" Jika Allah menganugerahkan rasa cinta ini untukku sementara aku tak bisa memilikinya. Maka jadikanlah doa ku sebagai pengantar kebahagiaan untuknya, " Alif.
Saat cinta terhalang dinding pemisah yang begitu tinggi, akankah keduanya bisa bersatu atau bahkan mundur melupakan semuanya?
Alif seorang lulusan terbaik sebuah pesantren dan juga berprofesi sebagai guru Agama di sekolah dasar malah jatuh hati pada gadis non muslim bernama Shakira.
Lalu bagaimana kisah cinta keduanya menghadapi masalah yang rumit dan segala pertentangan orang-orang di sekitar mereka terutama keluarga masing masing. Akankah mereka bisa melewati semua itu? Ikuti kisahnya di novel ini.
Cerita ini hanya fiktif belaka hasil imajinasi penulis. Jika ada kesamaan tokoh, nama, tempat dll itu hanya ketidaksengajaan semata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Keanu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Alif menghempaskan tubuhnya di atas ranjang, menatap langit-langit kamar berwarna putih bersih.
Tubuhnya terasa lebih segar setelah di guyur air dingin. Namun pikirannya masih terasa penuh oleh masalah tadi. Kesalahpahaman Hafizah yang menyangka Alif berpacaran dengan Shakira. Bisa jadi ulah Mbak Minah yang mengadukan tentang kedekatannya dengan Shakira pada Hafizah.
Sungguh tak bisa di percaya jika wanita sebaik Mbak Minah bisa bermuka dua seperti itu. Di depan Shakira dia tampak sopan dan menghormati layaknya bawahan terhadap majikannya, tapi di belakang dia menusuk Shakira bahkan berani memfitnah yang tidak-tidak.
Bukan Alif berburuk sangka, tapi siapa lagi yang harus ia curigai jika bukan Mbak Minah orangnya. Apalagi Siti ibunya bilang kalau tadi siang Mbak Minah datang ke rumah.
Alif meraih ponsel, berniat untuk menghubungi Shakira. Tapi lantas ia urungkan niatnya memberitahu tentang kelakuan Mbak Minah di belakang mereka.
Alif tak mau sampai Shakira memecat Mbak Minah yang mungkin sangat butuh dengan pekerjaan di panti milik Shakira hanya karena hal ini.
Alif akan memperingatkan Mbak Minah untuk menjaga ucapannya dan tidak membuat sembarang fitnah tentang dirinya dengan Shakira.
Mungkin memang benar Alif sudah jatuh hati pada gadis bernama Shakira, tapi selama ini kedekatan mereka hanya sebatas teman dan tak ada hubungan spesial. Tapi Alif tidak terima jika di tuduh berpacaran dengan Shakira, jangankan berpacaran dengan gadis itu memiliki perasaan cinta saja membuatnya tersiksa. Alif takut cintanya pada Shakira akan membutakan mata hati dan melunturkan keimanannya pada Tuhan.
Setiap malam ia selalu berdoa agar di jauhkan dari perbuatan dosa semacam itu. Meminta petunjuk pada Allah atas apa yang di anugerahkan kepadanya. Sebuah perasaan cinta pada seorang gadis yang tak seiman. Mungkin kah Tuhan punya rencana lain untuk mereka hingga rasa itu tumbuh di hati Alif?
Di tempat lain, Shakira sedang bercengkrama dengan Ruby di kamarnya.
Beberapa hari tak bertemu dengan Ruby, membuat Shakira kangen dan ingin bercerita banyak dengan kakak iparnya itu.
Shakira menanyakan beberapa hal yang tak biasa pada Ruby. Tentang agama yang di anut Ruby, tentang kitab suci dan isinya.
" Tumben tanya-tanya soal itu? " Ruby merasa heran dengan perubahan sikap Shakira yang tiba-tiba saja terlihat antusias menanyakan segala sesuatu tentang umat muslim dan pedomannya.
" Mau tau saja kak, soalnya di panti asuhan kan kebanyakan anak-anaknya muslim semua. Jadi Shakira bisa menjawab kalau mereka bertanya tentang sesuatu yang menyangkut ajaran agama, " kilah Shakira.
Ruby manggut-manggut, percaya saja dengan alasan Shakira. Walaupun hati kecil Ruby merasakan ada hal lain yang mendasari pertanyaan Shakira akan hal itu.
" Ami, lihat tafsir punya Naira? " Tiba-tiba Naira masuk ke dalam kamar Shakira.
" Enggak tuh. Biasanya kan di meja belajar kamu simpan tafsirnya, masa gak ada nak? " kata Ruby kini bangkit dari duduk.
Shakira yang mendengar itu cukup kaget, pasalnya ia yang sudah meminjam tafsir milik Naira dan ia lupa mengembalikannya lagi sebelum Naira kembali .
" Gak ada Ami. Naira udah cari-cari tapi gak ketemu, " ucap Naira putus asa pasalnya ia harus mengerjakan tugas dari Alif untuk menulis beberapa ayat surah pendek beserta artinya.
" Kok aneh ya ? " Ruby berjalan menggandeng Naira untuk membantu mencari tafsir di kamar putrinya itu.
Namun Shakira segera memanggil mereka sebelum keduanya keluar.
" Tunggu ! Kak Ruby, Naira. "
Ibu dan anak itupun menoleh pada Shakira yang kini turun dari ranjang dan berjalan menuju lemari. Mengambil sesuatu dari dalam laci dan menyodorkan pada Naira.
Betapa terkejutnya mereka saat melihat apa yang di sodorkan Shakira. Sebuah Tafsir yang Naira cari rupanya berada di kamar Shakira. Kenapa bisa? Untuk apa Shakira menggunakan tafsir itu sementara Shakira bukan seorang muslim.
" Maaf, kak, Naira. Aku sempat ambil ini dari kamar Naira. " Shakira tampak kikuk.
" Buat apa aunty pinjam tafsir Naira? " anak kecil itu kini merasa heran dan penasaran.
" Ada yang ingin aunty cari di sana. Soalnya anak panti pada tanya soal isi dari ayat suci. Makanya aunty pinjam karena aunty gak paham menjelaskan pada mereka, " ucap Shakira beralasan.
" Naira kerjain PR dulu. " Gadis cilik itu meraih tafsir dari tangan Shakira dan berlalu dari kamar tersebut.
Ruby masih mematung heran mendengar ucapan Shakira barusan, ia makin curiga ada sesuatu yang di sembunyikan Shakira. Baru saja gadis itu menanyakan segala sesuatu yang berkaitan dengan seorang muslimah, dan kini Shakira pun ketahuan meminjam tafsir milik Naira. Ada hal yang janggal menurut Ruby.
***
Sebelum berangkat ke kantor Shakira mengantarkan Naira ke sekolah. Seperti biasa Naira yang manja pada aunty nya selalu ingin di antar ke sekolah.
Tiba di depan sekolah dasar Shakira dan Naira pun turun. Naira mencium tangan Shakira dan bergegas masuk ke dalam pintu gerbang sekolah karena sebentar lagi bel masuk berbunyi.
Saat Shakira hendak kembali ke mobil, terdengar suara knalpot motor yang tak asing di telinganya.
Alif. Pemuda itu baru saja datang ke sekolah untuk mengajar. Alif yang melihat keberadaan Shakira pun segera menghentikan motor menghampiri gadis itu.
" Habis ngantar ponakannya ya? " tanya Alif setelah turun dari motor dan kini berada di hadapan Shakira.
" Iya, Naira mau di antar sama aku pagi ini. "
Mereka berdua pun berbincang bincang, awalnya mereka tak menyadari jika ada beberapa orang yang memperhatikan keakraban keduanya.
Beberapa guru, staf sekolah dan orang tua murid yang kebetulan lewat tampak mengamati mereka. Desas desus kedekatan Shakira dan Alif rupanya sudah terdengar oleh beberapa orang di lingkungan sekolah. Entah darimana asal usul berita itu hingga sampai ke telinga mereka.
Merasa tak nyaman di tatap oleh orang-orang itu, Alif dan Shakira pun lantas menghentikan obrolan mereka.
" Ngerasa ada yang aneh gak sih? " bisik Shakira setelah melihat sekelompok ibu-ibu yang mendelik sinis ke arah mereka berdua.
" Iya, aku juga ngerasa mereka memperhatikan kita. Ku kira cuma perasaan aku saja. " Alif memelankan ucapannya.
" Aku pergi ya, " ujar Shakira.
Alif mengangguk pelan menatap Shakira yang kini masuk ke mobil ferari dan mobil itupun melaju pergi dari depan gerbang sekolah.
Alif kembali ke motor setelah mobil Shakira tak terlihat oleh matanya. Segera ia masuk ke dalam lingkungan sekolah dasar dimana ia mengajar.
Alif berjalan menuju ruang guru, bel masuk sudah terdengar berbunyi ia harus segera mengajar di kelas. Namun sebelumnya ia harus membawa buku-buku pelajaran yang tersimpan di ruang guru.
Saat memasuki ruangan tersebut tampak beberapa staf pengajar sedang membicarakan sesuatu yang entah apa itu, Alif tak peduli. Tapi anehnya saat tau Alif masuk obrolan mereka seketika terhenti, dan mata mereka tampak sedang mengintimidasi dirinya. Salam yang di ucapkan Alif pun tak mereka jawab, hanya tatapan aneh sebagai balasan dari salamnya.
Alif tak mau berpikir buruk tentang mereka. Ia mencoba bersikap seperti biasanya, tetap ramah meski sebaliknya yang ia dapatkan dari mereka. Wajah judes dan benci yang tampak dari para staf itu, memang hanya sebagian yang berlaku aneh seperti itu. Sebagian lagi masih bersikap sebagaimana mestinya.
Alif segera membawa buku yang di butuhkan, lantas ia berjalan keluar meninggalkan ruangan guru dan menuju kelas di mana ia harus mengajar saat ini.
bersambung,
😊😊😊😊semangat u/ berkarya kakak....