NovelToon NovelToon
My Beloved Sister

My Beloved Sister

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / CEO / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Clarissa icha

Aditya Dave Mahendra, di takdirkan menjadi pewaris yang akan memimpin beberapa perusahaan besar milik kedua orang tuanya.
Lahir dari kedua orang tua yang sama-sama menjadi anak tunggal dalam keluarga kaya raya, bisa di bayangkan berapa banyak aset-aset miliknya yang pasti tidak akan habis 7 turunan.

Pria tampan yang memiliki garis wajah tegas itu, menuruni sifat ayahnya. Aditya di kenal sangat tegas dan disiplin dalam segala hal. Dia juga terkenal dingin di perusahaan dan orang-orang sekitar. Kecuali pada keluarganya dan orang yang menurutnya spesial.

Aditya bahkan sangat over protective pada adik perempuannya, Aurelia. Sampai tidak ada laki-laki yang berani mendekati Aurelia meski kini gadis itu sudah berusia 18 tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa icha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Saking polosnya, Elia tidak sadar kalau perkataannya pada sang Mama waktu itu mampu membuat Aditya dalam masalah besar.

Karna tepat setelah Davina memutuskan sambungan telfonnya dengan Elia, dia menelfon Aditya dan memarahi putranya itu akibat tidak mendengarkan larangannya.

Padahal sebelum berangkat ke Bali, bahkan 1 hari sebelumnya juga Davina sudah berpesan pada Aditya agar mereka berdua tidur di kamar terpisah. Tapi nyatanya Davina kecolongan, putrinya yang polos itu secara tidak langsung sudah memberi tau kalau dia tidur satu kamar dengan Kakaknya.

Dan akibat fakta itu, kini Davina tengah mondar mandi di ruang kerja suaminya. Pasalnya setelah tadi malam mengomeli putranya, ponsel Aditya maupun Elia tidak ada yang bisa di hubungi lagi sampai sekarang. Entah mereka berdua sengaja mematikan ponsel agar tidak mendapat intimidasi darinya, atau mungkin terjadi sesuatu pada anak-anaknya itu. Davina benar-benar mengkhawatirkan mereka berdua saat ini.

Wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dan awet muda itu tak henti-hentinya mondar mandir di depan meja kerja Dave. Saking pusingnya melihat tingkah sang istri, Dave sampai memijat pelipisnya karna ikut pusing.

"Kamu bisa duduk tidak.?" Tegur Dave pelan, tanpa ingin membuat istrinya tersinggung. Sebisa mungkin Dave juga memberikan tatapan teduh. Menyembunyikan kekesalannya agar Davina tidak marah padanya. Karna kalau sampai istrinya itu marah, bisa di pastikan malam ini Dave akan tidur di kamar lain.

"Kamu kenapa setenang ini.?" Davina malah balik bertanya dengan nada kesal. Dia berkacak pinggang menatap heran karna Dave sama sekali tidak terlihat panik, padahal Dave tau kalau ponsel kedua anaknya mati sejak semalam.

Tapi bisa-bisanya Dave masih duduk tenang dan melihat perkembangan perusahaan lewat laptop miliknya.

"Mondar-mandir seperti itu juga tidak ada gunanya." Jawab Dave. Padahal sudah di tahan-tahan agar tidak bicara sembarangan ketika menghadapi Davina, tapi keceplosan juga.

Karna Davina berfikir Dave tidak mengkhawatirkan anak-anak mereka, padahal kekhawatiran juga di rasakan oleh Dave. Namun, Dave lebih bisa mengontrol kekhawatiran itu dan berusaha untuk tidak menunjukkannya di depan Davina.

Lagipula situasi akan semakin kacau kalau dua-duanya sama-sama panik.

Yang terpenting Dave sudah menghubungi pihak resort untuk mengecek keadaan anak-anaknya.

Dia hanya tinggal menunggu kabar saja, jadi memang tidak ada gunanya jalan mondar-mandir seperti yang dilakukan oleh Davina.

"Tidak ada gunanya kamu bilang.?!" Seru Davina dengan kedua mata yang semakin melebar. Hingga melotot tajam dan seketika membuat Dave menelan kasar ludahnya.

"Bisa-bisanya kamu menyalahkan wanita, Dave.!"

Gerutu Dave dalam hati, dia merutuki dirinya sendiri lantaran sudah membuat kesalahan besar. Dalam kamus wanita, tidak ada yang namanya mau di salahkan. Pokoknya semua yang dia lakukan harus selalu benar di mata laki-laki.

"Aku seperti ini karna mengkhawatirkan anak-anak, kamu saja malah santai dan sibuk sendiri.!" Seru Davina yang tampak ingin meluapkan semua kekesalannya pada Dave karna di bilang melakukan sesuatu yang tidak berguna.

Jelas saja Davina tidak terima. Bentuk kekhawatirannya terhadap anak-anak mereka di bilang tidak ada gunanya.

"Bukan begitu sayang,, iya aku tau kamu sedang mengkhawatirkan anak kita." Dave kembali bicara lembut. Kali ini beranjak dari duduknya untuk menghampiri Davina dan merangkul pundaknya, tapi di tepis langsung oleh Davina. Dave diam-diam menghela nafas.

"Bukankah kita sudah menghubungi pihak resort.? Kita tunggu sebentar kabar dari mereka, duduk di sofa akan lebih baik daripada harus mondar-mandir seperti tadi." Ujarnya lagi.

"Aku yakin mereka baik-baik saja. Dave terus bicara lembut meski reaksi Davina tetap menunjukkan kekesalan.

...****...

nanti sambung lagi,,,,

1
Reichan Muhammad
lanjut lagi donk chaa
jennie kim
menarik
Reichan Muhammad
lanjut lagi donk... pnasaran kisah milea kenzie juga
Jingga Pelangi
gak di lanjut lagi ini
Nova Han Hyora
Mau novel David atau Emily thorr 😍
Cahaya
d lanjut ngga thor
Cahaya
sampe lupa cerita ny.harus dari awal lagi ini mah
Yosa Wahyuna
lanjut
Yosa Wahyuna
lanjuuutt
Naufal Affiq
lanjut kak
Irma
hot hot hot lanjut besok adegan hot nya ya thor jangan diskip🤭🙏
Wiwie
main nyosor aj sc dit 😁
syahrizal siregar
😄😄😄
Hyeon0_0
lanjut lagi kak ceritanya
Wiwie
kak kok jrang up sc
rania rayyana
setelah sekian lama, akhirnya novel yg ini dilanjut juga kak. udah lama ga buka NT, tetiba dapat notif up krna masih di subscribe novel Adit Elia 😁
Hyeon0_0
senengnya karna ada kelanjutan ceritanya, suka banget sama jalan ceritanya.

makasih kak author, semangat buat lanjut ceritanya.
Rinlove
Ahhh senengnya ada kelanjutannya . Makasih thor
Eli Suryani
lupa lagi cerita na dah 2thun yg lalu kan ya
Kumala
kak lanjut lagi ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!