NovelToon NovelToon
Bosku Perawan Tua

Bosku Perawan Tua

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Kantor / Wanita Karir / Romansa / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: dtyas

Sarah dan Arya, pernah kecewa akan cinta lalu dipersatukan sebagai Direktur dan asisten pribadi. Sifat Sarah yang tegas dan perfeksionis bertentangan dengan Arya yang cengengesan dan masih kinyis-kinyis alias berondong.

Disebabkan oleh kondisi, Arya pun hanya pasrah ketika Sarah memanfaatkannya. Bukan hanya diakui sebagai asisten priadi, Arya dikenalkan sebagai kekasihnya.

===

“Mana mungkin aku suka dengan bocah polos begitu.” -- Sarah Alesha --

“Cinta itu buta bahkan kadang juga tuli, seperti aku yang klepek-klepek padamu seakan tidak mendengar ocehan mulutmu yang memekakkan telinga.” -- Arya Bimantara --

Follow IG : dtyas_dtyas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 25 ~ Abang Datang

Edward sudah kembali berdiri dibantu oleh sekretarisnya, Arya terkekeh mendapati Sarah ternyata cukup garang. Ia pikir Sarah tidak ada keberanian dan membutuhkan bantuannya. Ternyata wanita itu bisa mengatasi Edward, playboy cap kodok.

“Hah, kalian memang cocok. Yang satu perawan tua dan yang satu berondong,” ejek Edward, tentu saja membuat Sarah meradah. Wanita itu hendak kembali menyerang Edward, tapi tubuhnya ditahan oleh Arya.

“Jangan Bu Sarah. Tidak elegan kalau Ibu yang turun tangan, biar saya saja.”

Arya sudah mengarahkan tangannya akan memukul Edward, tapi Sherly berteriak membuat Arya menghentikan gerakannya. Wanita itu begitu membela dan melindungi Edward, bahkan pasang badan.

“Kami bisa tuntut kalian karena melakukan penganiayaan,” ancam Sherly.

Arya terkekeh, lalu menunjuk kamera CCTV yang ada di pojok ruangan membuat Sherly dan Edward saling pandang. Keduanya mungkin tidak menyangka atau lupa mengecek kalau di ruangan itu memang ada CCTV.

“Lain kali kalau mau lakukan sesuatu itu ngotak ya. Ini bukan private room dan masih area publik. Yang ada kami yang tuntut kalian karena tindakan asusila. Ibu Sarah tidak mungkin semarah itu kalau dia tidak macam-macam.” Arya menunjuk Edward.

“Ayo kita pergi, malas juga lihat wajah mesum mereka,” ajak Sarah.

Sarah sudah memeluk lengan Arya dan menuju pintu, tapi Arya tiba-tiba berbalik lalu ….

Bugh.

“Hei,” teriak Sherly dan Edward pun terjungkal lalu mengaduh kesakitan karena Arya melayangkan tendangan pada pria itu.

“Kalau mau nuntut gue silahkan. Arya Bimantara, lo bisa cari gue di perusahaan Ibu Sarah,” teriak Arya lalu merangkul Sarah dan meninggalkan tempat itu.

Dalam perjalanan pulang, Sarah menghubungi seseorang termasuk juga manager restoran untuk memastikan sesuatu. Sudah berpengalaman dan tahu harus bagaimana agar kejadian tadi tidak menjadi masalah di kemudian hari.

***

Arya menguap. Hari ini ia merasakan agak lelah karena menemani Sarah ke beberapa tempat. Melihat langsung lokasi proyek dan pertemuan dengan rekanan perusahaan. Kejadian tadi pagi seakan dilupakan dan baru ingat ketika Edric menghubungi dan membahas hal tersebut.

Sarah meloudspeaker agar Arya ikut mendengar apa yang disampaikan Edric juga ikut menjelaskan kejadian sebenarnya.

“Hm, nggak ada masalah sih. Toh kerja sama dengan Edward udah agak lama ya. Masalah cctv sudah ada yang urus, kalian tenang saja,” ujar Edric di ujung telepon.

“Hm,” sahut Sarah.

“Jadi gimana Ar, masih tetap semangat jadi aspri Bu Sarah?”

“Masihlah Pak, yang bilang saya udah bosen siapa? Malah kalau perlu kerja saya dua puluh empat jam, biar bisa dekat Bu Sarah terus.”  

“Enek banget gue dengernya, moga lo nggak olap Sar dengerin gombalan calon suami lo.”

Edric mengakhiri panggilan, Sarah berdecak melirik sinis ke arah Arya yang tidak merasa bersalah dan asyik dengan ponselnya. Sarah dan Arya masih berada di café setelah bertemu dengan klien, sekaligus makan malam. Arya menggeser kursinya menjauh dari Sarah karena sedang berkirim pesan dengan Ares.

“Ar, pulang yuk. Hari ini sangat melelahkan,” ujar Sarah sambil memijat tengkuknya yang pegal.

“Katanya mau bicarakan masalah nikah, masa pulang.”

“Di rumah aja, bisa sambil rehat.”

“Ayo,” ajak Arya semangat lalu mematikan rokoknya.

Pasangan itu sudah berada di apartemen. Bahkan Sarah sudah membersihkan diri dan berganti piyama menemui Arya yang berbaring di sofa. Lagi-lagi Arya terlihat fokus dengan ponselnya, membuat Sarah berpikiran macam-macam menduga sedang berkirim pesan dengan perempuan lain.

“Lebih baik kamu pulang, saya sudah lelah mau tidur,” usir Sarah dan langsung membuat Arya beranjak duduk.

“Nggak usah pulang deh, besok juga ke sini lagi. Lagian kita mau nikah, belajar tinggal bareng biar tahu kejelekan masing-masing.”

Sarah melempar bantal sofa dan berhasil ditangkap oleh Arya yang langsung terkekeh dan menepuk sofa di sampingnya. Sarah membuang pandangannya dan bersedekap. Arya kembali menepuk sofa mengajak wanita itu pindah untuk duduk di sisinya.

“Pindah kemari atau saya yang kesitu.”

Sarah bergeming, tentu saja dia harus jual mahal. Untuk apa menghampiri pria itu, walaupun dalam hati rasanya ingin segera melompat ke dalam pelukan Arya atau menjadikan pangkuan pria itu sebagai sandaran kepalanya. Meskipun sejak tadi pagi mereka selalu bersama, tapi Sarah rindu hanya berdua seperti ini.

“Wah nantangin nih.” Arya pun melompati meja dan berpindah duduk di samping Sarah. “Jadi gimana, kapan Ibu mau saya halalin?”

“Kalau sudah menikah, interaksi dan hubungan kamu dengan teman … perempuan harus dibatasi kalau perlu tidak usah ada komunikasi jika tidak ada hal penting.”

“Siap, siapa takut. Saya nggak ada teman dekat perempuan, yang ada atasan dan udah siap berubah status jadi istri.”

“Termasuk Melan,” ujar Sarah lagi.

“Siap. Memang saya ada hubungan apa dengan Melan? Eh, cemburu ya?” Arya mengarahkan telunjuknya ke depan hidung Sarah dan langsung digigit oleh wanita itu.

“Aduh, Bu Sarah ganas juga ya. Nanti punya saya jangan digigit ya bu, bisa sun4t kedua kalinya dah.”

“Cabull.”

Arya hanya terkekeh lalu merangkul pundak Sarah. “Jadi kapan kita menikah?”

“Dua minggu lagi dan hanya akad saja. Resepsi bisa kita lakukan nanti, kamu meresahkan aku khawatir kita berdua khilaf,” ungkap Sarah dan disetujui oleh Arya.

“Tapi kenalkan aku dengan orangtuamu,” pinta Sarah dan hanya dijawab Arya dengan senyuman.

***

“Mas Arya ini gimana sih? Jangan bawa orangtua sayalah, nanti kalau Pak Adam dan Pak Ares tahu gimana? Bisa habis saya.”

“Pokoknya, besok gue ajak Sarah ketemu orangtua lo. Mereka harus berperan menjadi orangtua gue ya, bilang aja selama ini gue nggak bisa diatur dan sudah lama kabur.”

Arya mendatangi apartemen Doni yang berada satu gedung dengan unitnya, pemberian Ares agar bisa memantau dan mengawasi Arya dan pagi ini Arya menemuinya dengan permohonan yang tidak masuk akal. Orangtua Doni diminta berperan sebagai orangtua Arya di depan Sarah. Kalau hanya satu kali, mungkin saja tidak masalah tapi ini Arya dan Sarah akan menikah artinya sandiwara itu akan terus berlanjut dan cukup beresiko.

“Udahlah tenang aja, kalau sampai Papi tahu lo sekeluarga tetap aman.”

“Ck, sekarang saja hidup saya sudah tidak aman karena Mas Arya belum mau pulang. Ditambah ini, bisa gigit jari saya.”

“Gue bilang aman, ya aman. Oke ya, besok gue ke rumah orangtua lo bawa Sarah. Kondisikan mereka adalah orangtua gue, pokoknya semua gue percayakan sama lo.”

Arya menepuk bahu Doni seakan mereka seumuran, padahal Doni lebih tua beberapa tahun darinya. Pria itu meninggalkan apartemen Doni, tentu saja akan menemui Sarah dan kali in semangatnya berkali lipat dari sebelumnya mengingat akan segera menjadikan Sarah sebagai istrinya.

“Neng Sarah, abang Arya datang.”

1
Kezia ayumi
sempet2 nya Arya ngomong gitu /Awkward//Awkward//Awkward//Awkward//Awkward/
Kezia ayumi
geblek Arya 🙉🙉🙉
Kezia ayumi
dug jedag jedug jedag jedug /Kiss//Kiss//Kiss//Kiss//Kiss/
Kezia ayumi
wkwkwk,....
pantesan dapet menantu Rama sama kelakuannya 🙉🙉🙉
R Melda
terima nasib mu doni🤭🤭🤭
bunda DF 💞
bikin ketawaa,, asiik ceritanya
R Melda
dasar otak mesum😅😅😅
R Melda
boro² bangunin sarah🤣🤣🤣🤣
Relimawati Sihombing
terimakasih bagus ceritanya sukses lh
Camera Gaming
ya Alloh Arya gesrek bgt 😄😄😄
Camera Gaming
baru tau kalo tonggeret semacam ulat bulu🤣🤣🤣
Camera Gaming
aku malah baru baca ,ug ke 2 si yg pertama malah baca kisah anaknya yg bungsu🤭 maaf y thor aku baru nemu karyamu thor🙏
Ridwani
👍👍👍
Rahmawati
bagus bgt
gina altira
nah kan bener, Arya anak Orang kaya
gina altira
jd mikir klo sebenernya Arya itu anak orang kaya juga
gina altira
Lanjut aktingnya
gina altira
Aryaaa yang sabar yaaa
Mefazha ghania
ada bab yg mengrh kalo nela tau siapa arya..
Sri Udaningsih Widjaya
Luar biasa kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!