NovelToon NovelToon
After Marriage

After Marriage

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:48.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Mayangsu

Anha diceraikan tepat di malam pertamanya ketika suaminya mendapati dirinya yang sudah tidak perawan lagi.

Anha tidak pernah menyangka jika pergaulan bebasnya di masa lalu akan menjadi bumerang untuknya di masa depan.

Setelah bercerai, Anha mencoba untuk memulai hidup baru dan menemukan cinta yang baru. Tetapi apakah lelaki kali ini bisa menerimanya seutuhnya atau jangan-jangan Anha akan ditinggalkan untuk yang kedua kalinya?

***
Contact Person:
Instagram: Mayangsu_
Email: Mayangsusilowatims@gmail.com

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayangsu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia Kekasihku

Aku memegang tali tasku dengan erat, hari ini rencananya aku akan datang ke kantor pusat untuk memberikan surat pengunduran diriku kepada Pak Indra—atasan yang meng-handle kami per daerah. Aku sudah tidak mau bekerja lagi di sana.

Bahkan hari ini aku tidak mau datang untuk mengunjungi stand-ku dan langsung memilih ke sini demi menghindari bertemu langsung dengan Lidya.

Sebelum masuk ke dalam ruangan Pak Indra, aku mengambil amplop putih berisi surat pengunduran diriku. Kuketuk pintu ruangan Pak Indra dan terdengar suara dari dalam yang mempersilakan diriku untuk masuk.

Ketika aku melangkah masuk ke dalam ruangan Pak Indra, terlihat Pak Indra sedang berbicara kepada Pak Ikram, entah tentang apa tetapi tebakanku mereka berdua sedang membahas hal penting mengenai bisnis karena memang akhir-akhir ini barang dari gudang membludak karena pesanan konsumen sedang ramai.

Ikram menaikkan sebelah alisnya ketika melihat diriku yang mematung di dekat pintu. Aku menggaruk kepalaku karena gugup.

"Ya, ada apa?" tanya Pak Indra.

"Em.. anu Pak, saya mau menyerahkan surat pengunduran diri."

Pak Indra dan Pak Ikram menatapku dalam diam, aku menatap Pak Ikram sejenak, aku tahu dia mengerti alasanku kenapa aku memilih untuk resign dengan benar.

"Serius kamu mau resign? Bukannya kamu karyawan baru dan masih kerja satu bulan di outlet kami? Dua bulan lagi kamu bisa dikontrak tetap, loh."

Aku menggeleng, aku tidak mau lagi bekerja seperti ini. Daripada aku mati diperkosa Om-om gila lebih baik aku resign saja saat ini juga.

Pak Indra hanya terdiam dan akhirnya mengizinkanku mengundurkan diri. Aku dan mengucapkan terima kasih dan berjalan keluar ruangan.

Setelah masuk ke delam lift, keningku mengerut ketika melihat Ikram juga ikut masuk bersama dua orang lainnya yang juga menatap Ikram dengan bingung. Maksudku...bukannya pemilik perusahaan dan orang penting lainnya biasanya menggunakan lift pribadi, ya? Lalu kenapa dia masuk ke lift untuk para karyawan?

"Kita ngomong bentar, ya. Di bawah ada kafe," katanya dengan singkat dan padat. Mungkin karena saat ini ada karyawannya di antara kami. Aku mengerutkan keningku, bukannya ini masih jam delapan pagi dan belum jam makan siang, ya? Dua karyawannya yang berada satu lift dengan kami saling senggol, sepertinya mereka sedang membicarakan kami.

Ketika pintu lift terbuka, Ikram menggandeng tanganku. Aku hanya bisa diam saja ketika ia menggenggam tanganku. Sebagian karyawan di lantai bawah yang melihat kami berdua berjalan beriringan sambil gandengan tangan terlihat berbagai pertanyaan dalam ekpresi mereka, namun mereka lebih memilih pura-pura tidak melihat kami.

Ternyata letak kafe tidak jauh dari kantor, hanya perlu berjalan beberapa meter saja. Ikram memesan cake dan coffe late kepada pelayan.

"Ada lagi yang hendak dipesan, lagi, Kak?" tanya pelayan tersebut dengan ramah.

"Nggak, itu aja."

"Baik, mohon ditunggu sebentar."

Aku memainkan jemariku karena gugup. Melihat tingkahku Ikram berinisiatif untuk memulai percakan terlebih dahulu.

"Kamu serius resign?" tanyanya memulai percakapan. Aku mengangguk, pelayan tersebut datang dan membawa pesanan kami. Aku meminum kopiku dengan pelan.

"Pasti karena kemarin, ya?" tanyanya lagi. Aku hanya mengangguk lagi.

"Dia nggak bakalan berani datengin kamu lagi, kok. Dan menurut aku keputusan kamu buat resign itu udah tepat banget."

Ikram menyendok cake strawberry-nya. Aku bingung harus berkata apa, tetapi suasana akan semakin canggung jika percakapan ini hanya dilakukan satu arah aja.

"Makasih, ya, Pak atas bantuan kemarin. Kalau nggak ada Bapak saya nggak tahu apa yang bakalan terjadi sama saya."

Ikram tersenyum manis, aku suka garis bibirnya ketika dia tersenyum.

"Kamu nggak perlu betrerima kasih sama saya. Dan satu lagi, jangan panggil saya Bapak. Selain aku udah nggak jadi atasan kamu lagi, aku juga nggak nyaman dipanggil Bapak."

Aku mengangguk dan tersenyum manis untuk memikatnya.

"Boleh nggak aku tahu apa yang sebenernya kemarin terjadi?" tanya Ikram, aku mengamati netra cokelatnya, awalnya aku tidak mau menceritakannya. Tetapi akhirnya aku mau, lagi pula kami tidak terlalu kenal dekat, dia tidak mungkin menceritakan masalah kemarin ke orang lain, bukan?

Ikram mengeratkan giginya setelah kuceritakan semua hal tentang awal kenapa aku bisa bekerja di sana, lalu bagaimana Rudi melakukan pelecehan terhadapku, Rudi yang mengirimiku pesan porno, kemudian sampai bagian akhir yaitu dia hampir memperkosaku.

"Itu hitungannya udah tindakan kriminal, loh. Kayak gitu bisa dilaporin ke polisi juga!" kata Ikram dengan geram, dia mengepalkan tangannya kuat-kuat.

"Udahlah biarin aja, yang penting aku udah resign dan nggak mungkin Rudi nyari-nyari aku lagi."

Aku memasukkan potongan terakhir kue cokelat nikmat ini ke dalam mulutku. Manis. Seperti senyum Ikram. aku tersenyum sendiri dalam hati.

"Terus apa rencanamu kedepannya?" tanyanya.

Aku terdiam sejenak untuk berpikir.

"Mungkin aku bakalan cari kerja dan coba ngelamar di bagian admin atau staf perusahaan lain. Kasihan juga ijazahku kalau nggak kepakai."

"Kayanya bagian administrasi di kantor lagi butuh orang. Kamu mau? Mungkin aku bisa bantu."

Hahaha. Aku meringis mendengar hal tersebut, dan menolak tawaran Ikram dengan halus. Tentu itu semua kulakukan bukan tanpa alasan. Ikram berbeda dari para lelaki yang pernah kukenal. Dia tidak pernah menatapku dengan tatapan mesum, dia juga tidak seagresif pria-pria lain. Aku hanya sedang bermain tarik ulur dengannya.

Memang sekantor dengannya akan menambah intensitas pertemuan kami berdua. Tetapi aku lebih memilih pura-pura jual mahal saja. Biar dia yang datang kepadaku dan pada akhirnya berlutut di hadapanku. Karena pada dasarnya aku pernah membuang diriku kepadanya namun dia malahan cuek dan malas denganku. Tetapi ketika aku mencoba menjauh dia seperti mendekat kepadaku, menggenggam tanganku ketika di lift. Lelaki memang suka seperti itu bukan?

"Aku anter kamu pulang, ya."

"Nggak usah, ah. Ngerepotin mulu."

Aku menggeleng.

"Nggak ada yang ngerepotin, kok. Lagian meeting-ku masih jam sepuluh nanti. Aku bosen di kantor mulu. Pengin main ke rumah kamu juga."

Aku tersenyum dalam hati, dia memakan umpanku lagi.Baiklah, aku tidak bisa menolaknya lagi kali ini karena aku memang mau.

Ketika kamu sampai di pintu luar kafé, kami bertemu teman Pak Ikram yang waktu itu. Aku tersenyum ramah kepadanya, dia menatap aneh ke arah kami berdua.

"Lo, kan, yang waktu itu?" dia menunjukku. Aku tersenyum, kami berjabat tangan saling berkenalan satu sama lain.

"Leo."

"Anha."

"Gercep juga, ya, dia," kata teman Ikram sambil tersenyum kepada Ikram. Ikram hanya diam dengan ekpresi datarnya. Aku menunduk ketika tatapan mata Leo seperti memindai tubuhku dari atas ke bawah, dia menatapku tanpa berkedip sama sekali. Aku mengusap lenganku karena agak tidak suka dengan tatapannya terhadapku. Padahal aku sudah memakai baju yang sopan tapi kenapa dia masih saja menatapku seperti itu.

"Besok ada acara, nggak?" tanyanya.

Aku menatap Ikram seolah berkata 'aku harus jawab apa?'

"Um, maaf, kayaknya besok aku ada acara," Itulah kata yang akhirnya kupilih untuk menghindari Leo mengingat sepertinya tatapan Ikram tidak bersahabat sama sekali.

"Masuk, yuk. Nggak enak ngobrol di depan kayak gini."

Tangan Leo hendak menyentuh lenganku, tetapi Ikram menepis kasar tangan temannya tersebut kemudan Ikram sedikit menarik pinggangku sehingga jarak kami berdekatan.

"Nggak usah repot-repot. Kami barusan makan."

Kemudian Ikram menggenggam erat jemariku.

"Dan dia cewek gue, nggak usah ganggu kami lagi," tambahnya, kemudian Ikram menarikku pergi dan akhirnya kami meninggalkan Leo yang masih terdiam membisu di depan pintu kafe.

***

Contact Person:

IG: Mayangsu_

Wattpad: Mayangsu

Email: Mayangsusilowatims@gmail.com

Mangatoon: Mayangsu

Storial: Mayangsu

1
Monica Lora
aduh hasan telat mulu lambat amat
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Monica Lora
mn bisa gt furgoso. mending pahit pahit dr mulut kita dr pd dr mulut org lebih sakit
Monica Lora
awal malapetaka..baca yg ke 4x 🤭
Nursamsi Mci
luarbiasa, udah baca berulang kali masih kerasa bnget dalam nya
Nursamsi Mci
di 2026 ku baca ulang lg
Tini Tini
ceritanya sangat menarik dan berbeda dr novel yg lain
⚞ል☈⚟ MymooN
maaf thor jd bingung nih. yg diceraikan dimalam pertama saya udah rapi baca. jd yg ini harusnya dibaca duluan ya ?
Cobain 77
Kecewa
Cobain 77
Buruk
Jannah Cantik
novel yg dulu selalu ak tunggu kelanjutannya sampe ak gak bisa tenang
⏤͟͟͞RAyyana
piye kabre tor ,izin baca lagi ,,dulu baca masih d tahun 2020 akhir kayanya
RithaMartinE
luar biasa
Nursamsi Mci
udah ngulang baca yg ke 3x nya,wlu ceritanya ber alur lambat,tp ttp setia baca ulang,krn benar2 ngena dan trasa nyata.lebih2 saat Anha di selingkuhi,ya Allah kerasa sakit nya smpe kayak tersayat hati ku😭
Ms. Belle
lanjutan dari bab ini mana lagi ya?
dulu pernah baca sampe udh punya anak Anha nya.. hehe

pengen baca lagi nihh, ada yg tau gak lanjutan nya dmn?
Mayangsu: hai kak. Lanjutannya judulnya: Diceraikan di Malam Pertama ya. Ada di akunku. Pencet aja profilku ini
total 1 replies
Adriana
9
Mayangsu
danmu danmu
Endah Dwika
udah jodohkan aja Anha dan hamkan thooorr
Endah Dwika
buat anha hidup bahagia nantinya toor dan buat ikram menyesal seumur hidup nya
Endah Dwika
kok aku deg degan ya baca bab2 ini jangan2 ikram memang selingkuh kasihan ana
Auristela Allisya
aku g' tau cara nya cari novel "dinikahi berondong kaya"
udah coba ta' ketik sana sini ko' g' bisa2.
author ayolah bantu aku yg hampir putus asa ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!