Baca season pertama juga ya judulnya Akhir Yang Bahagia.
Cyra Alesia Wijaya gadis manis berjilbab yang cukup ceria, punya keluarga yang semuanya baik membuat Cyra merasa hidupnya sempurna.
Tapi suatu kejadian membuatnya berubah jadi gadis murung, kejadian yang gak bisa diceritakannya pada siapapun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Karyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 25
Malam hari Cyra duduk bersantai bersama Bundanya.
"Oh ya sayang jika nanti ada yang melamar, apa Cyra mau?" tanya Hana sambil memegang jari-jari Cyra.
"Tergantung," kata Cyra menjawab tidak pasti.
"Kalau misal itu Bang Rendy apa Cyra mau?" tanya Hana pelan.
Cyra menggeleng, "Dulu memang Cyra ingin sekali menikah sama Bang Rendy tapi setelah Cyra menikah dengan Kak Geral perlahan Cyra sadar kalau perasaan Cyra selama ini pada Bang Rendy hanya karna kami sudah bersama dari kecil,"
"Tapi jika kalian menikah perlahan cinta akan tumbuh dengan sendirinya," kata Bunda
"Sejak Cyra berpisah dengan Kak Geral, Cyra mulai menyadari kalau Cyra sudah jatuh cinta pada Kak Geral, Cyra kuliah di luar negri berharap bisa melupakannya tapi tetap gak bisa, perasaan yang Cyra rasakan pada Kak Geral beda dari yang Cyra rasakan pada Bang Rendy," kata Cyra
"Tapi mungkin sekarang Geral sudah menikah lagi, jadi jangan menyimpan perasaan itu lagi," kata Bunda
"Sekarang Cyra berusaha untuk melupakannya," ucap Cyra dengan sedikit sedih.
"Cyra harus bisa," kata Bunda
"Oh ya Bunda, dulu Cyra punya teman dia anak Kiai Abdullah pemilik pondok pesantren Nurul Huda, namanya Aisyah, awal Cyra tertarik memakai cadar tu karna lihat dia, tapi waktu itu Cyra masih ragu jadi baru sekarang Cyra melangsungkan niat memakai cadar," kata Cyra
"Kok Bunda gak tau Cyra punya teman yang pakai cadar," kata Bunda
"Itu karna kami bertemu cuma beberapa kali karna setelahnya Ia pergi ke Kairo, tapi beberapa hari yang lalu kami bertemu dan dia sudah lulus dari Al-Azhar, setelah lama bercerita, dia membahas masalah perjodohan, Aisyah ingin Cyra ta'aruf sama Abangnya," kata Cyra
"Terus Cyra jawab apa?" tanya Bunda
"Cyra bilang ingin memikirkannya dulu, tapi mungkin Abangnya Aisyah bisa jadi imam yang baik, kan Cyra ini belum terlalu paham tentang agama, walau dari kecil Ayah dan Bunda sudah mengajari Cyra tapi kan Cyra gak pernah merasakan sekolah pesantren, jadi Cyra ingin belajar lebih dalam lagi," kata Cyra
"Bunda terserah Cyra saja, tapi apa Cyra pernah bertemu Abangnya Aisyah?" tanya Bunda
Cyra menggeleng, "Nanti setelah Cyra setuju ta'aruf maka akan dipertemukan sama Abangnya Aisyah, Aisyah dan Abangnya sama-sama lulusan Al-Azhar Kairo," kata Cyra sambil sedikit tersenyum.
"Tapi jika Cyra belum yakin jangan dijawab dulu takutnya nanti gak jadi malah akan menyakiti keluarga mereka," kata Bunda
Cyra mengangguk.
Ayah Cyra datang mendekat, "Lagi ngomongin apa?" tanya Ayah sambil duduk disamping kiri Bunda.
"Masalah perempuan," kata Bunda
"Ya kalau masalah perempuan, Ayah gak boleh ikut," kata Ayah sambil tersenyum merangkul Bunda.
Cyra tersenyum melihat orang tuanya
"Ya sudah Ayah dan Bunda lanjutkan pacarannya, kasih Cyra dedek bayi lagi biar rumah tambah ramai, Cyra ke kamar dulu," ucap Cyra yang langsung bangkit pergi.
Ayah dan Bundanya hanya tersenyum mendengarnya.
Cyra berjalan naik ke tangga lalu menuju kamarnya.
Cyra membuka pintu kamarnya dengan pelan dan langsung masuk, Cyra kembali menutupnya dan langsung berjalan menuju tempat tidur.
Cyra duduk menyandar di tempat tidur sambil menghela nafas lalu menatap langit-langit kamarnya.
*
Keesokan harinya Rendy pergi bersama Alwi dan Gina ke Bogor, Rendy mengantar mereka kerumah Pak Rangga, setelahnya Ia langsung pergi jalan sendirian.
Rendy pergi ke sebuah toko buku, Rendy masuk dan langsung berjalan mencari beberapa buku.
Rendy memilih-milih buku yang akan dibelinya, saat Ia mengambil salah satu buku, Rendy melihat seseorang memakai kursi roda berusaha mengambil buku yang terjatuh.
Rendy melihat orang itu akan terjatuh makanya Ia buru-buru mendekat dan mengambilkan buku yang ada di lantai.
"Ini," ucap Rendy saat memberikan buku itu.
Dinda yang semula menunduk langsung menatap ke arah Rendy.
"Terima kasih," ucap Dinda
Rendy tersenyum, "Sama-sama, perlu yang mana lagi biar saya ambilkan," ucap Rendy sambil melihat rak buku.
"Itu yang paling atas," kata Dinda sambil menunjuk rak teratas
Rendy melihat ke arah tangan Dinda yang sedang menunjuk, Ia langsung mengambilkan buku itu.
"Ini kan," ucap Rendy sambil menunjukkan buku yang diambilnya.
Dinda mengangguk, Zahra datang mendekat dan melihat ke arah mereka.
"Maaf lama," ucap Zahra
"Gak apa," kata Dinda
"Ya sudah saya pergi dulu," kata Rendy
"Iya, sekali lagi terima kasih," ucap Dinda
Rendy mengangguk lalu berlalu pergi menuju kasir.
Dinda masih melihat ke arah Rendy yang lagi membayar buku.
Dinda tersenyum saat melihat ke arah Rendy.
Zahra juga tersenyum karna melihat Dinda tersenyum.
Dinda dan Zahra juga langsung menuju kasir.
Setelah mereka membayar buku, mereka langsung keluar, di luar mereka kembali melihat Rendy yang sedang menelpon.
Dinda bangkit dan langsung masuk ke mobil, Zahra menyimpan kursi roda Dinda dan ikut masuk ke mobil.
Zahra menghidupkan mobilnya dan langsung menjalankan mobil dengan pelan.
Dinda masih melihat ke arah Rendy yang fokus menelpon.
*
Cyra sedang bersama Kinanti diruangan Kinanti.
"Oh ya Bu, boleh saya tanya sesuatu?" tanya Cyra
"Iya tanya saja," kata Kinanti
"Bu Kinan tau gak alamat rumah adiknya Pak Geral?" tanya Cyra
Kinanti yang sedang menukis sesuatu langsung berhenti dan menatap ke arah Cyra.
"Bu Kinan jangan salah paham, saya cuma mau bertemu Dinda, dia teman saya dulu," kata Cyra gelagapan
"Saya tau kok kalau kamu mantan istrinya Pak Geral, suami saya teman akrabnya Pak Geral," kata Kinanti
"Oh jadi Bu Kinan sudah tau," kata Cyra dengan suara pelan
"Saya tau kok alamat Dinda karena saya sering ke sana, nanti saya kirimkan alamatnya sama kamu," kata Kinanti
"Ah iya terima kasih Bu," ucap Cyra senang
Kinanti juga tersenyum tipis.
"Sekarang lanjutkan gambarnya," ucap Kinanti sambil menunjuk kertas di depan Cyra.
Cyra mengangguk lalu melanjutkan gambarnya.
Saat pulang kerja Cyra senang melihat alamat yang dikirimkan Kinanti tadi.
Cyra langsung masuk ke dalam mobilnya lalu mulai jalan.
Cyra melihat ke belakang dan benar Geral yang mengikutinya.
"Mungkin dia takut Cyra kenapa-napa di jalan kan jadi tanggung jawab perusahaan nantinya," gumamnya
Cyra tetap melanjutkan jalannya hingga sampai depan rumah, Cyra langsung turun dari mobil dan melihat mobil Geral juga terhenti agak jauh.
Dari kejauhan Geral melihat ke arah Cyra yang melihat ke arahnya.
Geral langsung memutar mobilnya dan langsung pergi.
Terima kasih karna sudah peduli keselamatan Cyra, tapi jika Kak Geral seperti ini maka ini tidaklah baik, Cyra gak mau menyukai suami orang, batin Cyra.
Apa salah Alwi sampai ada musuh, penasaran🤔
like
sub
give
iklan
star
komen
paket lengkap tersemat
cya yo
😘😍😘😍😘😍
😭😭😭😭😭😭😭😭😭
maka jadilah.
QS. al Baqoroh 216.
cha yo kk dwi nt k-2 mu stlh hana
😘😍😘😍😘😍😘😍😘😍