NovelToon NovelToon
Aku Mencintaimu

Aku Mencintaimu

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Diana Ana

Di bumbui Cerita 21++

Tak kusangka aku bisa mencintaimu.

Semenjak kejadian yang menimpanya malam itu. Arana harus kehilangan kesuciannya yang telah Ia jaga selama 23 tahun.

Karna kejadian yang meningpanya malam itu Arana harus menerima kenyaatan pahit. Kekasih yang sangat Ia cintai pergi meninggalkannya begitu saja.

Arana di perkosa oleh seorang
pemuda yang tidak Ia kenal.

Apakah Arana bisa menemukan pemuda yang telah merampas kesuciannya?...
Dan apakah Arana bisa membalas cinta orang yang telah merampas semuanya darinya? ketika pemuda itu mengatakan Aku Mencintaimu Arana.

Ikutin terus ya Cerita Cinta Manisku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diana Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Barang berharga Steven yang telah Arana lihat

Setelah selesai dengan urusan masing-masing kini Steven

berada di dalam kamar yang sama bersaama dengan Arana di dalam kamarnya yang

berada di rumah orang tuanya.

Arana melihat sekeliling dalam kamar Steven dan tidak

menemukan yang bisa di tempatinya untuk tidur malam ini. Arana berjalan

mendekat ke arah tempat tidur, lalu duduk sementara Steven berjalan masuk ke

dalam kamar mandi untuk segera membersikan diri.

Arana berjalan ke arah lemari pakaian Steven berharap Arana

akan menemukan sesuatu yang bisa ia gunakan untuk tidur malam ini. Arana mulai

mencari dan tidak menyadari kalau Steven telah berada di belakangnya dan

memperhatikan apa yang tengah di lakukannya.

“Huf,aku tidak menemukan sesuatu yang bisa aku gunakan untuk

tidur.” Arana kembali menutup pintu lemari dan berbalik badan namun wajahnya

tengah menabrak sesuatu. Iya Arana menabrak tubuh Steven yang kini tengah

bertelangjang dada di hadapannya “Steven.” Terkejut “Apa yang kamu lakukan di

belakangku?” Arana terlihat salah tingkah ketika mengatakan itu.

Melinhat tingkah Arana yang kini salah tingkah ketika

menabrak dadanya tersenyum sambil berkata. “Aku mau mengambil bajuku. Dan sekarang

kamu sudah terlanjur berada di depan lemari, sekarang kamu yang mengambilkan

aku ya.” Steven menaikkan kedua alisnya ketika mengatakan itu.

Arana yang salah tingkah mendengar ucapan Steven, langsung

berbalik dan kembali membuka pintu lemari dan meulai mencari baju yang akan

Steven kenakan untuk istirahat.

“Kamu mau pake yang mana Stev?” Arana mengatakan itu tampa

berbalik melihat ke arah Steven.

Steven yang mendengar perkataan Arana, langsung mengambil

bajunya yang tergantung di dalam lemari dan itu membuat tubuh keduanya saling

berdekatan, dan membuat jantung Arana berdetak lebih kencang dari pada

sebelumnya.

Arana selalu merasa ada yang aneh dengan dirinya , ketika

Steven tidak sengaja maupun di sengaja menyentuh tubuhnya, untuk menghilangkan rasa

gugupnya, Arana berjalan dan tampa sengaja tangannya menyentuh handuk yang

tengah melilit sempurna di pinggan Steven dan itu membuat handuk yang Steven

kenakan terjatuh sempurna di depannya.

“Auu. Stev.” Arana menutup kedua matanya dengan menggunakan

tangannya.

Steven yang melihat handuknya terjatuh, dengan segera

mengambil handuk tersebut dan kembali melilitkan di pinggannya sambil berkata.

“Arana, kamu mau ngapain?” tersenyum jail “Kamu telah

melihat harta yang paling berhargaku. Arana kamu harus tanggun jawab dengan apa

yang kamu lihat.” Steven tertwa setelah mengatakan itu. Meskipun merasa malu

karna Arana telah melihat barang berharganya namun untuk menghilangkan rasa

gugup Steven sengaja mengatakan itu.

“Apa-apaan kamu menyuruh aku tanggun jawab” sewot “Justru

kamu telah membuat mataku yang suci ini melihat sesuatu yang tidak harus aku

lihat.” Arana berolak pinggan di hadapan Steven ketika mengatakan semua itu.

Steven yang melihat wajah kesal Arana di hadapannya

terkekeh, sambil berkata. “Apa kamu masih mau melihatnya?” Steven memegan

pinggir haduknya dan itu membuat Arana berbalik badan sambil menutup kedua matanya.

“Stev, kenapa kamu jadi seperti ini.” Arana mengatakan itu

sambil membelakangi Steven.

“Memangnya aku seperti apa?” Steven mengatakan itu ketika

berada di dekat telinga Arana.

Dan itu membuat Arana merasa geli, dengan bisikan pelan

Steven di telinganya. Tampa berbalik Arana berkata. “Dasar mesum.” Arana

berjalan ke arah tempat tidur ketika selesai mengatakan itu.

Steven yang mendengar Arana mengatainya mesum, tersenyum

jail sambil berjalan ke arah Arana dan langsung mengankat tubuh kecilnya,

Sambil berkata. “Apa kamu bilang barusan? Kamu mengataiku mesum?” Steven

tersenyum jailketika selesai mengatakan itu.

Arana yang tiba-tiba tubuhnya di angkat oleh Steven merasa

begitu sangat terkejut, terkejut dengan apa yang tengah Steven lakukan padanya.

“Hei, apa yang kamu lakukan!” Arana Berusaha ingin turun

dari  atas gendongan Steven, dan tidak

menggubris apa yang baru saja Steven katakan padanya.

“Tidak! Aku tidak akan menurunkanmu, sebelum kamu menjawab

pertanyaanku.” Steven tetap berdiri di tempatnya sambil mengendong tubuh Arana

dengan gaya brydal Style.

“Memangnya apa yang aku katakan padamu?” menatap wajah

Steven yang kini semakin dekat dengan wajahnya. Arana pura-pura lupa dengan apa

yang baru saja di katakannya yang mengatai Steven mesum.

Karna melihat tingkah Steven saat ini, Arana sedikit takut,

takut Steven melakukan hal tidak di inginkannya, berhubung saat ini Steven

hanya mengenakan handuk itulah yang terlintas dalam pikiran Arana saat ini.

“Hem, aku tidak mengatakan apapun Stev, sungguh.” Arana

tersenyum manis melihat ke arah wajah Steven ketika mengatakan itu “Sekarang

kamu turunin aku ya. Stev yang baik, Stev yang tampan.”

Mendengar semua ucapan Arana, Steven pun berkata. “Baiklah.”

Menurunkan tubuh Arana dari gendongannya dengan begitu sangat pelan.

Arana yang turun dari gendongan Steven tersenyum melihat ke

arah Steven yang kini tengah memakai bajunya, Arana pun berkata. “Terimakasih

ya Steven yang baik, Steven yang tampan, Steven yang mesum.” Arana tertawa

melebar setelah mengatakan itu.

Dan itu membuat Steven langsung berbalik ke arah Arana yang

kembali mengatainya mesum. “Awas kamu ya. Gadis kecil, gadis pendek” Steven mengatai

Arana sambil berlari ke arah Arana yang kini tengah berlari naik ke atas tempat

tidur.

Arana berlari setelah melihat Steven berlari ke arahnya dan

terjadilah kejar mengejar di antara keduanya.

“Gadis kecil, gadis pendek! Kamu mau lari kemana?” Steven

mengatakan itu sambil mengejar Arana yang kini berlari menaiki tempat tidurnya,

dan ketika melihat Arana tidak jauh dari tempat berdiri Steven melompat karna

ingin menangkap Arana.

Sedangkan Arana yang memiliki tubuh kecil, begitu sangat

cepat menghindar ketika Steven melompatinya, Arana pun berkata.

“Wek, ngka kena-kena. Tangkap aku pemuda mesum.” Arana

kembali berlari ketika selesai mengatakan itu.

Mendengar kata mesum keluar dari mulut Arana, Steven kembali

berkata. “Awas kamu Arana, kalau aku sampai menangkapmu aku akan memperlihatkan

betapa mesumnya diriku.” Steven kembali berlari ketika selesai mengatakan itu.

Arana yang mendengar ucapan Steven lansung berkata. “Wek,

tidak takut, tidak takut, Wek.” Arana kembali mengelurakan lidahnya melihat ke

arah Steven yang kini tengah berhenti mengejarnya karna merasa begitu sangat

kelelahan.

“Sudah, Ara, aku sangat kelelahan.” Steven mengatur napasnya

dan memberi tanda kepada Arana untuk berhenti berlari dengan menikkan tangannya

sambil duduk di pinggir tempat tidurnya.

Arana yang melihat Steven mengatur napasnya berjalan ke

arahnya, sambil berkata. “Sudah tua sih, baru berlari segitu saja uda gos-gosan

seperti ini.” Arana kembali tertawa melebar di hadapan Steven sambil memutup

mulutnya dengan ke dua tangannya.

Mendengar ucapan Arana yang mengatainya, sudah tua. Dengan

segera Steven menangkap tangan Arana lalu berkata.

 “Aku sudah tua

menurutmu? Hem.” Steven mendudukkan tubuh Arana di atas pangkuannya sambil

memegan erat pinggulnya, Steven sengaja melakukannya karna ingin melihat wajah

Arana ketika terkejut. Karna menurutnya Arana terlihat begitu sangat lucu

ketika terkejut.

1
Iqbal Ika
bgus
Yesi Yupita
refleks nyanyi apa salah ibuku dirundung pilu
Winsulistyowati
Kasihan Thor...Moga Dia Tanggjwb Yo Thor Pd Arana..
🌻Ruby Kejora
di sini rupanya rame sekali Kak Salam kenal dan salam sukses buat kakak💐😄
bundan@ furqan
ika widya
udh lma bgt g up thor kn pnasaran dgn klnjutn crtany thor
Queenamila
tanpa thor bukan tampa
👸🏻🌹🎆Nana ConLey💫
akibat Michel jg yg terlalu ambisi merebut pcr org
alhasil skrg menderita hati dah 🤪🤪
Anita Rahayu
jgn lma2 upnya dah 1thun thor
Yanthi Chahya Yustikarini
seruuu
Ms Dahlia
alo.. aq mampir..
aq dah baca sinopsis, MW mau ralat dikit ya Thor🤭

usia kuliah S1 itu kalo dari tamat SMA itu rata2 18-22 tahun. kl udah 23 berarti mahasiswa abadi 😂
Cristin Tasinem
ayo lanjut Thor jangan kelamaan jeda nya
Liany Sayda
lanjut
Betty Yunita Yunita
Kira2 up ny masih lama ya thor....
Rommy Wasini Khumaidi
kenapa gk jujur aja sama steven,kalao ara diperkosa
Itoy Bintanx
kalo di pikir2 ini byk terkejut ny
Betty Yunita Yunita
Thor betapa ny jangan lama2 dong
Siti Sadiyah
lanjut
Siti Sadiyah
#####################
Eti Guslidar
aditya. hhhhhh
Eti Guslidar
suami yg penyayang.. mauuuuu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!