NovelToon NovelToon
Singgasana Untuk Istri Yang Terluka

Singgasana Untuk Istri Yang Terluka

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Balas Dendam
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: PandaMaiden

Andra yang jatuh cinta pada pandangan pertama saat bertemu dengan Mila, perempuan yang telah bersuami itu mampu menggetarkan hatinya hingga membuat dia mencari tahu seperti apa kehidupan yang sedang di jalani Mila bersama suaminya. "Mila, kau tak pernah bahagia kan hidup bersama suamimu itu?" tanya Andra menatap serius Mila. "Bapak tidak perlu tahu urusan rumah tanggaku!" sentak Mila. "Ceraikan saja suamimu dan jadilah istriku, kau akan kujadikan ratu dalam hidupku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PandaMaiden, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 Perhatian Khusus

Bab 20

Perhatian Khusus

Setelah pesan itu di kirim ke grup kantor, notif langsung ramai dan para karyawan berbondong untuk turun ke restoran. Mereka sangat bahagia karena mendapat traktiran.

"Padahal kita baru gajian, tapi udah di traktir aja sama si bos. Biasanya kan kalo akhir bulan kita di traktir, ya," ujar salah satu staf.

"Kayaknya bos lagi bahagia, jadi kita di traktir di awal," timpal salah satunya lagi.

"Eh, bukan kayak gitu. Tapi emang bos kita baik woy," timpal wanita yang tadi memergoki Andra.

"Tapi gengs, bos kita akhir-akhir ini kayak lagi perhatian banget ngak sih sama ibu Mila," celetuk wanita yang duduk di ujung.

"Ya, kita sih merasanya gitu, inget nggak sih waktu kita ehm-ehm pas di depan lobi?"

"Sudah, ini kenapa malah kalian gosipin si bos, sih. Nanti kalo ketahuan, mau gaji kalian di potong." Sela salah satu pria yang sejak tadi mendengar celotehan para rekannya.

"Ish, si Adi mah nggak seru, ya."

"Kita itu disuruh makan bukan bergosip," sambungnya lagi.

Setelah itu Andra pun muncul dari pintu lift, pria itu menuju ke meja mereka dengan menenteng tablet.

"Silakan, Pak." Adi menarik kursi untuk Andra duduki.

Sang bos pun langsung duduk bergabung bersama mereka. Tak ada yang bersuara semua saat melihat Andra fokus pada tabletnya. Pria itu sedang memeriksa hasil kerja siang tadi.

Dan di antara mereka pun saling tatap, merasa semua pada diam, Andra pun menatap mereka secara bergantian.

"Kenapa kalian pada diam, lanjutkan saja makannya. Jangan lihat saya, ini kan di luar jam kantor. Enjoy saja," ujar Andra.

"Bu Mila kok tidak turun ya Pak," Kiki memberanikan diri bertanya. Karena sesama rekan kerja, pasti jika ada salah satu yang tidak hadir akan di tanyakan.

"Sedang istirahat, kalian lanjut saja. Saya sudah turun buat menemani kalian," kata Andra.

"Baik, Pak. Terimakasih untuk traktirannya ya," timpal salah satu dari mereka yang sudah selesai makan.

Melihat beberapa rekan sudah menyelesaikan makan, Andra pun pamit untuk kembali ke kamarnya. Pria itu ingin mengecek Mila apakah sudah memakan menu yang dia pesankan.

Begitu tiba di depan kamar Mila, Andra ragu untuk mengetuk pintunya. Dia pun memilih untuk melakukan panggilan video dari kamarnya.

"Ya, Pak," jawab Mila yang tak menyadari jika panggilan itu adalah video. Dia sedang memakan makannya hingga hidangan menu terakhir.

"Apakah kamu sudah makan?" Tanya Andra.

"Sudah, Pak, apakah ada yang bisa saya bantu?" Tanya Mila buru-buru menyudahi makannya.

"Coba saya lihat," kata Andra.

Hah? Mil seperti bingung dan meraih ponselnya yang berada di meja. Dan wajah Andra muncul di layar.

"Eh, maaf pak, ternyata video call ya, saya tidak tahu," ujar Mila segan.

"Tidak apa-apa, saya hanya ingin memastikan kamu sudah makan," jawab Andra.

"Oh, sudah kok, pak. Nih bapak lihat sendiri, saya sudah menghabiskannya." Mila menunjukkan piring kosongnya.

"Syukurlah kalau begitu,"

"Bapak sendiri sudah makan?" Tanya Mila santai.

"Oh, belum. Belum lapar," kata Andra.

"Bagaimana bisa bapak menyuruh orang lain makan sampai di telepon seperti ini sedangkan bapak sendiri malah belum makan," omel Mila.

Andra merasa hatinya menghangat saat Mila memperhatikannya. Meskipun ini adalah hal biasa bagi orang lain tapi bagi Andra, ini adalah sebuah perhatian khusus yang diberikan dari seseorang yang dia sukai.

"Saya akan pesan makan dan makan sekarang, deh. Saya takut soalnya," balas Andra dengan cengiran.

"Takut apa?" Heran Mila.

"Takut di omelin," balas pria itu.

Obrolan itu mengalir alami seperti teman dekat, hingga Mila mulai membuka obrolan soal masalahnya. Andra yang merasa ini adalah momen paling tepat, tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan.

Meski pun pria itu sudah tahu dari orangnya, tapi jika mendengar langsung dari Mila itu adalah hal berbeda.

Begitu mendengar cerita Mila secara langsung, Andra mengepalkan tangan. Dia sungguh sangat ingin sekali melenyapkan Arjun dari hidup Mila.

"Eh, maaf ya pak, saya malah cerita ngawur." Mila menutup mulutnya yang dia rasa sudah kebablasan.

"Tidak masalah, asalkan itu bisa meringankan beban di hatimu, kenapa tidak. Kamu tidak perlu sungkan Mila, anggap saja kita ini teman dekat, jangan pandang atasan dan bawahan kalau di luar jam kerja seperti ini." Andra berusaha menenangkan.

Bagaimana pun, pria itu secepatnya ingin membebaskan Mila dari cengkraman suaminya yang gila tersebut.

"Jika kamu butuh bantuan, jangan sungkan Mila. Saya akan lakukan sampai tuntas."

"Saya sudah hubungi pengacara kok Pak, dan bukti pun sudah saya serahkan," lanjut Mila.

"Baiklah, ingat ya, jangan sungkan kabari saya kalau butuh sesuatu," kata Andra mengingatkan.

Mila pun mengangguk, perasaan nyaman itu mulai muncul. Hatinya mencoba menepis tapi, rasanya tidak bisa menolak.

"Aduh, apa yang sudah aku lakukan," ujar Mila begitu video call itu berakhir.

Dia memegangi pipinya yang terasa hangat, selama ini memang dia pendam sendiri. Pernah bercerita dengan salah satu temannya, tapi sejak saat itu dia tidak lagi berhubungan karena temannya sedang pergi bulan madu dengan suaminya.

Mila tak ingin mengganggu sahabatnya yang sedang menikmati masa liburan. Dan juga sedang berusaha untuk mendapatkan momongan.

Tak ada yang lain selain Mika. Ya selama ini Mila terlihat seperti tidak punya teman untuk berbagi cerita. Dia memang lebih memilih memendam semuanya sendiri.

"Ya sudahlah, semua sudah terjadi. Aku tidak mungkin menarik kembali kata-kataku pada pak Andra." Gumam Mila.

Mila pun mulai naik ke ranjang dan mengganti lampu tidur, dia ingin istirahat karena tubuhnya memang terasa sangat lelah setelah seharian ini bekerja.

Namun sebelum mata itu terpejam sempurna, ponselnya berbunyi. Nomor tidak di kenal sedang memanggil. Mila mencoba mengabaikannya dan mengubah menjadi silent agar tidak berisik. Akan tetapi, karena panggilan itu tak kunjung dia jawab, nomor tersebut pun mengirim pesan padanya.

"Angkat telponnya," pesan itu di sertai sebuah foto. Mila terkejut begitu melihat foto yang di kirim.

Mila sangat yakin jika nomor tersebut adalah milik Arjun. Karena nomor yang sebelumnya sudah dia blokir untuk menghindari pria itu. Namun ternyata, Andra menghubunginya dengan nomor lain.

Tangan Mila bergetar, dia tak ingin menerima panggilan atau pun pesan dari Arjun lagi. Dia pun memblokir lagi nomor lelaki tersebut.

Setelah itu tak ada lagi pesan atau pun telepon yang masuk, Mila berusaha untuk tidur. Akan tetapi, foto itu membuatnya kepikiran. Hingga Mila pun sulit untuk tidur.

Jam menunjukkan pukul 12 malam. Mila menyalakan kembali lampunya. Dia ingin melihat keluar jendela. Memandangi indahnya gemerlap lampu kota dari kamarnya. Rasanya dia ingin keluar untuk mencari udara segar, tapi dia merasa sedikit takut. Jadi urung dia lakukan.

1
Elisabeth Ratna Susanti
waduh aku deg2 an nih
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍
HiaTus: 😍makasi akak
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
semoga rencananya berhasil.....amin 🥰
HiaTus: aminn🙏
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan👍
Elisabeth Ratna Susanti
waduh ibu mertua macam apa ini pengen tak getok pake high heels nih😄
Rani
numpang iklan 🙏
Elisabeth Ratna Susanti
ish! main tampar saja nih orang
NyonyaMuda
jangan galau lagi mila, cepat tinggalkan saja si arjun💪
NyonyaMuda
senangnya sapat traktiran😍😍
NyonyaMuda
pak wagio ngarep banget deh😄
NyonyaMuda
pak andra harus cepet ungkapin ke mila🤭
Elisabeth Ratna Susanti
setuju, jangan aneh2 ya 😄
Santai Dyah
bner mila nurut aja jgn berdebat dengan andra
HiaTus: biar nanti cepet di halalin
total 1 replies
Santai Dyah
jhat nya bu lisa ngetawain mila yang jatuh
HiaTus: iya, mereka keterlaluan
total 1 replies
Santai Dyah
sabar vio mungkin kk kmu lg bhagia mknya brisik
HiaTus: 🙏🙏betul itu
total 1 replies
Santai Dyah
enaknya bisa numpang mndi di tawarin mkn pula si mila
HiaTus: rejeki nomplok🤣
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
jangan bawa2 roman, roman nggak salah 😄
Elisabeth Ratna Susanti: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Elisabeth Ratna Susanti
waduh cowok apaan ini? bayar listrik aja nggak bisa 🫣
HiaTus: kan dia pengangguran🤣
total 1 replies
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Remontada
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!