Demi menyelamatkan perusahaan ayah nya yang bangkrut dan terancam masuk penjara, seorang wanita bernama Alana harus menerima ia di jodohkan dengan laki-laki kaya raya.
Bukan semata-mata Alana ikhlas menerima semua nya, tapi karena kedua orang tua ny terus memaksa, tak tega melihat ayah nya tak ingin memaksa nya lagi dan memilih di penjara saja, membuat Alana pun dengan menahan perasaan sedih dan sakit nya menerima semua ini.
Menikah dengan laki-laki yang angkuh, namun pelahan sikap posesif juga di tampakkan oleh laki-laki itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti san, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25 - Ibu-Ibu Rumpi
Saat Malam hari tiba.
Alana yang baru saja kembali dari kantor melihat begitu banyak mobil terparkir di halaman rumah. dengan melihat saja ia sudah tahu siapa saja yang datang, Alana menghela nafas berat sebelum ia melangkah masuk ke dalam rumah.
"Alana." Sebuah panggilan nama nya membuat Alana yang baru saja memasuki pintu utama tersenyum dan mengangguk.
"Alana, Dimana suami mu?." Tanya seorang wanita yang adalah teman dari Bu Susi bernama Bu Jose.
"Em tidak Bi, dia sedang sibuk."Jawab Alana.
"Walah, sayang sekali, padahal kami ingin melihat suami mu itu secara lansung, kau sangat beruntung Alana." saut salah satu wanita lain di antara mereka. Alana pun hanya tersenyum tipis.
Sementara Bu Susi yang mendengar Alana di puji pun merasa tidak senang.
"Jeng, Mana ada orang bisa di katakan Beruntung kalau setelah menikah tak terlalu bahagia."Ucap Bu Susi.
"Loh, Alana, memang nya kamu tidak bahagia?." Tanya Bu Jose.
"Tapi mungkin saja, toh juga suami nya sedang tidak berada disini, seharus nya di acara keluarga seperti ini kan dia ada datang menemani istri nya."Ucap yang lain, senyuman sinis kemenangan pun tampak di wajah Bu Susi.
Alana hanya diam saja, pertanyaan yang seharus nya di lemparkan ke dia, bahkan tidak di berikan kesempatan oleh mereka untuk menjawab, karena semua tampak memikirkan hal tidak-tidak tentang Hubungan Alana dan Alvaro.
"Lalu hadiah apa yang di berikan untuk Ulang tahun pernikahan Ayah dan Ibu mu?." Tanya seseorang lagi.
Alana bingung ingin menjawab apa, dia bahkan belum membeli apa-apa sebagai kado untuk orang tua nya.
Namun di tengah ketidak nyamanan Alana dengan ibu-ibu rempong di hadapan nya saat ini. Tiba-tiba dari pintu utama masuk beberapa pelayan yang membawa Banyak hadiah lalu di ikuti oleh Seseorang yang adalah Alvaro, hingga menarik mata semua orang yang berada saat itu.
Alana yang melihat kedatangan Alvaro pun begitu terkejut, begitu juga dengan yang lain.
Alana mendekati Alvaro dan melihat barang bawaan Alvaro yang begitu banyak.
"Tuan, Apa yang anda bawa?." Tanya Alana dengan suara pelan. namun Alvaro tak menjawab nya.
Belum mendapatkan jawaban apa apa dari suami nya, Alvaro lansung di dekati tante-tante teman dari ibu tiri Alana.
"Tuan Alvaro, saya berfikir anda tidak akan datang."Ucap salah satu dari mereka.
"Iya, tidak menyangka bisa bertemu dengan anda." Kata yang lain nya.
Alvaro melihat Alana saat ia merasa risih dengan para ibu-ibu yang mendekati nya karena terpesona dengan ketampanan nya. Alana tersenyum menahan tawa melihat Alvaro.
"Hm." Alvaro mendehem sembari merangkul Alana, membuat semua mata terheran menatap nya.
"Saya datang untuk istri saya, Ibu mertua, ini hadiah dari saya dan Istri saya."jawab Alvaro dengan tegas.
Bertepatan dengan Pak Herman yang keluar dan senang melihat kedatangan menantu nya.
"Nak Alvaro, anda datang, mari kita masuk." Ajak Pak Herman.
"Terima kasih."Balas Alvaro.
Alvaro menggenggam tangan Alana dan mengajak nya ikut masuk ke dalam.
Bu Susi yang melihat pun begitu kesal, karena ia memang tak ingin Alvaro datang menemani Alana, ia sangat ingin citra Alana hilang di mata Alvaro.
"Apa anda sudah makan Nak?." tanya Pak Herman.
Alana melihat wajah ayah nya begitu senang saat melihat Kedatangan Alvaro, ada kebahagian Tersendiri bagi Alana melihat senyum di wajah ayah nya.
"Belum, tapi nanti kami akan makan di luar."Jawab Alvaro.
"Jangan, makan disini saja, saya dan istri saya sudah menyiapkan jamuan untuk kerabat dekat."Ucap Pak Herman.
"Alana, bawa suami mu untuk ke kamar membersihkan diri dan beristirahat sejenak, Nanti Papa akan panggil kalian kalau makan malam sudah siap." Kata Pak Herman lagi.
"Iya Pa." Balas Alana.
"Kamar saya disini."Ucap Alana di ikuti Alvaro.
Alana dan Alvaro masuk ke dalam kamar, Alana pun duduk di sofa sementara Alvaro melihat sekeliling kamar Alana yang penuh warna Pink dan juga foto-foto keluarga yang menggantung di dinding menarik perhatian Alvaro.
"Tuan, saya pikir Anda tidak akan datang."Ucap Alana.
"Apa kau ingin aku tidak datang?." Tanya balik Alvaro.
"Ingat lah untuk hari ini, kau memiliki hutang pada ku."Ucap Alvaro lagi.
"Hutang?."
"Aku tahu kalau Ayah mu sangat ingin aku datang, begitu juga dengan mu."Ucap Alvaro.
"Dia sangat meninggi diri, aku pikir dia datang karena memang masih memiliki hati sebagai seorang suami, ternyata dia mengharapkan imbalan."Batin Alana.
"Baiklah."Balas Alana.
Mendengar jawaban Alana, Alvaro tersenyum tipis.
numpang baca ya thor.....🙏