NovelToon NovelToon
Remarried My Husband

Remarried My Husband

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Kelahiran kembali menjadi kuat / CEO / Reinkarnasi / Chicklit / Tamat
Popularitas:58.7k
Nilai: 5
Nama Author: Chocollacious

TERSEDIA VERSI CETAK

Vallerie dan Elliot mengalami kecelakaan tragis di hari ulang tahun pernikahan ke dua bukanlah kecelakaan biasa. Kehidupan rumah tangga mereka selalu terlihat harmonis.

Vallerie diberi kesempatan hidup untuk menyelamatkan suaminya dari maut. Seketika ia kembali ke masa dua tahun lalu, kehidupan mereka berbanding terbalik dibandingkan kehidupan sebelumnya.

Suatu hari di suatu perjamuan makan malam, Vallerie bertemu dengan Elliot. Namun, Elliot tidak mengingat kejadian apa pun di masa lalu dan sikapnya menjadi arogan. Vallerie tetap sangat menyayangi mantan suaminya meski diperlakukan sangat dingin. Vallerie memutuskan menikah dengan suaminya kedua kalinya untuk mencoba memulihkan ingatan dan menolong sang suami. Elliot tidak mencintainya sama sekali, tapi karena suatu perjodohan yang tidak diinginkannya, akhirnya ia menjadikan Vallerie sebagai perisai untuk melindunginya.

Siapakah pembunuh itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chocollacious, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25: Munculnya Wanita Itu

Elliot yakin wanita itu adalah malaikat maut yang mengabulkan keinginannya terlahir kembali ke masa ini. Matanya terasa sedikit gatal akibat terlalu fokus melakukan pengamatan pencarian wanita itu menghilang dalam sekejap di antara kumpulan lautan manusia di area wanita itu berdiri tadi.

Saat giliran mereka dipanggil melakukan photoshoot, Elliot masih berdiri mematung penuh penasaran. Jika dilihat sekilas tadi, penampilan wanita itu sedikit berbeda dari sebelumnya. Penampilan wanita itu terlihat seperti manusia biasa, terutama tadi masih berinteraksi normal dengan kerabat.

Vallerie bingung apa yang menyihir suaminya sampai tiba-tiba sikapnya berubah drastis. Sorot mata suaminya seperti sedang terfokus pada sesuatu, membuat bibir Vallerie terasa semakin gatal tidak bisa menahan rasa penasarannya.

“Apa yang kamu lihat, Sayang?”

Elliot baru tersadar dari lamunannya. Namun, entah kenapa ia masih penasaran dengan malaikat maut itu. “Kamu masih ingat wanita yang menghidupkan kita?”

“Kenapa kamu membicarakan hal itu tiba-tiba?” Dahi Vallerie berkerut, rasa cemas mulai timbul dalam dirinya jika mengingat malaikat maut ingin mencabut nyawa mereka.

“Tadi aku melihat dia dengan mataku sendiri. Dia berdiri di sana tadi.” Jari telunjuk Elliot menunjuk area wanita misterius itu sempat berdiri.

Sejenak Vallerie menyipitkan mata. Tidak ada siapa pun di tempat itu. Apakah suaminya sedang bermimpi di siang bolong karena ingatannya pulih sepenuhnya?

“Tidak ada siapa pun.”

“Aku melihatnya, Sayang. Mustahil aku salah lihat.”

“Kamu ingin mengajakku kencan, tapi kamu lebih fokus pada wanita lain. Sebenarnya kamu mau apa sih!” gerutu Vallerie dengan nada suara melengking sambil menggenggam sling bag erat.

Reaksi Elliot bukan marah atau sedih, tapi ia tertawa terbahak mendengar nada bicara istrinya terbakar api cemburu hanya karena membicarakan wanita lain di tengah kencan mereka. Apalagi wanita yang dibicarakan Elliot hanya seorang malaikat maut.

“Kamu cemburu?” Elliot sedikit membungkuk mendongakkan kepala tepat di depan bibir merah istrinya.

Vallerie membuang muka. “Bukan! Tapi, aku tidak suka kamu membicarakan wanita lain di saat kita kencan!”

“Cemburu dan tidak suka sama saja! Jujur saja deh, Vallerie!”

Tidak peduli berdebat sampai disaksikan seorang fotografer yang bertugas. Fotografer itu sampai menahan tawa melihat perdebatan sepasang kekasih ini justru terkesan sangat menggemaskan.

“Aku malas berdebat denganmu, Elliot! Tadi saat kamu menggombalku saja sudah membuatku malu, aku tidak ingin dipermalukan kedua kali!”

Elliot memasang wajah memelas menggandeng tangan Vallerie berdiri di tempat posisi melakukan photoshoot. Sebelum itu, Elliot memilih berbagai aksesoris wanita yang akan dipakai istrinya untuk berfoto nanti.

“Hmm aksesoris yang cocok dipakai untuk kamu apa, ya?”

“Tidak perlu memakai aksesoris berlebihan. Aku sudah memakai jepitan yang kamu beli kemarin.”

“Aha!” Elliot mengambil sebuah buket bunga matahari untuk Vallerie.

Vallerie merasa seperti sedang dilamar suaminya dilihat gaya suaminya saat memberikan buket bunga ini. Tetesan air mata bahagia ingin mengalir deras, tapi ia berusaha menahannya supaya tidak merusak hasil foto.

Elliot tersenyum manis. “Bunga terlihat cantik seperti wanitanya, tapi bagiku, kamu jauh lebih cantik dari bunga.”

Vallerie menerima buket bunga dari suaminya sambil menunduk malu merasakan detak jantungnya berdebar-debar. “Terima kasih pujiannya, Sayang.”

Saatnya Elliot dan Vallerie memperagakan berbagai pose mesra sesuai keinginan mereka. Bahkan fotografer itu tidak perlu bersusah payah mengarahkan mereka, hanya sedikit mengarahkan sesuai arah cahaya sorotan lampu jika posisi tidak sesuai.

Sesi pemotretan sudah selesai. Hasil foto-foto dicetak dan juga disimpan dalam softcopy. Vallerie mengambil hasil cetak foto ini berkualitas tinggi seperti foto di studio foto, mengamati foto ini kegirangan apalagi yang difokuskannya sebenarnya adalah wajah Elliot terlihat sangat bahagia di foto.

“Kamu sangat manis di foto. Begini baru suami kesayanganku.”

Alis Elliot terangkat sebelah. “Memangnya sebelumnya aku tidak terlihat seperti suamimu?”

“Kamu seperti ingin menyiksaku!” Vallerie memelototi suaminya tanpa segan.

Elliot tertawa lepas sampai wajahnya sedikit memerah. “Baiklah, lain kali kita akan melakukan pemotretan foto pernikahan kita lagi. Kamu pasti marah melihat wajahku seperti sangat terpaksa menikahimu.”

“Tidak perlu. Membuang biaya saja dan harus atur waktu dengan pihak studio. Lagi pula, mereka pasti bingung melihat kita melakukan pemotretan ulang padahal hasil foto sebelumnya sudah sempurna.”

Vallerie mengulurkan tangan kanan suaminya, memberikan kumpulan hasil foto tadi. “Foto ini kamu simpan saja. Selama ini kamu selalu kesepian, kamu bisa melihat foto ini kalau merindukan aku. Tidak perlu simpan fotoku lagi diam-diam di ponselmu.”

Sorot mata Elliot terpaku pada senyuman cantik Vallerie membuat hatinya semakin tersentuh. Sekilas mengecup pelipis Vallerie, kembali menggandeng tangan. “Terima kasih, Sayang. Sebagai gantinya, aku ingin mengajak kamu dinner romantis nanti.”

Sebelum itu, Vallerie dan Elliot mampir ke lapak penjual menjual minuman cokelat dingin untuk beli minuman cokelat favorit mereka sejak dulu sampai sekarang. Meski Elliot sempat amnesia dan terlihat seperti orang berbeda, tapi seleranya suka cokelat dan minuman cokelat masih sama.

Seketika ingin memasuki lift, tanpa sengaja mereka bertemu pasangan lainnya juga merupakan teman terdekat Vallerie, yaitu Whitney dan Harry. Di kehidupan ini, Elliot tidak terlalu akrab dengan dua temannya ini, tapi karena ingatannya sudah pulih, ia bertekad ingin akrab dengan Whitney dan Harry, meski sempat bersikap agak tegas sebelumnya.

“Tidak kusangka kita bertemu di tempat seperti ini,” sapa Whitney.

“Dunia memang sempit. Apakah kita sebenarnya berjodoh?” Vallerie tertawa ledek, sengaja membuat suaminya terbakar api cemburu, meski berinteraksi sesama jenis.

Benar dugaan Vallerie. Percakapan sederhana itu langsung membuat Elliot merasa tubuhnya gerah seperti cacing kepanasan terus menghentakkan kaki di dalam lift pelan.

“Sayang, kamu memang menyebalkan! Sudah bertemu teman, sekarang melupakan aku!” Elliot menatap Whitney dengan tatapan melotot.

“Vallerie, sejak kapan suamimu menjadi sangat posesif? Sebelumnya dia tidak terlalu posesif.” Whitney memelototi Elliot tanpa rasa takut sambil mempererat rangkulan bersama kekasihnya.

Vallerie merespons tertawa anggun, sengaja mengayunkan tangan kanan suaminya bermaksud memamerkan hubungan mereka kini resmi telah menjadi sepasang suami istri sudah bercinta, meski di mata Whitney dan Harry, temannya ini memang sudah mesra sejak dulu.

“Sejak dulu memang dia selalu posesif. Sepertinya aku harus lebih berhati-hati jika ingin bicara.” Vallerie menutup mulut anggun.

“Tapi, tidak biasanya aku melihat kamu tersenyum terus, Elliot. Biasanya wajahmu selalu kaku.” Harry menyipitkan mata melangkah perlahan mendekati Elliot dengan tatapan fokus seperti scanner.

Ting..

Saat pintu lift terbuka lebar di basement, Harry kembali memundurkan kepala dan lebih dulu melangkahkan kaki keluar dari lift bersama kekasihnya, diikuti Vallerie dan Elliot.

“Pokoknya aku selalu mendoakan kehidupan pernikahan kalian semoga terus berjalan lancar. Kalau ada bantuan, kalian bisa meminta bantuan kami,” sambung Harry.

“Sudah pasti. Aku juga mendoakan semoga kalian menikah secepatnya.” Sebenarnya Elliot tahu tanggal pernikahan Whitney dan Harry kapan. Karena ia dan istrinya sudah pernah menghadiri pernikahan Whitney dan Harry berlangsung meriah di kehidupan sebelumnya.

“Tinggal tunggu undangan pernikahan kami mendarat di depan rumah kalian,” sahut Harry percaya diri membuat pipi Whitney semakin memerah.

Langit malam disinari bulan purnama sangat indah. Elliot mengajak Vallerie dinner romantis di sebuah restoran sangat diinginkan Vallerie semenjak dulu. Restoran ini sangat istimewa, pengunjung restoran bisa menikmati dinner romantis diiringi para penyanyi dan musisi ternama menyanyikan berbagai lagu romantis.

Akhirnya keinginan Vallerie terkabul menikmati dinner romantis di restoran ini bersama suaminya. Sebelum mereka meninggal di kehidupan sebelumnya, sempat berjanji ingin dinner romantis di sini tapi tidak sempat melakukannya.

Mendengar lagu romantis favoritnya, Vallerie menggoyangkan kepalanya kegirangan sambil memotong daging steak menjadi beberapa bagian untuk suaminya.

Elliot juga ikut bahagia melihat istrinya bisa tersenyum lepas begini setelah menghadapi badai besar menimpa mereka. Tangan kirinya terus menggenggam tangan istrinya menampakkan pandangan berbinar, semakin candu menikmati pemandangan indah di hadapannya. Seandainya sejak awal ia bersikap lembut terhadap Vallerie terutama di malam pernikahan dan pertemuan pertama mereka, mungkin Vallerie akan terus tersenyum seperti ini sejak lama.

“Seharusnya aku mengajakmu ke sini sejak lama. Aku suka melihatmu selalu tersenyum begini.”

“Maka dari itu, kamu jangan galak terus! Mungkin aku akan memasukkan daging steak ini sekaligus ke dalam mulutmu.” Vallerie memberikan beberapa potongan daging yang sudah dipotongnya.

“Aku ingin kita besok pergi berkencan lagi seharian. Kamu ingin pergi ke mana? Sudah pasti aku juga bahagia berkencan di tempat favoritmu.”

Sejenak Vallerie menaruh garpu dan pisau di piring. Memasang tatapan percaya diri meraih tangan suaminya melekat pada pipinya. “Aku tidak membutuhkan apa pun lagi. Kita hidup bahagia terus sampai menua sudah cukup membuatku bahagia. Jangan meninggalkan aku lagi seperti sebelumnya!”

Vallerie mengatupkan bibir, mendengar lagu romantis ini sangat pas momennya untuk mengungkapkan isi hatinya sekarang. “Aku tidak bisa hidup tanpa kamu, Elliot. Aku sama seperti kamu. Entah di kehidupan sekarang atau sebelumnya, aku selalu kesepian. Aku hanya memiliki kamu yang bisa menemaniku setiap saat.”

Elliot tertawa gemas. Meraih tangan kiri sang istri mendaratkan kecupan manis selama beberapa detik pada punggung tangan istrinya dihiasi cincin pernikahan mereka berkilauan akibat terkena sorotan lampu. “Aku tidak akan membiarkanmu sendirian lagi. Aku juga tidak akan bisa hidup sendirian tanpa kamu, Vallerie.”

“Omong-omong, kamu sengaja mengajakku ke sini tidak memakai black card lagi, ‘kan?” Vallerie melipat kedua tangan di dada, mengingat tadi siang suaminya memakai black card demi bisa memesan ruangan bioskop khusus.

Elliot menggeleng polos. “Tidak. Kali ini tanpa black card. Berkencan di sini adalah hadiah istimewa yang kuberikan untukmu. Kamu sudah sangat berjasa selama ini, masih banyak utang yang harus aku lunaskan untukmu.”

“Ssstt! Jangan bicara lagi! Aku jadi tidak bisa menikmati lagu romantis ini.”

Elliot bergeming, sambil terus mengelus pipi istrinya dengan tatapan penuh cinta. Kalau tidak diperbolehkan bicara, satu-satunya yang bisa dilakukannya adalah menyentuh istrinya.

Rumah mewah mereka kini telah disulap dipenuhi berbagai hiasan yang mereka telah belanja sewaktu di pusat perbelanjaan. Sofa dan ranjang sudah diganti jadi yang baru, sedangkan ruang tamu dihiasi tanaman anggrek, lampu kelap-kelip mengitari foto-foto kencan mereka selama ini. Tidak lupa hiasan bunga matahari tiruan dipajang di meja ruang tamu.

Merasa lelah merapikan semua barang belanjaan mereka, Elliot menggendong tubuh istrinya menuju kamar mereka lalu membaringkan tubuh istrinya di ranjang baru sambil mengusap keringat.

“Kamu suka rumah baru kita sekarang?” Elliot memposisikan tubuhnya tengkurap di hadapan Vallerie.

“Hanya ubah hiasan ruang tamu dan kamar, entah kenapa melelahkan juga. Padahal aku merasa tadi kita belanja tidak terlalu banyak.” Vallerie juga mengusap keringat mengalir di wajah suaminya dengan jempol kanan.

Elliot membaringkan tubuhnya di ranjang lalu memeluk tubuh istrinya erat sambil berguling-guling girang. “Nah begini baru enak bermain bersamamu di ranjang yang luas.”

1
ZasNov
Wow..Keren banget Kak.. 😍🥰
Karya kakak emang bagus banget, layak banget buat naik cetak..
Selamat ya Kakak..🤗
IG : Chocollacious: punya kakak juga bagus kok, justru aku byk belajar dari kakak diam diam🤭 makasih ya kak, semoga kakak jg nyusul😄
total 1 replies
t@Rie
haishhhh ingat ini di kantor lho ya🤣🤣 pak bos mah bebass
IG : Chocollacious: benar juga ya😅 kan aku si maha pencipta kalo di sini wkkwkwk🤣🤭
total 3 replies
t@Rie
kalau cinta udah kagak laku itu gengsi, bang
IG : Chocollacious: bisa teriakin kak, drpd gengsi terus nanti kecewa 😅
total 1 replies
Zed Analytical Number Nine
Innalilahi wa innailaihi roji'uun
IG : Chocollacious: kasian ya😭
total 1 replies
Zed Analytical Number Nine
loh kok bisa dia berkata begitu? atau dia semacam gadis indigo.
IG : Chocollacious: hmm hayo indigo ga tuh?
total 1 replies
Zed Analytical Number Nine
itu tandanya saling melengkapi.
IG : Chocollacious: iyap betul 🤭
total 1 replies
t@Rie
aduh yg d peluk2 sepulang kerja.. eh sepulang mengintai🤭
Lain kali jgn nekad mengintai sendiri, Valerrie... itu berbahaya😬
Hmmm musuh orang dekat itu sesuatu
t@Rie: Nah, gt... anak baik😄
total 2 replies
ZasNov
Terima kasih karena sudah menulis novel sebagus dan sekeren ini..🤩
Dengan tokoh, karakter, alur sama visual yang bener2 kuat & pas.. Bakalan susah move on nih..
Semangat menulis Kakak, ditunggu karya barunya..🥰🥰🥰
ZasNov: Sama2 Kak Choco..🤗🥰
Karya Kakak memang bagus kok, seneng bacanya..😍
Semangaaaatt..💪😄
total 2 replies
ZasNov
Setuju Kakak.. 😄👍
Menulis sesuai isi pikiran dan isi hati kita itu sangat menyenangkan..
IG : Chocollacious: biar bawaannya jadi bukan beban kak🤗
total 1 replies
ZasNov
Wah perjuangan panjang, membuahkan hasil yang luar biasa Kak..🤩🥰🥰🥰
IG : Chocollacious: cape juga sih sebenarnya bolak balik😅 di antara semua karyaku, kisah ini yg paling struggle🤭
total 1 replies
ZasNov
Visualnya semua suka..🥰
Semua adegannya bikin meleleh..🤩
Alamat susah move on nih Kak..🤗
IG : Chocollacious: syukurlah, aku kira cuma aku doang yg merasa cocok🤭
total 1 replies
ZasNov
Akhirnya semua bahagia bersama orang2 yang dicintai..🥰
Bukan cuma Elliot dan Vallerie yang bahagia bersama Evania..Tapi juga kakak dan sahabat2 mereka juga bahagia..
Terima kasih Kak Choco sudah menulis novel yang begitu bagus, keren dan bisa membuat aku tersenyum bahagia 🤗🥰
ZasNov: Sama2 Kakak..🤗🥰
total 2 replies
ZasNov
Aamiin..Semoga doamu terwujud Elliot.. 🥰
IG : Chocollacious: mari kita aminkan🤭
total 1 replies
ZasNov
Erick dan Rachel juga sudah bahagia bersama si kecil Edgar..🤩🥰🥰🥰
IG : Chocollacious: semuanya dapat happy ending, authornya hanya bisa tersenyum aja🤣
total 1 replies
ZasNov
Happy Wedding Anniversary ya Elliot & Vallerie..🥰
Kehidupan pernikahan kalian begitu bahagia bersama si kecil Evania.. 🤗🥰
Semoga selalu bahagia sampai akhir hayat..❤️❤️❤️
IG : Chocollacious: Vallerie dan Elliot: aamiinn🥰🥰
total 1 replies
ZasNov
Semoga semua keinginan Elliot dan Vallerie dalam bucket list mereka terwujud semua..🤗🥰
IG : Chocollacious: amiiin kak🤗 asalkan jangan muncul Bertrand ke dua😅
total 1 replies
ZasNov
Aduh Elliot, suami idaman banget sih 🤩
Suami yang mau meringankan pekerjaan istri itu keren banget..😄👍
IG : Chocollacious: kalo di RL mana ada ya suami rajin kyk Elliot😅
total 1 replies
ZasNov
Welcome to the world, baby cantik Evania Jeanice..🤗🥰
Selamat ya Elliot dan Vallerie, kehidupan pernikahan kalian jadi makin bahagia dan berwarna..🥰🥰
IG : Chocollacious: Elliot dan Vallerie: amiiin makasih ucapannya😆😆
total 1 replies
ZasNov
Lagi deg2an, tapi kata2 Elliot jadi bikin senyum..Sweet banget..🤗
Tuh Vallerie, ga apa2 mau dicakar dll juga..🤣
IG : Chocollacious: Vallerie doang yang boleh cakar. aku kalo cakar Elliot, adanya aku diketusin🤣🤣
total 1 replies
ZasNov
Syukurlah Elliot jadi tidak usah meninggalkan Vallerie untuk perjalanan bisnis.. Begitupun dengan Erick yang bisa tetap bersama Rachel..🤗
ZasNov: Iya bener Kak.. 😅
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!