NovelToon NovelToon
Untuk Kamu 5 ( Tentara Pelindungmu )

Untuk Kamu 5 ( Tentara Pelindungmu )

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: NaraY

Petik pelajaran dari setiap isi cerita

...
1. Kamu hanya mencintai seragamku dan bukan diriku. Dua tahun pernikahan dengan istriku hanya penuh pertikaian, hingga karenanya kamu memintaku memiliki anak dengan dengan seorang gadis anak almarhumah mantan pengasuhmu sejak kecil.

Dengan kacaunya aku menuruti keinginanmu karena aku sayang kamu Bianca. Namun semakin lama, sebagai seorang suami, aku tidak bisa memaafkan kesalahanmu

Tahukah kamu.. keegoisanmu ini membuat cerita baru dalam rumah tangga kita Bianca.
...
Kamu sungguh menghancurkan isi hatiku Bianca.. Pecah dan hancur sampai ke akarnya tapi aku masih mencintaimu hingga kesalahan fatal itu terjadi memporak porandakan rumah tangga kita.

Dan akhirnya aku berkali-kali merasakan kenangan pahit karenamu Bianca hingga sosok itu datang didalam hatiku tanpa sengaja. Dia......... ( by Ghara )
#
2. Dan disisi lain kamu berbeda dengan dia. Dirimu sudah membalikan seluruh duniaku.

Awalnya aku hanya bermain-main, tapi semakin kusadari.. ada rasa berbeda dalam hatiku. Perasaanku pun bukan sekedar permainan.

Nindy bayangan terindah masa laluku. Jujur memang caraku mendapatkan mu adalah sesuatu yang salah. Hanya aku yang tau itu semua di sengaja atau tidak. Hanya kamu.. hanya kamu saja di hati ini. Diajeng Amarilys Sahna . Kamu hidup matiku, sehidup sesurga ku. ( by Bayu )

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NaraY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. Bang Ghara waspada.

"Kakak iparku.. masak apa?? Sini aku bantu..!!" Bayu mengambil alih peralatan masak Nada dengan senyum manisnya.

Bang Ghara mengintip dari balik ruang tengah dengan jengkel. Rasanya ubun-ubunnya sudah nyaris berasap melihat Bayu seolah sedang menggoda Nada. Sejak tadi Bayu terus saja berada di dekat Nada.

"Kamu nggak ada pekerjaan lain selain ricuh di dapur??? Sana kembali ke mess..!!" perintah Bang Ghara.

"Eehh.. nggak ada ya rasanya Abang kandung rasa Abang tiri selain loe" jawab Bayu tapi ia mulai menempel kembali pada Nada.

"Dek.. sana buatkan Abang kopi..!!" perintah Bang Ghara sengaja membuat Nada menjauh dari Bayu.

"Waahh.. pas..!! Sini aku bantu Nad. Aku juga mau bikin kopi" kata Bayu sambil mendekat lagi pada Nada.

Bang Ghara masih sabar menekan perasaannya yang mulai ingin berprasangka buruk pada Bayu.

#

"Masakanmu ini enak sekali lho, aku suka. Setiap hari aku makan disini ya" kata Bang Bayu.

"Iya Bang. Makan disini saja. Temani Bang Ghara" jawab Anye.

Bang Ghara langsung meletakan sendoknya.

"Abang selesai makan. Mau ke kamar dulu" pamitnya langsung beranjak dari duduknya.

"Kalau gitu kamu temani Abang makan ya. Biar Bang Ghara istirahat" kata Bang Bayu.

Bang Ghara langsung kembali duduk dan menatap wajah Bayu.

"Apa maksudmu??? Kamu ingin bersaing denganku untuk mendapatkan Nada?????" ucap keras Bang Ghara pada Bayu.

"Sensitif sekali. Memangnya kenapa kalau aku dekat dengan Nada?? Lagi pula kamu nggak terlihat sayang sama Nada" tanya Bang Bayu tanpa rasa bersalah.

"Apa sayang itu harus di umbar?? Percuma mengumbar kemesraan tapi harus berpisah karena pengkhianatan. Sayang itu di rasa bukan di pamerkan" bentak Bang Ghara sudah tidak sabar lagi.

"Oohh.. kukira aku bisa mengambilnya. Ternyata kamu sayang sama Nada?" kata Bang Bayu.

"Pertanyaan macam apa itu Bay?? Kamu ini benar-benar membuatku muak" emosi Bang Ghara semakin meninggi.

"Kuperingatkan ya Ghar. Kalau punya istri itu tidak perlu malu mengungkapkan sayang. Kamu saja nggak bisa lihat Nada di goda pria lain. Tapi kamu tidak mau memberi perhatian lebih pada Nada. Kenapa?? Kamu gengsi???" tanya Bang Bayu.

"Maaf, bukan gengsi. Istriku adalah milikku dan bukan konsumsi publik. Aku sayang Nada, aku menjaganya dengan caraku. Aku memang tidak romantis.. tapi bukan berarti aku tidak sayang" jawab Bang Ghara.

"Naahh.. kamu dengar Nad.. Bang Ghara itu sayang padamu. Wajahmu jangan bertanya-tanya lagi ya..!!" kata Bang Bayu.

Nada dan Bang Ghara saling pandang. Lalu mereka menunduk malu ternyata Bayu memang sengaja mengerjai mereka.

"Alaahh.. apa sih kamu. Nggak penting" celetuk Bang Ghara.

***

Pagi ini Nada ikut kegiatan arisan gabungan di lapangan. Hari ini karena bertema bebas.. Nada memakai pakaian yang agak sedikit longgar. Kegiatan pun sudah di mulai. Nada menepi dan duduk di samping ruangan Bang Ghara.

"Nada?????" sapa seorang pria berpangkat Praka.

"Bang Ivan???" Nada terkejut bukan main melihat ada sosok Ivan berdiri di hadapannya.

"Kamu kenapa disini??" tanya Bang Ivan.

"Kamu jadi pengasuh disini??"

"Nggak Bang. Nada nggak lagi kerja" jawab Nada.

"Lalu untuk apa kamu disini??"

"Lihat pangkat Abang.. Abang sudah Praka, sudah selesai sekolah lanjutan. Kapan Abang bisa ketemu ibumu di kampung?" tanya Bang Ivan dengan antusias. Sungguh ia merasa rindu dengan gadis yang beberapa kali sempat ia permainkan perasaannya tapi setelah ia menyadari.. ternyata hanya Nada gadis terbaik yang pernah ia kenal.

Nada terdiam masih memikirkan cara terbaik untuk menjawab pertanyaan Bang Ivan.

Dari jauh Bang Ghara melihat Nada sedang berbicara dengan Ivan.. anggota baru yang masuk di kompi markas bersama Bayu. Bang Ghara menatap Nada dan Ivan dengan tatapan kesal. Ia pun mempercepat langkahnya untuk menghampiri Ivan dan Nada.

"Sayang.. Abang cari kemana-mana ternyata disini.." Bang Ghara langsung mengambil duduk di samping Nada.

"Selamat pagi Dan..!!" Praka Ivan memberi salam pada Lettu Ghara.

"Selamat siang" jawab Ghara dingin.

"Abang darimana? tadi Nada cari nggak ada" Nada benar-benar mencari Bang Ghara karena ia sedang malas bergerak untuk mengikuti kegiatan.

"Waahh.. mama kangen rupanya. Anak papa apa mamanya nih kangen??" tanya Bang Ghara yang langsung membungkuk mencium perut Nada yang ternyata sudah menyembul terlihat.

Ivan begitu terkejut sampai bingung bagaimana harus menempatkan diri di hadapan Lettu Ghara.

"Anaknya yang cari pa" jawab Nada yang seketika peka mengetahui hati suaminya sedang panas.

"Kamu kenal dengan istri saya??" tanya Bang Ghara penasaran.

"Ijin.. hanya teman saja" jawab Bang Ivan.

"Kenal dimana?" tanya Bang Ghara mengusutnya.

"Dulu teman pa" jawab Nada dengan jujur.

"Oohh.. "

"Ivan.. bisa bantu saya??" tanya Wildan yang berteriak memanggil Ivan.

"Siap Dan" jawab Ivan.

"Ijin mendahului Dan" pamit Ivan pada Ghara.

"Silakan..!!" jawab Bang Ghara datar.

"Abang marah?" tanya Nada.

"Nggak. Buat apa marah. Kamu istri Abang dan Abang yakin kamu sudah tau batasanmu" jawab Bang Ghara.

"Terima kasih ya Bang"

"Tapi Abang mau tau, bagaimana dulu kamu kenal dengan Ivan?" tanya Bang Ghara tidak bisa menyembunyikan rasa penasaran.

"Dulu Nada sekolah di kampung dan kenal dengan Bang Ivan. Nada menemaninya untuk bisa menggapai cita-cita. Tapi saat Bang Ivan sudah lulus pendidikan. Dia menemukan gadis yang jauh lebih baik dari Nada" jawab Nada berucap sendu.

"Nada memaafkannya berulang kali tapi Bang Ivan juga mengulangnya berkali kali. Dan itu membuat Nada takut pada sosok tentara"

"Tapi kamu mau jadi istri Abang" tanya Bang Ghara.

"Kecuali Abang. Sebagai suaminya mbak Bianca.. Abang merupakan sosok yang berbeda. Itulah sebabnya Nada tidak memukul rata perlakuan tentara. Itu hanya ulah segelintir oknum dan tidak semuanya berlaku buruk seperti itu" jawab Nada.

Bang Ghara menunduk menyembunyikan senyumnya lalu kembali bersikap dingin untuk menutupi perasaannya.

"Mulai sekarang buang rasa kesalmu yang tidak berguna itu. Dilarang mengingat pria lain selain Abang. Hanya Abang yang boleh kamu ingat. Suamimu ini tidak ingin dan tidak akan pernah menyakitimu" ucap Bang Ghara dengan serius.

"Abang sayang kamu dek. Abang nggak marah.. tapi kamu harus paham. Pria tidak ingin punya saingan. Suamimu ini cemburu" akhirnya Bang Ghara jujur dengan perasaannya karena kehadiran Ivan tiba-tiba muncul mengganggu perasaannya.

"Iya Bang" jawab Nada.

"Panggil Abang seperti yang tadi. Abang suka..!!" pinta Bang Ghara.

"Yang mana??" tanya Nada pura-pura nggak tau.

"Kamu minta di apain ma? Pakai pura-pura nggak tau" ucap Bang Ghara memancing reaksi Nada.

"Minta di gendong papa" jawab Nada.

Bang Ghara tersenyum lebar, entah kenapa hatinya terasa berbunga mendengar Nada mulai bisa bermanja dengannya.

"Pulang yuk.. Kabur..!!" ajak Bang Ghara sambil mengusap punggung tangan Nada. Alisnya naik turun dengan genit.

.

.

.

1
BundCha
Luar biasa
BundCha
wedokan stresss, gk mau d cerai tp tdr sm laki lain dn gk mau di sentuh suami
nanik erayati
Anye ganti nada,thor/Smile/
nanik erayati
jawab Ghara thor/Smile/
nanik erayati
Ben diganti Ghara/Smile/
Siti Juaningsih
Luar biasa
Sitti Halimah
ayo donk diriku masih mnunggu kelanjutan cerita ini .terimakasi Nara
Diah Darmawati
wesss angellll🤣🤣🤣🤣
BeQty
Luar biasa
Khani
the best
mudahlia
wkwkwkwkk lucu
Jmbl Hppy
Kenapa pula ada drama kamar ketuker jadi ngakak😭😂
Gina Rahayu
kerennnnn
Thea Luna Robert❤Jared KingS
baru mampir Thor...maap niihhh...😘🙏
Tiaga Raz aghastya
aku sih nyalahin Mey full, hdup ny hancur knpa malah nyeret BG bayu.mmng Mey baik..ga salah BG gathan blg Mey kaya pelacur.nindy mmng salah ga pernah jujur sama BG Bayu karena takut BG Bayu kepikiran
Tiaga Raz aghastya
koq aku dongkol ya, yg ngutang Zainal koq Mey yg bayar??
Tiaga Raz aghastya
maaf ni klw bnyk ga sependapat, nada kan istri ghara, seharusnya Bayu manggil kakak ipar walau usia bayu mngkin lebih tua
Erna Wati
kodok yg lompat
Erna Wati
tp bisa menidurimu,aneh
Laila Mariah
sehat slalu othor ku sayang ...ku tunggu next episode nya 🥰🥰🥰🥰❤️🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!