NovelToon NovelToon
BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE

Status: tamat
Genre:Kehidupan Tentara / Perperangan / Persaingan Mafia / Dokter Ajaib / Dunia Masa Depan / Zombie / Roman-Angst Mafia / Action / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 5
Nama Author: Margaret R

Sebuah pandemi menghancurkan kehidupan manusia. Jennifer Gothard seorang perawat militer yang sedang mengejar gelar CRNA menyangka kehidupannya membaik. Dia menemukan cintanya dan dia menjalani kehidupan yang diinginkannya.

Tapi hidup tak pernah sempurna. Hidupnya akan menjadi sebuah medan perang uang harus dia perjuangkan setiap harinya.

Hanya agar dia bisa bertemu dengan orang yang dicintainya kembali. Sebuah mutasi parasit menginfeksi otak manusia membuat otak sepenuhnya rusak dan hidup mereka hanya berdasarkan insting mencari makanan.

DEFCON 3 diberlakukan, para perawat dan dokter militer disebar ke daerah terdampak, zona hitam dimana para infected mengancam hidupmu, semua orang panik, semua orang kehilangan seseorang. Hidupnya tak akan pernah sama lagi bagi semua orang. Dan bersama teman-temannya dan bersama seisi dunia dia berjuang.

Ini adalah BATTLEFIELD OF LOVE.
Fight for your Life, Fight for your Love

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Margaret R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25. Infected Breaches 2

Penguncian level berlangsung sepanjang malam hingga pagi. Untungnya kami tidak menerima pasien emergency.

Sepanjang malam keamanan berkeliling komplek memastikan bahwa kami tidak kemasukan infected lagi. Dibagian barat ada pagar yang rusak sistem listriknya dan diterobos oleh infected.

Walaupun sudah diperbaiki tapi sukses mengakibatkan kami semua hanya tertidur beberapa jam saja karena ketakutan.

Aku mengambil perkerjaan di ruang isolasi yang lebih  tidak mensyaratkan bergerak terlalu banyak untuk kakiku yang cedera. Aku bekerja dengan satu perawat lainnya.

Aku melihat satu-satunya pasien kami. Tampaknya tidak ada catatan dia infeksi di chartnya. Suhu tubuhnya stabil walau dia mengeluh sedikit sakit kepala kemarin.

"Hallo Bobby, ingat padaku..." Aku menyapanya di awal pagiku untuk memeriksa kondisinya.

"Ohh kau perawat yang ada di ER, ..." Ternyata dia masih mengenaliku.

"Benar sekali, ternyata kau masih mengingatku. Kau merasa baik?"

"Aku baik-baik saja..." Aku melihat matanya, merah. Kenapa matanya merah? "Hanya aku cepat merasa haus belakangan, entah kenapa... Aku selalu memikirkan jus merah strawberry atau apapun yang merah enak."

Kenapa aku merinding sekarang? Tapi dia tidak panas sama sekali, tunggu dulu tiba-tiba ada ledakan  di Pleasant Groove, mungkinkah sebagian mereka tidak punya tanda panas atau muntah.

"Aku akan mengambil obatmu dulu..." Sial aku meninggalkan pisauku di meja perawat. Harusnya aku membawanya!

"Obat apa? Boleh aku minta jus strawberry Nona  perawat...."

"Tentu saja... Akan kuambilkan. Tunggu disana..." Aku berjalan ke ruang perawat, tapi dia juga ikut turun.

"Kau mau kemana?" Aku masih mencoba tenang dan menghadap ke arahnya. Dia maju selangkah aku juga mundur selangkah. "Kau tidak bisa ikut keluar kamar, aku akan mengambilkannya untukmu... " Aku memegang pulpenku. Ini bisa jadi senjata darurat.

"Aku rasa aku akan mengikutimu mengambilnya..." Dia tetap maju.

"KAU TAK BOLEH MAJU LAGI!" Bentakanku kerasku sejenak menghentikannya. Dan membuat rekanku Luisa melihat kearahku.

"Kenapa..." Air liurnya menetes sekarang. Sial! Dia jadi infected! Aku bersiap.

"Luisa, code red!" Teriakanku bergema diruangan itu. 

Gerakan Luisa memencet tombol panik  langsung terjadi dibelakangku. Dan dia dengan kecepatan tinggi dan rahangnya langsung mengganga ke arahku. Aku langsung terjatuh karena dia melompat kearahku dengan begitu cepat. 

Luisa berteriak ngeri dan aku mulai berjuang untuk hidup.

Aku  reflek berusaha mencengkram lehernya menahan rahangnya yang mulai mengangga tidak mencapaiku dan tambahannya aku berusaha keras agar air liurnya tak mengenai wajahku. 

Sementara jari-jarinya berusaha membuka kuncian lenganku terbuka. Aku beruntung memakai baju lengan panjang jika tidak aku akan menderita luka gores cukup parah nampaknya. Sial! 

Kumiringkan lenganku dan kuarahkan kakiku untuk mendorongnya ke samping dengan teknik yang diajarkan di pelatihan. Dia terdorong ke samping. 

Suara seseorang datang menyelamatkanku kemudian. 

"Pasiennya dia Infected!" Luisa berteriak histeris dan aku harus bertahan sebentar lagi. 

Suara tembakan menyelamatkan nyawaku kemudian. Kepalanya tertembus peluru terpental kebelakang dan aku menendang tubuhnya menjauh. Aki merangkak menjauh dengan tangan gemetar kemudian mengetahui aku lolos dari lubang jarum maut. 

"Jen!" Luisa menghampiriku.

"Luisa disinfectan!" Luisa dengan cepat mengambil semprotan disinfectant  dan menyemrotkannya ke mukaku. Dan aku menuangkannya sekaligus untuk  aku membersihkan mukaku dari percikan cairan infected tadi dengan bantuan tissue.

Mukaku langsung panas terkena cairan disinfectant kuat itu.

Tentara lain dan dokter datang kemudian. Dan aku bisa berdiri kembali dan duduk

"Apa yang terjadi! Jennifer kau baik-baik saja!?" Mayor Joseph langsung tercengang melihat pasien yang sudah ditembak dan terkapar.

"Detektor antibodiesnya tidak berhasil dok, ada varian lain yang tak bisa kita deteksi. Dia bahkan tidak menunjukkan gejala peningkatan suhu tubuh. Hanya matanya yang memerah dan sakit kepala! Test antibodiesnya bahkan negatif " Aku menjelaskan apa yang terjadi.

Kami biasa mendeteksi keberadaan parasitnya dengan mendeteksi antibodi khusus yang dihasilkan tubuh saat parasit itu masuk. Dan entah bagaimana evolusi parasit ini bisa dengan sempurna mengelabuhi tubuh manusia.

Jika begitu test yang negative belum tentu negatif. Kami harus mencari cara mengenali siapa yang positive secepatnya.

"Bilang CDC untuk segera datang kemari! Dan jelaskan apa yang kita temukan.." Dia memerintahkan salah seorang assistennya.

"Kalian baik-baik saja?" Dia melihatku dan Luisa.

"Yes Sir!" kami menjawab berbarengan.

"Ceritakan padaku kejadian lengkapnya...." Aku dan Luisa bergantiam bicara tentang apa yang kami alami sekarang sementara Mayor Joseph dan yang lainnya terdiam mendengar kami.

"Kau dan Luisa istirahat. Syukurlah kalian baik-baik saja. Pràjurit segera sterilkan ruangan ini. Aku akan mengurus sisanya dengan CDC. Mungkin keterangan kalian diperlukan nanti."

Aku dan Luisa kembali ke ruangan istirahat kami. Aku membuka semua pakaianku dan mandi membersihkan diri. Berusaha mengenyahkan bayangan menganggu pergulatan tadi, kemudian dan duduk di ruang istirahat dengan Lily yang juga tampaknya sama schoknya dengan aku.

James dan Andrew tiba kemudian.

"Kalian menghadapi infected?!" Mereka menanyai kami yang sebenarnya tak berniat membicarakannya.

"Iya... pasien yang kita amputasi, dia sudah tewas." Aku memberikan keterangan pasti.

"Tidak ada tanda mereka terkena, bahkan chartnya hanya menunjukkan sakit kepala..."

"Benar sekali bahkan dia bisa bicara denganku dan meminta jus strawberry, lucu sekali bukan. Sebelum air liurnya menetes melihatku..."

Dan aku tertawa sekarang. Karena merasa lucu dia bisa bertanya soal jus strawberry.

Apakah sekarang aku tertawa disaat yang salah.

Sepertinya aku perlu memastikan hasil tesku negativ.

Jangan-jangan aku juga terkena virusnya?

1
siti salamah
saya baca ulang cerita ini, entah yang ke berapa kali nya,, semoga Author nya khilaf balik ke NT lagi🤭🤭
siti salamah
Baca lagi karya Kaka Author ini,
Lala Lisa
Ini penulisnya orang medis ya?
PHSNR👾
mampur 😍😍
PHSNR👾: duuh typo, mampir maksudnya 😅
total 1 replies
ms. yati74
Luar biasa
GegeSter
jangan² titisan keluarga Greene yg sama kaya di Alexa 🤣
Muti 🍭
bikin emosi banget benerann dah, dari awal munculnya anak itu emang udah ga srek🗿
Istichomah Adja
good job
Dyah Oktina
👏👏👏👏👏👏😍 happy end... 👍🏻
Dyah Oktina
bolak-balik montreal moskow kali ya.... Bukan montreal canada... kan emang d canada
Dyah Oktina
bukannya art nya alex namanya maria? apa art baru thor... 🤭✌️🤭
Dyah Oktina
paman d moskow... apa paman d paris????
GegeSter: ini maksudnya kalo alex-monic punya anak, anaknya punya paman sergie di paris..
#ide paman siap membunuh ponakan yg bahkan belum eksis.. 🧐
total 1 replies
Dyah Oktina
😭😭😭😭😭😭😭
Dyah Oktina
waduh...
Dyah Oktina
kenapa ngak d rekam semua pembicaraan antara ibu & anak tiri juga dgn adiknya/sergei.. kan ada waktu u alex mempersiapkan semuanya... jd paling ngak ada bukti.. sedikitnya
Dyah Oktina
iya yg betul gillian & eliza
Dyah Oktina
iya betul... lebih baik terus terang... mungkin malah dpt dukungan dari gilbert
Dyah Oktina
ahhh... meleleh ...baca nya... ❤️
Dyah Oktina
bagaimana mau jd kekasih hati... kan ngak boleh ngerayu... hanya boleh jd teman... makanya kla suka bilang aja duluan monica..
Dyah Oktina
eliza thor.... bukan monica... typo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!