Rachel kabur di hari pernikahannya, membuat Lily terpaksa menjadi pangantin pengganti kakak tirinya itu. Menikah dengan laki-laki asing sama sekali bukan impiannya, tetapi mau tidak mau ia tetap melakukannya agar keluarga tidak merasa malu.
Pernikahan Lily dan Yuga benar-benar buruk. Sang suami tidak pernah menganggapnya ada, bahkan ia tidak peduli jika ibu dan adiknya yang sangat membenci sang istri. Lily terjebak pada pernikahan tanpa cinta yang seakan mimpi buruk.
Akankah Lily dapat bertahan dan melewati segala permasalahannya setelah menjalani pernikahan yang tak diinginkannya??
Ikuti terus alur ceritanya ya..😉😉
Follow me Ig :Mitha_shin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ovelia.shin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan Diluar
Yuga masih menatap Erik yang terus memperhatikan Lily,saat Lily kembali kebelakang.Ia hanya bisa diam sambil menatap tajam kearah Lily
"Sepertinya kau memang tertarik dengannya."Sindir Yuga dengan nada dingin
Erik pun langsung tersadar
"Ah..Bicara apa kau...Jangan berlebihan.."Jawab Erik membantah ucapan Yuga
Setelah Erik seharian mengobrol dengan Yuga,akhirnya ia pun pulang .Dan Yuga kembali ke kamar nya.Saat memasuki kamar,ia melihat Lily yang baru saja selesai mandi.Membuat Yuga sedikit terpolongo dan terksima melihat penampilan Lily yang baru selesai mandi.Ia baru menyadari jika Lily terlihat cantik setelah mandi
Kenapa hari ini dia terlihat berbeda??Dia hanya selesai mandi..Batin Yuga dengan bingung
Lily yang menyadari Yuga yang terus melihatnya hanya menatap datar.Ia tak memperdulikan tatapan Yuga
"Apa kau ingin makan diluar hari ini?"Tanya Yuga secara tiba tiba
Lily yang mendengar ajakan Yuga,seketika terkejut
Hah???Apa aku tidak salah dengar??Batin Lily bertanya
Lily pun menatap Yuga dengan terheran
Sedangkan Yuga menjadi salah tingkah
Oh..God..Apa yang sudah ku katakan..Batin Yuga menggerutu
"Cepat lah..Aku tunggu dimobil."Ujar Yuga langsung meninggalkan Lily menuju mobilnya
Dan Lily masih tak percaya dengan ucapan Yuga yang tanpa basa basi mengajaknya pergi
Karna baginya,untuk pertama kalinya Yuga mengajak dirinya makan malam diluar.Dan Yuga tidak pernah mengajaknya,bahkan bertanya dirinya sudah makan atau belum
"Apa aku sedang bermimpi??Aku belum jawab,dia seenaknya menyuruhku untuk menuruti kemauannya..Tapi sudah lah..Bagaimana pun juga dia adalah suamiku,sudah seharusnya aku menurutinya..Ck.."Gerutu Lily panjang lebar
Setelah bersiap siap Lily pun berjalan keluar kamar untuk menuju garasi mobil Yuga.Namun ketika sedang berjalan menuju keluar,tiba tiba Marisa datang menghadang langkahnya
"Mau kemana kau??Sudah rapi begitu??"Tanya Marisa dengan curiga
"Mau pergi makan bersama kakakmu."Jawab Lily dengan sedikit sombong
"Hah??Pergi makan??bersama kakakku??Hahah...Apa aku tidak salah dengar..??Jangan membuat lelucon garing perempuan tolol..!!!"Ujar Marisa menertawainya
"Terserah dirimu saja Marisa..Jika tidak percaya ayo ikut aku sekalian pergi..Tambah ramai pasti tambah seru.."Jawab Lily tersenyum seakan mengejek Marisa
"Kau jangan belagu ya..Kau pikir kau sudah bisa seenaknya hanya karna kakak ku peduli padamu??Sampai kapan pun kau jangan pernah berharap jika kakak ku akan menganggap mu sebagai wanita yang dicintainya.."Ujar Marisa dengan tegas dan menatap sinis
"Iya Marisa..Aku akan selalu ingat kata katamu..Aku hanya menjalani pernikahanku saat ini..Cinta atau tidaknya kakakmu,aku juga tidak akan pernah memaksa..Dan kuharap kau berhenti lah mencampuri rumah tanggaku..Daah.."Jawab Lily dengan santai nya sambil tersenyum dan pergi meninggalkan Marisa begitu saja yang dalam kesal
"Brengsek..Semakin hari dia semakin berani..Berbeda sekali dengan sebelumnya..Lihat saja..Kau secepatnya bakal akan kaki dari rumah ini.."Umpat Marisa dengan perasaan jengkel
Sedangkan Lily tak memperdulikan Marisa,ia sudah gerah melihat sikap Marisa yang tak pernah menghargainya.Ia hanya menunjukkan. jika dirinya bukan lah wanita lemah yang terus terusan bersabar setiap dirinya ditindas
Baginya jika masih sewajarnya ia tidak akan takut untuk melawan Marisa dan ibu mertuanya.Ia sudah cukup lelah menghadapi sikap kejam mereka terhadap dirinya jika ia hanya berdiam diri
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...