NovelToon NovelToon
My Fake Bride

My Fake Bride

Status: tamat
Genre:Romantis / Pengantin Pengganti / Tamat
Popularitas:7.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: NadiraBee

Follow ig author @tulisan_bee 😚

Menggantikan posisi anak majikannya untuk menikah dengan seorang lelaki bangsawan, sungguh tidak pernah terlintas dalam benak Luana Casavia.

Karena lelaki itu menatapnya dengan sorot mata dingin, bahkan ketika ia memasangkan cincin ke jari manis Luana.

My Fake Bride: Jika aku ini palsu, akankah kau bisa mencintaiku meski sedikit saja?

Terima kasih sudah mampir dan selamat jatuh cinta~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NadiraBee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 24 - Memegangmu

"Genggaman tangan ini terasa canggung. Namun aku dapat merasakan panas tubuhnya, yang mungkin mengalirkan rasa tidak suka. " ~Luana Casavia.

.

.

.

Perjalanan menuju pulau itu tidak menghabiskan waktu yang lama. Hanya sekitar 1-1.5 jam di lautan, dan kapal itu telah mulai merapat ke salah satu pelabuhan yang berukuran lebih kecil daripada pelabuhan di Heidelberg tadi.

Luana menikmati bagaimana kapal itu melambat, sebab dia tidak beranjak sedikit pun dari tempat duduknya di kabin utama.

Rey tidak bergabung dengannya selama perjalanan berlangsung. Tetapi lewat sudut matanya, perempuan itu mendapati siluet tubuh dua lelaki yang memilih untuk berada di ruangan yang lain. Dua lelaki itu adalah Rey dan Jovi, yang tampaknya masih sibuk dengan urusan pekerjaan.

Tepat ketika kapal itu benar-benar berhenti, Rey bangkit dari kursinya untuk kemudian berjalan menghampiri Luana.

"Ayo turun, kita sudah sampai," kata lelaki itu memberitahu.

Luana masih mengedarkan pandangan ke sekitar, mendapati bagaimana pasir putih dari bibir pantai terhampar luas menyambut kedatangan mereka.

Dari posisinya sekarang, perempuan itu dapat melihat beberapa gazebo-gazebo dengan payung yang terbuka lebar. Beberapa gadis dan lelaki juga sudah lebih dulu sampai di pulau itu, mungkin sedang bersiap untuk pesta kembang api malam nanti.

Menganggukkan kepala, Luana bangkit untuk mengekori di belakang.

Berjalan perlahan-lahan untuk menyusuri bagian sisi samping kapal, Rey sudah melompat lebih dulu untuk berpindah tempat. Lelaki itu berbalik badan, begitu saja mengulurkan tangan ke arah Luana.

"Pegang tanganku," kata sang bangsawan. "Jarak ini cukup jauh. Jika kau terjatuh, maka itu hanya akan membuatku kesulitan nantinya."

Luana menyipitkan mata, tetapi dia tidak sama sekali mengeluarkan suara. Menyambut uluran tangan yang disodorkan Rey, gadis muda itu menggenggam erat tangan kokoh Rey ketika ia melompat untuk berpijak di bawah sana.

Mendarat dengan sangat baik, Luana mendapati bagaimana pasir pantai itu kini mengenai flat shoes yang ia kenakan.

Tangan keduanya masih saling menggenggam, ketika kini suara seseorang sudah menyambut kedatangan keduanya.

"Hey, pengantin baru!"

Sontak Rey dan Luana menolehkan pandangan, diikuti dengan Jovi yang juga berada tidak jauh dari posisi mereka.

"Kau sudah sampai? Bagaimana pelayaranmu?"

Seorang pria dengan rambut gondrong menghampiri Rey, melemparkan senyuman di wajahnya yang tampak sedikit garang. Bola mata pria itu berwarna kebiruan, terlihat kontras dengan bentuk wajahnya yang terkesan angkuh.

Rey mendekat, membiarkan pria itu memberikan satu tepukan di bahunya.

"Semuanya berjalan dengan baik, Jack," jawab Rey kini. "Apa yang lain sudah tiba?"

Pria gondrong yang bernama Jack itu menganggukkan kepala, kini melirik pada Luana yang berdiri tepat di samping Rey.

Bola mata kebiruannya seakan memindai gadis itu dari ujung kaki hingga ujung rambut, disusul dengan satu senyum sebab dia mendapati bagaimana Rey menggenggam erat tangan Luana.

"Jadi ini adalah Nyonya Lueic?" tanya Jack mencoba untuk akrab.

Luana meringis pelan, melirik sekilas ke arah Rey yang kini menolehkan kepala padanya.

Tangan kiri perempuan itu masih berada di genggaman Rey, dan sepertinya sang bangsawan tidak berniat untuk melepaskan ikatan tangan itu.

"Kenalkan istriku, Luana Lueic," kata Rey pada temannya Jack, yang juga seseorang yang bertanggung jawab untuk pesta kembang api malam nanti.

Jack melemparkan senyuman, menyodorkan tangan untuk menyapa Nyonya Lueic kali ini.

Luana mendapat Rey menganggukkan kepala perlahan, seakan sedang memberi izin kepada perempuan itu untuk membalas sapaan Jack.

"Aku Jack Miller," kata lelaki bermata biru itu. "Senang bertemu denganmu Luana, dan semoga kau menikmati pesta malam nanti."

Luana menarik sudut bibirnya untuk membentuk senyuman, membiarkan Jack menyapanya lewat satu genggaman tangan kini. Jack sudah memanggil Luana dengan panggilan santai, persis seperti bagaimana lelaki itu bersikap kepada Rey.

"Terima kasih, Jack."

Rey masih belum melepaskan gandengan tangannya bersama Luana tadi, saat ini lelaki itu sepertinya berencana untuk berlalu dari sana.

"Istriku mungkin saja kelelahan," ujar Rey berbasa-basi. "Kau sudah menyiapkan kamar untuk kami?"

Jack tertawa beberapa saat, ketika kini pria itu tampak mengedipkan mata ke arah Rey.

"Tentu saja, Brother!" serunya senang. "Kau adalah pusat perhatian malam ini, jadi bersiaplah sebelum pesta kita dimulai nanti. Ayo, aku antarkan menuju kamar pengantin kalian!"

Luana sempat melirik pada Rey, bertemu pandang dengan bola mata lelaki itu yang menyorotnya tajam. Jovi menjaga jarak dari sepasang atasannya itu, berada tepat di belakang Rey dan Luana dengan sikap mengawasi.

Luana mendekatkan wajahnya ke arah Rey, berencana untuk berbisik pelan kepada lelaki itu.

"Kau tidak ada rencana untuk melepaskan tanganku?" tanya perempuan itu dengan nada suara rendah. Sedari tadi ia berusaha untuk melonggarkan gandengan itu, tetapi tangan Rey malah semakin erat mengaitnya.

Jack sudah memacu langkah lebih dulu, ketika kini Rey balas menoleh hingga menyebabkan wajah keduanya terpaut jarak yang sangat dekat sekali.

"Tidak ada," jawab Rey acuh. "Bersikaplah seakan-akan kau memang istriku, karena akan ada begitu banyak mata yang tersorot kepadamu nanti."

Luana masih belum memalingkan pandangan, kali ini malah menyipitkan mata ketika ia menunggu penjelasan lebih lanjut dari sang bangsawan.

Rey menarik Luana untuk mulai berjalan, mengikuti ke mana jejak yang ditinggalkan oleh Jack di depan sana.

Setidaknya mereka punya waktu untuk bersiap dan bersantai sebelum pesta kembang api itu dimulai, dan Rey sudah berencana untuk melakukan beberapa olahraga setelah ini.

"Kau mungkin akan disapa oleh banyak orang, dan tidak bisa kabur seperti pada acara makan malam kemarin," ujar Rey lagi. "Pastikan kau selalu berada di dalam pengawasanku atau Jovi, dan jangan minum berlebihan."

Genggaman tangan itu semakin menguat, dengan langkah keduanya yang menyusuri pasir menuju arah dalam pulau.

Gemercik angin yang berembus mengalirkan rasa sejuk, membuat pohon-pohon yang menjulang tinggi tampak melambai dengan daun yang bergerak mengikuti simfoni.

Rey dan Luana masih bergerak bersamaan, ketika kini Jovi memperhatikan kedua majikannya itu dari arah belakang.

Bergumam ketika ia mendapati bagaimana tuannya menggenggam erat tangan gadis itu, Jovi seakan-akan tenggelam dalam pikirannya sendiri.

'Nyonya Luana adalah perempuan yang digenggam oleh tuan selain Nona Beatric,' lirih Jovi dalam hatinya.

Orang kepercayaan Rey itu tentu saja tahu apa yang terjadi pada upacara pernikahan kemarin, dan dia adalah satu-satunya orang yang mengetahui bahwa Luana bukanlah perempuan yang seharusnya menjadi nyonya untuk mereka.

Ketidakhadiran Beatric di sana pastilah menyisakan luka menganga di hati tuannya, dan Jovi sedikit banyaknya bisa memahami mengapa Rey masih menjaga diri dari perempuan pengganti itu.

Terpaut beberapa langkah, Jovi tersentak ketika kini gawai di saku celananya berbunyi.

Menghentikan langkah kaki itu sejenak, Jovi mengeluarkan ponsel dan menggeser layarnya dengan satu usapan.

"Bicaralah," katanya menjawab telepon.

"Jov, aku berhasil melacak keberadaan kekasih tuanmu," ujar suara seorang lelaki di seberang sana.

Tubuh Jovi begitu saja menegang, namun matanya terarah lurus pada siluet tubuh Rey dan Luana yang semakin menjauh.

"Katakan lebih jelas!"

"Seorang anak buahku melihat wanita yang mirip dengan Nona Beatric, tepat di pesisir pantai utara Perth. Aku masih mengkonfirmasi identitasnya. Tetapi jika memang itu benar dia, bukankah seharusnya kalian bersiap untuk menjemputnya?"

Jovi mendengarkan penuturan temannya dengan seksama. Pikirannya berkecamuk, menimang apakah ia harus memberitahu info ini kepada Rey atau tidak.

"Pastikan identitasnya lebih dulu," pinta Jovi. "Dan jangan beritahu pada yang lain, aku tidak ingin kabar ini bocor ke manapun."

Lawan bicara Jovi itu menjawab dengan tegas, sebelum kemudian menyudahi panggilan telepon.

Masih memegang gawainya di genggaman tangan, pandangan Jovi tidak beralih dari Rey dan Luana yang kini mulai berbelok ke arah kanan.

Meremas ponsel itu, Jovi kembali bertapakur dengan pikirannya sendiri.

"Apakah aku harus memberitahu kabar ini kepadamu, Tuan Rey?" tanya lelaki itu pelan.

Hanya semilir angin yang berembus di sekitarnya, dan Jovi tahu angin itu tidak membawa jawaban.

"Atau apakah aku harus membiarkan Nona Beatric menghilang, saat Anda tampaknya mulai tertarik dengan Nyonya Luana kini?"

.

.

.

~Bersambung~

1
🐻🐧🍊
sedih bacanya
Wheeny Permata
Sukak semua karya author satu ini...jatuh cinta😍😍😍😍
Shifa Burhan
reader2 yang menyukai Pedro

sekarang tanya pada diri kalian jika ada sosok Pedro versi wanita dan menyukai suami kalian, apakah kalian juga akan kagum wanita lain yang itu

pakai ajala biar tidak jadi wanita jablay yang lebih melebih pria lain dari pada suami sendiri
Shifa Burhan
seorang istri nyaman duduk dan ngobrol berduaan dengan pria lain kalian (author) anggap itu hal benar dan buka kesalahan

coba dibalik Thor suami mu nyaman duduk dan ngobrol berduaan dengan wanita lain apakah kau anggap itu hal benar juga

pakai akal sehat biar bisa bedakan mana salah mana benar
baca ulangggg/Drool/
Wulan TitAnica
The Best....
Arida Susida
Luar biasa
Anisa Marcella
Luar biasa
yella xarim
dah baca novel ini berkali2 ttp ga bosen.. keren Thor
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru menamatkan cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Mifta Özil
ntah baca yg keberapa kali ga ngitung, slalu kgn sama novel ini huhu
Ray Aza
dih marah sm org yg salah, berkat gadis itu muka lo msh selamat..
Nafis
ahaa... stelah skian lama tak bca novel² kak bee krna takut kecanduan 🤭 coz 2th kebelakang kerempongan ngurus baby & toddler,luv kak bee 😘
shelome
baca lagi kangen sama tulisan kk bee
Wati Astuti
ku baca ulang ya thorr kangen sm Rey Luana.. Rey yg lama2 bucin tingkat dewa
N. Y
/CoolGuy/
syahira alifa
mantap bee
syahira alifa
salah dia sendiri kenapa lari di hari pernikahannya, sekarang menyesal pun percuma keadaan sudah tak lagi sama
syahira alifa
i love you bee tak kira bakal ada pertentangan antara orang tua rey dan rey gara²status luana..
syahira alifa
benih-benih cinta mulai tumbuh
Sri Lestari
ceritanya bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!