"Sekarang Kau sudah berani membangkang padaku! Aku ini masih suamimu!" Raungan amarah seorang Pria terdengar menggelegar di sebuah penjara bernama HAREM.
"Mulai sekarang kau bukan istriku! Aku akan menceraikanmu!"
LAZARUS... Tuan muda pewaris Perusahaan Corporation Foundation. Dingin, Angkuh, serta tidak boleh ada seorang pun yang boleh menolak semua kemauannya.
"Kau tau Lazarus?! Aku saat ini sangat luar biasa bahagia, hanya mendengarmu akhirnya akan melepaskanku darimu dan dari belenggu rantai rumah ini! Haha... " Angela dengan puasnya tertawa seakan dunia kembali padanya, sampai membuat Lazarus yang mendengar tawanya begitu murka.
NERAKA... Satu kata kehidupan yang selama ini Angela lalui.
Yuk ikuti ceritanya yang menguras emosi dan ketegangan, THE POWER OF WOMEN~~~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AROMA TUBUH YANG SAMA
Lazarus berlari mengejar, merasakan euforia kebahagiaan yang sudah lama ia tunggu. Tak ingin kehilangan lagi, mempercepat larinya. "Angela!" menarik lengan wanita yang berhasil ia kejar, memeluknya dengan erat. "Sayang... kau kembali. Kau akhirnya kembali... sayang... "
Tubuh Angela kaku dipelukan Lazarus, merasa kaget dengan perlakuannya.
"Sayang, kau tau berapa lama aku menunggumu. Terbangun setiap malam memimpikanmu, setiap hembusan nafasku untukmu... Kau kini kembali, Angela... sayang... sekarang kita bersama lagi, berkumpul bersama anak kita."
Angela seketika tersadar dari rasa kagetnya, mendengar kata anak kita dari mulut Pria yang memeluknya membuat amarahnya muncul. "Tuan, maaf. Sepertinya Anda salah orang." menggeliat melepaskan diri.
"Tidak! Ini kamu sayang... aroma tubuhmu, lekukan tubuhmu aku tau pasti. Kamu ad-... " ucapan Lazarus terpotong saat tubuhnya sekali lagi didorong.
Saat tubuhnya terlepas dari pelukan Lazarus Angela memundurkan tubuhnya, ia menatap tajam Lazarus. "Nama saya Kristine Tuan, saya adalah seorang pelayan."
Lazarus menatap wajah wanita di hadapannya terhalang air mata di pelupuk matanya, merasa penglihatannya tidak jelas ia mengusap matanya. Ia menatap dengan sorot kerinduan di matanya, tapi melihat itu bukan Angela, dirinya merasa marah sekaligus malu akan kelakuannya sendiri. "Kau siapa? Pelayan katamu? Sedang apa kau berkeliaran disini malam-malam?!"
"Say-... "
Lazarus tak ingin mendengarkan penjelasannya. "Sudahlah!" Ia lalu berbalik badan meninggalkan Angela di belakangnya yang sedang menatapnya dengan sorot kebencian.
Lazarus masuk ke dalam Bathroom, memutar shower ke suhu paling dingin. Masih mengenakan pakaiannya, mengguyur tubuhnya. Ia mematikan hasratnya yang tiba-tiba bangkit saat memeluk wanita barusan, sudah sejak lama bagian bawah tubuhnya tidak terbangun. "Shitt! Apa ini?! Siapa pelayan wanita itu?! Kenapa dia bisa membangkitkan semua rasaku?"
"Brengsek kau Lazarus! Ingatlah Angela dan anakmu!" merutuki dirinya.
Merasa tubuhnya kembali normal, ia mematikan shower menanggalkan semua pakaian basahnya. Menarik jubah mandi memakainya lalu keluar. Menatap ranjang yang sudah berganti, ia menghela nafas mencari pakaian ganti di lemari lalu memakaiannya.
"Albert, kemarilah," menelepon dengan ponselnya lalu keluar kamar tidur.
Lazarus duduk dengan pikiran yang membebaninya, air dingin tidak membantu mendinginkan kepalanya sama sekali, masih memikirkan wanita barusan.
Albert berjalan masuk. "Tuan"
"Apakah kau mempunyai daftar nama-nama semua pegawai di kediaman ini?"
Albert mengerutkan dahinya. "Ada Tuan, apakah Anda memerlukannya?"
"Bawa saja kemari. Apakah kau sudah menemukan keberadaan Irene?"
"Sudah Tuan, Nyonya Irene ada di Hotel MLX."
"Biarkan dia! Kesalahanku dulu sering mabuk diluar. Bahkan aku tidak ingat pernah menidurinya, tapi dia membawa hasil tes DNA, bukti nyata keberadaan anak itu."
"Bagaimana dengan perkembangan pesan yang ditinggalkan Ibu susuku di tempatnya meninggal? Kau sudah berhasil memecahkannya? Ini sudah lima tahun Albert!"
Albert menghela nafasnya. "Seperti yang saya bilang sebelumnya Tuan. Semua petunjuk mengarah ke Tuan Vincent dan Ibunya, tapi alibi mereka sangat akurat. Mereka pun tidak meninggalkan jejak sedikitpun."
Lazarus yakin itu perbuatan mereka, selama lima tahun berusaha mencari informasi dan menyelundupkan orang-orangnya, hasilnya nihil tidak terlihat keberadaan Angela, kecuali Angela sendiri berkeinginan tidak ingin ditemukan olehnya. Apakah Angela benar-benar membencinya sampai tak ingin ia temukan?
"Baiklah, terus ikuti Samuel. Mungkin suatu saat Angela akan menghubunginya. Itu satu-satunya harapanku."
"Besok aku ada rapat dengan dewan direksi, kau sudah persiapkan?"
"Sudah Tuan."
"Baik, pergilah. Besok jangan lupa bawa daftar nama serta indentitas para pegawai kepadaku!"
*
Esoknya Angela bekerja seperti biasa, dengan keringat membasahi tubuhnya. Berada di dapur sebenarnya sudah hobinya sejak dulu, jadi dirinya bekerja dengan senang.
"Chef, sekertaris Tuan Lazarus menelepon dari Perusahaan. Makan siang hari ini Tuan ingin makan masakan Itali, ikan dengan arugula, pasta serta salad. Jangan lupa baguette dan kukis cokelat," kepala pengurus rumah memberikan perintah.
Mata Angela membesar mendengarnya, ia akan mengambil kesempatanan ini. Ia melihat pengurus rumah pergi dari dapur, dengan cepat mendekati koki. "Tuan, saya pernah bekerja di Toko roti. Bolehkah saya mencoba membuat kukis cokelatnya?"
Koki bernama Thomas menatapnya, merasa hanya membuat kue itu bukan masalah. "Tentu saja, cobalah. Nanti aku akan mencicipinya sebelum kau eksekusi."
"Bolehkan saya juga yang mengantar makan siangnya ke Perusahaan, Tuan?"
"Tentu saja, tapi kau harus ijin terlebih dahulu pada Kepala pengurus."
"Baik." Angela tersenyum dengan semangat, segera membuat kuenya, ia akan selangkah mendekati Lazarus tapi dengan memakai identitas barunya. Dirinya tak ingin terikat apapun lagi dengan Lazarus sebagai Angela.
cucok sm babang laz