Bagaimana jadinya jika kamu mendapatkan system yang mengharuskanmu untuk membuat keluarga yang bahagia dalam waktu 6 bulan???
Itulah yg terjadi pada Albert, pacar saja tak punya malah di suruh bikin keluarga bahagia????
gila......
untuk mempertahankan hidupnya ia memilih menjalankan misi yang di berikan.
#Bacanya langsung bagian 11.AGs¹
sekian, jangan lupa like
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M.IZkyl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AGs¹⁵
...#HAPPY READING#...
Saat ini Albert telah sampai di gedung Alexander company, melangkahkan kaki masuk untuk pertama kalinya di gedungnya sendiri.
"Ruang rapat pemegang saham" kata Albert dingin kepada Resepsionis di depannya. Tak seperti biasanya akan bersikap ramah.
Sedangkan resepsionis di perlakukan seperti itu pura-pura murka bak cerita di novel, bos dingin akan luluh pada seorang yang semena-mena padanya dan di jadikan istri, kemudian hidup bahagia selamanya-pikir resepsionis itu. Tapi ini bukan cerita novel tentang itu.
"Nanya itu yang sopan" kata Resepsionis itu pura-pura garang, bername tag ANGGELINE REBECCA.
Albert yang mood paginya sedang tidak baik-baik saja tentu membalasnya dengan menatap tajam Resepsionis itu.
"Anggeline Rebecca" kata Albert membaca name tag sang resepsionis "Kemas barangmu sekarang, dan pergi dari sini" lanjutnya kemudian menelfon seseorang.
"Halo, Atur pemecatan resepsionis atas nama Angeline Rebecca, buat tak ada siapapun yang mau menerimanya bekerja" kata Albert saat telfon sudah terhubung, kemudian mematikannya lagi sebelum orang di sebrang sana menjawab.
"Nona Angeline, anda melanggar kontrak kerja dan merusak citra perusahaan anda di pecat, dan anda tak mendapat pasongan serta anda harus membayar kontak kerja." kata Albert datar.
"Kamu, Sinta, anatar saya ke ruang rapat" Perintah Albert kepada Resepsionis bername tag Sinta Aleandro yang sedari tadi hanya diam memperhatikan.
Tuk
Tuk
Tuk
Langkah kaki Albert menggema di sepanjang jalan menuju ruang rapat, tak ada pembicaraan antara Albert dan sinta, karena mood Albert sedang anjlok, sedangkan sinta sudah ketakutan setengah mati.
Mereka berhenti di depan pintu yang cukup besar, dari dalam ruangan terdengar suara orang sedang bercakap-cakap.
Saat Albert ingin melangkahkan kakinya masuk, ia terlebih dulu memutar tubuhnya dan berhadapan dengan sinta.
"Terimakasih sudah mengantarkan saya" kata Albert formal. " Kamu bisa pergi dari kantor ini, kontrak kerja akan saya ganti rugi" lanjutnya tegas.
Sedangkan Sinta yang ketakutan setengah mati tidak terima ia di pecat. Dan mencoba memberanikan diri untuk bertanya.
"Kenapa saya di pecat Presdir?" Tanya Sinta.
"Karena kamu hanya diam saja dan tak menegur rekan kerja kamu yang berlaku seenaknya" kata Albert
"Tapi pres-" kata Sinta terpotong oleh Albert.
"Kalau begitu saya masuk dulu, silahkan anda pergi" katanya kesal.
Albert melangkahkan kakinya masuk ruangan. Semua mata tertuju padanya. Setelah mengedarkan pandangannya ia menemukan kursi kosong di sana dan hanya kursi itu yang tersisa.
Albert mendudukkan dirinya di kursi itu, semua orang yang ada di ruangan menahan nafas, tak percaya. Seorang pemuda yang terlihat belum 20 tahun duduk di tempat presdir.
Mereka memang tau bahwa Presdir sudah digantikan tapi mereka tak pernah melihat siapa yang menggantikannya.
Setelah Albert duduk tak ada yang mengeluarkan suara. Sampai akhirnya Elena membuka suara.
"Selamat datang di Alexander Company tuan Alberta Gilardinold" kata Elena seramah mungkin.
"Selamat datang presdir" sahut yang lain bergantian
Dan Albert hanya membalas dengan deheman.
"Baiklah langsung saja, saya ingin menyampaikan tujuan rapat hari ini." Kata Albert melihat satu persatu pemegang saham. " Yang pertama saya ingin menyampaikan kepada kalian yang mencoba melakukan tindakan tindakan yang merugikan perusahaan, agar segera menghentikannya sebelum saya membocorkan kecurangan kalian". Kata Albert tegas dan dingin seolah tak ingin di bantah.
Semua orang diam memperhatikan aura mencekam Albert.
"Dan yang kedua, saya akan mengakuisi Adixond Group menggunakan uang perusahaan" kata Albert, sontak semua pemegang saham terkejut akan hal itu. Mereka tau bahwa Alexander company telah memutuskan hubungan kerjasama dengan Adixond group.
"Maaf sebelumnya presdir, tapi kita mengetahui bahwa harga saham Adixond Group telah anjlok sampai sampai angka paling rendah. Selain itu anda tidak dapat mengambil resiko mempertaruhkan perusahaan demi mendapatkan Adixond group". Kata Salah satu pemegang saham
"Ya itu benar Presdir" kata yang lain bergantian. Kemudian sahutan sahutan yang tak beraturan membuat suasana dalam ruangan menjadi ricuh.
"Diam!!!" Kata Albert marah menatap mereka satu persatu "yang pertama mengenai harga saham Adixond yang menurun, saya kira anda semua tau penyebabnya tapi kalian semua benar-benar bodoh!, Saya sengaja memutus kerjasama dengan perusahaan itu agar mereka bangkrut. Dan yang kedua, saya tak butuh pendapat kalian untuk menggunakan uang perusahaan, karena saya melakukan ini juga untuk mengembangkan perusahaan" kata Albert tegas.
"Sekian untuk rapat hari ini, saya menyampaikan tujuan saya kepada anda sekalian hanya sekedar sebagai bentuk penghormatan sebagai sesama pemegang saham" kata Albert dingin kemudian pergi meninggalkan ruangan itu di ikuti oleh Elena.
"Ruangan" kata Albert singkat
...🍁🍁🍁...
Saat ini Albert sudah berada di jalan, setelah menyuruh Elena untuk mengakuisi Adixond ia segera bergegas menuju rumah sakit.
[Ding misi completed 14/100]
[Hadiah telah di kirim ke Mansion Green Park]
Pemberitahuan system mengubah mood Albert seketika. Selama perjalanan tak henti hentinya ia menyeringai menyeramkan memikirkan nasib saudara dan orang tua Aradella.
...🍁🍁🍁...
Mansion Adixond
Saat ini Artur dan Arwin sedang berada di ruang kerja milik Artur.
"Habislah kita, gimana caranya ngasi tau mama sama papa kalau perusahaan sudah di ambil alih Alexander" kata Arwin frustasi.
"Bagaimana dengan rencana perjodohan Ara dengan anak Alexander company?" Tanya Artur.
"Mereka tidak lagi memimpin Alexander, pemimpin baru Alexander lah yang telah mengambil alih perusahaan" jawab Arwin.
"Bagaimana kalau kita nikahkan saja Ara dengan pemimpin yang baru" tanya Artur egois.
"Kak??, Bagaimana kalau pemimpin Alexander sudah menikah? Atau dia adalah om-om gendut, bagaimanapun ara adalah adik kita" Kata Arwin tak tega.
"Ah sudahlah, gue telfon papa dulu" kata Artur menghubungi nomor ayahnya.
Tut ...
Telfon terhubung.
"Anak kurang ajar, kenapa perusahaan bisa bangkrut, apa yang kamu lakukan di sana?" Kata seorang di sebrang sana dengan nada yang marah saat telfon baru saja terhubung.
"Itu Pah, Alexander company menarik kerjasamanya, kemudian Wijaya Crop juga ikut ikutan memutuskan kerja sama, dan setelah saham perusahaan jatuh di harga terendah Alexander membeli 52% sehingga sekarang perusahaan milik Alexander" jawab Artur ketar ketir.
"Dasar bodoh!!!" Tunggu papa pulang.
Tut....
Setelah telfon di matikan, terlihat Artur menghela nafas kasar.
"Sial, sudah tak ada harapan" kata Artur.
Saat di luar ruangan, Arwin dan Artur dikejutkan dengan kedatangan beberapa orang yang terlihat asing.
"Maaf pak anda tidak boleh masuk" kata pelayan yang menahan orang orang itu.
"Saya hanya ingin menemui tuan Artur" kata seseorang yang berdiri paling depan.
"Maaf pak tuan sedang tak bisa di ganggu" kara pelayan itu lagi.
Artur yang melihat itu bingung.
"Bi, biarkan saja" kata Artur.
Pelayan itu menoleh melihat siapa yang menyuruhnya. Dan setelah melihat, tanpa sepatah katapun ia beranjak dari sana.
"Ada keperluan apa anda datang ?" Tanya Artur.
"Saya Adam, saya ditugaskan oleh Presdir Alexander company untuk memberitahu anda mengosongkan mansion ini, karena beliau akan kesini besok" kata Adam
"A-apa? Kapan saya menjual mansion ini?" Tanya Artur.
"Saya tak tahu tuan, tetapi bukti kepemilikan mansion telah di gantikan dan ini asli menurut hukum" kata Adam kemudian menyerahkan beberapa berkas mansion.
"Alberta Gilardinold?, Itukah nama Presdir baru Alexander company?" Tanya Artur.
"Benar tuan" jawab Adam. "Kalau begitu saya pergi dulu, harap mengosongkan mansion besok, jika tuan tidak mengikuti perintah maka tuan bisa berurusan dengan hukum, permisi" kata adam kemudian pergi dari sana meninggalkan Artur yang diam membatu memikirkan semua yang terjadi padanya. Dan satu kata yang mewakili semua itu 'Terpuruk'.
...🍁🍁🍁...
Ceklek
pintu ruangan Aradella di buka oleh Albert, terlihat di sana Aradella sedang menatap keluar jendela membelakangi Albert.
Albert berjalan mendekat kemudian duduk di samping brankar dekat Aradella setelah meletakkan bubur ayam yang dia bawah.
"Ra...?" Kata Albert menarik atensi Aradella. "Kenapa hm??" Tanya Albert setelah bertatapan dengan Aradella.
Aradella yang di tanya pun hanya diam, selang beberapa menit air matanya jatuh begitu saja tanpa suara. Sedangkan Albert yang melihat itu agak panik.
"Hei kenapa hmm...?, Kalau ada masalah cerita ya?" Kata Albert
"Kamu marah yah sama aku?" Tanya Aradella
"Kamu?, Aku?" Tanya Albert memiringkan kepalanya tersenyum.
"Hmm.. kamu" kata Aradella memperjelas.
"Iya aku marah sama kamu" Kata Albert yang sukses memuat tangis Aradella semakin kuat.
"Kamu gak boleh marah hiks sama aku" kata Aradella tergugu.
"Kenapa gak boleh?, Kamu ajah yang salah malah mukul pipi tampan aku?" Kata Albert.
"Yaudah aku minta maaf ya, gak usah marah dong, lagian kamu mesum banget sih" kata Aradella
"Gpp kali mesum sama calon istri dari pada aku mesumnya sama ****** emang kamu mau?" Kata Albert tersenyum menggoda.
"Awas ajah klo berani" kata Aradella
"Ih emang kamu siapa larang larang aku?" Tanya Albert dengan nada jahil.
"Calon istri kamu lah" kata Aradella.
"Emang kamu mau nikah sama aku?" Tanya Albert dan di jawab anggukan kepala Aradella.
"Yang bener dong jawabnya" kata Albert mendesak Aradella.
"Iyaaaaa aku mau" kata Aradella.
"Yaudah, bulan depan kita nikah, setelah ayah kamu datang" kata Albert
"Oke" jawab Aradella tersenyum lebar sudah tak canggung lagi dengan Albert.
Tring
Hp Aradella berbunyi, nama Artur tertera di sana.
Author cuman mau bilang jangan lupa vote :-)
buat novel curhat ✅