Di bumbui Cerita 21++
Tak kusangka aku bisa mencintaimu.
Semenjak kejadian yang menimpanya malam itu. Arana harus kehilangan kesuciannya yang telah Ia jaga selama 23 tahun.
Karna kejadian yang meningpanya malam itu Arana harus menerima kenyaatan pahit. Kekasih yang sangat Ia cintai pergi meninggalkannya begitu saja.
Arana di perkosa oleh seorang
pemuda yang tidak Ia kenal.
Apakah Arana bisa menemukan pemuda yang telah merampas kesuciannya?...
Dan apakah Arana bisa membalas cinta orang yang telah merampas semuanya darinya? ketika pemuda itu mengatakan Aku Mencintaimu Arana.
Ikutin terus ya Cerita Cinta Manisku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diana Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25. Barang berharga Steven yang telah Arana lihat
Setelah selesai dengan urusan masing-masing kini Steven
berada di dalam kamar yang sama bersaama dengan Arana di dalam kamarnya yang
berada di rumah orang tuanya.
Arana melihat sekeliling dalam kamar Steven dan tidak
menemukan yang bisa di tempatinya untuk tidur malam ini. Arana berjalan
mendekat ke arah tempat tidur, lalu duduk sementara Steven berjalan masuk ke
dalam kamar mandi untuk segera membersikan diri.
Arana berjalan ke arah lemari pakaian Steven berharap Arana
akan menemukan sesuatu yang bisa ia gunakan untuk tidur malam ini. Arana mulai
mencari dan tidak menyadari kalau Steven telah berada di belakangnya dan
memperhatikan apa yang tengah di lakukannya.
“Huf,aku tidak menemukan sesuatu yang bisa aku gunakan untuk
tidur.” Arana kembali menutup pintu lemari dan berbalik badan namun wajahnya
tengah menabrak sesuatu. Iya Arana menabrak tubuh Steven yang kini tengah
bertelangjang dada di hadapannya “Steven.” Terkejut “Apa yang kamu lakukan di
belakangku?” Arana terlihat salah tingkah ketika mengatakan itu.
Melinhat tingkah Arana yang kini salah tingkah ketika
menabrak dadanya tersenyum sambil berkata. “Aku mau mengambil bajuku. Dan sekarang
kamu sudah terlanjur berada di depan lemari, sekarang kamu yang mengambilkan
aku ya.” Steven menaikkan kedua alisnya ketika mengatakan itu.
Arana yang salah tingkah mendengar ucapan Steven, langsung
berbalik dan kembali membuka pintu lemari dan meulai mencari baju yang akan
Steven kenakan untuk istirahat.
“Kamu mau pake yang mana Stev?” Arana mengatakan itu tampa
berbalik melihat ke arah Steven.
Steven yang mendengar perkataan Arana, langsung mengambil
bajunya yang tergantung di dalam lemari dan itu membuat tubuh keduanya saling
berdekatan, dan membuat jantung Arana berdetak lebih kencang dari pada
sebelumnya.
Arana selalu merasa ada yang aneh dengan dirinya , ketika
Steven tidak sengaja maupun di sengaja menyentuh tubuhnya, untuk menghilangkan rasa
gugupnya, Arana berjalan dan tampa sengaja tangannya menyentuh handuk yang
tengah melilit sempurna di pinggan Steven dan itu membuat handuk yang Steven
kenakan terjatuh sempurna di depannya.
“Auu. Stev.” Arana menutup kedua matanya dengan menggunakan
tangannya.
Steven yang melihat handuknya terjatuh, dengan segera
mengambil handuk tersebut dan kembali melilitkan di pinggannya sambil berkata.
“Arana, kamu mau ngapain?” tersenyum jail “Kamu telah
melihat harta yang paling berhargaku. Arana kamu harus tanggun jawab dengan apa
yang kamu lihat.” Steven tertwa setelah mengatakan itu. Meskipun merasa malu
karna Arana telah melihat barang berharganya namun untuk menghilangkan rasa
gugup Steven sengaja mengatakan itu.
“Apa-apaan kamu menyuruh aku tanggun jawab” sewot “Justru
kamu telah membuat mataku yang suci ini melihat sesuatu yang tidak harus aku
lihat.” Arana berolak pinggan di hadapan Steven ketika mengatakan semua itu.
Steven yang melihat wajah kesal Arana di hadapannya
terkekeh, sambil berkata. “Apa kamu masih mau melihatnya?” Steven memegan
pinggir haduknya dan itu membuat Arana berbalik badan sambil menutup kedua matanya.
“Stev, kenapa kamu jadi seperti ini.” Arana mengatakan itu
sambil membelakangi Steven.
“Memangnya aku seperti apa?” Steven mengatakan itu ketika
berada di dekat telinga Arana.
Dan itu membuat Arana merasa geli, dengan bisikan pelan
Steven di telinganya. Tampa berbalik Arana berkata. “Dasar mesum.” Arana
berjalan ke arah tempat tidur ketika selesai mengatakan itu.
Steven yang mendengar Arana mengatainya mesum, tersenyum
jail sambil berjalan ke arah Arana dan langsung mengankat tubuh kecilnya,
Sambil berkata. “Apa kamu bilang barusan? Kamu mengataiku mesum?” Steven
tersenyum jailketika selesai mengatakan itu.
Arana yang tiba-tiba tubuhnya di angkat oleh Steven merasa
begitu sangat terkejut, terkejut dengan apa yang tengah Steven lakukan padanya.
“Hei, apa yang kamu lakukan!” Arana Berusaha ingin turun
dari atas gendongan Steven, dan tidak
menggubris apa yang baru saja Steven katakan padanya.
“Tidak! Aku tidak akan menurunkanmu, sebelum kamu menjawab
pertanyaanku.” Steven tetap berdiri di tempatnya sambil mengendong tubuh Arana
dengan gaya brydal Style.
“Memangnya apa yang aku katakan padamu?” menatap wajah
Steven yang kini semakin dekat dengan wajahnya. Arana pura-pura lupa dengan apa
yang baru saja di katakannya yang mengatai Steven mesum.
Karna melihat tingkah Steven saat ini, Arana sedikit takut,
takut Steven melakukan hal tidak di inginkannya, berhubung saat ini Steven
hanya mengenakan handuk itulah yang terlintas dalam pikiran Arana saat ini.
“Hem, aku tidak mengatakan apapun Stev, sungguh.” Arana
tersenyum manis melihat ke arah wajah Steven ketika mengatakan itu “Sekarang
kamu turunin aku ya. Stev yang baik, Stev yang tampan.”
Mendengar semua ucapan Arana, Steven pun berkata. “Baiklah.”
Menurunkan tubuh Arana dari gendongannya dengan begitu sangat pelan.
Arana yang turun dari gendongan Steven tersenyum melihat ke
arah Steven yang kini tengah memakai bajunya, Arana pun berkata. “Terimakasih
ya Steven yang baik, Steven yang tampan, Steven yang mesum.” Arana tertawa
melebar setelah mengatakan itu.
Dan itu membuat Steven langsung berbalik ke arah Arana yang
kembali mengatainya mesum. “Awas kamu ya. Gadis kecil, gadis pendek” Steven mengatai
Arana sambil berlari ke arah Arana yang kini tengah berlari naik ke atas tempat
tidur.
Arana berlari setelah melihat Steven berlari ke arahnya dan
terjadilah kejar mengejar di antara keduanya.
“Gadis kecil, gadis pendek! Kamu mau lari kemana?” Steven
mengatakan itu sambil mengejar Arana yang kini berlari menaiki tempat tidurnya,
dan ketika melihat Arana tidak jauh dari tempat berdiri Steven melompat karna
ingin menangkap Arana.
Sedangkan Arana yang memiliki tubuh kecil, begitu sangat
cepat menghindar ketika Steven melompatinya, Arana pun berkata.
“Wek, ngka kena-kena. Tangkap aku pemuda mesum.” Arana
kembali berlari ketika selesai mengatakan itu.
Mendengar kata mesum keluar dari mulut Arana, Steven kembali
berkata. “Awas kamu Arana, kalau aku sampai menangkapmu aku akan memperlihatkan
betapa mesumnya diriku.” Steven kembali berlari ketika selesai mengatakan itu.
Arana yang mendengar ucapan Steven lansung berkata. “Wek,
tidak takut, tidak takut, Wek.” Arana kembali mengelurakan lidahnya melihat ke
arah Steven yang kini tengah berhenti mengejarnya karna merasa begitu sangat
kelelahan.
“Sudah, Ara, aku sangat kelelahan.” Steven mengatur napasnya
dan memberi tanda kepada Arana untuk berhenti berlari dengan menikkan tangannya
sambil duduk di pinggir tempat tidurnya.
Arana yang melihat Steven mengatur napasnya berjalan ke
arahnya, sambil berkata. “Sudah tua sih, baru berlari segitu saja uda gos-gosan
seperti ini.” Arana kembali tertawa melebar di hadapan Steven sambil memutup
mulutnya dengan ke dua tangannya.
Mendengar ucapan Arana yang mengatainya, sudah tua. Dengan
segera Steven menangkap tangan Arana lalu berkata.
“Aku sudah tua
menurutmu? Hem.” Steven mendudukkan tubuh Arana di atas pangkuannya sambil
memegan erat pinggulnya, Steven sengaja melakukannya karna ingin melihat wajah
Arana ketika terkejut. Karna menurutnya Arana terlihat begitu sangat lucu
ketika terkejut.
ika widya
alhasil skrg menderita hati dah 🤪🤪
aq dah baca sinopsis, MW mau ralat dikit ya Thor🤭
usia kuliah S1 itu kalo dari tamat SMA itu rata2 18-22 tahun. kl udah 23 berarti mahasiswa abadi 😂