NovelToon NovelToon
Putra Konglomerat

Putra Konglomerat

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan
Popularitas:387.5k
Nilai: 5
Nama Author: Istiya

Namaku Rendra, aku harus menikahi Melisa putri dari Darmawan. Seorang laki-laki yang pernah aku tolong karena jatuh di jurang. Pernikahanku dan Melisa berjalan tidak sesuai keinginan karena setelah menikah aku diperlakukan tidak baik oleh istri dan mama mertuaku.
Mereka menganggapku seolah- olah aku ini adalah lelaki miskin dan menjijikkan. Namu sesuatu yanh membuatku mencintai istriku karena dia rela menyerahkan kesuciannya untukku meskipun itu karena desakan dari papa mertuaku.
Aku bahagia meskipun kebahagiaan itu tidak lama karena ternyata setelah itu istriku berselingkuh dan dia menceraikanku.
Saat aku tidak sanggup lagi aku dipertemukan dengan seorang wanita baik hati dan ternyata dia adalah ibu kandungku. aku ternyata adalah keturunan orang kaya yang mungkin kekayaan kedua orang tuaku tidak akan habis tujuh turunan.

Bagaimana nasib Melisa setelah dia tahu aku adalah orang kaya?
Apakah dia akan kembali padaku atau justru aku akan memilih wanita lain sebagai pedampingku?

Yuk ikuti kisahnya di novel aku!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Istiya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menerima Lamaran

Aisyah tetap diam karena dia masih bingung dengan lamaranku yang secara tiba-tiba. Mama Arini datang menghampiri kami dan beliau meyakinkan Aisyah bahwa aku tidak bersalah.

"Aisyah sayang, tante hanya mohon menikahlah dengan Rendra karena tante yakin dia tidak bersalah!" Mamaku berbicara pada Aisyah.

Aisyah hanya memandangku dan tersenyum padaku. Senyum yang selalu menghangatkanku dan membuatku semakin mencintainya.

"Tante, Aisyah minta maaf karena saat ini masih ragu dengan keputusan Aisyah."

Aku menatap Aisyah dan menanti jawabnnya. Awalnya aku ragu dan aku yakin kalau Aisyah tak akan menerimaku tapi justru sebaliknya. Bahagia yang kurasa, wanita yang selama ink singgah di hatiku akhirnya mau bersamaku selamanya.

"Aisyah mencintai Mas Rendra, tapi Ais gak yakin apakah keputusan Ais untuk menerima mas Rendra benar." Aisyah menunduk malu menatapku.

Akupun berlutut di hadapan Aisyah dan memegang tangannya lalu menciumnya.

"Ais, aku janji akan berjuang membahagiakanmu dengan cinta yang aku punya."

"Mas, Aku hanya gadis yatim piatu yang tidak punya apa-apa hanya punya cinta dihatiku."Aisyah menunduk dan meneteskan airmatanya.

"Aisyah, tante tidak akan mempermasalahkan asal usulmu yang jelas tante yakin kamu wanita baik yang kelak mampu menemani anak tante sampai tua." Mama Arini tersenyum pada Aisyah.

Akhirnya Aisyah menerimah lamaranku dan pernikahanku akan diadakan secara sederhana dan tertutup namun pernikaan resmi. Pernikahan akan diadakan 3 hari sebelum aku kembali ke Inggris dan aku akan membawa Aisyah menemaniku di sana.

Aku melihat Ibuku menghampiriku dan mengucapkan selamat karena aku akan segera menikah.

"Rendra anakku, selamat semoga kamu akan mendapatkan kebahagiaan." Ibuku memelukku dan beliau menangis.

"Ibu, terimakasih doanya semoga ibu juga bahagia dan segera diberi kesehatan."

"Mbok, terimakasih sudah menyayangi Rendra dan selalu mendoakan untuk kebahagiaannya."

"Nyonya, saya yang terimakasih karena sudah merepotkan disini dan hanya menjadi beban keluarga ini." Ibuku menangis menatap mama Arini.

"Mbok, jangan pernah sungkan karena kalau tidak ada Mbok Siti mungkin aku tidak akan pernah bertemu dengan anakku."

Kakek menghampiri ibuku dan beliau tersenyum.

"Mbok Siti!"

"Iya Tuan."

"Mbok tidak usah merasa bersalah karena apa yang kami lakukan tidak akan bisa membalas kebaikan Mbok Siti menjaga cucuku." Kakek menatapku sembari tersenyum.

Aku begitu bahagia saat melihat orang-orang yang aku cintai tersenyum bahagia.

Setelah kami selesai membahas masalah pernikahanku dengan Aisyah aku meminta ijin untuk mengantar Aisyah pulang ke Apartemennya. Apartemen yang diberikan perusahaan Kakek sebagai fasilitas karyawan pilihannya.

Di Perjalanan kami tersenyum bahagia. Sesekali kami cerita masa lalu, dimana aku dan Aisyah sering bermain bersama.

"Sayang, kamu ingat dulu saat kamu masih kecil?" tanyaku padanya.

"Iyalah aku ingat kamu sering jahilin aku kan?"

"Bukan jahilin itu tapi karena aku sudah jatuh cinta sejak kamu masih kecil."

"Ah gombal, nyatanya kamu meninggalkanku dan menikahi mbak Melisa."

"Sayang, jangan bahas Melisa lagi karena aku sudah terlanjur membencinya."

"Tapi pernah cinta kan?"

Seketika ucapan Aisyah membuat jantungku berdebar. Dulu saat melisa menyerahkan kesuciannya padaku aku mulai jatuh cinta padanya namun nyatanya dia memberikannya pada oranglain.

Sedangkan aku hanya dijadikan alat olehnya untuk menguasai perusahaan Papa Darmawan.

"Mas..!" suara Aisyah membuyarkan lamunanku.

"Mikirin Mbak Melisa?"

Aku menggeleng mencoba menutupi kenyataan bahwa aku memang teringat Melisa.

"Nggak kok cuma teringat Papa Darmawan."

"Sabar Mas, semoga beliau baik dan sehat selalu!"

Aku berhenti di sebuah restoran karena aku akan mengajak Aisyah makan.

"Sayang, kita makan dulu ya! "

"Tapi Ais gak lapar!"

"Sayang, setidaknya temani aku makan soalnya aku lapar banget." Aku berpura-pura padahal aku masih ingin bersamanya.

"Oke deh." dengan senyum terpaksanya calon istriku menurutiku.

"Nah gitu dong, istri yang baik harus menurut." Aku sengaja menggodanya.

"Masih calon Mas."

Aku dan Aisyah duduk di meja belakang dekat dengan taman. Namun tiba-tiba mataku menangkap seseorang yang aku kenal.

" Melisa!"

Aisyah meoleh ke arah pandanganku dan dia sepertinya cemburu atau marah aku gak tahu.

"Mas, sebaiknya kita pindah restoran saja!" Aisyah hendak berdiri namun aku mencekal tangannya.

(Maafkan aku Aisyah, karena aku ingin melihat sejauh mana Melisa terpukau melihat penampilanku yang sekarang.) Membatin.

Saat aku dan Aisyah menikmati hidangan di hadapan kami tiba-tiba Melisa mendekati kami dan memastikan itu benar-benar aku atau bukan.

"Rendra!"

Aku pura-pura kaget dengan kehadirannya. Dia bersama dengan Roy.

"Melisa!"

(Kenapa Rendra sekarang jadi ganteng banget begini, jauh banget sama Roy yang sekarang semakin gak karuan penampilannya. Mungkin dia menikah dengan wanita kaya sehingga dia bisa berubah menjadi seperti ini.) Melisa membatin

"Oh jadi kamu sudah menikah dengan wanita ini." Melisa berusaha mengejekku.

"Iya aku sudah menikah dengan Aisyah." akupun menggenggam tangam Aisyah dan kemudian mencium keningnya.

"Pintar juga kamu, mencari penggantiku."

"Allah akan memberikan yang lebih baik setelah kita ditinggalkan."

"Cuih, aku tidak percaya, mungkin karena kamu sudah enggan hidup miskin." Melisa terus menghinaku.

Aisyah terpancing emosi dan dia hampir saja membuka identitasku namun aku langsung mengalihkannya.

"Cukup mbak anda tidak berhak menghina suamiku. Asal mbak tahu suamiku adalah pemilik perusahaan ..." Sebelum Aisyah melanjutkan kata-katanya aku langsung mengalihkan pembicaraan

"Maksud istriku aku adalah sopir pribadi pemilik perusahaan tempat istriku bekerja." Aku menutupi identitasku.

"Oh jadi sekarang kamu jadi sopir dan istrimu juga cuma staf biasa."

Akhirnya setelah selesai menghinaku, Melisa pergi menyusul Roy yang sudah menunggunya di Mobil.

Aku dan Aisyah kembali melanjutkan makan.

"Mas, kenapa kamu gak jujur saja kalau kamu itu anak pemilik perusahaan tempat aku kerja malah ngaku jadi sopir." Aisyah cemberut.

"Kamu gak suka punya suami sopir?" Aku sengaja mengoda Aisyah.

"Sayang, mau kamu sopir atau kuli seperti dulu cintaku tidak akan berubah." Senyum Aisyah membuatku semakin mengaguminya.

Aku semakin percaya calon istriku wanita yang sangat baik. Tidak hanya cantik luar namun cantik hatinya.

Setelah selasai makan aku akan mengantar Aisyah langsung ke Apartemennya.

Setelah sampai di Apartemen aku menurinkan Aisyah dan langsung pulang karena aku harus segera meminta kakek mengurus pernikahannku yang tinggal seminggu lagi.

Aku melajukan mobilku pelan menuju Mansion Hadinata. Di tengah perjalanan aku di telepon nomor tak di kenal. Awalnya aku tidak ingin mengangkatnya namun aku penasaran karena panggilan tidak berhenti.

Saat aku angkat betapa terkejutnya aku karena aku mendengar Aisyah meminta tolong padaku.

"Mas Rendra, tolong Ais mas!" suara Aisyah menangis dari seberang telepon.

Namun belum sempat aku menjawab telepon sudah ditutup.

Aku panik lalu aku kembali ke Apartemen Aisyah. Tak lupa aku mengirim pesan pada Mama Arini meminta pertolongan anak buah Kakek Hadinata.

Aku melajukan mobilku kencang menuju Apartemen Aisyah.

Happy reading ....!!

Terima kasih jangan lupa like, komen dan vote ya....

1
Rainie Mahadun
arini lagi.tor melisa
Rainie Mahadun
tor cek ulang pasal nama² dlm novel ini..banyak sengat kesalahan pasal nama²
Joko Purnomo Sastrosatomo
diawal cerita tokoh sebagai orang ketiga RENDRA, kemudian tokoh kok menjadi orang pertama "AKU"?
Ivan Sumampouw
hahahahaha,,,, katanya sayang,, katanya cinta,, udah digituin tapi tidak berbuat apa2 pada Melisa hanya membiarkan saja,,, karakter penulis kelihatan dari karyanya 🤣🤣🤣
Ivan Sumampouw
msh diawal mulai jijik dgn cerita ini,,, penulis jgn terlalu dramatisir sehingga justru terlihat norak,,, banyak belajar dari penulis lain
Alfin
Luar biasa
Anonim
👍👍👍💪💪💪
Anonim
ganti istri aja Thor..😀😀😀 seru
Teddy Aktadi
Luar biasa
NiedaSofian
Nah.. kamu yg begok! Masih bodoh entah apa2 lg..Bukan aku ngak setuju kamu sama melisa.. tp ngak seru.. selalunya peran utama itu bijak,pinter, selalu menghargai pd yg setia dgnnya bukan mengabaikan aisyah dan buat aisyah terkesan jahat..begok,bodoh! Melisa patut bertemu jodoh dgn org baik yg lain dan dua2 bahagia..
NiedaSofian
Ermm.. kok mas rendra? Ibunya rendra manggil rendra mas?ermmm
NiedaSofian
Kok melisa? Bukan Aisyah
NiedaSofian
Bodo amat!
NiedaSofian
Ya si rendra ini plin plan.. Aku benci dgn watak utamanya ini..
NiedaSofian
Author kejam bangat sama Aisyah.. Author ini gimana sih? Jgn menjelekkan aisyah di depan mama mertua dan keluarga rendra la.. kasian bangat sama aisyah..
NiedaSofian
Benar.. dia tega sama kamu aisyah..Kamu tidak pantas dpt cowok seperti rendra.. author dtgkan cowok sampingan yg lebih pantas dr rendra untuk Aisyah thor ya.. sakitnya hatiku
NiedaSofian
Bodoh! Mmg melisa udah ngak lagi jahat tp rendra ngak mikir siapa yg ada waktu dirinya ssh.. ngak punya apa2.. Aisyah tidak pantas dpt lelaki seperti rendra..
Junet Net
sebenarnya novel ini menceritakan siapa?
azizan zizan: menceritakan kisah sebenar athornya sendiri yang Lenga..🤭🤭🤭🤣🤣
total 1 replies
Aim Abdul
Luar biasa
Cahyana Hadi
ceritanya jadi ngawur
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!