Status simpanan itulah yang harus disandang wanita cantik bernama Dista karna sebuah kesalahan fatal yang ia lakukan dengan suami sahabat karibnya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Leo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
bab 25
.
.
.
Saat Aqil keluar dari kamar mandi, ia terkejut sekali kala melihat Dista yang membuka kotak liontin yang disembunyikan Aqil.
"Dista!! kenapa kau mengambilnya??!"Sentak Aqil yang reflek lalu merampas kotai berisi liontin itu.
"mas beli itu untuk siapa?? Kenapa sama dengan punyaku??!!!"Protes Dista yang berani menatap Aqil.
"Kau lupa atau bagaimana?!!! Aku punya istri sah Dista, semua aset dan juga kartu kredit atas nama Arumi, jika aku hanya membelikan untukmu, kau mau Arumi curiga dan tau semua ini??!!"Cercah Aqil dengan serius lalu dengan kesal Aqil pergi begitu saja meninggalkan Dista.
Susah payah Dista menelan ludahnya beberapa kali. Kenyataan macam apa yang menyakitkan seperti ini??
"Ternyata pengabdianku tidak bisa menggantikan posisi Arumi dihati mas Aqil.."Gumam Dista seraya menitikkan air matanya. entah mengapa Dista sekarang malah memiliki ego yang tinggi untuk memiliki Aqil seutuhnya.
.
.
Wisnu mengutak atik laptop Aqil, namun karna diberi kunci sandi Wisnu belum berhasil membukanya.
"Arumi.. coba kau ingat-ingat, Apa sandi Milik Aqil ini."Pinta Wisnu.
"Apa ya?? Aku tidak tau.."Balas Arumi.
"Tanggal pernikahan mungkin.."duga Tia.
"oh.. cobalah.. emm... 12-12-22."Ucap Arumi.
"Masih gagal."Balas Wisnu.
"Tanggal lahir Aqil Atau tanggal lahirmu"Tambah Tia.
Arumi segera memberitau Wisnu tapi tetap tidak bisa, dan saat terakhir sudah putus asa, Tahun kelahiran Aqil dan Arumi serta tahun pernikahan mereka, dicoba Wisnu dengan wajah menyerahnya. ternyata benar.
"Akhirnya!! bisa.."Wisnu girang sekali.
segera ia mulai membuka satu demi satu laporan kantor. dan ternyata e mail dari Bank juga terlihat.
"Arumi.. kalian baru beli rumah baru lagi ya?? "Tanya Wisnu
"Rumah baru?? Tidak. kenapa?? "arumi terlihat penasaran dan mendekat melihat layar laptopnya.
beberapa email dan juga pemberitahuan dari Bank.
mata Arumi membulat sempurna saat melihat nominal yang tertera dalam layar laptop dimana uang sudah keluar.
"Kenapa kau sampai tidak tau Rumi??! Bukannya kartu kredit kalian atas namamu semua?? "Tanya Tia.
"aku juga tidak tau.."balas Arumi dengan sisa terkejutnya.
Wisnu kembali mengutak atik papan keyboard. "Hari ini juga kartu kreditmu terpakai Rumi.."Imbuh Wisnu.
kaki Arumi lemas seketika, nominal dilayar laptop tidaklah sedikit.
"Pantas saja kau tidak tau, Notifikasi diNomer telfonmu diOff sudah dari 1 bulan yang lalu "Terang Wisnu
"Wah.. ini benar-benar nggak beres Arumi.."ucap Tia.
Nyeri sekali rasanya hati Arumi. Dia sama sekali tidak sadar jika selama ini tengah dibohongi sampai seperti itu.
"Wisnu.. kau bisa cari tau, dia pakai kart kredit didaerah mana?? apa masih diJakarta sini atay kekota lain.."pinta Arumi suaranya terdengar bergetar hebat.
"Arumi.. kau harus kuat.. kami membantumu mencari suamimu bukan untuk memperkeruh suasana. kau harus berusaha berfikir positif kita akan terus ada disisimu sampai masalahmu selesai."Tutur Tia.
"aku bisa mencari taunya Arumi.. tapi apa kau siap dengan apa saja yang akan aku dapat nanti?? "Imbuh Wisnu
"Apapun dan bagaimanapun aku akan berusaha menerimanya. tapi aku butuh bertemu mas Aqil saat ini Wisnu.. entah aku harus mengatakan apa nanti saat bertemu dengannya."tutur Arumi.
"Kau pasti bisa Arumi.. kau kuat. "Tia memberikan sugesti positif untuk Arumi.
Wisnu kembali berkutat didepan layar laptop Aqil.
"Ketemu Arumi!! " Wisnu senang sekali.
"Dimana?? " tanya Arumi.
"Terakhir dia pakai kartu kreditnya pukul 10 pagi tadi diBandung."Balas wisnu dengan jelas.
"Bandung, ??" Arumi tambah keheranan.
.
..