🔥🔥🔥 area 21 +++ siapkan mental kalian
Pastikan gigi kalian tidak kering selama membaca cerita ini,🤣
#terjebak ranjang panas karena nonton film 21 ++ pernah kalian mengalami nya? Kalau belum tanya kan pada wanita bernama Lea Hadid yang hidup langsung berantakan setelah dia menghabiskan malam panasnya dengan seorang pria yang di sukai nya secara diam-diam...
#hidup dalam pelarian
itu lah ungkapan yang tepat untuk wanita yang bernama Lea Hadid ini. Mencintai tapi mengingkari semua perasaan cinta yang dia miliki.
Apakah kapal Lea Hadid dan kekasih Hati akan bisa kembali berlayar di tengah semua rahasia yang Lea Hadid miliki? yuck ikuti kisah Lea Hadid yang semakin ia menghindar.. takdir semakin mengejar nya🤣
😉 yuk kita mulai happy reading kita di novel kak UPe yang satu ini 🥰 happy reading 🐿️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak UPe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
🤭lanjutkan perjuanganmu Lea....kak UPe yakin, makin kamu hindari hidup mu akan selalu berjodoh dengan ayang Ansel kak UPe 😂
🗿 happy reading dah kalau gitu BESTie...ingat tinggalkan hadian dan vote untuk mensupport alam hayal labil kak UPe ini. Dan jangan lupa booming like dan komen...#sarange daaah.....🥰🤭
☘️☘️☘️
Lea langsung menarik-narik rambutnya gimbal ke depan agar menutupi wajah nya. Kini rupanya persis seperti istri tarzan yang sudah sebulan tidak keramas.
Lalu Lea berjalan sambil menunduk dan memiringkan badan nya kesamping agar Ansel yang sedang berdebat dengan bocah berusia tiga tahun itu tidak menyadari kedatangannya.
"Dia tidak melihat ku!! Aku invisible! Dia tidak melihat ku!! Aku invisible! dia tidak melihat ku! Aku invisible." gumam Lea dalam hati.
Lea terus menggumam kan itu dalam hati sambil berjalan menunduk.
“Arka.. coba lihat, akhirnya ada teman baru!” Sorak si mbak-mbak tadi, yang langsung membuat usaha Lea menjadi sia-sia.
Lea pun langsung memejamkan matanya. Saat ini dalam hatinya, lea berteriaak sambil melompat saking Frustasi nya, saat di mbak-mbak malah mengatakan hal itu dengan nada yang sangat bersemangat.
Karena semua sudah terlanjur, mau tidak mau Lea pun menoleh pada Ansel dan anak kecil itu, kemudian menyapa Ansel dengan ramah...
“Eh? Tuan Ansel?” sapa Lea dengan senyum dua jari nya.
“putra tuan di titip disini juga?” Lea pura-pura bertanya, padahal lea tahu kalau bocah yang terlihat lebih besar dari Bia itu pasti bukan lah anak Ansel.
Apalagi tadi si embak-embak memanggilnya Arka.
Lea sangat ingat kalau Arka adalah nama anak Zee dan Raya. Sebab dahulu Zee dan Raya selalu menyebut nama bayi yang ada di dalam kandungan Raya dengan panggilan Arka.
“Arka bukan anak Aypa! Arka anak ayah Zee!” jawab bocah itu dengan bijak pada Lea.
“Ya! Aku tahu kau bukan anak pria ini bocah ganteng!” Tukas Lea dalam hati sambil tersenyum.
“Nona.. tuan muda Arka ini bukan anak tuan Ansel! Dia adalah anaknya tuan Zee.” Jelas wanita yang itu pada Lea.
Wanita itu mengira Lea tidak tahu apa-apa.
“OO.. aku kira anak ganteng ini adalah anak nya tuan Ansel!” Ujar Lea, pura-pura bego.
“Apakah anak kecil itu adalah anak mu nona Betty?” tanya Ansel sambil berdiri dan berjalan ke arah Bia.
Arka pun ikutan berdiri dan berjalan di samping aypa nya itu.
“Iya tuan Ansel! Anak ini adalah anak saya!” aku Lea, sambil tersenyum.
“heemm.. tapi kemarin aku tidak melihat dia ada di pesawat bersama mu!” tanya Ansel sambil menatap Lea penuh curiga.
“Kenapa pria ini selalu curiga saja bawaannya pada ku?” gumam Lea dalam hati.
“Bia, sudah lebih dulu tiba di Indonesia tuan.” Jawab Lea.
Lea merasa itu adalah jawaban yang paling diplomatis yang bisa dia berikan.
“Dengan ayahnya?” tanya Ansel lagi.
“Tidak! Dengan cargo!” Seru Lea dalam hati.
“Tidak tuan! Dengan teman saya. Ayah Bia sudah tiada.” Lea segera menutup cerita tentang ayah-ayahan yang mungkin saja berkembang diantara mereka setelah ini, jika Lea tidak segera mengakhirinya.
“I am sorry to hear that!” jawab Ansel yang merasa tidak enak hati setelah mendengar bahwa ayah Bia sudah tiada.
“That’s oke!” jawab Lea cepat.
“Arka!! Kereta nya jangan di panjat!” Ansel langsung menurunkan Arka yang sudah memanjat tepian kereta Bia.
Arka menoleh pada Ansel dan berkata,
“Sudah besar tapi masih naik kereta.” Ucap Arka dengan tampang mengejek pada Bia.
“mama! Bia au tuyuuun.. tuyunn!” Teriak Bia pada Lea.
“Bia mau turun sayang?” Ujar Lea, berakting seperti ibu-ibu sungguhan yang sayang pada anaknya.
Lea pun hendak menurunkan Bia dari kereta itu.
Tapi nama nya juga baru pertama kali berurusan dengan kereta balita, Lea kesulitan melepaskan seatbelt yang terpasang di pinggang Bia.
“Aduh! Kenapa macet begini?” Seru Lea yang sudah berkali-kali mencoba melepaskan seatbelt itu.
Karena sudah mencoba beberapa kali, hampir saja Lea menggunakan tenaga samson versi wanita nya untuk menarik paksa seatbelt itu.
Namun untungnya Ansel segera membantu Lea. Kalau tidak maka Lea pasti terpaksa membeli kereta balita yang baru. Karena pasti benda itu akan rusak.
“Bukan begitu caranya.” Ujar Ansel sambil menyentuh tangan Lea yang sedang menyentuh seatbelt itu.
"Deg ..."
Lea automatis menarik tangannya saat Ansel menyentuh tangannya.
😱😱😱
Nah loh! 🤣😂
Kenapa di tarik Lea.. kalau kak UPe mah di pegang gitu. kak UPe pengang balik. ...trus bawa ke KUa...
#nikahin adek ...bang!😂😂
Nape..? nape?? pengen muntah baca nya? sama kak UPe juga😂😂😂