Di dunia ini hanya yang kuatlah yang berkuasa dan yang lemah hanya menjadi pion, oleh sebab itu aku harus menjadi yang terkuat agar bisa membuat seluruh dunia berada di bawah kendali ku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arisky wa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 25.Gunung Naga
Setelah beberapa jam perjalanan menggunakan helikopter, Long Ai dan salah satu tetua Gunung Naga sebentar lagi akan sampai di tujuan.
"Nona muda, sebentar lagi kita akan sampai, saya harap anda bisa cepat beradaptasi di tempat ini"
Ucap Tetua yang akan membimbing Long Ai.
Long Ai hanya menganggukkan kepalanya dan terus melihat ke arah luar jendela helikopter,Tetua yang bersaman Long Ai tidak tersinggung karena ia sudah tau sifat pendiam Long Ai.
"Tetua Jiang, apakah Gunung Naga aman dari monster monster ini?"
Tanya Long Ai sambil melihat beberapa monster yang berkeliaran bebas di hutan ini dari atas, tidak hanya monster darat banyak juga monster monster yang bisa terbang namun tidak menyerang helikopter.
"Ada banyak pendekar hebat yang melawan mereka ketika mendekati Gunung Naga, jadi Nona muda tidak perlu khawatir"
Jawab Tetua Jiang yang memiliki nama lengkap Jiang Chao.
Gunung Naga bisa di bilang bukan tempat yang aman dari serangan monster, karena hampir setiap hari para pendekar tingkat tinggi akan berhadapan dengan monster yang mencoba masuk ke gunung Naga.
Monster terbang juga jarang menyerang pesawat karena di lengkapi dengan sensor pertahanan khusu agar monster tidak tertarik menyerang pesawat terbang dan kendaraan lainnya yang di lengkapi sensor mahal ini.
Namun ada beberapa kasus pesawat di serang oleh monster tingkat tinggi, di sebabkan karena sensor tidak bisa membuat perlindungan yang sesuai untuk membuat pelindung, lebih tepatnya monster terlalu kuat untuk di ganggu oleh sensor.
Mereka akhirnya sampai setelah beberapa saat perjalanan, mereka pun mendarat di lahan kosong di dekat tempat yang terlihat seperti sekte besar.
Pilot pun mempersilahkan Tetua Jiang dan Long Ai turun setelah mendarat dengan aman, mereka di sambut oleh belasan pendekar muda dan seorang wanita berusia lima puluh tahunan, terlihat jelas ia juga merupakan seorang Tetua seperti Jiang Chao, setelah turun dari helikopter.
"Kami menyapa Tetua Jiang dan nona muda Long"
Ucap Tetua wanita itu sambil memberi hormat dan di ikuti pendekar pendekar muda di belakangnya.
"Nona muda, dia adalah anakku juga merupakan Tetua yang mengajar murid-murid baru, namanya Jiang Shu"
Ucap Tetua Jiang memperkenalkan anaknya.
Long Ai pun memberi hormatnya kepada Jiang Shu, setelah berbincang-bincang beberapa saat, Tetua Jiang meminta Jiang Shu mengajak Long Ai ke asrama yang sudah di siapkan untuk Long Ai,karena ia memiliki beberapa urusan yang harus segera ia selesaikan.
Jiang Shu pun menuntun Long Ai ke asrama nya yang merupakan asrama khusus untuk keturunan keluarga Naga.
Saat di berjalan menuju asrama, Jiang Shu menjelaskan tentang Gunung Naga dan beberapa tempat yang mereka lewati.
Di Gunung Naga, ada dua ratus peringkat teratas, dimana peringkat itu di isi oleh murid-murid berbakat Gunung Naga,orang yang ada di daftar peringkat itu akan di beri sumber daya untuk berlatih jauh lebih banyak dari biasanya setiap satu bulan sekali.
Jika ingin masuk kedalam peringkat itu, maka harus merebut peringkat yang di inginkan dengan cara menantang dan mengalahkan pemegang peringkat yang di tantangnya.
Sepuluh peringkat teratas di pegang oleh murid-murid dari para Tetua utama Di Gunung Naga seperti Tetua Jiang Chao dan lainya yang berada di tingkat pendekar Langit,murid-murid yang berada di peringkat sepuluh teratas biasanya sudah terkenal di seluruh Kekaisaran karena sering menantang murid sekte dan akademi lainnya.
"Apakah Tetua Shu punya murid yang memasuki peringkat itu?"
Tanya Long Ai kepada Jiang Shu.
"Aku punya belasan murid yang hanya berada di peringkat lima puluhan"
Jawab Jiang Shu sambil melirik pendekar pendekar muda di belakangnya dan tertawa kecil.
Tak lama kemudian mereka melewati sebuah jembatan besar dan panjang yang terdapat beberapa murid Gunung Naga juga yang sedang bersantai.
Melihat Jiang Shu membuat para murid ini menjaga sikap dan memberi hormat kepada Jiang Shu.
Di bawah jembatan juga bukan sungai atau danau melainkan sebuah lapangan luas untuk para murid murid berlatih beladiri, pemandangan di sekitar tempat latihan juga bisa terbilang indah karena banyak pepohonan yang rindang dan bangunan bangunan megah.
Bangunan bangunan itu tidak lain adalah tempat untuk senjata dan sekolah untuk para murid belajar.
Setelah melewati jembatan, mereka akhirnya bisa melihat bangunan lain yang terdapat banyak gadis gadis muda di sekitarnya.
"Ini adalah asrama untuk pendekar dan murid wanita... bangunan itu adalah asrama mu nona"
Ucap Jiang Shu sambil menunjuk sebuah bangunan yang terlihat seperti rumah mewah.
"Aku tinggal di situ sendirian?"
Tanya Long Ai.
"Iya... itu asrama yang cocok untuk nona muda"
Jawab Jiang Shu kemudian menyuruh beberapa pendekar yang mengawalnya untuk pergi.
Mereka berdua kemudian bergegas masuk ke asrama Long Ai untuk menaruh barang bawaan Long Ai.
Di dalam asrama itu, Long Ai mendapatkan fasilitas terbaik seperti di kediaman Long Fei, bisa di bilang ia mendapatkan rumah daripada asrama.
"Jika nona mendapatkan teman, nona muda boleh membawa mereka tinggal di sini karena memiliki beberapa ruangan kosong"
Ucap Jiang Shu sambil mengecek fasilitas asrama Long Ai.
"Tetua Shu, boleh kah aku meminta bantuan mu?"
Tanya Long Ai.
"Apa yang perlu ku bantu?"
Tanya Jiang Shu sambil menatap Long Ai.
"Aku memiliki teman bernama Cherly dari keluarga Pontier tolong bawa dia untuk tinggal bersaman ku"
Ucap Long Ai
Jiang Shu pun langsung bersedia membantu Long Ai mencari temannya saat ia selesai membantu menata barang bawaan Long Ai.
Setelah beberapa saat, mereka selesai menata barang bawaan Long Ai, Jiang Shu pun pamit undur diri karena ia harus mengurus beberapa anggota baru dan sekalian mencari teman Long Ai.
Long Ai mengantar Jiang Shu sampai ke depan asramanya, Long Ai kemudian duduk di halaman depan asramanya setelah Jiang Shu pergi.
Karena hari masih siang, Long Ai duduk di bawah pohon dan menikmati pemandangan di halaman asramanya, ia merasa sedikit rindu dengan keluarganya.
Karena lama kelamaan ia merasa bosan, ia mencoba keluar dari halaman asrama pribadinya itu, ia mencoba berkeliling di asrama untuk wanita yang biasa.
Ia sering bertemu dengan murid-murid wanita lain yang bisa di bilang lebih senior dari Long Ai, mereka semua mengenakan seragam pendekar Gunung Naga yang berwarna Hijau Tua.
Mereka juga menyapa Long Ai yang sedang berkeliling, bisa di bilang mereka semua sangat ramah dan bersahabat.
"Sepertinya kau anak baru... kenapa kau ada di sini?"
Ucap seorang gadis yang terlihat berusia tujuh belas tahunan sambil melirik sekitar Long Ai.
"Benar Senior, saya murid baru di sini"
Jawab Long Ai sambil memberi hormatnya.
Gadis itu segera menghentikan Long Ai memberi hormat kepadanya,menurutnya Long Ai belum wajib memberi hormat kepadanya karena belum mengikuti upacara penerimaan.
"Kau belum resmi menjadi bagian dari Gunung Naga, jadi jangan memanggil ku Senior dahulu"
Ucap gadis itu sambil menepuk pundak Long Ai.
"Kebetulan aku ingin berjalan-jalan di sekitar sini, mau berkeliling bersama ku?"
Tanya gadis itu sambil menyapa murid wanita yang lainnya yang melewati mereka berdua.