nih si Luo Bing Li'er😑
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
/Facepalm/ lucu banget larinya🤣🤣
🍒⃞⃟🦅 Ling Yuxiu
lanjut👍
APRILAH
Untuk mendukung karya ini, jangan lupa like, comment, share, & follow ya guys.
buat kalian yang mau sawer author bisa via Gopay: 081774888228
Dana juga bisa: 081774888229
dana sama gopay cuma beda belakang nya aja
Bisa juga lewat BCA: 3520695370
semuanya a.n APRILAH
Terimakasih sudah setia membaca karyaku 🙏🙏
APRILAH
Chapter 33, sabar ya
teguh andriyanto
sekte spesialis tukang intip wanita istana es
APRILAH: mwehehe
total 1 replies
teguh andriyanto
cih
APRILAH: /Grin//Grin//Grin/
total 1 replies
🍒⃞⃟🦅 Ling Yuxiu
lanjut
APRILAH: asyiappp
total 1 replies
🍒⃞⃟🦅 Ling Yuxiu
sudah waktunya bagi Chen Xuan menunjukan kemampuannya kepada keluarga Zhou /Determined//Determined//Determined/
🍒⃞⃟🦅 Ling Yuxiu
ternyata Kekaisaran Bintang Biru masih memiliki kultivator yang lebih kuat dari Zhou Tianxuan 💪
Wang Chen
seru Thor, lanjut /Determined//Determined//Determined/
APRILAH: Asyiappp 😁
total 1 replies
Wang Chen
njirrr, pencuri celana dalam gak tuh 🤣🤣🤣
APRILAH: mwehehe
total 1 replies
Wang Chen
dua sahabat kembali bertemu
Wang Chen
Mantap
Wang Chen
/Kiss//Rose//Rose/
Wang Chen
/Determined//Determined//Determined/
Wang Chen
👍/Determined//Determined//Determined/
Wang Chen
/Shy//Shy//Shy/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!