NovelToon NovelToon
Suamiku (Bukan) Orang Gila

Suamiku (Bukan) Orang Gila

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta setelah menikah / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat
Popularitas:11.4k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Fradella Gauta terpaksa menikah dengan Dayaksa Herlos, Tuan Muda keluarga Herlos yang dikenal sebagai orang gila setelah kematian ayah dan ibunya akibat kecelakaan. Ratu Mayesa, kakak tirinya yang merupakan tunangan Dayaksa (Aksa) merebut tunangannya Fradella, Adryan Juardi karena tidak mau berakhir menjadi mayat. Tak banyak yang tahu Fradella (Della) dirawat di rumah sakit jiwa selama lima tahun setelah ayahnya menikahi ibu Ratu. Kini Della harus tinggal dan bertahan di "Rumah Sakit Jiwa" yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TWELVE

"Dayaksa?!" teriak Yuhana yang pertama kali muncul di lantai dua dengan daster sutranya. Wajahnya pucat pasi melihat pemandangan di ruang tengahnya yang kini dikuasai pria-pria berpakaian hitam. "Apa yang kau lakukan di sini?! Kau ingin merampok?! Dasar orang gila!" hinanya tanpa memperdulikan bahwa ucapan akan menjadi pemicu kesengsaraannya.

Tantowi menyusul di belakang istrinya, tubuhnya gemetar melihat pintu rumahnya hancur. "Aksa! Beraninya kau menghancurkan rumahku! Pergi atau aku panggil polisi!"

Aksa tidak bergeming. Ia mengeluarkan sebuah pisau lipat kecil dari saku jaketnya, pisau Muksin yang sangat tajam dan berkilauan di bawah lampu kristal. Ia memainkan pisau itu di sela jemarinya dengan kemahiran seorang psikopat.

"Duduk," ucap Aksa rendah. Suaranya tidak keras, namun mengandung otoritas yang tidak bisa dibantah.

"Kau pikir kau siapa?!" bentak Tantowi, namun langkahnya terhenti saat dua orang keamanan Herlos menodongkan senjata ke arahnya.

"Aku bilang... DUDUK!" raung Aksa, suaranya meledak seperti guntur yang membuat Yuhana menjerit ketakutan.

Mereka akhirnya duduk bersimpuh di lantai marmer, tepat di depan kaki Aksa. Ratu muncul kemudian, ia mencoba berlari keluar namun langsung dicekal oleh orang-orang Aksa. Ia hanya bisa berdiri mematung di sudut ruangan, wajahnya dipenuhi amarah dan ketakutan.

"Apa yang kalian lakukan terhadap Della hari ini?" tanya Aksa. Ia menundukkan kepalanya, menatap Tantowi dengan mata merah yang menyala. "Katakan padaku, bagian mana dari tubuhnya yang kalian cambuk?"

"Itu... itu urusan keluarga kami, Aksa! Dia pantas mendapatkan hukuman keluarga!" sahut Yuhana dengan suara bergetar.

Aksa bangkit dari kursinya perlahan. Ia berjalan mengelilingi Tantowi dan Yuhana seperti predator yang sedang bermain dengan mangsanya. "Urusan keluarga? Della adalah istriku. Dia milikku. Dan kalian... kalian hanyalah debu yang berani mengotori berlianku."

Aksa mengarahkan pisau kecilnya ke pipi Yuhana, ujungnya yang dingin menekan kulit wanita itu hingga sedikit berdarah. "Mana cambuknya? Berikan padaku cambuk yang kalian gunakan untuk menyakitinya."

"Kami tidak—"

"BAWAKAN CAMBUKNYA!" teriak Aksa lagi. Salah seorang anak buahnya membawa cambuk kulit kuda yang tadi mereka temukan di dekat dapur.

Aksa menerima cambuk itu, menimbangnya di tangan. Dengan tenaga penuh dia mengayunkan cambuk itu ke tubuh Yuhana dan Tantowi. Bunyi nyaring terdengar begitu menyayat hati.

"Akkhhh... Akkhh... Berhenti Tuan Aksa! Sakit! Yuhana merasakan sakit di kulitnya yang mulus.

"Sakit, bukan? Della bilang itu perih."

Aksa menatap Tantowi dengan senyum miring yang mengerikan, senyum seorang pria yang sudah benar-benar kehilangan kewarasannya. "Sekarang, giliranku memberikan hadiah pernikahan untuk kalian."

"Dayaksa, kau gila! Kau punya otak kriminal! Kau psikopat!" teriak Ratu dari sudut ruangan, namun suaranya langsung dibungkam oleh salah satu penjaga.

Aksa mengabaikan teriakan itu. Ia mencengkeram rahang Tantowi dengan tangan kirinya yang kuat, sementara tangan kanannya memegang pisau. "Ini peringatan pertama."

ZLAP!

Pisau itu menusuk telapak tangan Tantowi yang bertumpu di lantai, menembusnya hingga ke marmer. Tantowi melolong kesakitan yang luar biasa.

"Dan ini untukmu, Ibu mertua yang terhormat," ucap Aksa beralih ke Yuhana. Dengan gerakan cepat, ujung pisaunya menyayat pipi Yuhana secara horizontal. "Agar kau selalu ingat wajahmu setiap kali melihat cermin, sama seperti Della yang harus menanggung luka di tubuhnya."

Aksa kemudian mengangkat cambuknya. Di bawah lampu ruang tengah kediaman Gauta, suara cambukan terdengar berulang-ulang, diiringi teriakan minta ampun yang tak dipedulikan oleh sang Tuan Muda Herlos.

Sementara itu, di kediaman Herlos, suasana tidak kalah tegang. Tuan Besar Jerry terbangun dan langsung merasakan ada yang tidak beres. Ia berjalan menuju ruang kerja, memanggil sekretaris kepercayaannya.

"Zacky! Di mana Aksa?" tanya Jerry dengan nada mendesak.

Zacky tampak kalut, wajahnya yang biasanya tenang kini dipenuhi keringat. "Saya baru saja memeriksa kamarnya, Tuan Besar. Tuan Muda tidak ada di sana. Dan... tiga mobil di garasi belakang juga hilang."

Jerry memejamkan mata, memegang dadanya. "Anak itu... dia benar-benar nekat. Dia pergi ke rumah Gauta, bukan?"

"Sepertinya begitu, Tuan."

Jerry bergegas menuju kamar Aksa dan Della. Saat ia masuk, ia menemukan Della terbaring di atas ranjang besar. Gadis itu tidak tidur nyenyak, ia tengah mengigau, tubuhnya bergerak gelisah ke kanan dan ke kiri.

"Tidak... jangan... Ayah, sakit..." rintih Della dalam tidurnya.

Jerry mendekat dan meletakkan punggung tangannya di dahi Della. Ia tersentak. "Astaga, tubuhnya panas sekali! Dia demam tinggi! Apa yang Aksa lakukan padanya? Apakah Aksa menyiksanya lagi semalam?"

Zacky segera menggeleng. "Bu-bukan, Tuan Besar. Itu bukan perbuatan Tuan Muda. Nyonya Muda terluka saat pulang dari rumah ayahnya tadi sore. Tuan Muda justru sangat sangat sedih melihat kondisi istrinya."

Jerry menghela napas panjang, ada rasa sesal di matanya. "Bawa dia ke rumah sakit sekarang juga! Jangan menunggu Aksa kembali. Kondisinya bisa memburuk."

Di dalam mobil yang melaju membelah jalanan menuju rumah Herlos, Aksa duduk di kursi belakang. Ia menatap pisau lipatnya yang kini berlumuran darah segar. Cahaya lampu jalan dan berkas cahaya fajar yang melewati kaca mobil membuat darah di pisau itu berkilau merah pekat.

Tiba-tiba, Aksa tertawa. Suara tawanya rendah, kering, dan terdengar sangat mengerikan di dalam keheningan mobil. Ia mengusap bercak darah di ujung pisaunya dengan ibu jarinya, lalu menjilatnya sedikit, sebuah tindakan yang benar-benar menunjukkan sisi psikopatnya yang tak lagi terbendung.

"Della... istriku sayang," gumam Aksa dengan nada yang sangat lembut, seolah-olah ia sedang membisikkan kata cinta di telinga istrinya. "Aku sudah membuat orang yang menyakitimu merasakan sakit yang sama. Aku membalas setiap tetes darahmu dengan jeritan mereka."

Ia menyandarkan kepalanya ke jok mobil, menatap kosong ke luar jendela. "Semoga kamu senang, Della sayang. Aku akan melakukan apa saja untukmu... apa saja."

Pikiran Aksa melayang kembali pada wajah ketakutan Tantowi dan sayatan di pipi Yuhana. Baginya, itu adalah seni keadilan. Tidak ada hukum di dunia ini yang lebih adil daripada memberikan rasa sakit yang setara kepada pelaku.

Namun, di balik kegilaan itu, ada rasa cemas yang merayap. Ia ingin segera sampai di rumah, ingin segera memeluk tubuh hangat istrinya. Ia tidak tahu bahwa saat ia kembali nanti, ranjangnya akan kosong dan istrinya tengah berjuang melawan maut di rumah sakit.

1
umi
tahan aksa jgn terpancing esmosi mu yaa mereka tau titik kelemahan mu tu .. ingt della pasti kamu tenang tu
umi
kalah jauh kamu adryan jgn main2 lah sma keluarga besar aksa ya . bgi della kamu sdh yg terbaik aksa
umi
gila ya kamu adryan ,blom kena ya dia ni buku lima nya aksa lgi ni maka berkata bgitu pla ..
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
pasti ada sesuatu dengan obat Aska 👀
Kau harus kuatt Aska jgn sampai terpengaruh
SENJA
aduh jangan kambuh sekarang 😳🥺
SENJA
ciiih ngeselin lu sampah 🤢🤮
SENJA
mantabs
ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD ❥␠⃝ ͭ🍁
waduh jangan sampai Aksa gak fokus lagi karena hasil presentasi kedua belah pihak akan ditentukan saat ini antara presentasi Aksa dan Emily tolong jangan kambuh Sa
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Zacky memang tangan kanan yg bisa dipercaya & diandalkan
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
😭😭 di hati Della, Aksa menang Voting
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
😒 monyeet satu ini benar2 tidak tahu malu, dr awal memang sdh tidak waras si Ardyan 😏
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
iya Zacky benar bisa jadi Aksa sedang banyak pikiran jadinya ke mode silent
ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD ❥␠⃝ ͭ🍁
malu gak tuh luuu Adryan Juardi gak mungkin Della mau sama kau lagi huuuu bersama Aksa dia diratukan disayangi sedemikian rupa jadi ga butuh pria munafik kek luuu😏🤨
El Zèphyr
Aksa emang gila, tapi dia punya sisi pintar yang gak orang lain ounya
El Zèphyr
Oh astagaa manusia satu ini bucin sekaliehh
El Zèphyr
Aksa Masi bisa mikir kok kalo hal beginian
El Zèphyr
Tatapan yang mengerikan itu muncul guys
El Zèphyr
Aksaa kau jadi bucin + nurut gitu si sama Della.
Lucu deh kalian berdua
El Zèphyr
noh kan noh kannn liattt
El Zèphyr
ihhh bucin aku mau jugak 😽
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!