NovelToon NovelToon
Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka

Status: tamat
Genre:Anak Kembar / Single Mom / CEO / Tamat
Popularitas:4M
Nilai: 4.6
Nama Author: ririn dewi88

Menikah adalah impian semua orang termasuk aku, tapi semuanya hancur saat perempuan itu datang. Lalu calon ibu mertuaku yang ikut campur apakah aku bisa melalui semua itu ?

Perempuan itu begitu licik, dia melakukan berbagai cara untuk memisahkan aku dan Adnan. Sama seperti mamahnya Adnan mereka memang kerja sama.

Aku difitnah habis-habisan oleh mereka, sampai-sampai aku harus pergi dan membawa mereka dengan tujuan yang tak tentu.

Sedangkan ibu ku sendiri, dia mengusirku dan menyumpahi ku mati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ririn dewi88, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

"Sayang kita harus pulang sekarang, ada masalah di kantor aku tidak bisa menundanya lama-lama jadi kita tunda dulu ya bulan madunya tidak masalah kan"

"Aku tidak masalah, nanti saja " Ayana mengusap rambut suaminya dan turun mengusap pipinya.

"Terima kasih sayang karena kamu sudah mengerti'

"Sama-sama aku akan membereskan pakaian kita dulu ya "

Adnan menganggukan kepalanya, Adnan kembali sibuk dengan laptopnya sedang Ayana membereskan semua pakainnya.

"Sudah semuanya, tinggal pulang "Ayana juga sudah berganti pakaian.

"Sayang, ayo aku sudah membeberkan semuanya mau pulang sekarang "

Adnan menatap istrinya dan tersenyum "Mari sayang, kita pulang ya. Aku sudah menyiapkan segalanya untuk kamu "

Adnan merangkul pinggang istrinya dan mengecup pipinya dengan mesra "Sini biar aku yang bawa kopernya sayang "

Adiba hanya menganggukan kepalanya, Adnan mengambil alih dan kopernya dan memasukannya kedalam mobil.

...----------------...

"Adnan kamu membeli rumah yang sangat besar lagi.

Kenapa tidak membeli rumah yang sederhana saja. Kita hanya tinggal berdua, aku malah jadi takut kalau misalnya kamu ga ada aku takut "

Adnan memeluk istrinya dari belakang dan mencium pipinya "Kenapa aku suka rumah seperti ini, aku sudah bilang kan nanti kita akan punya anak dan aku tidak mau sampai kita pindah rumah lagi pindah rumah lagi, lebih baik ini saja jadi kita akan terus menetap di sini sayang tak akan pindah kemana-mana"

"Hemm, yasudah lalu apakah akan ada orang yang tinggal lagi disini Adnan. Aku benar-benar tidak mau kalau sendiri saat kamu nanti lembur "

"Tidak sayang nanti ada pelayan dan juga ada satpam, kamu tenang saja kamu tidak akan kesepian. Aku ga mungkin biarin istri cantikku ini sendirian "

Ayana membalikan badannya dan menatap suaminya "Tapi aku masih boleh bekerja kan, aku masih ingin bekerja "

Adnan menggelengkan kepalanya "Tidak kamu tidak boleh bekerja, kamu harus diam di rumah sudah tidak usah memikirkan pekerjaan. Aku kan ada jadi kamu ga usah cape-cape kerja "

"Tapi kan kita sedang menyembunyikan pernikahan kita, aku tidak mungkin tiba-tiba keluar begitu saja aku harus bekerja. Kalau aku tidak bekerja mereka akan curiga padaku "

Adnan menghembuskan nafasnya dengan pelan "Baiklah jika itu kemauanmu, tapi jika ada apa-apa aku tidak mau sampai kamu bekerja lagi"

"Tentu nanti kalau aku sudah mengandung aku tidak akan bekerja lagi, aku akan terus ada di rumah aku janji itu sama kamu "

"Baiklah sayang. Bukannya aku tidak mau berlama-lama denganmu, tapi aku harus pergi ke kantor sekarang maafkan aku ya. Nanti aku akan pulang pokoknya aku akan terus mengabari kamu lebih baik kamu istirahat. Kamar kita ada di lantai 2 paling ujung"

"Baiklah hati-hati dijalan"

"Iya sayang"

Setelah mencium seluruh wajah istrinya Adnan pergi dari rumah itu untuk pergi ke kantor, mengurus masalah yang katanya sangat genting sekali.

Ayana yang memang selama ini tidak menyalakan ponselnya segera menyalakannya, banyak sekali panggilan tak terjawab dari ibunya dari Lili dari Fabian semuanya banyak yang menelpon Ayana.

Baru saja Ayana akan menyimpan ponselnya, ponselnya itu sudah berdering ibunya menelfon pasti ibunya ingin minta uang. Ayana yang tidak mau sampai nanti ibunya membuat masalah mengangkat teleponnya.

"Halo ada apa Bu"

"Ada apa ada apa kamu ini gila Ayana, kamu ini udah ga pulang beberapa hari mikir ga sih kamu punya otak ga sih sebenarnya. Tinggalin rumah tapi ga kasih uang sedikitpun sama ibu kamu ini, punya perasaan ga sih"

Benarkan apa yang Ayana pikirkan, ibunya pasti menelepon hanya untuk menanyakan uang bukan menanyakan kabar Ayana bukannya bertanya keadaan Ayana, apakah Ayana baik-baik saja, di mana kenapa pergi ada masalah apa, tidak ibunya tidak akan peduli dengan semua itu. Memang ibunya ini benar-benar.

"Maaf Bu Ayana masih waras dan Ayana juga tidak gila. Jadi ibu bisa sedikit tenang gak kalau bicara sama Ayana. Bisa ga bu ga sambil marah-marah kayak gini Ayana juga punya hati Bu "

"Alah punya hati punya hati. Makanya kalau nggak mau dimarahin kayak gini itu kasih uang, ibu itu butuh buat makan kamu juga harusnya pulang ke sini, ga ada yang masak nggak ada yang beres-beres rumah. Kamu ini gimana sih jadi anak, kalau mau pergi itu simpan uang di sini jangan tiba-tiba pergi menghilang kayak gitu aja, ponsel kamu juga sama ga aktif, semuanya ga aktif "

"Nanti Ayana kirim uang sama ibu "

"Ibu maunya sekarang bukan nanti, Ibu minta uangnya sekarang dimana kamu sekarang ibu susulin, ibu ambil uangnya harus dua kali lipat dari sebelumnya 6 juta pokoknya"

"Maaf Ayana cuman bisa kasih 3 juta seperti biasanya, kan 1 bulan sekali Ayana kasih 3 juta bu bukan 6 juta"

"Pokoknya Ibu mau 6 juta ga mau kurang dari itu. Kamu itu kerja emangnya buat siapa, kamu harus balas budi sama ibu karena Ibu telah sekolahin kamu, urus kamu. Kamu harus sadar diri Ayana, kalau ga ada ibu kamu ga akan hidup Ayana kamu mungkin sudah mati "

"Aku ngerti kok Bu, tapi setidaknya bagi-bagi tugas ga aku aja yang kasih uang, bukannya aku perhitungan tapi seenggaknya kalau aku nggak ngasih atau aku belum ngasih Ibu bisa minta dulu sama Kak Arman atau sama ayah kan ada mereka juga sama-sama kerja kan. Di sini bukan aku aja yang kerja Bu"

"Banyak alasan kamu ini, selalu saja seperti itu. Cepat pulang berikan Ibu uang, mau pergi kemanapun nanti tapi uang harus terus mengalir pada ibu ingat itu Ayana"

Telfon langsung dimatikan oleh ibunya Ayana hanya bisa memijat keningnya, rasanya pusing sekali. Ibunya kenapa harus seperti ini. Kenapa Ibunya egois kenapa Ibunya perhitungan selalu saja itu yang ada di pikirannya itu.

Ayana membuka tasnya dan melihat mas kawin yang Adnan berikan, ada uang dan juga Mas. Ayana akan simpan semua ini karena Ayana entah kenapa punya firasat buruk, takut-takut nanti orang tua Adnan akan melakukan sesuatu Ayana masih punya pegangan kan.

Nanti Ayana akan menyimpannya di tempat aman, semoga saja firasat buruk itu tidak akan pernah terjadi, semoga saja rumah tangganya bersama Adnan baik-baik saja dan Mamanya Adnan juga bisa menerimanya dengan baik setelah adanya pernikahan ini.

Ya doa kan saja semoga semuanya akan baik-baik saja. Tak akan mungkin kan ibunya Adnan akan seperti itu terus.Pasti akan ada berubahnya tak akan keras kepala terus.

1
Fitrian
cuiiiiiihhhhh pelacuurrrrr busuuukkkkk🖕
Fitrian
cuiiiiiihhhhh pelacurrr busuukkk sampai ke abunya🖕🖕
Nengsih Farihan
Luar biasa
Dyah Ernawati Asmuri
ceo ny agak kurng cerdas krn cinta
Rafanda 2018
hhhhhh,,,banyak orang masa ga ada yg denger fira teriak marah
Jumiati Mia: kan rumahnya gede jd gk dengar bisa aj denger tp cuek
total 1 replies
Zuba Sng
Luar biasa
ibeth wati
satu persatu yg nyakitin Ayana dah mulai otw menuju taubat tinggal keluarganya sendiri yg blom sadar
ibeth wati
semua orang punya kesempatan kedua ketiga bahkan keempat asal bisa bener" bertaubat ..semoga Fira segera sadar
ibeth wati
kasian Kamila sejak kecil SDH hidup sengsara dia harus mencari jatidirinya sendiri Adnan emang baik tp TDK mendidik hny memanjakan disaat Kamila kehilangan Adnan bnyak yg menghujat sekarang dah mulai baik dgn Rio datang Fira membuat bimbang semoga Kamila TDK terpengaruh dgn nenek lampir satu ini
ibeth wati
baguslah mama Linda SDH tobat semoga kebelakangya bener" tobat dan TDK ada drama" lg
ibeth wati
walau berubah takutnya akan terpengaruh dgn drama Fira seperti papinya Fira walau SDH kembali kjln yg benar tetap saja sempat terpengaruh kan dgn drama gilanya si fira
ibeth wati
waduh klo kerjasama dgn Kamila takutnya Adnan TDK bisa tegas secara Adnan kan sayang Kamila bisa jadi kejadian berulang nih cuma beda tokoh dulu Adnan gak bisa bela Ayana dr Fira apakah sekarang jg sama Adnan g bisa bela kembar dr Kamila ..haduhh lanjut baca g sih takut" sedap nih
ibeth wati
semoga saja Adnan jg bisa setegas Rio jika sudah tau keadaan fira
ibeth wati
sukurinbtuh mama Linda diusir kan sama mertua beruntung cuma diusir TDK di fitnah dikhianati dan dilecehkan
ibeth wati
kasian pembantunya
ibeth wati
klo emang Rio sangat cinta istrinya trus kenapa selingkuh ..mungkin istrinya bisa Nerima Kamila Krn Kamila lahir seblom nikah denganya tapi setelah msh ad perselingkuhan disitu pasti sulit bagi istri Rio buat nerima
ibeth wati
bilangnya menyesal si adnan tp masih sakit hati dgn ucapan Melisa harusnya Berbenah diri
ibeth wati
heh Adnan berani kali kau bilang anak kau nakal
trus sebutan apa yg pantas buat kau bapak berandal gitu
ibeth wati
disini yg bikin gagal fokus kok Adnan selalu menyebut klo twins itu adiknya Kamila bukane harusnya twins itu LBH tua dr Kamila ya kan Adnan menikah dgn Fira stelah cerai dgn Ayana dan itupun Ayana yg pasti SDH isi bukan?
ibeth wati
Adnan itu egois saat melihat ketusnya sikap Melisa bilang apa yang Ayana ajarkan shg anaknya membencinya g punya kaca pak?
Rio jg egois blg istrinya egois Krn BS menerima Kamila dmn hatimu saat selingkuh dgn si emanya Kamila
dasar sifat lelaki dasarnya egois
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!