Cover by @iqbald26
Menceritakan tentang dua manusia yang berupaya setia pada pasangannya yang sudah tiada,namun takdir yang mengatur mereka.
***
*Tidak ada orang ketiga
*Episode tidak banyak
*Siapkan tisu,karena mungkin saja cerita ini mengandung air mata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pipit fitriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali
Hari demi hari Ana lalui tanpa suami dan anaknya, keadaan Ana sudah pulih beberapa hari yang lalu dia melakukan check up dan dokter menyatakan kalau Ana sudah sehat,hanya saja dokter menyarankan agar Ana makan yang teratur, istirahat yang cukup dan jangan stres.
Setelah kesehatannya dinyatakan pulih,Ana memutuskan untuk kembali kerumah suaminya tentunya setelah izin dari ibunya. Ibu Ana sempat mengkhawatirkan Ana,namun Ana meyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Ana sengaja tidak mengabari suami ataupun yang lainnya untuk pulang kerumah,ia ingin memberikan kejutan pada Hana, bagaimana pun dia sangat merindukan anak itu. 1 jam perjalanan kini Ana sudah sampai dikediaman Farid, untuk saat ini dia tidak ingin memikirkan permasalahan rumah tangganya.
Saat memasuki rumahnya yang pertama Ana lihat adalah Hana dan sesosok wanita cantik yang sedang tertawa bersama, keduanya nampak akrab,Ana belum melihat wajahnya karena wanita itu tidak menghadap ke arah pintu,Ana masih menerka-nerka siapa sosok itu namun Ana tidak mendapatkannya, sampai Hana melihat kearah Ana dan memanggilnya.
"Ibuuuuuuuuuuuuu ....," teriak Hana memanggil Ana dan berlari kearahnya,sontak saja wanita itu melihat kearah Ana.
"Assalamualaikum ,sayang?," ucap salam Ana yang langsung memeluk putrinya
Wanita itu melihat pemandangan keduanya,yang nampak dekat namun tak bisa dipungkiri bahwa dia cukup terkejut,karena setahunya ibu Hana sudah meninggal. Kini mata Ana tertuju pada sesosok wanita cantik,Ana mengenalinya sewaktu di pesta itu,wanita yang memperkenalkan sebagai sahabat pada suaminya,ya dia Malika Anwar tunangan suaminya.
"Ibu,lihat aku punya teman balu," ucap polos Hana sambil menarik Ana pada malika
Ana tersenyum.
"Apa kau menyukainya?," tanya Ana
Hana mengangguk.
"Syukurlah,"
Ana kini sudah berada dekat dengan Malika ,dia tersenyum meskipun hatinya kita tidak pernah tau.
"Bahkan kau sudah membawanya kerumah mas,saat aku masih sah menjadi istrimu, baiklah mulai sekarang aku akan belajar mengiklaskan semuanya," ucap Ana dalam hati
"Hi, mbak. sepertinya kita pernah saling bertemu," ucap Ana menyapa terlebih dahulu Malika.
Malika yang disapa nampak kebingungan,namun tak lama ia pun tersenyum dan menyahuti sapaan Ana.
"Eh iya, sepertinya kita memang pernah saling bertemu tapi dimana ya?," tanya Malika entah dia lupa atau pura-pura lupa.
"Kita bertemu di acara pertemuan para pengusaha muda mbak,saya datang bersama Fathya, mungkin mbak mengingatnya,"
"Oh iya benar,aku ingat. Tapi kenapa kamu ada disini?," tanya Malika yang masih penasaran
Ana tersenyum.
"Saya ? Hmmh saya pengasuh Hana mbak," ucap Ana tanpa pikir panjang meskipun hatinya perih.
"Oh pengasuh Hana,kok waktu di acara mas Farid tidak memperkenalkan kamu ke saya?,"
"Mungkin mas Farid juga kaget saya bisa ada disana,padahal saya hanya seorang pengasuh. Mbak sejak kapan ada disini?,"
"Bisa jadi sih,aku kesini sejak pagi. Sebelumnya aku juga udah kesini tapi aku tidak pernah melihat kamu loh,"
Ana terkejut ternyata calon istri mas Farid sudah mendekatkan diri dengan keluarganya,kenapa suaminya tidak pernah memberi tahu,bahkan ibu mertuanya pun sama, entahlah.
"Ehh iya,saya cuti sakit waktu itu jadi baru bisa masuk hari ini," ucap Ana tidak sepenuhnya berbohong
"Tapi keadaan kamu sudah membaik? nampaknya Hana akrab dengan kamu ya, sampai sampai dia memanggil kamu ibu,"
"Alhamdulillah sudah membaik mbak,saya mengasuh Hana sejak bayi jadi mungkin dia merasa dekat dengan saya, untuk panggilan ibu ,itu terjadi begitu saja atas kesepakatan keluarga ini."
"Hmmh baiklah saya mengerti,"
"Apa ibu Farida sudah mengetahui kehadiran mbak Malika?," tanya Ana penasaran
"Sudah ko,tadi dia pergi keluar sebentar dan menitipkan Hana pada saya, mungkin sebentar lagi pulang," sahut Malika menjelaskan
Ana merasa posisinya sudah tergeser dan dia sudah belajar menerima semuanya. Hana tertidur dipangkuan Ana,mungkin anak itu merindukan ibu sambungnya,sudah seminggu bahkan dua Minggu Hana tidak bermain dengan Ana.
"Apa mas Farid juga tau mbak datang kesini?," tanya Ana yang masih penasaran
"Tau ko,tadi setelah menjemput dan mengantarkan saya kesini dia langsung pergi ke kantor, mungkin ada hal penting yang harus diurus ."
Lagi lagi Ana tersenyum miris,dengan terang terangan Farid sudah membawa tunangannya kerumah.
"Yasudah saya izin menidurkan Hana ke kamarnya mbak,"
"Silahkan,"
Dengan perasaan yang hancur,Ana mencoba tidak menjatuhkan Airmatanya, namun hal itu sungguh sia-sia , setelah sampai dikamar Hana dan menidurkannya dia langsung masuk ke kamar mandi dan menangis disana, sungguh ini tidak mudah untuk Ana.
"Kenapa hal ini harus aku alami,kenapa dulu aku menerima pernikahan ini dan pada akhirnya aku harus kembali bersedih," ucap Ana disela tangisnya
Ana tidak ingin berlarut-larut dengan airmatanya bagaimana pun ini adalah takdir yang harus dia jalani. Ana tidak masuk kedalam kamarnya,dia memilih untuk pergi ke kamar pelayan waktu itu,Ana tidak benar-benar mengosongkan kamar itu,bahkan dia masih memegang kunci kamar tersebut. Ana lelah dan ingin beristirahat.
"Mbak kalau ingin beristirahat bisa kekamar tamu,ada disebelah sana," ucap Ana menawarkan
Malika terdiam sejenak, sebenarnya dia pun ingin tidur siang karena cukup lelah bermain dengan Hana yang sudah aktif.
"Hmmh Apa aku boleh beristirahat di kamar mas Farid?," tanya Malika mengejutkan
Deg pertanyaan itu membuat jantung Ana melemah, bagaimana mungkin wanita yang masih berstatus tunangan sudah ingin tidur dikamar suaminya, sedangkan kamar itu masih ditempati oleh Ana.
"Saya tidak berani mengizinkannya mbak,takut mas Farid marah,kalau tidak mbak minta izin dulu jika di izinkan maka saya akan mengantarkan mbak Malika kekamar mas Farid,"
Malika terdiam sejenak.
"Hmmh tidak sopan juga si,tapi saya tunangannya yang sebentar lagi akan menjadi istri mas Farid, baiklah saya harus bersabar sebentar lagi,aku tidur di kamar tamu saja, terima kasih ya," ucap Malika yang langsung meninggalkan ruang tamu
Perasaan Ana sudah campur aduk,kecewa,marah dan sedih. Apa harus se frontal ini Farid menyakitinya,kenapa tidak diakhiri saja dan semuanya akan berjalan sesuai apa yang dia inginkan,Ana sempat merasa senang ketika dia ingin menarik kata talaknya,namun kenyataannya berbeda,Farid tetaplah Farid.
***
Pukul 4 sore Ana menghampiri kamar Hana dia mengurus anak itu memandikan dan menyuapi Hana, setelah itu dia mengajak Hana bermain disekitar halaman rumah. Malika sudah pamit pulang pada Farida,ibu mertua Ana belum mengetahui kepulangan Ana karena Malika atau pelayanan belum sempat memberi tahu Farida.
Farida terkejut sekaligus senang melihat ana sudah kembali.
"Ana kamu sudah kembali sayang?," ucap Farida menyapa menantunya
"Sudah mah," sahut Hana tersenyum kaku, bagaimana pun dia sedikit kecewa dengan mertuanya,namun ia pun sadar diri.
"Sejak kapan?,"
"Tadi habis juhur aku kembali dari rumah ibu,"
Farida terkejut,jika Ana kembali sehabis juhur berarti Ana sempat bertemu dengan Malika,Farida merasa bersalah karena sebelumnya tidak pernah bercerita pada Ana,karena Farida ingin menjaga perasaan Ana.
Ana mengerti keterkejutan ibu mertuanya.
"Nak,apa kamu bertemu dengan Dia?," tanya Farida memastikan
"Iya mah,aku bertemu dengannya,dia cantik ya dan juga berkelas mamah pasti menyukainya," tanya Ana frontal
"Ana mamah bisa jelaskan semuanya," ucap Farida khawatir kalau Ana akan marah dan membencinya
Ana tersenyum.
"Tidak ada yang perlu dijelaskan mah, cepat atau lambat semuanya akan terjadi,Ana hanya perlu bersiap saja. Oiya Mba Malika taunya Ana pengasuh Hana jadi mamah tidak perlu memberitahu mbak Malika mengenai status Ana sebenarnya,aku pamit ke kamar hana mah," ucapnya sambil meninggalkan Farida yang masih terkejut dengan apa yang Ana katakan, bagaimana bisa Ana mengaku sebagai pengasuh disaat dia masih berstatus istri sah Farid.
***
Aku enggak tau ini feel nya dapat atau tidak,semoga kalian tetap suka.
Jangan lupa like ,komen dan Vote.
Jika menemukan typo tolong komen🙏😁😉
Jangan bilang ini sedikit ya 1200 kata cukup menguras pikiran hehe ..😁
semoga
maling teriak maling....
lebih baik berpisah, dr pada menyiksa diri....
jangan menyiksa orang lain karena pikiran mu yg salah....
manusia tidak punya hati..... 😡😡