Hawa Hasnawi gadis penjual kripik singkong, yang dipaksa menikah dengan pemuda sombong, dingin dan angkuh.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon harsupi fakihudin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keinginan Terakhir Wahidah
Dikamar Fariz
Hawa masih sibuk dengan buku bukunya diatas tempat tidur. Tiba tiba Fariz datang, dan naik kekasur, lalu tidur dipangkuan Hawa.
Hawa melirik "Abang mau apa? abang jangan ganggu"
"Abang hanya kangen" Ucap Fariz
"Terus"
"Ingin dipangku disini"
"Hawa sibuk bang" Tolak Hawa
"Sudah tutup" Fariz menutup semua buku buku Hawa. Lalu menumpuknya, dan memindahkan buku buku tersebut diatas meja "Kita tidur"
"Mami bagaimana bang?"
"Sudah tidur, mudah mudahan nyaman. Mami kangen banget sama tempat tidur itu. Kalau abang, kangen sama Hawa emmuah" Fariz mencium pipi Hawa
"Ih abang, maunya begitu. Tapi hari ini libur" Hawa tetap mempertahankan pendiriannya
"Kalau abang paksa" Tangan Fariz sudah membuka kancing piama milik Hawa
Plok
"Sudah dibilang jangan"
"Ih kenapa? Kita tidak punya mainan. Selain itu" Tunjuk Fariz memberi kode dengan matanya "Ayolah, yah yah boleh yah?"
"Enggak. Dikamar mami ramai orang orang menunggui mami. Kenapa anak mami malah ngumpet ingin gangguin istri" Omel Hawa
"Ih, kangen tau. Inikan malam jum'at"
"Tau... Yang bilang ini malam minggu siapa?"
"Istriku kok begitu sih, memangnya istriku nggak kangen?" Tangan Hawa dibimbing untuk memegang sesuatu
"Abang!!!"
Plok plok plok
Hawa menabok lengan Fariz dengan kesal.
"Baiklah baiklah kita tidur"
Akhirnya, mereka tertidur, tanpa berlayar
-
Sementara
Dikamar Wahidah
Tengah malam pukul 02:00 Dini hari
Wahidah mulai sesak dengan pernafasannya, pas itu pula, Xander beserta Najwa, sudah pulang kemari, dan diikuti oleh Hassan dan Raisa
"Mami... Mami..." Xander menghambur memeluk Wahidah
"Anak lanangku, kau sudah datang nak sssss mmmm" Wahidah menghirup udara sebanyak mungkin
"Jendela buka jendela, yang lebar juga nggak papa?" Anand menyuruh membuka jendela asal
Jendela sudah terbuka lebar
Hassan mendekat "Mami, mami ingat aku?"
"Abang" Tangan Wahidah berusaha merahi Hassan. Hassanpun memeluknya "Abang, ssss mmm" Masih meraup udara yang banyak "Kaki mami dingin, tutupin bang" Padahal kaki Wahidah sudah memakai kaus kaki
"Usap usap bang" Anand. Hassanpun mengusap dengan lembut
"Pih, ini hari jum'at ya pih?" Ucap Wahidah
"Iya" Dijawab oleh banyak orang
"Bacain mami surat alkahfi pi, habis itu surat yasin" Pinta Wahidah
"Iya iya, sekarang ambil wudhu semua. Fariz mana Fariz" Anand mencari keberadaan Fariz
"Sepertinya, ada dikamarnya pih" Jawab Hanan
"Panggil" Anand berdiri dan langsung menuju kamar mandi. Setelah selesai berwudhu, Anand mendekati Wahidah lagi
-
Dikamar Fariz
Tok tok tok
"Riz riz, riz. Bangun Riz"
Tok tok tok
"Fariz bangun"
Gerret
Wajah bantal Fariz menyapa Hanan "Ada apa kak"
"papih memanggilmu cepat" Ucap Hanan, dan Fariz akan segera kesana "Eit eit iet, wudhu dulu sana. Papi ingin kita mengaji" Hanan
"Oh" Fariz
"Kalau kamu lagi ada hadas besar, buruan mandi wajib. Dan buruan kesana. Aku tunggu ya" Hanan pergi meninggalkan Fariz yang masih linglung
"Semalam, aku jadi berlayar nggak ya.." Wajah ngantuk Fariz membuatnya lupa
Hawa sudah duduk dibibir ranjang "Ada apa bang?"
"Kita disuruh kumpul, dikamar mami. Semalam kita jadi..."
"Nggak jadi" Jawab Hawa cepat
"Baiklah, kita berwudhu aja" Fariz
-
Setelah semuanya kumpul dikamar mami
"Baiklah, kalian buka surat Al kahfi. Jika tidak ada alqur'an, pakai ponsel kalian" Titah Anand
Semuanya mencari surat tersebut, di mbahnya masing masing
"Ok semuanya sudah ketemu?" Ucap Anand
"Sudah pih" Serempak menjawab
Mereka mulai membaca ta'awudz terdahulu, lalu surat al fatikha sebagai pembuka surat yang lain, setelah itu surat yang diminta Wahidah
"Alhamdulillahilladiiii...Angzala'ala abdihil kitaabawalamyaj 'alahuiwaja ..." Sampai selesai, Wahidapun mengikuti hingga selesai pula
Kaki Wahidah sudah lurus dan dingin, netranya sudah terpejam
"Lanjut pi ssss mmm" Wahidah mengumpulkan nafas yang masih menjadi jatahnya
"Yaasin.. Walqur'anil hakim.. Innala...." Sampai selesai
Semua orang tertuju pada Wahidah
"Mami... Mami pih.." Semua orang memperhatikan Wahidah
Anand mengecek bagian hidung, dan yang lain mengecek denyut nadi
Anand berderai, lalu memeluk Wahidah "Innallillahiwainnaillahirojiun... Semoga husnul khotimah wahai istriku" Anand mencium seluruh wajah Wahidah, rambutnya, tangannya.
"Papi" Tanya salah satu orang
Anand geleng geleng, lalu mundur
"MAMIIIIIII !!!" Mereka berebut ingin memeluk jazat Wahidah
Hanya Fariz saja yang memeluk Anand.
Fariz bukan tidak menyayangi Wahidah. Tapi, Anand juga retak hatinya
Akhirnya, Wahidah menutup mata dihari sayyidul ayyam, hari yang mulia, hari yang dirajakan oleh seluruh ummat islam. Hari sebagai penghulu dari hari hari yang lain. Hari yang terbaik untuk perbuatan yang baik pula.
-
Setelah pagi menjelang, bendera kuning sudah dikibarkan didepan rumah. Seluruh anak yatim asuhannya, datang bertakzia. Mereka menunggu jenazah yang akan disucikan.
Fariz membantu Anand untuk berpakaian
"Nak, papi ingin memandikan jenazah mami, untuk terakhir kalinya" Anand
"Papi yakin papi sanggup?" Fariz memastikan
Anand mengangguk sanggup "Kami sudah berjanji nak. Jika kelak diantara kami yang meninggal duluan. Maka pasangannya akan memandikan" Anand berusaha kuat
"Baik pih, ayo kak bantu" Fariz meminta Hanan, untuk ikut membantu
Anand berjalan, dipapah oleh Hanan dan Fariz, menuju halaman belakang, untuk memandikan jenazah
Disana sudah duduk dibagian masing masing yaitu, bagian atas ada Raisa istri Hassan, ia memangku kepala Wahidah, lalu Sifa, memangku bagian punggung, ada Hawa, bagian pantat, dan Aina, memangku dibagian kaki.
Najwa dan Iqlimah istri tuan Ahmed, ibunda Najwa termasuk besan, jatahnya mengucuri air, dipandu oleh ahli yang biasa menangani jenazah. Sedangkan Najwa, dipandu untuk mensucikan daerah yang berlubang dibawah sana.
Anand datang, ia yang pertama memandikan istrinya. Mengusap seluruh tubuh istrinya, yang pernah menemaninya. Mengusap wajahnya, setelah itu, Anand menjauh.
"Silahkan, selesaikan" Ucap Anand berusaha tegar
-
Kembali kekamar Anand
Anand dipakaikan pakaian oleh Fariz dan dibantu oleh Hanan. Setelah sudah selesai, ayo kedepan
Didepan sudah berkumpul ibu ibu jama'ah masjid, teman dari Wahidah yang biasa tadarus bareng dan kegiatan bareng lainnya.
Tak ketinggalan, para anak asuh Wahidah yang dipimpin oleh bu Solikha, sudah mengumpul untuk membacakan doa untuk sang mayit
-
Dipemakaman
Kini batu nisan sudah bertengger menyematkan nama mami tercinta disana
WAHIDAH AZZAHRA BINTI FULAN
Meninggalkan kenangan manis bersama suami tercinta Anandhan Nicolas, meninggalkan satu putra yaitu Alexander Putra Anandhan, menantu terkasih Najwa Zahira Effendi, cucu tunggal Yuanita zahira Alexandrea. Dan tak ketinggalan, putra sambungnya yaitu Alfarizi Putra Zayn beserta mantu barunya Hawa Hasnawi
Semua sedih, termasuk Ilham. Apalagi Wahidah selalu vocal mengatasi semua masalah didalam keluarganya. Pengorbanan Wahidah begitu besar, didalam keluarga Han
Wahidah seorang gadis, anak asuh dari teman mama Kavita, lalu ia lamarkan untuk putra pertamanya yaitu Anand.
Wahidah termasuk menantu kesayangan mama Kavita dan papa Nadem Han
Selamat jalan mami... Semoga, papi yang ditinggalkan selalu sehat
😭😭😭😭 Author matanya bendhul bendhul rek... ikut nangisss
BERSAMBUNG.......
trenyuh aku..... banyu moto gak bisa mandek....
trenyuh aku..... banyu moto gak bisa mandek....