NovelToon NovelToon
Aulia

Aulia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Fanfic / Romansa-Percintaan bebas / Amnesia
Popularitas:37k
Nilai: 4.9
Nama Author: Meyes

Aulia Zahra Wijaya, Putri dari Alm. Wijaya Arya, Wanita yang banyak memikat para Pria, tapi hanya satu yang bisa menarik perhatiannya.

Dia tinggal bersama Kakak Kandungnya Angga Wijaya yang meneruskan bisnis keluarga mereka, dan juga perusahaan yang dia kelola Wijaya Group, perkenalannya bersama 3 Sepupuh Kusuma merubah segalanya.

Dari jatuh cinta, konflik sampai dimana mereka harus berpisah, dan saling tarik ulur perasaan membuat Aulia harus bisa tegar dan mencoba tidak ingin jatuh lagi kepada pemilik hati.

Aulia memutuskan untuk fokus pada dunia bisnis keluarga, tapi hati selalu saja membawa Aulia dititik terlemahnya, dan pada satu titik kenyataan yang selama ia pegang ternyata semuanya salah, ia baru sadar pemilik hati itu tidak sengaja untuk melupakannya hanya saja ia harus mengalami Amnesia,

pemilik hati itu akhirnya mencari tahu kemana hatinya membawa, walau ingatan membuat ia lupa akan Aulia tapi hati tidak pernah salah, dan itu membawa mereka bersama kembali, tetapi perjalanan mereka tidak mudah untuk bersama selalu saja ada hal yang menghalangi.

bagaimana kisah cinta tersebut, tetapi Author membuat berbeda, silahkan dibaca dan diberikan like jika suka dan koment agar Author bisa mengembangkan ide apa saja dari readers serta vote yah, jika suka dengan Karya ini., terima kasih 'annyeong' 🤗😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meyes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengapa

Di negara yang berbeda, Andreas yang memilih menggunakan Apartement sendiri, karena ingin lebih bebas, sempat ditolak oleh Ayah Bima tetapi karena sudah menjadi niat Andreas sejak awal maka mau tidak mau Ayah Bima menyetujui permintaan Anaknya itu, dengan syarat Andreas harus tinggal disalah satu Apartement mereka.

malam itu Andreas baru saja menyusun dan merapikan barang bawaannya dari koper ke lemari, tiba-tiba buku yang pernah ia lihat bentuknya itu jatuh begitu saja ke lantai, yang membuat Andreas tertarik.

Andreas pun mengambil buku itu, cukup tebal, dia membolak-balikkan buku itu, dan sempat berpikir.

"sepertinya aku tidak membawa ini, kenapa ini bisa ada di dalam sini?" gumam Andreas mengawasi koper dan juga buku itu.

dreeett dreeett

bermaksud ingin membuka buju itu, tetapi Andreas dialihkan oleh suara ponselnya, terlihat nama Kakek memanggil.

"halo, iya kek" ucap Andreas meletakkan buku itu disalah satu rak yang tersedia dikamarnya.

"andre, baik kok, kakek jangan terlalu cemas, andre pasti balik kesana, gimana keadaan kakek? ya udah andre beberes dulu, mau kencan sama ayah sebentar, bye kek" ucap Andreas dipanggilan itu dan mengakhirinya.

alhasil, Andreas lupa jika ia tadi sedang penasaran dengan sesuatu yang baru ia simpan di rak itu.

......

Dimeja makan, saat menjelang pagi, Aulia baru saja turun dari kamarnya, ia duduk dihadapan Abangnya mengambil roti tawar yang tersedia dan menuang susu.

Angga yang mengingat semalam Aulia pulang sedikit larut, ia pun mencoba untuk berbicara kepada Adiknya itu, tak lupa Angga menyelidik dan meneguk sedikit jus jeruknya.

"aulia, abang tidak minta aulia terlalu bekerja keras, abang tidak minta jika aulia harus kerja ekstra seperti akhir-akhir ini..." ucap Angga sambil menunggu reaksi Aulia yang seperti berusaha netrak dihadapan Abangnya..

Aulia hanya bisa mendengar dan menyimak ia tahu jika Abangnya akan membicarakan ini, Aulia pun mencoba berhenti dengan kegiatan sarapannya itu dan melihat kearah Angga sambil tersenyum

"hhhmmm., bang, aulia tidak merasa terbebani, aulia senang dengan kegiatan ini, aulia bukan ingin membuktikan apa-apa, abang jangan terlalu cemas yah" ucap Aulia melanjutkan kembali makannya.

Angga pun mencoba mencerna setiap ucapan yang keluar dari Aulia dan ia bisa lihat dengan jelas jika Adiknya itu sedang menyembunyikan sesuatu yang ingin ia hapus dan Angga tahu itu.

"lantas, bagaimana dengan desainer yang sedari dulu kamu inginkan" ucap Angga

Aulia pun meneguk susunya.

"jika abang izinkan aulia akan tetap melanjutkan itu, tetapi untuk sekarang aulia ingin fokus dulu pada perusahaan" ucap Aulia sambil membersihkan bibirnya sisa sarapannya.

Angga terkejut dengan apa yang ia dengar, kalau dulu Aulia ingin sekali dengan sekolah desainnya tetapi sekarang ia harus menundah dulu, Angga hanya bisa mengangguk dan senyum simpul.

"bang, aulia duluan yah, soalnya dikit lagi ada meeting" ucap Aulia sambil mencium pipi Abangnya.

Angga hanya bisa meladeni Adiknya itu, sedari kecil ia selalu lengket dengannya, tetapi karena Aulia sudah semakin dewasa maka Angga sedikit menjaga jarak mereka bagaimana pun mereka adalah lelaki dan juga wanita.

"lia, kenapa akhir-akhir ini kamu adakan meeting?" tanya Angga mencegat Aulia beranjak.

Aulia yang baru saja melangkah kini berbalik arah menghadap Kanaknya itu.

"aulia lagi bikin proyek kerjasama, uda dulu yah nanti lagi bicaranya lia uda buru-buru nih, bye" ucap Aulia sambil berjalan sedikit berlari kearah pintu luar menghampiri mobilnya.

oh yah, selepas Aulia lulus sekolah Angga memperbolehkan Aulia menyetir sendiri, kini Pak Tarjo hanya menjadi sopir Angga, sesekali Pak Tarjo membawa para pembantu berbelanja kebutuhan dapur rumah Wijaya itu, sesekali juga Pak Tarjo menyopiri Bunga.

Aulia pun berangkat melaju mengendarai mobilnya, diperjalanan Sekretaris Mey mengirimi Aulia E-mail, akhirnya Aulia semakin melaju dia tidak ingin menjadi Bos yang buruk didepan para karyawannya dengan datang terlambat.

Mobil sudah masuk ke area parkir khusus Presdir Group Food Wijaya Aulia turun dan menaiki lift, ia tidak sempat untuk masuk melalui lobby utama, maka ia memilih naik menggunakan Lift yang ada di parkiran itu, yang bisa terhubung langsunh ke lantai-lantai kantor.

ting

Pintu lift terbuka Aulia segera bergegas keluar, Mey yang melihat langsung menyapa Bosnya dan memberi beberapa laporan yang ia bawa, Aulia pun masuk dengan buru-buru ke dalam ruangannya, dan menyimpan tasnya beserta jasnya digantung, dan memeriksa e-mail yang masuk tadi diberikan oleh Mey, tidak lama setelah itu Mey masuk dan mempersilahkan Aulia untuk menuju ruang rapat.

.....

Andreas baru saja bangun, ia semalaman bermimpi buruk, ia selalu memimpikan sosok wanita yang memiliki senyum begitu cantik, ia tidak tahu siapa wanita itu, Andreas pun memijat pelan keningnya yang terasa pusing, dia mencoba menetralkan pikiran dan juga badanya mengambil beberapa pil obatnya dan meneguk begitu saja.

karena gelas di atas nakas itu kosong, ia pun berjalan ke pantry menuang air kedalam gelas itu dan meneguk, karena belum begitu terkontrol badannya karena pusing Andreas pun tidak sengaja menyenggol rak-rak gantung itu, dan akhirnya beberapa buku berserakan dilantai

bbrruuukk

terlihat buku yang menarik perhatiannya sedari kemarin itu terbuka dan menampilkan foto sosok wanita yang ia mimpikan semalaman.

"inikan" gumam Andreas

Andreas pun langsung membalik foto itu mencoba mencari info tentang foto yang ia lihat, hanya nama 'AULIAKU' tertulis dengan huruf kapital, ia semakin penasaran, dan mencoba membuka buku itu dengan kasar ingin menggali lagi info yang ada.

tetapi nihil tidak ada apapun dibuku itu, akhirnya Andreas mencoba menyelidik foto itu dan mencoba membuka laptop dan juga ponselnya ia ingin tahu, jika memang wanita itu dekat dengannya berarti ia pasti menyimpan info sosok wanita yang ada difoto itu.

Andreas mencoba memeriksa ponselnya tapi tidak ada jejak tentang wanita itu, ia berpindah ke laptop tetapi tidak ada juga, Andreas pun menatap dalam foto itu.

"mengapa, apa ada sesuatu dibalik dirimu, sehingga aku lupa akan dirimu" gumam Andreas melihat senyum manis difoto itu.

Andreas merasa pusingnya kambuh lagi, akhirnya ia menyimpan foto itu didompetnya, dan mencoba berbaring ia memeriksa ponselnya dan menghubungi Adrian.

"halo.? ucap Andreaa lirih menahan sakitnya.

Adrian yang sedang menuju kearah kantor, mengangkat ponselnya dan mendengar suara yang mengkhawatirkan itu seraya ia langsung melekatkan ponselnya ditelinga dengan posisi baik.

"andre, kamu baik-baik saja, ada apa? kamu kesakitan lagi, dimana paman?" tanya Adrian dengan suara khawatir.

Andreas yang mendengar tidak bisa bereaksi berlebihan ia hanya bisa menekan kepalanya dengan tangan satunya dan memejamkan matanya.

"aku tidak apa-apa, sedikit rasa pusing saja, aku ingin bertanya?" ucap Andreas

jawaban Andreas membuat Adrian sedikit terganggu, ia takut jika Andreas mengungkit sosok Aulia lagi, dengan ragu ia mempersilahkan Andreas berbicara.

"silahkan, jika itu bisa membuat rasa penasaranmu berkurang" ucap Adrian memikirkan apa saja yang akan keluar dari mulut Andreas.

Andreas yang mendengar langsung mengambil foto Aulia lagi dan menatap foto itu, tiba-tiba sedikit memorsi kenangan bersama Aulia terbayang dikepalanya dengan secara acak, Andreas yang berbaring pun langsung meringkuh kesamping dengan posisi masih berbaring menahan sakit yang teramat.

"aaahhhhh.." teriak Andreas

dibalik ponsel Adrian yang mendengar teriakan itu langsung panik dan mencoba memanggil nama Andreas dengan nada panik.

tetapi Andreas langsung menjatuhkan ponsel itu disisinya ia tidak tahan dengan rasa sakitnya, Adrian bingung harus berbuat apa, ia pun menyuruh sopir untuk berhenti ketepi, Adrian pun dengan wajah panik segera menelepon Pamannya.

"halo, paman, paman dimana? andre sedang kesakitan ia baru saja menghubingiku, dan teleponnya mati.." ucap Adrian terputus dan menambah panik dirinya.

ia tidak tahu apakah pamannya mendengar atau tidak, Ayah Andreas mendengar semua apa yang disampaikan Adrian, ia belum mendengar sepenuhnya ucapan keponakannya itu, dan langsung bergegas beranjak dari kantor menuju Apartement yang ditempati Andreas.

setelah sadar Andreas terbangun, ia menyadari jika dirinya sedang dipasangi selang infus dan tidak mengenal ruangan yang ia tempati.

Andreas nampak memandang penuh ruangan itu, ia mendapati Ayahnya disamping sedang menggenggam tangannya dan tersenyum lega.

"akhirnya kamu sadar juga" ucap Ayah Bima.

"sejak kapan andre bisa disini yah" ucap Andreas ia tahu jika ini bukan kamarnya melainkan rumah sakit

"sejak semalam, apa kamu tidak ingat mengapa kamu bisa pingsan" ucap Ayahnya.

Andreas mengingat kejadian semalam, ia nampak berpikir ia yakin jika wanita itu adalah salah satu memorinya yang terhapus, ia pun menatap dalam Ayahnya. Ayahnya paham dengan tatapan itu ia pun menggenggam kedua tangan Andreas dengan sayang.

"jika memang kamu ingin mencari tahi silahkan, ayah tahu jika kamu penasaran dengan wanita itu" ucap Ayah Bima sambil mengambil sesuatu disaku jasnya.

Andreas sempat terkejut jika Ayahnya mengetahui apa yang ia pikirkan, dan lebih terkejutnya ia mendapati foto wanita itu di tangan ayahnya.

"bagaimana..." tanya Andreas

"ayah pernah muda, jika kamu menyimpan foto ini, maka foto ini memang sangat berarti untukmu" ucap Ayahnya.

Ayahnya pun mengembalikan foto itu ketangan Andreas, Ayah Bima pun beranjak mengambil air minum, Andreas yang mendengar hanya mengangguk ia sesekali memandang foto itu dan menyelidik kearah Ayahnya.

"apa ayah tidak apa-apa jika andre harus pergi lagi?" ucap Andreas lembut

mendengar ucapan Anaknya Bima hanya mengangguk sambil meneguk minumannya.

"ayah, maafkan andre jika selama ini, andre tidak berkunjung" ucap Andreas ia tahu jika dirinya dengan Ayahnya sedikit bermasalah setelah Ibu dan istri mereka meninggal.

"apa kamu sudah ingat? tidak masalah nak, kita sama-sama kehilangan orang yang sangat kita cintai, itu bisa terjadi" ucap Bima terhadap Anaknya.

Andreas hanya tersenyum melihat Ayahnya.

"iya ayah, andre ingat tapi belum semuanya" ucap Andreas menatap foto itu.

Bima pun berjalan kearah Andreas dan tersenyum.

"perlahan, jangan terlalu memaksa jika tidak ingin berada di rumah sakit lagi, ya sudah, ayah pergi bekerja dulu, kamy istirahatlah" ucap Bima sambil mengusap dan memegang pundak Anaknya itu. Andreas hanya mengangguk.

......

"mey, besok pagi aku akan pergi bertemu klien, kamu lapor saja melalui email yah, mungkin aku akan tiba siang di kantor" ucap Aulia dari balik ponselnya.

mendengar apa yang disampaikan oleh Bosnya Mey yang baru tiba di rumahnya langsung menjawab

"baik bos" ucap Mey

panggilan pun terputus, Aulia yang sedang duduk dimeja riasnya, ia melepas satu persatu aksesoris yang ada ditubuhnya, ia bisa menatap dengan jelas wajahnya yang sudah tidak pernah tersenyum manis seperti dulu lagi. ia menatap dalam kearah kedua bola matanya, dan berusaha tersenyum getir mencoba tegar sekuat mungkin.

"kamu sudah berusaha aulia, sampai detik ini, kamu sudah baik dan sangat baik" gumam Aulia

......

"hay kak, maaf nunggu lama, soalnya macet" ucap Aulia yang baru tiba disebuah cafe.

Maxim mempersilahkan Aulia dengan memesan makanan.

"kakak belum memesan?" tanya Aulia

"belum, menunggumu" ucap Maxim

seorang pelayan datang membawa daftar menu, mereka berdua kompak memesan hidangan yang sama.

"oh yah, sudah lihat dengan konsep yang aku kirimkan?" tanya Maxim seketika

"sudah kak, bagus kok, aku tidak salah memilih partner kerja seperti kakak" ucap Aulia sambil membenarkan anak rambutnya.

Maxim hanya bisa menatap wajah Aulia yang sangat cantik, ia tersenyum melihat pemandangan dihadapannya.

"kenapa senyum apa ada yang salah?" ucap Aulia

"tidak, lupakan" ucap Maxim

"apaan sih kak, apa aku terlihat aneh" ucap Aulia lagi

"ternyata kamu sama sekali tidak berubah masih sama dengan yang dulu, tidak ada yang aneh denganmu, kamu cantik**" ucap Maxim dengan kalimat terakhir ia sedikit malu

Aulia yang mendengar tersenyum dan menggoda Maxim

"oh yah, memang aku selalu cantik, kak max aja yang tidak sadar sedari dulu" ucap Aulia

"iya juga yah, andai saja dulu aku sadar pasti sekarang lain ceritanya" ucap Maxim

pesanan mereka pun datang, mereka pun sambil makan, Aulia sesekali berdehem menetralkan perasaannya, di tengah-tengah mereka sedang makan, tiba-tiba suara ponsel Aulia bergetar.

Aulia terhenti dan menatap layar ponselnya, ia menyelidik nomor tidak diketahui, ia pun berpikir, Maxim pun menatap tingkah Aulia.

"ada apa lia?" tanya Maxim

"tidak kak" ucap Aulia mematikan panggilan itu.

"siapa?" tanya Maxim lagi sambik meneguk minumannya

"bukan siapa-siapa hanya angel" ucap Aulia

mereka pun melanjutkan makan kembali, saat selesai mereka berjalan kearah parkiran.

"lia, sebentar malam kamu ada kegiatan?" ucap Maxim

"tidak ada kak, kenapa?" ucap Aulia

"baiklah, nanti aku akan mengabarimu, kita bertemu nanti malam" ucap Maxim mantap

Aulia hanya memainkan bibirnya dan mengernyitkan dahi ia tidak paham hanya bisa mengangguk tanda setuju.

mereka pun berpisah dengan membawa mobil masing-masing.

.......

dreett dreett

ponsel Andreas bergetar tetapi ia sedang di WC, sekali lagi ponselnya berdering dan akhirnya Andreas angkat.

belum sempat ia simpan ponsel itu ditelinganya panggilan dari balik ponsel itu terdengar bisa memenuhi isi ruangan inapnya.

"andre, halo, kau baik-baik saja" ucap Adrian.

"bisakah kamu bicara pelan-pelan, aku masih belum tuli" ucap Andreas

"syukurlah, aku sempat khawatir denganmu" ucap Adrian lega

"aku akan segera pulang" ucap Andreas

Seketika Adrian berhenti bereaksi ia belum bisa mencerna ucapan Andreas

"ma maksudmu?" ucap Adrian ingin mendengar lebih jelas lagi.

"aku akan balik ke Indonesia, ada sesuatu yang memenuhi kepalaku, dengan tanda tanya besar yang harus aku pecahkan" ucap Andreas

Adrian tahu jika Andreas sedang membahas Aulia. Adrian pun sudah tidak bereaksi seperti sebelumnya.

"baiklah, hubungi aku jika kau akan berangkat" ucap Adrian menyudahi panggilan dari Andreas.

Adrian terlihat cemas dengan kabar yang diberikan oleh Andreas, Adrian mencoba memanggil Sekretaris Mike untuk masuk keruangan. Sekretaris Mike masuk dengan sangat sopan.

"iya tuan.?" ucap Mike

"andre akan segera pulang" ucap Adrian

"maksud tuan, apa perlu aku beritahu presdir" ucap Mike

"tak perlu, andre akan segera hubungi jika dia pulang, nanti saya yang akan beritahu sendiri pada kakek" ucap Adrian, nampak ia sedikit gelisah akan kepulangan Andreas.

Adrian pun menengadahkan kepalanya kearah Sekretaris Mike dengan menangkupkan kedus tangannya di atas meja kerjanya sambil tersenyum.

"apa jadwal berikutnya.?". ucap Adrian menyembunyikan kegelisahan dimata Sekretaris Mike.

Mike yang masih setia berdiri didepan meja kerja Bosnya dengan penuh wibawa menjawab, bahwa Adrian memiliki pertemuan diluar bersama beberapa Kliennya.

"baiklah, kita pergi sekarang, sebelum itu aku ingin melihat beberapa berkas dulu, kamu bisa menungguku diluar" perintah Adrian.

"baik tuan" ucap Mike penuh sopan dengan menundukkan kepalanya sebelum keluar ruangan Presdir tersebut.

......

"mey, bisa keruanganku sebentar" ucap Aulia sambil menekan tombol intercom yang tidak jauh dari meja kerjanya.

diseberang sana hanya menjawab iya, tidak lama kemudian Mey datang dengan membawa beberapa dokumen penting untuk ditanda tangani Aulia.

"permisi bos, ini ada beberapa berkas untuk ditanda tangani" ucap Mey menyimpan dokumen itu dimeja kerja Aulia.

Aulia mengambil dan membuka sejenak, ia pun menengadahkan kepalanya kearah Mey sambil mengingat apa yang ia ingin katakan.

"oh ya mey, aku bisa minta beberapa laporan gudang dan resto?". ucap Aulia.

Mey yang masih setia mendengar menunduk sambil tersenyum.

"baik bos, a pa ma sih ada.?" ucap Mey ragu

"tidak ada" ucap Aulia tenang dengan memandang layar komputernya.

Mey pun pergi keruangannya, Aulia kembali sibuk membaca laporan dan menandatangani berkas-berkas diatas meja kerjanya itu.

.....

setelah perjalan tour musik solonya, Akhirnya Aditya kembali pulang, terlihat Aditya turun dari mobil Van miliknya yang ditemani dengan Mas Dewo Asst. Managernya.

sebelum turun Aditya nampak kelelahan ia masih memejamkan matanya dikursi mobil belum sadar kalau sudah sampai dihalaman rumahnya.

"adit., kita sudah sampai" ucap Mas Dewo

Aditya yang mendengar membuka mata perlahan, dan melihat kearah Mas Dewo

"mas., apa jadwal besok?" ucap Aditya menyederkan kepalanya ditangan

Mas Dewo tahu jika Artisnya sudah terlalu lelah karena tuntutan pekerjaan, ia hanya tersenyum dan menaikan sedikit alisnya.

"3 hari kedepan kamu bisa istirahat, itu bonus karena kau sudah sangat bekerja keras" ucap Mas Dewo

Aditya hanya terkekeh kecil mendengar jawaban Mas Dewo, ia sempat frustasi dengan pilihannya untuk menjadi seorang idol, dan itu membuatnya terkadang stres.

"baiklah, jika seperti itu" ucap Aditya.

ia tidak ingin bicara lagi, Aditya pun turun diiringi Mas Dewo dan terlihat sopir pribadi agensinya menurunkan beberapa barang milik Aditya.

"oke mas, aku masuk dulu" ucap Aditya

beranjak melangkah menuju pintu rumah, terlihat para pelayan mengambil barang-barang dari mobil itu.

"oh ya mas, mas juga sudah bekerja keras, good job" ucap Aditya sekali lagi.

sambil mengajungkan jempol kearah Mas Dewo. Mas Dewo hanya bisa tersenyum dan membalas anjungan jempol itu.

setelah beberapa pelayan masuk dengan barang milik Aditya mobil Van itu pun pergi.

Aditya yang berjalan melewati meja makan dan pantry merasa terlalu sunyi rumah itu, seperti tidak ada penghuni, ia pun duduk dipantry dan bertanya pada salah satu pelayan yang ada didapur.

"mba, kemana semua orang?" tanya Aditya sambil meneguk minumannya.

Aditya tidak mengetahui jika Andreas pergi ke luar negeri bersama Ayahnya, kalau Adrian ia tahu kalau Abangnya yang satu itu meneruskan posisi yang kosong.

"ee tuan, tuan rian sedang di kantor, kalau tuan andre beberapa hari lagi akan tiba" ucap pelayan itu.

Aditya sempat mengangguk dan mengernyitkan keningnya saat nama Andreas disebut.

"tunggu, memangnya dia kemana? bukakannya? mmmm., uda mba, nanti bawa saja sekalian makanan ke kamar" ucap Aditya beranjak dari kursinya.

Aditya pun menaiki tangga sambil mencari nama Adrian untuk dipanggil, ia masih penasaran pergi kemana Abangnya Andreas.

sambungan telepon pun tersambung.

"bang rian, abang andre memangnya kemana? kok aku enggak diberitahu?" ucap Aditya kesal.

diseberang sana, Adrian yang sedang meeting dengan koleganya terhenti karena panggilan Aditya, ia berusaha menerima panggilan itu dari jauh untuk mengangkat panggilan itu.

"adit, kamu uda sampai, oh soal itu nanti kita bicara yah setelah aku pulang, aku sedang rapat dengan beberapa kolega, aku usahakan sore aku pulang" ucap Adrian sesekali melirik ke meja rapatnya.

"ya sudah, bye" ucap Aditya kesal.

Adrian hanya bisa tersenyum simpul dengan jawaban Aditya. ia pun meneruskan kembali rapatnya yang tertunda.

Aditya masuk, ia melihat barangnya sudah sampai lebih dulu dikamarnya itu, ia pun menarik dua koper besar itu ke clothes room (ruangan pakaian) miliknya, dan meletakkan disana

koper pertama ia buka, dan mendapati boneka beruang lucu bertuliskan 'My Angel' ia sempat tersenyum dan mengambil boneka itu meletakkan dengan hati-hati disampingnya yang terdapat meja besar.

boneka itu ia dapatkan dari perjalanannya saat tour, ia pun meletakkan pakaian dan beberapa busananya yang ia pakai saat tour shownya.

setelah selesai Aditya berjalan keluar membaringkan dirinya dikasur tak lupa ia bawa boneka beruang itu ditangannya.

"bagaimana keadanmu my angel" gumam Aditya melihat kearah beruang lucu itu disampingnya.

karena terlalu lelah akhirnya Aditya mengankay badanya duduk ditepi tempat tidurnya, menghela nafas sesekali memandang bonekq itu, ia pun dengan wajah lusuh masuk kedalam kamar mandi untuk menyegarkan badannya.

......

hari sudah sore, terlihat Angel sedang diruanganya menyelesaikan beberapa laporannya, tak lupa ia juga menyelesaikan tugas residennya.

dreeett dreeett

karena terlalu fokus Angel langsung mengangkat panggilan itu tanpa melihat siapa sih pemanggil.

"halo" ucap Angel dengan menopang ponselnya diantara kepala dan juga pundaknya dengan jari masih sibuk mengetik.

"halo my angel" ucap Aditya

sontak Angel pun menghentikan kegiatannya dan mengambil ponselnya membenarkan posisinya dengan meletakkan ditelinganya dengan jelas.

"kamu" ucap Angel mengernyitkan dahinya

"untuk apa kamu menelponku" ucap Angel sekali lagi dengan nada kesal

Aditya yang tahu dari cara bicaranya hanya bisa membuang nafas perlahan sebelum bicara.

"ngel... maaf aku tahu jika kamu kesal sekarang, aku ingin menjelaskan semuanya.." ucap Aditya terputus

Angel tidak ingin mendengar lebih jauh ia langsung mematikan panggilan itu, bukan karena ia tidak suka, karena ia tidak ingin jatuh lagi kelubang yang sama, ia tidak ingin lemah hanya karena Aditya, selama Aditya pergi ia sudah berusaha untuk melupakan sosok lelaki itu.

Angel terlihat melihat layar ponselnya berdering lagi yang ia letakkan diatas meja kerjanya.

"mengapa kamu harus datang lagi, jika tidak ada kepastian" gumam Angel. ia membiarkan panggilan Aditya.

Aditya yang terlihat tidak tenang mencoba mengirimi pesan kepada Angel.

"ngel, my angel aku bisa jelaskan kenapa aku tidak ada kabar selama ini, aku terlalu sibuk dengan show tour musik soloku, yang memakan waktu selama ini, bukan karen aku tidak memberi kepastian, asal dirimu tahu selama ini aku frustasi tidak bisa bertemu denganmu ataupun mendengar suaramu. miss you so much my angel "

terlihat Angel membaca pesan itu, ia hanya menghela nafasnya untuk bisa diberi oksigen. Angel hanya bisa menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi memejamkan matanya menikmati rasa yang ada didalam hatinya.

.....

like dan vote yah readers jangan lupa komentarnya supaya author tambah semangat buat ide-ide yang baru

1
n_jesika
lanjut thorr
Siti Shalehah Ctg
terimakasih telah kembali Thor...
Junior Robbyansha
jgn km upx thorr
Junior Robbyansha
jgn km upx thorr
n_jesika
tolong ini lanjutan nya mna 😫
Rupink Chiabella
nabrak mulu
Nia Kurniasih
lamjut...
Aisyah Ajja
kebiasaan deh lg serius2nya baca berhenti ga da lanjutan
Nia Kurniasih
lanjut..
Nia Kurniasih
lanjut...
Tika
semangat!!
Tika
aku mampir di sini...
Suyen Narti
aku suka aku suka ceritax bagus
Nia Kurniasih
lanjut....
milnau
keren 😍😍ceritanya bagus. Semangat thor nulisnya. Btw aku pendatang baru nih. Aku butuh masukan, kritik dan sarannya. untuk novelku "Gigi". Ditunggu ya kedatangannya. Makasih
RA💜<big><_
kak q mampir bawa boomlike dan bintang lima buat kakak, semangat

mampir yuk ke novelku yang berjudul
"pergi ke masa lalu"
"siculun dan pangeran tampan"
minta dukungannya lewat rate komen like dan votenya, apabila suka alurnya bisa klik favorit

salam santun dariku Rija Annisa
Cokorda Swastika
tata naskahnya buat pusing... rapat2...
Dinda Fitrianingsih
seru kayaknya cerita anak sekolah,,
Kinan Adina
keren
Nita Ve
Keren ceritanya😍
Semangat update bab barunya thor😍
Salam dari
"Infinity" (romance)
"Ve" (mystery thriller)
"Aku (Bukan) Pelakor" (young-adult romance)
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!