Perjuangan cinta seorang Aneth yang ditinggal mati sang suami tercinta, janji dalam hatinya bahwa dia tidak akan bisa membuka hati untuk laki-laki manapun juga
Begitu besar cinta yang dia miliki untuk sang suami karena dia telah meninggalkan kenangan yang sangat indah buat dirinya dan keluarganya membuat dia susah untuk menerima keadaan bahwa dia harusnya mencari pendamping lagi untuk menemaninya mengarungi hidup kedepannya dan mencari sosok pengganti ayah buat sang anak tercinta
Pras yang jatuh cinta kepada Aneth, berusaha untuk meluluhkan hati sang pujaan hati, begitu banyak cara yang ditempuh tapi belum juga mampu untuk membuat Aneth bisa buka hati untuknya
bagaimanakah kisah perjalanan cinta antara Aneth dan Pras?
Mampukah Pras meluluhkan hati orang yang telah membuatnya jatuh cinta ini ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Suri Hadassa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Si mata Elang
Dimas, Aneth dan Lisa dengan tergesa mereka memasuki sebuah restoran mewah, hari ini akan diadakan meeting penting dengan beberapa pemilik perusahaan klien mereka terkait produk baru yang akan mereka luncurkan dan juga produk-produk dari beberapa perusahaan kompetitor
Memasuki ruangan meeting di dalamnya sudah hadir beberapa klien, dan wakil dari beberapa perusahaan kompetitor, mereka dengan ramah saling menyapa dan duduk di meja yang tertera nama perusahaan yang mereka wakili, para peserta meeting sudah mulai berdatangan, sudut mata Aneth menangkap sosok ibu Laura memasuki ruang meeting, tak berapa lama kemudian sosok menakutkan bagi Aneth muncul di pintu
"tap...tap...." bunyi suara sepatu pria itu beradu dengan keramik begitu nyata di telinga Aneth membuat konsentrasi Aneth sedikit buyar tapi dia berusaha untuk tenang
Mata elang laki-laki itu seakan tembus masuk ke jantung Aneth menyebabkan suara dag dig dug tak bisa dihindarkan dari detak jantungnya, dia bingung kenapa laki-laki itu bisa hadir d meeting mereka hari ini
Suara moderator membuka acara meeting membuat Aneth berusaha untuk konsentrasi, dia tidak ingin presentasi yang dipercayakan padanya untuk memperkenalkan produk perusahaannya gagal akibat laki-laki si mata elang
Tiba saatnya Aneth mempresentasikan produk, dengan percaya diri menguraikan secara mendetail keunggulan produk mereka, semua mata memandangnya tanpa berkedip, bibirnya yang mengeluarkan setiap kata begitu menghipnotis dan kata-katanya mudah dimengerti dan disamping itu penampilannya sangat cantik dan menarik membuat beberapa laki-laki yang hadir dalam meeting itu begitu mengaguminya
Setelah satu persatu peserta meeting dari beberapa perusahaan pemilik produk memaparkan produk mereka , akhirnya tibalah saatnya bagi pemilik perusahaan klien untuk menyampaikan penilaian tentang produk-produk yang diajukan hari ini, penilaian yang positif dan memuaskan didapatkan oleh perusahaan yang diwakili oleh Dimas, Aneth dan Lisa membuat mereka tersenyum puas dengan hasil meeting hari ini
Sebelum meeting di tutup, si pemilik mata elang itu kemudian memperkenalkan diri, ternya dia adalah salah satu pemasok bahan baku untuk produk kosmetik yang selama ini mereka pergunakan, dan ini untuk pertama kalinya si pemilik perusahaan itu muncul dalam meeting seperti ini, biasanya dia hanya diwakili oleh orang-orangnya
Aneth akhirnya mengerti kenapa si dia hadir juga d meeting hari ini, dia berusaha tenang dan profesional dalam menjalankan tugasnya Aneth selalu berusaha menghindar dari tatapan itu padahal dia tau mata itu tetap mengarah padanya, dia ingin sekali waktu cepat berjalan dan dia cepat kabur dari tempat itu
Meeting hari ini selesai juga, makan siang sudah di siapkan oleh pihak restoran, tiba-tiba Aneth berdiri dan berbicara
"maaf bapak ibu....kali ini saya minta ijin mau pulang duluan....saya ada keperluan pribadi yang tidak bisa saya tunda...saya mungkin tidak sopan pulang duluan, tapi ini begitu mendadak"
Dimas dan Lisa kaget mendengar rekan mereka bicara seperti itu dalam suasana makanan sudah disajikan, tampaknya kali ini Aneth kurang sopan menurut mereka, tapi Aneth tidak peduli, hatinya tidak bisa diajak kompromi lagi, dia merasa tidak nyaman dengan pandangan Pras yang dari tadi menghujam di jantungnya, hatinya tidak tenang apalagi harus menelan makanan dia tidak akan mampu
"ga pa pa koq...kalau ibu Aneth ada keperluan kami persilahkan saja, kami ga keberatan koq, semua orang ada keperluan pribadi masing-masing jadi kita harus menghormati ibu Aneth kalau mau pulang duluan " suara ibu Laura dengan lembut dan tersenyum ramah kepada Aneth membuat Aneth jadi lega
Aneth kemudian menyandang tasnya dan pamit pada kedua rekannya juga kepada semua peserta meeting hari ini, si mata elang hanya mampu memandangi kepergian Aneth dengan rasa kecewa
Aneth sangat bersyukur ibu Laura sudah memberi kesempatan untuk pulang duluan, keluar dari ruangan meeting Aneth menarik nafas panjang, dia terasa lepas dari penjara setelah beberapa lama menjalani hukuman
Karena hari sudah malam, Aneth kemudian pulang ke rumah menggunakan taxi online karena mobil kantor yang mengantar mereka akan digunakan Dimas dan Lisa
Ditunggu feedback nya