cerita cinta seorang gadis remaja dengan cinta masa lalu nya. namun berbagai hal menghalangi kisah cinta mereka. banyak konflik di antara mereka hingga keyla gadis remaja itu bertemu cinta di negara yang berbeda.
apakah cinta pertama keyla akan kembali ?? atau mungkin itu hanya cinta pertama yang tidak harus memiliki??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imas Gustina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Datangnya Seseorang
Tak butuh waktu lama selesai berdandan terdengar suara clakson mobil dari luar.
Tit...tit... suara itu terdengar jelas sampai ke kamar keyla.
Ia berlari ke balkon kamaenya melihat siapa yang datang.
"Pasti itu suara ian". ucap keyla
Terlihat ian melambaikan tangan ke arah keyla. Ia hanya tersenyum dan beranjak turun dari kamar.
"Sis kamu di rumah bentar ya sayangku" ucap keyla dengan senyum geli panggil dia sayang
"Jangan lama lama kalau kecan ya, sendirian nii aku nanti" teriak siska
Keyla berlari menuju pintu kamarnya,ia bergegas turun dengan senuum ceria di wajahnya. Ia turun dari kamar menuju depan rumah. terlihat ian sudah di depan pintu rumahnya.
Sosok pria yang ia tunggu sudah tepat di depan matanya. Dengan kaos lengan pendek yang terkesan elegan buwat dia.
"Sudah siap kan" ucap ian tersenyum memandanv gadis cantiknya.
" sudah kok". ucap keyla
" baiklah ayo berangkat" ian mengulurkan tangannya ke arah keyla . Tanpa ragu keyla tersenyum menerima uluran tangan ian. Dan masuk ke dalam mobil ian.
Seperti biasa Dia membukakan pintu mobil dan mempersilahkan keyla masuk.namun tak kunjung dia masuk dalam mobil terdengar ponsel ian berbunyi di dalam sakunya, dia memutuskan untuk menerima telfon di belakang mobil. Keyla hang sudah di dalam mobil, ia hanya bisa melihat dia dari spion mobil. Entah sebenarnya dengan siapa dia berbicara lewat telfon sepertinya mereka akrab sekali". Hmz mungkin juga rayan kalau gak brayen. Biarin aja lah ku tunggu dia saja. Sampai dia selesai berbicara" ucap keyla kembali duduk dengan tenang . Ia melipat kedua tangannya di atas perut.
Lama menunggu ia merasa sangat bosan.
" kalau dia telfon sama brayen atau rayan. kenapa dia lama banget ?" Ucap keyla menileh ke belakang mobil.
Keyla yang di dalam mobil mulai tak sabar menunggu. Ia terus bergumam dalam hatinya. "Kalau memang dia lagi ada acara ya udah gak usah kencan juga sekalian. Bikin aku males" ucap keyla mengerutkan bibirnya.
Keyla terus memandang kaca spion. Ia terus memantau ian lagi berbicara dengan siapa. " Kayaknya ian masih asyik ngobrol" ucap keyla seakan darahnya mulai naik.
Tak berapa lama akhirnya dia mematikan telfonnya dan masuk ke dalam mobil. Keyla yang semula melihat ke arah spion terus. Seketika membalikkan muka dan duduk tenang seperti tak ada apa apa.
"Lama ya nunggu" ucap ian
Keyla hanya terdiam tanpa menjawab pertanyaan ian.ia terus mengerutkan bibinya tanpa memandang ke ian. Ian terus menatap keyla. Sepertinya dia mulai menyadari keyla sedang ngambek mulai medekatkak mukanya tepat depan mukaku tangan lembutnya menyentuh daguku .
Dengan cepat ian mencium keyla seketika. Ketla yang terkejut langsung melepaskan ciuman ian Mendorong tubuhnya menjauh.
"Lebih baik kamu fokus nyetir sekarang dan pikirkan kemana kita pergi" ucap keyla melipar ke dua tangannya.
"Baiklah. Kita jemput temen aku dulu di bandara tadi dia telfon sudah sampai di bandara sekalin aku kenalkan kamu ke dia. " ucap ian tersenyum menyentur ubun keyla.
"Kling..kling... bunyi ponsel "
"Hp mu bunyi key"ucap ian.
"Gak mungkin hp kamu tu" ucap keyla dengan nada datarnya.
Dia coba lihat ponselnya memang tidak ada pesan. Keyla hanya terdiam dan buka ponselnya ia melihat ada sms dari brayen.
"Brayen ada apa dia sms aku ku" batik keyla. Ia melirik ke arah ian yang fokus pada jalan di depannya. Ia perlahan membuka pesan itu.
Pesan brayen
"Key hari ini ada waktu gak, aku mau ketemu kamu sebentar" ucap brayen
Ku mengabaikan pesannya dan memasukan hp ke dalam tas sebelum ian tau.
" siapa key"tanya ianmelirik ke arah keyla.
" gak siapa siapa kok cuma siska bilang minta di belikan makanan" ucap keyla tersenyum tipis.
(maaf aku terpaksa bohong ian).batin keyla
"Ou.. "
"Oya key kamu tau gak brayen katanya mau pindah sekolah 3 hari lagi" ucap ian
Keyla sempat terkejut ketika dia bahas brayen "apa dia tau kalau brayen yang kirim pesan ya. Kenapa tiba tiba dia bahas soal brayen di saat kita berduaan". Ucap keyla
tanpa pikir panjang aku pun mencoba jawab tanpa ragu. Agar ian tidak mulai curiga padanya.
" memangnya dia mau pindah kemana?"ycap keyla masih dengan nada datanya. Ia masih terlihat sangat marah.
" dia mau ke landon sekalin nanti lulus sekolah dia juga rencana kuliah di sana" kata ian
" ya bagus tu untuk masa depan dia jauh lebih baik" ucap keyla. Tanpa ekspresi di wajahnya.
Hingga mereka sampai dibandara.
" kamu tunggu sini dulu gak papa kan kupu kupu kecilku" ian mendekat dan mencium kening keyla dan langsung turun dari mobil.
Keyla masih terlihat cemberut dengan wajah datarnya.
" aku cuma sebentar kok jangan cemberut terus kasihan tu bibir manismu di buat cemberut terus" ucap ian menggoda keyla.
Belum sempat aku jawab dia sudah melangkah pergi,
Entah apa yang ada di pikiran keyla. kenapa otakku ingin buka ponsel dan mencoba melihat pesan daei brayen lagi. Ia segers membalas pesan itu.
"Aku balas gak ya pesan dia"batin keyla.
Ia sudah mulai ragu mau balas pesannya atau tidak. ku hitung dengan kancing bajuku yang berjumlah 5. Mulaindari atas sampai bawah.
"Balas, gak , balas, gak, balas," ucap keyla
"Apa aku balas saja ya, tapi aku harus balas gimana" batin keyla. Ia termenung dan mulai berfikir sejenak.
Aku pun memainkan jari jariku di antara huruf mengetik beberapa kata untuk membalas pesannya.
~Pesan keyla
"Aku lagi jalan sama ian, maaf jangan ganggu aku. Nanti jika ada waktu kita akan bertemu kemabali" ucap keyla.
"Sebenarnya bukan maksud apa apa aku hubungi kamu key aku hanya mau pamitan sama kamu, bentar lagi aku akan pergi dan ingin sekali ku bertemu denganmu sebelum aku pergi .tapi gak mungkin juga karna sekarang di sisi kamu hanya ada ian.mungkin ini keputusanku pergi ke landon jadi udah gak ada lagi pengganggu hubunganmu sama ian. Ucap brayen dalam pesan itu
"Semoga kamu bahagia sama ian key. Sampai bertemu lagi kelak nanti key. Jaga diri kamu dan selalu jaga kesehatan jangan sakit ya" pesan ke dua dari brayen.
-0-0-0-
Brayen hanya termenung duduk sendiri di dalam kamar membaca pesan darinya. Ia merasa keyla sudah pergi jauh darinya. Ia teringat saat manis pertama bertemu dengan keyla dulu. Pertemuan yang sangat indah membuat dia tidak bisa melipakan itu semua.
Terdengar ketukan pintu dari luar membuatnya tersadar dari lamunannya. "Masuk " teriak brayen.
" maaf tuan omma sudah menunggu kamu di ruang makan, dia bilang ada acara makan malam untuk merayakan kedatangan seseorang hang mereka kenal dari kecil.