DALAM TAHAP REVISI🙏🙏🙏
"Apa yang kau lihat dari anak seorang pembantu itu hah!"
Di depan semua tamu undangan Nyonya Yuni menghina seorang gadis yang bernama Rengganis.
Nyonya Yuni tidak terima jika putra satu-satu menjalin kasih bersama anak dari seorang pembantu.
"Cukup Bu, aku sangat mencintainya."
Rangga mencoba menghampiri Rengganis yang kini tampak menyedihkan karena ulah ibunya,
"Sayang, maafkan Ibu."
Sambil memeluk kekasihnya Rangga berusaha membawa Rengganis keluar dari pesta mewah itu.
Tapi, saat sampai di depan pintu terdengar Nyonya Yuni berteriak,
"Jika selangkah lagi kau melewati pintu, maka besok kau akan melihat kuburan ibumu!"
Dan...
Tubuh Rengganis lemas saat Rangga melepaskan pelukannya.
Dengan air mata dan penampilan yang sudah acak-acakan Rengganis berlari keluar dari pesta.
Kini hancur sudah perasaan dan impiannya untuk hidup bersama orang yang sangat dia cintai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Lana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali Ke Rumah
"Apa Papi serius? El boleh melanjutkan kuliah disini?" tanya Elisa tidak percaya. Elisa butuh penjelasan dari sang papi kenapa tiba-tiba memintanya menetap di sini. Padahal dulu Papi Andreas sangat tidak peduli pada anak gadis satu-satunya itu.
"Papi serius, Nak. Nanti biar anak buah lapi yang mengurus kepindahanmu di sini, kau tinggal pilih mau melanjutkan kuliah di universitas mana," ucap Papi Andreas membelai lembut rambut Elisa.
"Untuk tempat kuliah, nanti El pikirkan dulu. Makasih, Pi, El sangat bahagia." Gadis itu memeluk sang papi. Tidak masalah kalau harus tinggal di rumah itu ,bagi Elisa kini yang terpenting ia bebas mendatangi Arya kapan saja.
Tadi Tuan Andreas meminta agar Elisa tinggal di rumah sebagai syarat boleh melanjutkan kuliah di sini. Tuan Andreas juga meminta Elisa untuk belajar mengurus perusahaan. Tentu saja Elisa langsung setuju.
🌺🌺🌺🌺🌺
Elisa kembali ke apartemen dengan senyum yang terus mengembang. Rencananya Elisa akan membereskan beberapa barang yang akan di bawa kembali ke rumah. Elisa juga akan berterima kasih pada Tante Rani karena bersedia membantu, walaupun itu semua tidak ada hubungannya dengan wanita paruh baya itu.
"Tante ... " Sapa Elisa pada Tante Rani di seberang sana.
"Iya, ada apa lagi, El? Apa Papi kamu tidak mengijinkan tinggal lebih lam? Tadi tante udah telepon papimu, tapi katanya dia harus memikirkannya dulu," cecar Tante Rani memberondong Elisa dengan berbagai pertanyaan.
"Papi kasih ijin ke El kok, Tan, bahkan Papi minta El untuk melanjutkan kuliah di sini," jawab El senang.
"Benarkah? Tante ikut senang mendengarnya, El," ucap Tante Rani penuh rasa syukur.
"Ini berkat Tante, makasih banyak yah, Tan."
"Iya sama-sama, yang penting kamu senang."
Elisa mengakhiri sambungan telepon dan beranjak menuju kamar mandi. Elisa ngin menyegarkan tubuhnya yang terasa lengket setelah seharian tadi melakukan aktifitas.
🌺🌺🌺🌺🌺
Pagi hari Elisa telah siap dengan koper yang terisi pakaian dan beberapa barang. Elisa segera melajukan mobil kesayangannya menuju rumah kedua orang tuanya. Setelah memasuki pintu gerbang, Elisa langsung di sambut oleh satpam yang berjaga di depan.
"Pagi Mi, Pi ... " Elisa menyapa kedua orang tuanya yang saat ini sedang sarapan.
"Hai ... El, umben pagi sekali kamu sudah sampai sini, Nak?" Sang Mami heran melihat anaknya pagi-pagi sekali sudah datang.
"Mungkin El terlalu bersemangat, Mi." Gadis itu mendudukkan tubuh, ikut mengambil makanan untuk dirinya sendiri.
"Jadi, kapan kamu mulai kerja di kantor Papi?" tanya gadis itu ingin tahu.
"Sabar El, minggu depan kamu bisa mulai masuk kantor. Kamu juga harus urus kepindahan kamu juga, kan?" Papi Andreas menjelaskan.
"Iya, Pi. Ya udah, El mau ke atas dulu ya, Pi." Elisa meninggalkan meja makan dan berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya.
"Ternyata kamarku masih sama seperti saat aku tinggalkan." Elisa meneliti setiap sudut kamar yang nampak bersih dan tertata rapi. Ia merebah kan tubuh di kasur yang empuk, dan menikmati kehidupan baru yang segera akan ia mulai.
Kak Arya aku akan kembali mengejarmu, tunggu aku, aku pasti akan menyingkap wanita itu! Elisa menatap potret Arya dengan dada yang bergemuruh hebat.
Up ke 2, dikit dulu yah man-teman. Aku cuma minta like atau komen aja kok, plisss biar akuh juga semangat nulisnya, ngerasa di hargai gitu🙏🙏🙏
kisah Rangga-Andira ada di N-O-V-E-L-A-H yah judulnya GADIS PENEBUS HUTANG, di sana kakak bisa baca gratis yah🙏🙏🙏
kisah Rangga-Andira ada di N-O-V-E-L-A-H dengan judul GADIS PENEBUS HUTANG, di sana kakak juga bisa baca gratis🙏🙏🙏
jangan lupa judulnya KITA HANYA MENIKAH by Mama Lana