Zahra Maharani Setiawan adalah gadis berusia 17 tahun. Zahra gadis ceria nan periang,baik hati dan mudah bergaul dengan siapa saja. Zahra memiliki paras yang sangat cantik, berambut panjang hitam dan bergelombang. Zahra memiliki sahabat yang sangat baik bernama Anita dan Rania.
Kehidupan Zahra berubah ketika kedua orangtuanya meninggal akibat dari kecelakaan. Hinga Zahra di asuh oleh kakeknya Zaky,itu pun tidak berlangsung lama karena kakeknya meninggal karena sudah sakit-sakitan. Zahra pun tinggal bersama adik bundanya,Rara.Hingga datanglah Hendro utusan dari Bu Misya yang memintanya untuk ikut ke kota.
Alan 30 tahun, seorang pengusaha yang sangat sukses.Mempunyai banyak usaha dari properti dan kuliner di semua kota dan luar negeri.
Bagaimana kehidupan Zahra selanjutnya? Apakah Zahra akan menemukan kebahagiaannya setelah mengetahui perjodohannya dengan cucu Bu Misya??
Apakah kehidupan pernikahan Zahra dan Alan bahagia?? Sedangkan Alan masih punya seorang kekasih,Mira.
Warning 18++ !!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Memey.Augusty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25. DUKA DAN BERUBAHNYA ZAHRA
Zahra berlari ke arah rumah dan langsung masuk ke kamarnya. Nenek Misya yang tengah berbincang dengan Mirna dan Pak Hendro dibuat terkejut saat melihatnya. Pekerja yang ikut serta saat mengantarkan mini brownies turut mengejar Zahra dan menjelaskan apa yang terjadi pada nona mudanya saat di pesta tadi. Betapa tak percayanya semua orang akan tindakan berani wanita itu. Nenek Misya mengajak Pak Hendro dan Bu Mirna masuk ke ruang perpustakaan guna membicarakan hal ini.
" Pak Hendro suruh anak buah anda ambil begitu banyak bukti saat wanita itu bersama pria lain. Dan kirimkan ke Alan, jangan sampai Alan melacak ponsel anak buah anda." perintah Nenek Misya murka.
" Sekarang saatnya membuka mata dan pikiran Alan, tak ku sangka wanita ini begitu liciknya menggunakan cara kotor begini. "
" Pak Hendro minta orang untuk mengikuti semua kegiatan Zahra hanya untuk berjaga-jaga saja. Jangan sampai kita kecolongan lagi."
Semua hal di lakukan untuk antisipasi oleh nenek. Baik pantauan Zahra di rumah ataupun di saat berada di aktivitasnya di luar rumah. Pak Hendro dan Bu Mirna melaksanakan semua perintah sang Nyonya. Sedangkan Zahra mengurung diri di dalam kamarnya setelah berganti baju. Bu Mirna memberitahukannya dan nenek membiarkan mungkin Zahra butuh waktu untuk sendiri.
Sementara di tempat diadakannya pesta berlangsung seperti biasanya. Mira masih saja mendominasi keberadaan Alan. Selalu berusaha menunjukkan bahwa hubungannya dengan Alan akan sesuai dengan keinginannya, tambang dan bank untuknya. Mira tersenyum puas setelah melihat reaksi gadis perjodohan Alan berlalu begitu saja.
" Apa yang sudah kamu lakukan Mir ....?" tanya Alan tak tahan lagi
" Tak ada apa-apa sayangku .... Aku hanya menunjukkan padanya dimana harusnya tempatnya berada." jawab Mira acuh.
" Gak harus begini caranya Mir .... mempermalukan dia di pesta " sanggah Alan tak suka
" Apa aku harus diam melihat gadis perjodohanmu berkeliaran begitu ? di tambah nenek yang tak kunjung merestui kita ." tanya Mira kesal pada kekasihnya.
" Ini akan semakin mempersulit mendapatkan restu nenek. Tak tau lagi caranya aku bicara sama kamu Mir !" jawab Alan keras lalu berlalu meninggalkan Mira berbincang dengan teman-temannya yang lain.
Mira terhenyak tak percaya, kalau Alan baru saja membentaknya hanya karena gadis itu. Perasaan bencinya pada Zahra semakin bertambah dan Mira akan membalas semuanya pada gadis itu. Acara pun berlangsung sampai akhir. Alan kembali ke rumah utama untuk bertemu sang nenek. Tapi sayang, sang nenek telah masuk ke kamarnya. Saat melihat ke arah kamar Zahra ada rasa tak enak akan kejadian di pesta tadi.
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
Hari berganti, Zahra tak ingin terlalu larut memikirkan kejadian semalam di pesta. Biarlah orang lain berpikiran seperti apa, yang telah mengenal Zahra tak kan berpikiran seperti itu pula. Zahra tampak lebih pendiam daripada biasanya. Nenek dapat melihat mata Zahra yang terdapat mata panda nya walaupun sudah berusaha di tutupi bedak. Tak hanya nenek, pekerja yang lain pun merasakan hal itu juga. Zahra pun berpamitan pada nenek berangkat kuliah.
" Nya .... terlihat sekali nona muda murung dan jadi pendiam " ujar salah satu pelayan di dapur.
" Eehhmm ya kamu benar, cucuku tak terlihat seperti biasanya. Rumah terasa berbeda tanpa canda tawanya." sahut nenek sambil melihat sarapan Zahra yang tersisa tak seperti biasanya.
Sementara di anak tangga, terdapat Alan yang mendengar jelas perbincangan nenek dan PRT tersebut. Dengan langkah berat, Alan pun turun ke bawah menyapa sang nenek. Sedangkan sang nenek hanya diam saja. Banyak kata yang di ucapkan Alan, tapi tak membuat satu pun kata pula keluar dari mulut sang nenek. Alan tau pasti saat ini, nenek tengah marah karena peristiwa di pesta semalam.
Alan sengaja tak pergi ke kantor, guna menanti Zahra pulang dan mengajaknya berbicara empat mata saja. Alan menghabiskan banyak waktu di perpustakaan karena melihat nenek masih enggan berbicara padanya. Alan tak Poo pernah berpikir kalau keadaan rumah akan terasa berbeda saat Zahra terluka.
Hari berganti sore saat Zahra pulang. Zahra pun lebih banyak menghabiskan waktunya berada di kamar saja. Alan menunggu Zahra turun tapi tak kunjung turun juga. Akhirnya Alan memutuskan menemui Zahra di kamarnya. Dengan ragu-ragu, Alan mengetuk pintu itu. Saat di rasa sang empunya kamar akan membuka pintu, Alan mundur sedikit ke belakang. Betapa terkejutnya Zahra, melihat Alan berada di depan pintu kamarnya.
" Eeemmm .... bisa kita bicara gak ? kita bicara di luar di taman kecil bisa kan ?" tanya Alan membuka suara
Zahra hanya menutup pintu dan berjalan mendahului Alan menuju taman yang di maksud. Sedangkan Alan hanya mengikuti dari belakang, dirinya leluasa melihat Zahra lebih jelas. Benar kata Pak Hendro, Zahra tinggi, cantik meski sedikit berisi tak mengurangi kecantikannya. Tibalah mereka di taman yang di maksud, Zahra langsung duduk tanpa berniat membuka suara. Sedangkan nenek, mengetahuinya dan membiarkan Alan berbicara berdua dengan Zahra.
" Maafin aku atas kejadian di pesta tadi malam ya, tak seharusnya hal itu terjadi " kata Alan mulai berbicara
" Maafin juga kata-kata kasar Mira, kekasihku ya .... aku akan berbicara padanya nanti ..." lanjutnya saat melihat Zahra hanya diam saja.
" Aku tau hal ini telah menyakiti hatimu dan hati nenekku Za .... maafin aku tak bisa menerima perjodohan ini. Aku akan mengganggap mu sebagai adikku sendiri. Aku akan penuhi kebutuhanmu .... Aku janji Za, tolong Maafin aku ya " pinta Alan lagi.
Zahra bukannya tak mau memaafkannya tapi mendengarnya mengatakan akan memenuhi kebutuhannya seakan Zahra gadis matre yang lebih mementingkan harta. Zahra pun berdiri karena di rasa cukup mendengarkan perkataan Alan. Alan pun berusaha menghentikan langkah Zahra.
" Tunggu Za .... maafin aku ya .... mau kan, please Za biar nenek maafin aku juga " pintanya pada Zahra.
" Ya ... " hanya kata itu yang keluar dari mulut Zahra.
Zahra pun berlalu setelah melepaskan tangan Alan yang sejak tadi memegangnya guna menahan kepergiannya tadi. Alan memandang miris pada kepergian Zahra. Alan memikirkan lagi apa ada kata-katanya yang salah atau menyinggung perasaan Zahra lagi. Setelah di ingatnya, Alan menepuk keningnya karena menyadari sesuatu.
" Shiiitt .... apa yang ku katakan tadi ? aku harap Zahra tak mengartikan lain kata-katanya tadi jangan sampai Zahra beranggapan kalau dirinya menggantikan keberadaan Zahra dengan harta " gumam Alan sambil mondar-mandir sendiri.
Semakin hari Zahra semakin pendiam saja. Bahkan itu kali terakhir Zahra berbincang dengan Alan, dengan kata lain Zahra menghindarinya. Zahra masih seperti biasa pada nenek.
JANGAN LUPA VOTE, LIKE & KOMENTARNYA YA BIAR AUTHOR MAKIN SEMANGAT UPDATE CERITANYA.
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
Alan itu pintar tp bodoh...pintar nyelesaiin masalh kantornya tp bodoh dgn urusan rmh tgga nya....
ktnya Alan usianya sdh 30an tp kelakuannya kayak ABG labil...
bikin greget aj tuh sm sifatnya Alan....
pengen deh getok kepalanya pake ulekan sambel.....😡😡😡
maaf yaa Thor... 🙏
Bisa memaparkan pasal" nya secara detail...
hingga kita jg para pembaca bisa tau ttg pasal" dan hukum nya....makasih Thor....Aq syukak karyamu
lope U Thor....😍😍😍