Lima tahun yang lalu, Alex dipaksa untuk mengorbankan diri demi keluarganya. Lima tahun yang lalu, pemuda dengan masa depan gemilang itu dijebloskan ke penjara oleh keluarganya sendiri. Tunangan dan orang-orang terdekat berpaling darinya dan melabelinya sebagai aib dari keluarga Wealthy, keluarga terkaya dan paling berpengaruh di dunia.
Namun mereka yang berpaling tidak mengetahui rencana Alex untuk membalas mereka. Dengan sistem dalam kendalinya, ia akan menjadi sosok tiada tanding yang akan menuntut balas kepada mereka semua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kaze Riku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Alex menyipitkan matanya pada Rudi, "Apakah semua informasi ini anda konfirmasi dengan menggunakan data yang saya curi lima tahun yang lalu."
"Itu benar," Rudi sama sekali tak membantah, "Selama ini, saya hanya memiliki laporan dari ibumu tanpa ada bukti yang jelas. Bahkan saya sebagai salah satu pimpinan tertinggi di militer negara ini tidak bisa bergerak begitu saja tanpa adanya bukti atau klaim untuk dilaporkan kepada atasan saya."
Gwen yang mendengar ini juga menghela nafas pasrah, "Bukti yang didapat dari cara yang ilegal tidak dapat digunakan dalam persidangan sehingga anda tidak dapat menggunakan semua data yang Alex curi dari villa tersebut bukan ?"
Rudi menggaruk kepalanya frustasi, "Anda berdua juga harus paham bahwa untuk menghadapi kultus ini jalur legal akan sangat tidak efektif. Tidak hanya mereka telah menempatkan orang-orang mereka, tapi hasil dari cara legal juga tidak akan bersifat permanen. Berapa lama kita bisa menahan orang-orang ini di penjara atau bahkan apakah penjara cukup untuk menahan orang-orang ini ?"
Alex mengerti rasa frustasi Rudi karena ia mulai merasakan hal yang sama. Orang-orang ini bertanggungjawab atas kematian orang tuanya. Di dunia yang ideal tanpa adanya kultus, Alex masih akan memiliki kedua orang tuanya dan memiliki status sebagai tuan muda keluarga Wealthy.
Matanya menatap lurus pada Rudi, "Jadi apa yang yang anda ingin kami lakukan selanjutnya pak ?"
Gwen juga ikut menatap Rudi dengan serius. Setelah ayahnya mendapatkan pengasingan ke timur tengah dan hubungan asmaranya dengan Alex, wanita itu sangat menyadari posisinya sekarang.
Keduanya menduga dengan semua informasi yang diberikan Rudi, misi selanjutnya akan langsung berhubungan dengan menekan kekuatan kultus ini. Namun siapa yang menyangka Rudi hanya menggelengkan kepalanya lemah.
"Tidak ada yang perlu kalian lakukan," Rudi menjelaskan lebih lanjut setelah melihat ekspresi terkejut dari pasangan tersebut, "Saya hanya memberikan informasi ini agar kalian, terutama kamu Alex, memahami apa yang telah terjadi pada orang tuamu."
Untuk pertama kalinya tatapan tegas dan keras Rudi melunak, ia menepuk pundak Alex dan memberikan wejangan selayaknya seorang kakek, "Saya tidak pernah berniat untuk menyerahkan urusan kultus dan keluarga Wealthy kepada anda. Pelatihan yang saya berikan kepada kalian selama lima tahun ini hanyalah bermaksud agar kalian dapat memahami dan menghindari bahaya di masa depan."
"Bagaimana bisa begini ? Anda tak bisa mengharapkan saya hanya akan tinggal diam setelah mengetahui semua informasi ini bukan ?" protes Alex keras.
"Kamu salah!" ujar Rudi, "Saya mengharapkan kamu berpikir rasional dan tidak jatuh pada niat impulsif untuk balas dendam."
Sebelum Alex protes lebih lanjut, Rudi mengangkat tangannya dan berbicara lagi, "Saya tak ingin mengulangi kesalahan yang sama dengan Cynthia. Ia juga sepertimu yatim piatu yang saya temukan saat sedang bertugas."
Pria tua itu terdiam sejenak dan menatap pada Gwen, "Anda sudah menemukan pasangan dan usia kalian tepat. Bagaimana jika kalian berpikir untuk jangka panjang saja ? Serahkan urusan ini kepada saya yang sudah tua dan berpengalaman."
Kali ini tatapannya kembali kepada Alex, "Jangan membuat kesalahan yang sama seperti apa yang orang tuamu lakukan. Sebagai anak, kamu harus memiliki kehidupan yang lebih baik dibandingkan orang tuamu. Dengan begini, jikapun saya pergi dari dunia ini, saya masih memiliki muka untuk bertemu dengan Cynthia nantinya."
Alex tak memiliki respon atas kata-kata Rudi barusan. Wejangan dari pria yang ternyata merupakan kakek dari sisi ibunya ini membangkitkan kenangan masa lalunya selama di panti asuhan. Pemuda ini dapat mengingat dengan jelas sekarang sosok Rudi selama di panti asuhan. Rudi yang saat itu ia kenal sebagai direktur panti asuhan adalah pria yang sibuk dan hanya bisa datang mengunjungi panti asuhan beberapa kali dalam sebulan. Namun, Alex tak melupakan bahwa setiap kunjungannya, Rudi selalu menyempatkan waktu untuk mengundang para anak panti untuk makan malam bersama di tempat yang sederhana. Setelah menyadari status Rudi juga Alex menyadari bahwa setiap makan malam bersama ini mereka memiliki kebiasaan untuk menceritakan hari mereka dan Rudi selalu menempatkan fokus lebih pada apa yang akan diceritakan Alex. Sebelum mengetahui status Rudi sebagai kakeknya, Alex berpikir Rudi lebih fokus kepada dirinya karena kecerdasan dan prestasi yang membanggakan nama panti mereka. Siapa yang sangka ternyata itu adalah bentuk kepedulian dari kakek yang selama ini tak dikenalnya. Untuk pertama kalinya mendapat kepedulian dari sosok yang merupakan bagian anggota keluarganya, Alex tak tahu harus bereaksi seperti apa.
Hal tersebut berbeda dengan Gwen. Ia adalah wanita yang dibesarkan seorang diri oleh ayah yang merupakan inspektur kepolisian dengan rasa keadilan yang tinggi. Asuhan ini menanamkan rasa peduli akan keadilan yang tinggi dalam diri Gwen.
"Pak Rudi, saya mengerti dengan kepedulian anda," Gwen memulai dengan menunjukkan rasa hormat yang pantas didapatkan oleh pria tua tersebut. Rudi tak hanya menyelamatkan nyawanya dan membantunya tetap dapat berhubungan dengan ayahnya, tetapi juga merupakan kakek dari kekasihnya. Jika hubungannya dengan Alex berjalan dengan mulus, itu bukanlah omong kosong untuk mengatakan bahwa Rudi adalah calon kakek mertuanya. Oleh karena itu, Gwen sangat menghormati pria tua di hadapannya.
"Namun anda harus memahami juga bahwa kami tidak bisa tinggal diam dan meninggalkan ini kepada anda," Gwen melanjutkan sebelum Rudi dapat protes, "Alex telah kehilangan keluarganya dan anda adalah satu-satunya yang tersisa yang masih peduli kepadanya. Tolong berikan Alex waktu anda di masa depan."
Rudi menatap tak percaya pada Gwen. Ia tentu memahami apa yang dimaksud oleh wanita tersebut. Tatapan pria tua itu beralih kepada Alex yang juga sempat memberikan reaksi yang sama dengannya saat mendengar kata-kata dari pacarnya. Namun ketika menyadari Rudi menatapnya, Alex mengangguk mantap dan menunjukkan dukungan atas apa yang barusan dikatakan pacarnya.
"Baiklah, kalian dapat mengambil bagian dari misi ini," Rudi mengangkat tangannya untuk mencegah pasangan di hadapannya ini terlalu antusias dan memperingatkan, "Namun, saya hanya akan menerima ini dengan syarat kalian tidak menempatkan diri kalian pada garis terdepan untuk melawan kultus. Kalian tidak dapat menggoyahkan pendirian saya tentang hal ini."
Alex dan Gwen bertukar pandangan dan mengangguk puas.
"Saya sepakat dengan pengaturan ini. Hal ini juga sejalan dengan tujuan saya untuk membalas perbuatan keluarga Wealthy," ujar Alex.
Rudi menghela nafas dengan obsesi Alex untuk membalas keluarga Wealthy, namun tak menghentikannya. Lima tahun yang lalu dengan sumber daya yang terbatas, Alex mampu membalikkan jebakan yang disiapkan untuknya menjadi senjata untuk menyerang balik keluarga Wealthy. Sekarang dengan pelatihan dari militer dan semua perencanaan atas aset-aset yang Alex warisi dari ayahnya, Rudi tak yakin keluarga Wealthy dapat bertindak sembarangan.
"Kamu dapat menjalankan sesuai yang kamu inginkan terkait keluarga tersebut."
Alex mengangguk puas dan bersiap untuk pergi namun Rudi meninggalkan pesan terakhir, "Ah, mungkin kamu telah mengetahui bahwa Liam telah menjadi kepala keluarga sementara karena Paul sedang kritis di rumah sakit. Saya tidak tahu apa yang kamu akan lakukan kepada mereka namun informasi ini mungkin berguna."
Informasi tentang Liam menjadi kepala keluarga Wealthy tentunya telah Alex ketahui setelah menyusup ke villa pribadi keluarga tersebut beberapa jam yang lalu. Namun, ia baru mengetahui bahwa hal ini terjadi karena Paul sedang kritis sekarang. Informasi ini akan sangat berguna untuk rencananya ke depan. Dengan senyuman tulus, Alex mengucapkan terima kasih kepada kakek sejatinya dan meninggalkan pangkalan militer tersebut. Sekarang, rencananya untuk balas dendam kepada keluarga Wealthy akhirnya dimulai.
jelaskan yg penting2 saja jangan sampai panjang2 jadinya percakapannya kuranh