NovelToon NovelToon
Bodyguard Tuan Muda

Bodyguard Tuan Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Perubahan Hidup / Penikahan Kontrak / Peningkatan diri -peningkatan pesona diri / Identitas Tersembunyi / CEO / Wanita Karir / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:2.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Elwi Chloe

Harap bijak dalam membaca, ada beberapa adegan dewasa.

Ramaryo Kevlar Putra J. Umur 20 tahun, berandal tengik, playboy, suka bermain wanita dan tidak ada kata baik darinya.

Berlian Jelita Albirru. Di umurnya yang 19 tahun sudah menjadi seorang CEO di perusahaan tersukses di dunia. Pintar bela diri, cantik, sexy, mandiri, dan wanita karier yang sukses. Benar-benar sempurna. Dengan menjentikkan jari pun dia bisa membuat banyak laki-laki bertekuk lutut padanya.

Namun, sial.

Jelita mendapatkan surat wasiat jika dia harus menikah dengan Ryo. Surat wasiat dari mendiang sang Ibunda yang memang berteman baik dengan Ibu dari Ramaryo.

Jelita menyamar menjadi Bodyguard yang berpenampilan cupu untuk bisa merubah sifat Ryo si calon suami. Dia juga berniat untuk membuat Ryo jatuh cinta pada penampilan cupu dan jeleknya.

Apakah Jelita dapat melakukannya? Atau dia yang justru jatuh cinta pada pesona sang Casanova?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwi Chloe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Konseling

"Kamu serius kan? Nggak ada suntik menyuntik?" tanya Ryo pada Jelita yang di sebelahnya.

"Nggak ada, kok. Kamu tenang saja, sana cepat masuk," ucap Jelita mencoba meyakinkan.

Mereka kini sedang di depan ruangan Dokter psikiater. Sebelumnya Ryo memang sudah membuat janji dengan Dokter untuk berkonsultasi sepulang kuliah.

"Kamu nggak ikut masuk?"

"Tentu saja nggak, aku akan tunggu di luar," kata Jelita, dia seperti sedang mengantar anak kecil ke sekolah saja.

'Hobi main wanita, tapi penakutnya luar biasa,' batin Jelita tidak habis pikir dengan Ryo.

"Yasudah aku masuk dulu," tukas Ryo setelah menguatkan hatinya, dia segera membuka pintu dan masuk ke dalam.

Setelahnya Jelita mengambil ponselnya dan membuka aplikasi pesan.

[13.00] My : Jangan suntik dia.

[13.00] Renata : Why? Apa calon suamimu takut disuntik?

[13.01] My : Ya.

[13.01] Renata : Tenang saja aku tidak menyuntiknya.

[13.01] My : Oke.

[13.02] Renata : Tapi kalau dia yang menyuntik aku bagaimana?

Jelita melotot saat membaca pesan itu, "Renata sialan," umpatnya.

[13.02] My : Jangan menggodanya!

[13.02] Renata : Hahaha

Renata Carissa, Dokter psikiater yang menangani Ryo, dan tidak lain adalah sepupu jauh Jelita.

"Awas saja kalau dia menggoda Ryo," ucap Jelita dengan menghentakkan kakinya kesal.

Sedangkan di dalam ruang konsultasi.

Ryo sedikit terkejut karena Dokter psikiater yang akan memberikannya konsultasi adalah wanita cantik. Jika saja dia belum tobat untuk bermain wanita, mungkin Dokter Renata akan dia goda. Lagi pula Ryo sudah bosan dengan wanita cantik. Sekarang dia lebih menyukai wanita mandiri, kuat, jago berantam, bermata indah, dan berkacamata.

'Loh bukannya itu ciri-ciri Jelita?' batin Ryo kaget karena pemikirannya sendiri.

Dokter Renata yang habis berkirim pesan dengan Jelita menyimpan ponselnya di saku jas putih yang dia kenakan, dia tersenyum ramah pada Ryo yang duduk di hadapannya, meja kayu menghalangi mereka berdua. "Apa keluhan kamu, tuan muda?" tanyanya.

**

"Ternyata pergi ke psikiater nggak buruk juga," kata Ryo yang terduduk di sofa ruang tamu.

"Syukurlah kalau begitu," ucap Jelita yang meletakan piring yang berisi beberapa croissant dan menuangkan teh pada cangkir Ryo.

Mereka berdua sekarang sudah berada di rumah.

"Dokter Renata sangatlah cantik dan sexy, aku jadi senang saat konseling."

Jelita yang tengah berdiri di samping sofa meremas nampan yang dia pegang, dia mengira jika Renata benar-benar menggoda Ryo.

"Berarti terapi kamu berjalan lancar?" tanya Jelita mencoba menyingkirkan perasaan tidak enaknya.

Ryo mengangguk, "Ya, Dokter cantik itu juga melarang aku untuk mengonsumsi obat-obatan anti-anxiety lagi."

Jelita terkejut, "Sejak kapan kamu mengonsumsi obat-obatan itu?"

Obat anti-anxiety memang dapat dengan cepat mengatasi kecemasan. Namun, obat tersebut juga memiliki efek negatif bagi tubuh, terutama jika dikonsumsi dalam jangka panjang atau berlebihan, dampak negatif dari penggunaan obat itu adalah kerusakan memori, kesulitan berpikir jernih, hingga sulit untuk segera tanggap dalam menghadapi situasi darurat, dan meningkatnya resiko penyakit Alzheimer hingga 50%.

Dan Ryo selama ini mengonsumsi obat itu. Bagaimana bisa Ryo membahayakan hidupnya sendiri?

"Sejak lama, tapi aku hanya mengonsumsinya saat kambuh saja, nggak berlebihan," jawab Ryo jujur.

"Pantas saja kamu sangat bodoh dan lemot, jadi karena itu," ucap Jelita menatap tidak percaya Ryo.

Ryo hampir terjungkal karena ucapan Jelita, "Kampret, aku nggak bodoh dan lemot," sengitnya.

"Kamu memang harus stop mengonsumsi obat-obatan itu, tuan muda," kata Jelita dengan ekspresi khawatir.

"Ya."

Setelahnya mereka terdiam, Ryo memakan croissant miliknya.

"Apa kamu menyukai Dokter itu?" tanya Jelita tiba-tiba, sejak tadi dia memang penasaran tentang perasaan Ryo pada Renata.

"Biasa aja," jawab Ryo sekenanya.

Jelita kesal karena jawaban Ryo yang tidak memuaskan, padahal dia ingin memastikan jika Ryo tidak menyukai Renata.

Ryo yang sedang menyesap teh melirik ekspresi Jelita dari ekor matanya, 'Apa dia cemburu?' batinnya.

'Kalau dia cemburu berarti dia menyukaiku dong?'

"Uhuk," Ryo tersedak.

Jelita panik dan segera mengusap bahu Ryo pelan, "Tuan muda, nggak apa-apa?"

Ryo segera menepis tangan Jelita, sentuhan gadis itu justru semakin membuatnya tidak baik-baik saja. Pemuda itu segera bangkit dan pergi.

"Dia sangat nggak suka dipegang aku, ya?" ucap Jelita tersenyum miring.

Sedangkan Ryo yang melangkah cepat ke kamarnya merasakan jika jantungnya bertalu-talu, wajahnya pun memerah, "Apa benar si cupu menyukaiku?" tanyanya entah pada siapa.

"Kenapa aku merasa senang kalau si cupu benar-benar menyukaiku?"

"Arg! Bisa gila aku lama-lama."

Ryo terlihat bingung dengan perasaannya sendiri.

Ting Tong

Terdengar suara bel berbunyi.

**

Di lain tempat dan pada waktu yang sama, langit sore jelang senja dengan kemilau matahari indah di kanvas alam yang begitu mempesona.

Revalia baru saja keluar dari toko roti, dia baru membeli satu kotak croissant untuk pemuda tercintanya, dia sangat tahu jika Ryo sangat menyukai roti berbentuk bulan sabit itu. Saat dulu di LA jika Reva memberikan pemuda itu croissant, Ryo akan sangat senang dan langsung menciumnya. Ya, Ryo memang gampang sekali untuk disogok dengan croissant.

"So, memang hanya akulah yang memahami kamu, Baby," ucap Reva tersenyum.

Penolakan Ryo tadi pagi tidak membuatnya menyerah, dia tahu jika sebenarnya Ryo mencintainya juga, Reva merasa kalau Ryo hanya gengsi saja untuk bilang cinta padanya, tidak ada perempuan yang pantas untuk Ryo selain dirinya. Reva sudah cukup banyak berkorban untuk mendapatkan hati Ryo.

Reva menaiki mobilnya, dia berniat untuk berkunjung ke rumah Ryo. Dia akan memberikan segenap perhatiannya untuk Ryo, dia tidak akan pernah melepaskan pemuda itu.

Hanya membutuhkan waktu 20 menit untuk sampai ke rumah Ryo. Reva membunyikan klakson, saat melihat penjaga pintu gerbang keluar dia membuka kaca pintu mobilnya.

"Mau cari siapa, Non?" tanya penjaga gerbang pada Reva.

"Ramaryo," jawab Reva.

"Apa sudah ada janji?"

Reva terlihat kesal, apa dia perlu membuat janji dulu dengan Ryo? Apa penjaga gerbang itu tidak tahu siapa dia?

"Aku adalah kekasih Ryo, buka pintu gerbangnya," kata Reva dengan nada yang membentak.

Penjaga gerbang terlihat menimbang untuk membiarkan Reva masuk atau tidak. Sebenarnya dia tidak percaya jika Reva adalah kekasih sang tuan muda, tapi jika yang dikatakan gadis itu benar bisa-bisa dirinya akan di pecat karena tidak mengizinkan Reva masuk. Dia jadi serba salah.

"Cepat buka! Atau kamu mau pekerjaan kamu menghilang?" ancam Reva.

Pada akhirnya si penjaga gerbang membuka pintu gerbang dan mengizinkan Reva masuk.

Reva memarkirkan mobilnya. Dia keluar dari mobil dengan membawa bungkusan yang berisi sekotak croissant dan berjalan ke pintu masuk.

Ting Tong

Gadis itu membunyikan bel, tidak lama kemudian terdengar suara langkah kaki mendekat. Reva merapihkan rambut panjangnya, dia tidak ingin terlihat buruk di mata Ryo.

Cklek.

"Baby—"

Pintu terbuka, senyum manis Reva luntur seketika.

"Kamu..."

"Hai, Sweety."

_To Be Continued_

1
Manatu Atu
kirain ke toilet nyari tau siapa yg cari gara gara sama jelita
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya🙏.

Kaka, Jika ada waktu luang, boleh coba baca karya ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya,

Berkisah tentang penyanyi religi yang terjerat pernikahan kontrak dan cinta masa lalunya yang sangat rumit. Ditambah dia tipe yang gengsian dan menyebalkan, hiih dah lah.

di tunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
Queen Za
/Rose/
Silvi Vicka Carolina
pahlawan kesiangam
Silvi Vicka Carolina
parah
Silvi Vicka Carolina
wa adegan brutal pemukulan di skip ...tapi yang hot di rinci
Silvi Vicka Carolina
kok mau ayahnya nikahkan anaknya ama cowok yang doyan celup celup ...
Silvi Vicka Carolina
wa bunuh orang kyak bunuh kecoa
nadya_hime
Weeeh.. ga kebayang gw sih oppa Jin si Mr. wwwhansom.com punya kepribadian kya jefra mhuehehe..😁
Tapi gpp suka lah.. sukaaa...
nadya_hime
Gw setuju dg pernyataan Jelita..
Itulah gw milih nerima lamaran laki gw, daripada gw balik sama mantan gw yg udah gw terima kurang & lebihnya dia, sayang ketulusan gw diremehkan dgn dia selingkuh dudepan mata gw..
Skrng ga tau kenapa, laki gw yg (katanya) mencintai gw, sampai skrng gw msh ga bisa membalas rasa itu, klo gw tanya ke diri gw, apa gw cinta sm lali gw..? lidah gw tuh susah banget balesnya, kek hati gw trauma gitu, dimindset gw klo gw mencintai orang gw akan lebih sakit ketika kenyataan ga sesuai ekspektasi..
Tapi gw dg mudahnya mencintai anak² kami, dg tulus mudah banget hati & lidah gw bilang, I love you..
@Heni khan 😚❤️🇵🇸
jangan " vano keturunannya..
Sandisalbiah
isengnya ryo.. bener² deh
Sandisalbiah
emang perempuan berkulit badak si Reva.. bener² putus urat malunya.. dan bodohnya merendahkan diri sendiri dihadapkan org².. gak waras
Sandisalbiah
hem.. 🤔🤔🤔
Sandisalbiah
Hadeh.. sok² an malu.. ujung² menyerahkan diri juga..
Sandisalbiah
hah.. nyatanya rasa kecewa mu kalah dgn rasa cinta mu Ryo.. tambah lagi fakta kalau jelita itu begitu sempurna kecantikannya, mana mungkin bisa menolaknya kan.. kan..!! n
Sandisalbiah
nah lho..
Sandisalbiah
hah.. wes angel
Sandisalbiah
waduh.. unboxing sebelum waktunya nih..
Sandisalbiah
wah.. cari mati di Reva dan Ryo.. bego percaya aja sama si siluman kuyang itu
Sandisalbiah
semoga ryo gak ceroboh malam ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!