NovelToon NovelToon
MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS

MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Sci-Fi / Dunia Lain / Fantasi Urban-Ultra-capable / system / Light Novel / Tamat
Popularitas:719.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Lelevil Lelesan

Tiba-tiba saja, muncul portal di seluruh dunia. Orang-orang yang masuk ke dalamnya harus menjalani sebuah sistem level agar bisa kembali ke kehidupan nyata dengan hadiah membebaskan orang terkasih yang terkena hypersleep.

Dalam fenomena unik itu, para manusia dewasa tertidur, dan hanya para remaja di bawah umur 19 tahun yang tetap hidup untuk berjuang demi menjadi pemenang.

Musuh yang dihadapi bukan militer pemerintah atau para penjahat, melainkan para monster dari berbagai dongeng di seluruh dunia.

Dari ribuan anak yang mengikuti pertandingan hidup mati, tersisa 13 anak dari berbagai ras yang dituntut untuk memenangkan pertarungan sampai ke level terakhir—10.

Meski populasi manusia terancam, tapi reward tiap level yang dimenangkan membuat para peserta merasakan sebuah harapan.

Ketiga belas anak bergabung dan memiliki misi khusus untuk mencari tahu siapa dalang dari kekacauan yang membuat nyawa seolah sebuah permainan.

***
Rasa baru dari sebuah cerita fantasi. Terus dukung ya💋 #PemburuDuniaFantasi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lelevil Lelesan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MEMILIH TINGGAL*

Praktis, mata Mandarin dan Azumi melebar seketika saat melihat sebuah pohon besar mampu berdiri bahkan memiliki mata serta bergerak layaknya manusia. Azumi dan Mandarin terpaku, tak bisa berkata apapun apalagi berlari.

Mereka bicara dalam bahasa pohon. Terjemahan.

"Kalian berdua. Apakah ... kalian anak keturunan Adam?" tanya pohon itu menunjuk di mana tubuhnya di kelilingi oleh burung-burung yang memancarkan cahaya putih.

"Yes," jawab Azumi gugup dengan Mandarin masih berada di sampingnya.

"Kalian meminum air sungai saat malam hari?" tanya pohon itu lagi dengan suara berat seperti berjenis kelamin jantan.

"Yes," jawab Azumi dengan anggukan yang diikuti oleh Mandarin dengan melakukan hal sama.

"Oh, pantas saja. Selamat datang di Planet Mitologi. Air sungai yang kalian minum, membuat kalian berdua bisa berkomunikasi dengan para makhluk di planet ini. Entah aku harus memberikan selamat atau hal ini ... nasib buruk bagi kalian," tanya pohon itu berpikir.

Azumi dan Mandarin saling memandang dengan kening berkerut.

"Aku rasa, itu hal baik, Tuan Pohon. Kami jadi mengerti yang Anda ucapkan," jawab Mandarin sopan.

"Oh, begitu. Baguslah," jawabnya ramah.

Azumi dan Mandarin bernapas lega, mereka merasa jika pohon besar yang awalnya tampak menyeramkan itu ternyata cukup santun.

"Anda ... tak akan memakan kami 'kan?" tanya Mandarin memperjelas status nyawanya di tempat tak dikenal itu.

Pohon itu tertawa, tapi membuat dua remaja itu bingung. Tak lama, peri bernama Hihi muncul dan ikut tertawa. Hihi berbisik kepada pohon besar itu.

Azumi dan Mandarin bangun perlahan di mana mereka merasa jika dua makhluk tersebut bukan sebuah ancaman.

"Tinggalah di sini. Tempat ini menyiagakan segala kebutuhan kalian," ucap pohon tersebut seperti sebuah permintaan.

"Tinggal? Di hutan ini?" tanya Mandarin memperjelas. Hihi dan pohon besar itu mengangguk.

"Terima kasih tawarannya, tapi ... kami harus pergi. Aku harus mencari kakakku Kenta. Kami terpisah," jawab Azumi menolak.

Pohon besar dan Hihi terlihat sedih karena Azumi menolak penawaran mereka. Mandarin diam sejenak lalu menatap Azumi lekat. Azumi balas memandang Mandarin dengan penuh selidik.

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.

"Azumi. Aku rasa, tawaran Tuan Pohon ada benarnya," ucapnya yang membuat Azumi langsung berkerut kening seperti tidak setuju. "Maksudku ... coba kau pikirkan baik-baik. Tuan Pohon mengatakan jika kita berada di sebuah Planet bernama Mitologi. Apa kau pernah mendengar atau mempelajari tentang planet itu selama sekolah?" Azumi menggeleng. "Ada yang aneh, dan kita akan mencari tahu selama kita tinggal bersama mereka," sambung Mandarin semangat.

"Apa maksudmu?" tanya Azumi bingung.

Mandarin meminta waktu kepada Tuan Pohon dan Hihi untuk menjauh agar bisa berbicara dengan Azumi. Dua makhluk itu mengangguk mempersilakan.

Mandarin menggandeng tangan Azumi ke bawah jamur besar untuk mengutarakan pemikirannya.

"Planet. Selama aku belajar di sekolah, planet itu berbentuk bulat seperti bumi," tegasnya dan Azumi mengangguk sependapat. "Jika Planet Mitologi itu bulat, di mana pun kita berada, pasti suatu saat akan kembali ke titik itu. Contohnya, dengan kita yang sedang berada di sini," sambung Mandarin. Azumi masih diam mendengarkan. "Jadi saranku, kita tinggal di sini. Kita tak perlu susah payah berkeliling di seluruh penjuru planet untuk mencari keberadaan kakakmu. Aku yakin, kakakmu adalah pria yang tangguh. Biarkan dia yang mencarimu. Kita tunggu dia di sini," ucap Mandarin serius.

"Bagaimana jika dia tak menemukan kita?" tanya Azumi masih tak sepemikiran. Mandarin diam sejenak seperti memikirkan hal ini dengan serius.

"Oh, kita buat tanda. Seperti sebuah papan. Kita tulis namamu di beberapa wilayah yang mengarahkan kakakmu atau siapapun manusia yang berhasil selamat untuk berkumpul di tempat ini. Kita akan tinggal di sini sementara waktu sembari menunggu kakakmu datang menjemput. Kita akan menjelajah sekitar untuk meninggalkan tanda, tapi kita tetap kembali ke tempat ini sebagai rumah. Bagaimana?" tanya Mandarin mengusulkan dan masih memegang kedua tangan Azumi erat.

Azumi diam sejenak terlihat berpikir dengan pandangan tertunduk.

"Kita tak bisa ambil resiko dengan bahaya yang mengancam di luar sana, Azumi. Bisa jadi ada makhluk yang lebih buruk dari naga. Kita beruntung sejauh ini, tapi ... sampai kapan keberuntungan itu berpihak? Bukankah lebih baik, kita membangun tempat tinggal dan mempersiapkan segala keperluan untuk menyambut kakakmu atau bahkan mungkin anak-anak lainnya yang berhasil selamat nantinya? Lalu memikirkan cara pergi dari planet ini," ucap Mandarin memberikan pengertian.

Azumi masih diam tak menjawab. Mandarin terlihat sabar menunggu. Namun pada akhirnya, Azumi mengangguk.

"Oke. Aku rasa idemu ada benarnya. Aku setuju," jawab Azumi dengan senyum terkembang.

Mandarin terlihat senang. Ia lalu berlari ke arah Tuan Pohon dan peri Hihi untuk memberitahukan jika mereka berdua bersedia tinggal.

Peri Hihi terlihat senang. Ia bertepuk tangan dan terbang ke sana kemari dengan riang. Tuan Pohon ikut bergoyang, meski tariannya malah membuat tanah jadi berguncang seperti gempa.

Mereka bicara dalam bahasa Mitologi.

"Jadi ... apakah kami boleh membangun rumah, untuk tempat berteduh?" tanya Mandarin gugup.

"Ya, tentu saja, tapi ... jangan merusak habitat. Saranku, kalian tinggal saja di rumah pohon ayahku. Ia sudah lama meninggal. Aku rasa, jasadnya akan sangat cocok untuk ditinggali," ucap Tuan Pohon yang membuat Mandarin mengedipkan mata.

"Hi-hidup di jasad sebuah pohon?" tanya Mandarin yang merasa horor seketika karena ucapan Tuan Pohon.

Azumi ikut gugup, tapi penasaran. Ia dan Mandarin berjalan mengikuti Tuan Pohon yang melangkah dengan perlahan menuju ke sebuah tempat dengan peri Hihi terbang berputar-putar di atas kepala pohon besar tersebut.

Hingga akhirnya, mereka tiba di sebuah pohon yang cukup besar dengan sebuah pintu kayu. Banyak lumut yang tumbuh di sekitar batang pohon itu. Azumi dan Mandarin terlihat kagum karena keunikan tersebut.

"Hihi tertarik dengan kehidupan manusia. Ia yang membangun rumah ini setelah tahu ayahku meninggal. Aku izinkan kalian menetap. Aku tak tahu seperti apa di dalamnya, tapi kalian para manusia sangat terampil dan memiliki banyak ide untuk mengubah hal biasa menjadi luar biasa. Benar 'kan?" tanya Tuan Pohon.

Azumi dan Mandarin mengangguk senang seraya berterima kasih. Azumi melangkah perlahan mengikuti jalan batu yang dibuat seperti tangga.

Hihi terbang mendekat dan melayang di samping Azumi saat gadis cantik itu membuka pintu dengan hati-hati.

NGEKKK ....

"Woah," kagum Azumi saat memasuki rumah yang terasa sejuk meski gelap karena tak ada cahaya matahari yang menerangi.

Namun, ia melihat sebuah papan kayu yang dijadikan seperti sebuah tangga untuk memanjat.

"Hem, kita butuh jendela agar sinar matahari bisa masuk. Herannya, tempat ini tak pengap. Apakah ... ada lubang ventilasi atau semacamnya?" tanya Mandarin seraya berkeliling melihat sekitar di mana ruangan itu cukup luas untuk dihuni berdua.

"Mandarin, ada tangga. Ayo kita ke atas," ajak Azumi menunjuk temuannya.

Mandarin segera mendekat. Ia menarik untaian dari dahan pohon yang cukup panjang seperti tali, di mana terdapat pijakan di sisinya seperti sebuah tangga untuk dipanjat.

"Sulur ini cukup kuat. Aku duluan," ucap Mandarin yang dengan sigap menapakkan kaki pada papan kayu yang muncul dari dinding.

Azumi mendongak dan melihat gerak-gerik Mandarin yang tak terlihat tangguh. Padahal Azumi cukup yakin jika Mandarin takut ketinggian. Namun, yang ia lihat sekarang sungguh berbeda. Azumi tersenyum tipis.

***

ILUSTRASI

SOURCE : GOOGLE

Tengkiyuw tipsnya😍 sampe muntah ini ngasih bonus epsnya😆 mak ben napsu🤭

Oia, novel ini adalah salah satu cerita pengantar tidur buat si kiting anak lele loh tiap malam. Dia suka dg kisah petualangan yg disertai gambar2 apik. Smg kalian juga terhibur❤️

1
Cemua Olang
masterpiece
Iamtvr
persis Eiji 😭
Kira★Hana
bukannya yang bener itu termasuk ya thor? kan kenta ikut naik..
Kira★Hana: oalahh gitu toh..
total 2 replies
Kira★Hana
alangkah baiknya kata praktis diganti dengan kata tanpa pikir panjang atau dihapus, tapi dengan kata ini juga bagus kok
👑Ajudan Tante Lele💣: tapi kl buat nulis di global, English gak bs. malah kudu sederhana bgt gak pakai kiasan. krn kiasan di Indonesia sama luar beda. gak bs diterapkan
total 3 replies
👑Metania👩‍💻🔫💣
Luar biasa
PHSNR👾
novel yang luar biasa 😍😍😘😘
PHSNR👾
astagaaa, baca tengah malam, lampu kamar dimatiin, liat gambarnya langsung merinding auto nengok ke belakang takut ada di belakang 😭😭
👑Ajudan Tante Lele💣: kwkwkw aku jadi penasaran pengen baca ulang eps ini🤣
total 1 replies
PHSNR👾
kenapa ya novel2 bagus yang ku baca yang menurut q luar biasa tapi yang like cuma sedikit, misalnya kayak novel ini, novel para penyintas, novel pemeran pembantu, semua novelnya bagus tapi peminatnya sedikit.. malah novel2 romance yg menurut q biasa aja banyak likenya 🤔🤔
👑Ajudan Tante Lele💣: kwkwkw itu namanya selera pembaca kak😆
makasih sudah mampir
lele padamu💋
total 1 replies
Iamtvr
sudah ngga bisa berkata-kata, novelnya Mba Lele selalu ngga mengecewakan
👑Ajudan Tante Lele💣: Alhamdulillah ❤️
total 1 replies
Phoenix
Mampir aku
👑Ajudan Tante Lele💣: tnx u🔥
total 1 replies
Pelangi
koq makan siang. aku ini baca ulang karna kangen, tp seingaku sebelumnya mereka habis makan malam g sih. embuhlah wes wkwkwk
Pelangi
kayaknya cari Hihi ini bang Gibson
Valeria
#kuizinkan kan?
Arta
harusnya ini "Kau bilang" kan Ju??
kan Oag yg blg minta Juby g berbelit
Lovy
klo kata Juby, om Oag 😂
skrg malah bang Oag. besok Hihi panggilnya kakek Oag aja ya, kan Hihi plg muda hahaaha
Tata
ini peribahasanya kebalik g sih thor? bukannya "buah jatuh tak jauh dari pohonnya" gitu? apa aku yg keliru ya hahahaha
Bubu
waaahhh aslinya penyayang om Oag ini ya,, baik bangeeett
👑Ajudan Tante Lele💣: kwkwkw om🤣
total 1 replies
Bakso
bajak laut kan maksudnya?
👑Ajudan Tante Lele💣: lah iya lautnya ketinggalan 😆
total 1 replies
Martini
terus setelah ini novel lanjutannya yg mana mbak biar nggak bingung???
👑Ajudan Tante Lele💣: kl abis monster hunter lanjut king D. lalu Tugas dari neraka
total 1 replies
Martini
mohon maaf mbak thor,,,tolong kasi tau doang rincian novel yg berkaitan ini biar Ndak bingung,,,udh lama nggak baca novel jadinya bingung,,,trakhir baca pas vesver mati itu... stelah vesver dan kanda trus klnjutannya yg mna??? 🙏🙏🙏
👑Ajudan Tante Lele💣: oia. aku gak kasih urutannya ya. habis ini baca king D. lalu baca tugas dari neraka
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!