NovelToon NovelToon
Jerat Asmara Sang CEO Dingin

Jerat Asmara Sang CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rey Nanda

Reynand, CEO dingin yang anti-cinta, terpaksa menikahi asisten pribadinya, Aira, demi meredam skandal kantor.

​Bagi Reynand, pernikahan ini hanyalah kontrak sementara. Namun, keteguhan hati Aira perlahan meruntuhkan pertahanan sang CEO.

​Saat intrik dan masa lalu mengancam, sanggupkah Reynand mengakui perasaannya sebelum kehilangan wanita yang telah menjerat hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rey Nanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24: Percikan Api di Kota Singa

Jet pribadi Aristha Group membelah awan tipis menuju Bandara Changi, Singapura. Di dalam kabin VIP yang mewah, suasana terasa hangat dan tenang. Aira duduk di sofa kulit berhadapan dengan Reynand, mendiskusikan draf dokumen profil konsorsium perbankan Eropa yang dipimpin oleh konsorsium Maritime Global Bank.

​Reynand memperhatikan setiap gerak-gerik Aira. Gaya kepemimpinan dan ketelitian Aira yang semakin matang tak pernah gagal memikat hatinya. Ia meraih cangkir kopi espresso miliknya, lalu memindahkan pandangannya ke luar jendela pesawat.

​"Pimpinan tertinggi Maritime Global Bank, Lord Arthur Sterling, adalah rekan lama almarhum ayahku," ujar Reynand seraya menatap Aira. "Pria itu sangat menjunjung tinggi prinsip integritas dan bukti data formal. Namun, Clarissa sangat pandai memanfaatkan kelemahan regulasi untuk membentuk opini miring."

​Aira mengangguk, jemari lentiknya menggeser halaman pada dokumen digitalnya. "Itu sebabnya kita tidak boleh membiarkan Clarissa berbicara sendirian dengan Lord Sterling malam ini di jamuan makan malam gala perbankan."

​"Kamu tidak perlu khawatir, Aira," sahut Reynand lembut namun tegas. Ia mengulurkan tangan, menggenggam jemari Aira yang dilingkari cincin pertunangan mereka. "Malam ini seluruh mata investor Asia dan Eropa akan tertuju pada kita. Dan aku ingin memastikan bahwa kamu bersinar paling terang di antara mereka semua."

​Beberapa jam kemudian, di grand ballroom hotel berbintang lima yang menghadap Marina Bay, alunan musik simfoni klasik memanjakan telinga para tamu undangan elit dunia perbankan internasional. Lampu-lampu kristal megah memantulkan pendar cahaya keemasan di atas lantai marmer nan berkilau.

​Pintu utama ballroom terbuka, menarik perhatian hampir seluruh hadirin.

​Reynand Aristha melangkah masuk penuh percaya diri dalam balutan tuksedo kustom hitam berkerah satin, memancarkan aura dominan seorang pemimpin korporasi papan atas. Di sampingnya, Aira Anindita tampak sangat anggun dan memikat dalam balutan gaun malam haute couture berwarna midnight blue bertabur kristal swarovski lembut. Rambut hitamnya tertata rapi, mempertegas kecantikan alami dan keanggunannya sebagai calon Nyonya Aristha.

​Bisik-bisik kagum terdengar dari deretan pengusaha dan investor internasional yang hadir.

​Namun, di sudut lain ruangan, Clarissa Vance berdiri menggenggam gelas piala champagne. Matanya menyipit tajam, memancarkan dengki dan kekesalan yang membakar jiwa saat menyaksikan kekompakan Reynand dan Aira. Di samping Clarissa, berdiri Lord Arthur Sterling—pria paruh baya berambut perak dengan senyum wibawa khas bangsawan Inggris.

​"Lihatlah mereka, Lord Sterling," bisik Clarissa dengan intonasi bernada prihatin yang diperhitungkan secara cermat. "Pria di sana adalah Reynand Aristha. Dan wanita di sampingnya adalah asisten pribadi yang tiba-tiba diangkat menjadi penanggung jawab berkas investasi tanpa lisensi manajemen risiko."

​Lord Sterling menaikkan sebelah alisnya, mengamati sosok Reynand dan Aira yang kini melangkah mendekati mereka.

​"Selamat malam, Lord Sterling," panggil Reynand dengan bahasa Inggris yang sangat fasih dan bariton yang mantap. "Senang bisa bertemu kembali dengan Anda di Singapura."

​"Selamat malam, Reynand," sahut Lord Sterling seraya menjabat tangan Reynand dengan hangat. Pandangannya kemudian beralih ke arah Aira. "Dan ini pasti Nona Aira Anindita yang banyak dibicarakan belakangan ini?"

​Aira menyunggingkan senyum hangat nan bermartabat, lalu membungkuk hormat secara elegan. "Sebuah kehormatan bisa bertemu langsung dengan Anda, Lord Sterling. Saya banyak membaca publikasi Anda mengenai stabilitas investasi maritim di Asia Tenggara."

​Clarissa tersenyum miring, menyelat cepat sebelum perbincangan berlanjut lebih jauh. "Nona Aira sangat pandai bersolek kata. Namun, Lord Sterling, kita di sini membicarakan pembekuan dana jaminan lima puluh triliun rupiah. Apakah bijak menyerahkan keputusan itu pada seseorang yang baru beberapa bulan memegang dokumen keuangan?"

​Ketegangan seketika merebak di lingkaran kecil tersebut. Orang-orang di sekitar mereka mulai menghentikan percakapan, mengamati intrik tajam yang kembali dilancarkan oleh putri pemilik Vancorp tersebut.

​Aira tidak menunjukkan kekagetannya sedikit pun. Dengan ketenangan luar biasa, ia menatap lurus ke arah Lord Sterling, lalu mengisyaratkan asistennya untuk menyerahkan sebuah dokumen terenkripsi langsung ke tablet pribadi sang Lord.

​"Lord Sterling," ujar Aira dengan nada yang jernih dan sarat akan kepastian. "Nona Vance menyebutkan tentang kerentanan dokumen. Namun, berkas yang baru saja dikirimkan ke tablet Anda adalah bukti analisis rasio likuiditas proyek pelabuhan logistik kita yang sudah divalidasi langsung oleh tiga bank sentral independen di Eropa."

​Lord Sterling membuka tabletnya, menyisir angka-angka dan stempel verifikasi internasional yang tertera di sana. Matanya membelalak pelan, terkejut oleh kelengkapan dan kecepatan akurasi data yang disajikan Aira.

​"Data ini..." gumam Lord Sterling, lalu menatap Aira dengan rasa kagum yang tak terbendung. "Sangat presisi. Bahkan tim analis bank kami membutuhkan waktu seminggu untuk menyusun pemetaan risiko sedalam ini."

​Reynand menyunggingkan senyum tipis yang penuh wibawa, merapatkan jemarinya di pinggang Aira secara posesif. "Aira bukan sekadar calon istri saya, Lord Sterling. Dialah otak di balik efisiensi manajemen risiko Aristha Group saat ini."

​Wajah Clarissa mendadak pucat pasi. Gertakan liciknya di hadapan jajaran perbankan internasional kembali berantakan di depan mata publik dunia.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!