NovelToon NovelToon
Love You Forever

Love You Forever

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:77.4k
Nilai: 5
Nama Author: Kiraz Dincer

Mariana dijodohkan dengan Raka, pemuda pilihan orang tua nya . Tanpa sepengetahuan Mariana , Raka ternyata punya hubungan dengan Meli yang merupakan sahabat Mariana . Karena ketidakterbukaan Meli , akhirnya membuat kesalahpahaman . Persahabatan mereka pun Retak .

Suatu hari Mariana tersesat di hutan saat mengikuti kegiatan mapala . Namun dia tidak sendiri. Ada Revan bersamanya . Revan yang diam-diam menyukai Mariana dari dulu , akhirnya bisa mengungkapkan perasaannya . Dan ternyata Mariana juga mempunyai perasaan yang sama .

Cinta mereka terhalang restu orang tua dari Mariana . Akankah mereka bersatu ? bagaimana perjuangan Revan untuk mengambil hati kedua orang tua Mariana ? akankah persahabatan antara Mariana dan Meli kembali terjalin ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiraz Dincer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Di kelasnya , Ana tidak bisa tenang . Meli menatap dingin dan sinis padanya . Ana sempat menyapa sahabatnya tapi meli tak menyahutinya . Saat pelajaran berakhir dan kelas mulai kosong , mahasiswi kedokteran itu berusaha lagi mendekati sahabatnya .

 

"Mel , kita bisa bicara sebentar?" pinta Ana penuh harap sahabatnya bisa sedikit saja memberi dia waktu untuk menjernihkan masalah di antara keduanya.

 

"Maaf , gw ngga ada waktu" jawab Meli singkat sambil merapikan buku-bukunya lalu berdiri setelah itu. 

"Meli , dengerin penjelasan gw sebentar aja" Ana tak mau putus asa.

 

"Waktu gw terlalu berharga di buang percuma bicara dengan lu . Kalau lu mau ngomong , ngomong sono sama tembok !"Meli melangkah keluar kelas. 

"Mel ,kita harus bicara" cegah Ana mendahului sahabatnya. 

Meli melotot marah . Tak terima Ana menghalangi jalannya. 

"Minggir!!" 

Tubuh Ana di dorong kuat . Hampir saja gadis itu terjatuh kalau tidak ada yang menahan tubuhnya dari belakang.

"Sayang,kamu ngga apa-apa kan?" Revan datang tepat waktu. 

"ngga apa-apa" jawab Ana pasti. 

"Hei , lu jadi cewek kasar banget sih" bentak Revan tak terima kekasihnya di kasari. 

"Ternyata benar dugaan gw , kalau cewek yang ada bersama lu sekarang ngga lebih dari cewek murahan" 

"Jaga mulut lu" sela Revan menunjuk tajam muka cewek di hadapannya. 

"Van , ini urusan aku dengan Meli , kamu diam saja" 

"Tapi An, dia itu sudah lancang menghina kamu . ya aku ngga terima lah " Revan melayangkan protes pada kekasihnya. 

"Iya , aku mengerti . Tapi ini bukan waktu yang tepat untuk perang urat saraf, biar aku bicara berdua dengan Meli , aku ingin menyelesaikan masalah ini baik-baik" 

Revan mengangguk lemah , laki-laki itu diam dan sedikit menjauh dari 2 gadis yang terlibat perang dingin itu . Revan memberi ruang untuk kekasihnya menyelesaikan sendiri masalah tapi dia tetap mengawasi dari jarak yang tak cukup jauh. 

Kini tinggal Meli dan Ana . Keduanya saling menatap tajam satu sama lain. 

"Mel , gw terima kalau lu marah sama gw tapi gw ngga pernah terima kalau lu menghina gw se keji itu" 

"Lu pikir gw bisa terima lu merebut Raka dari gw . Selama ini gw di buta kan wajah malaikat lu . Sebelum lu menjalin cinta dengan Raka , Raka itu sudah terlebih dahulu menjalin kasih dengan gw tanpa sepengetahuan siapapun . Sebagai sahabat , gw kira lu bisa membaca hal itu . Ternyata gw salah, lu ngga lebih dari manusia berhati batu" Meli meluapkan semua masalah yang membebaninya. 

"Maafin gw Mel , gw sama sekali ngga peka akan hal itu" sesal Ana meratapi kebodohannya selama ini . Dia pikir Meli sahabat yang berkhianat , nyatanya dia yang seperti itu.

 

"Simpan air mata bawang lu . Akibat perbuatan lu , bukan hanya gw yang menderita tapi ada sosok yang tak berdosa yang lebih menderita lagi" 

"Sosok tak berdosa?" dahi Ana berkerut mencerna kata-kata sahabatnya , tetap saja dia tak mengerti maksudnya apa. 

"Mel ,jelaskan sama gw , siapa yang lu maksud?" 

"Lu tanyakan saja langsung sama Raka .Itu juga kalau dia mau berterus terang sama lu" Meli memberikan solusi yang membuat Ana makin bingung tak mengerti apa hubungan semua itu dng Raka . 

Meli tak mau berlama-lama berhadapan dengan orang yang pernah jadi sahabatnya, dia membiarkan Ana memecahkan teka-tekinya sendiri. 

Revan kembali mendekat. Memeluk sang kekasih memberikan sedikit ketenangan. 

"kamu jangan sedih, masih ada aku "

Gadis berambut panjang itu hanya mengangguk dalam pelukan sang kekasih . Meresapi pentingnya Revan di sampingnya. 

"Kita kekantin sekarang yuk ?kamu pasti laparkan?" 

Ana lagi-lagi mengangguk, keduanya lantas berjalan beriringan . Revan membiarkan tangan kekasihnya bergelayut manja di lengannya sebab itu jadi kebahagian sendiri buat dirinya . 

"Kalian mau kekantin ya? kalau begitu aku ikut" Ucok yang datang entah dari mana sudah nimbrung saja dengan mereka. 

"Urusan perut aja lu cepat tanggap" semprot Revan .

 

"Ana ,tunggu" panggil suara gadis dari belakang . Ketiganya serentak menengok kebelakang. 

"Tuhan,ternya Engkau baik sekali sama aku, Engkau pasti tak tega melihat makhluk ciptaanMu yang tertampan ini jadi kambing congek di antara Revan dan Ana , makanya Engkau kirimkan bidadari buat menemani aku" mulut Ucok tak henti komat-kamit melihat siapa yang berjalan kearahnya. 

"Dia lagi" Lina surut lagi dan lari terbirit-birit melihat Ucok ada di sana . Dia tak mau berurusan dengan cowok norak dan kampungan itu .

"Lina , apa kau tak capek lari-lari terus? tapi tak apalah semakin kau jauh, semakin suka aku sama kau . Kalian duluan saja kekantin, aku mau menyusul bidadariku dulu" Ucok menyudahi kata-katanya dengan berlari mengikuti Lina. 

"Kasihan banget ya si Ucok, di cuekin sama teman kamu" Revan melirik kekasihnya meminta pendapat gadis itu. 

"Yang ada teman aku yang kasihan di uber-uber trus sama teman kamu" 

"Namanya juga usaha sayang! Ucok itu cowok yang baik, teman kamu ngga bakal di apa-apain kok , paling di colek dikitnya" Revan menyipitkan ujung matanya mempertegas kata-katanya. Ana melotot .

"Sayang, kita ke kantin sekarang ya..laperr" rajuk Ana manja.

 

"Ayoo" 

Sejoli itu kembali berjalan salin bergandengan mesra , mereka tak menghiraukan tatapan juga nada sirik yang menertawai kemesraan mereka. 

Belum sampai di kantin, langkah Revan dan Ana sudah di hadang Raka cs . Seperti sudah di komando sebelumnya , Ricky dan Yuda langsung menggeret Revan ketempat yang lumayan sepi di belakang kampus. 

"Apa-apaan ini? lepasin gw" Revan memberontak tapi tubuhnya terus di geret Raka cs. 

"Raka , lu mau ngapain? lepasin Revan" Ana yang panik memukul tangan Ricky dan Yuda namun di halangi Raka yang mencekal tangannya .

 

Di belakang kampus, Revan jadi bulan-bulanan Raka cs di depan mata kekasihnya . Ana berusaha menjerit dan minta tolong , tapi usahanya sia-sia , tak ada yang mendengar suaranya.

 

Raka di bantu duo sahabatnya terus memukuli Revan hingga babak belur. 

Ana tak sanggup melihat kekasihnya di aniaya seperti ini, dia memilih membentengi tubuhnya melindungi sang kekasih tanpa peduli pukulan-pukulan bisa saja melayang mengenainya . 

"Raka, gw mohon hentikan semua ini" Ana memeluk tubuh lemah Revan di dadanya. 

"Ini hukuman bagi orang yang berani merebut milik gw . Lu itu milik gw Ana , gw tidak akan membiarkan siapapun berani mendekati lu " ujar Raka masih belum puas memukuli Revan. 

"gw milik Revan, bukan lu " tantang Ana memperlihatkan cincin yang melingkar di jari manisnya pemberian Revan . 

"Ini adalah bukti kalau kami saling memiliki , Ana milik gw dan gw akan mempertahankan dia meski nyawa gw taruhannya " Revan menyambung kata-kata kekasihnya sambil menahan sakit di dada bekas hantaman keras dari Raka .

"Apa?"gertak Raka kembali murka, pukulannya hendak melayang sekali lagi, cepat di cegah Ricky dan Yuda. 

"Raka, tahan emosi lu, Revan sudah sekarat, lu mau anak orang mati dan lu bakal berurusan sama polisi? bisa kacau rencana lu memiliki Ana !" tegur Yuda mengingatkan sahabatnya. 

"Lu selamat sekarang tapi lain kali gw bakal bikin lu lebih sekarat lagi" ancam Raka tak main-main. 

"ayo cabut..."komando Raka pada kedua sahabatnya. 

Raka cs pergi begitu saja tanpa sesal dan rasa bersalah sudah melukai anak orang. 

"Van, kamu nga apa-apakan?" pertanyaan Ana di iringi kecemasan dan air mata. 

"Sayang,aku baik-baik aja, kamu jangan menangis" Revan menghapus air mata yang menggenangi pelupuk mata kekasihnya . Lebih sakit melihat air mata itu dari pada bekas pukulan Raka yang dia rasakan. 

"Ini semua salah aku Van, aku yang membuat kamu jadi seperti ini" sesalnya menyalahkan diri sendiri . Melihat luka di sekitar wajah Revan saja membuat hatinya teriris perih. 

"ini bukan salah kamu" 

"Aku tidak sanggup melihat kamu di aniaya sampai seperti ini, andai aku tidak pernah ada dalam kehidupan kamu , kamu tidak akan celaka seperti ini" 

"Ana,kamu itu bicara apa?" bentak Revan tak bermaksud lain. 

Air mata gadis itu kembali menyeruak . Revan sangat menyesali itu . Segera dia memeluk tambatan hatinya itu. 

"Maafkan aku Ana "sesalnya. 

"Aku yg salah Van , aku yang menyeret kamu dalam masalah aku" 

"Dari awal aku sudah tahu akan begini , akan banyak cobaan yang menerjang hubungan kita, tapi aku tidak pernah menyesal menjadikan kamu pilihan aku . Aku bahagia bisa ada dalam kehidupan kamu meski jalannya tak mudah, aku tidak pernah menyesalinya" 

"Tapi aku tidak sanggup melihat kamu seperti ini, aku takut terjadi hal yang lebih buruk lagi pada kamu" 

Revan melepaskan pelukannya, lalu menautkan kedua alis memereka. 

"sttt... sudah-sudah. Bu dokter...aku terluka, maukah kau mengobati luka-luka ku " Revan coba mengalihkan pembicaraan . Ana baru tersadar .

"Van, apa perlu kita lapor kejadian hari ini . Disekitar sini pasti ada cctv buat bukti penganiayaan yang dilakuin Raka tadi "

"ngga perlu Ana...semua pasti percuma . Udah ngga usah diperpanjang lagi " terang Revan . Mereka pun berjalan menuju klinik kampus untuk mengobati luka Revan .

1
ₐᵤgᵤ𝘴𝚝
kata-kata yang menyejukkan hati, seandainya kata-kata ini diucapkan sama suami setelah aku lapor kalo uang belanja habis sebelum waktunya... behhh indah dunia....😂
ₐᵤgᵤ𝘴𝚝: auto bilang Love You Forever.....Hubby....😁
total 2 replies
ₐᵤgᵤ𝘴𝚝
jiaaaah ada yang cemburu.....
Hrk,leath
😅😅😅😅😅😅😅😅😅😅😅😅😅😅😅😅😅😅😅😅😅🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣,ini lah cerita nak ingusan kukira bagus sorry bro,kykny kisah cinta gue lwbih menarik lg sewaktu stm dulu sama mantan pacar gue yg sekarang jd istri gue
🍒 شيري 🍒: no comment ah 🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
kang teamoon🥒
next thor 👀
Felisitaz😇: sudah ganti tahun mau akhir tahun lagi belum next🙈🙈😂
total 1 replies
kang teamoon🥒
🐊
kang teamoon🥒
📢
Sifana 🐰
Tep tega bener emaknya kalau bgtu mah,mana ada ibu yg tega mengorbankan kebahagiaan putrinya, kalau ada ya maknya ana nih. ibarat macan mah sama anak sendiri gak akan dimakan lha ini 😑. santet online nih maknya ana
Sifana 🐰
Revan oy jangan salah paham dululah, gregetan aku pengen nimpuk 😑
Sifana 🐰
hadeh itu mama papanya Mariana kolot banget, masih aja liat seseorang dari derajat kekayaan,ntar tau rasa kalau yg dia jodohkan dengan anaknya seorang lelaki ubi jalar 😑
印尼🇮🇩小姐ᗯ𝐢DYᗩ
lanjutkan,mom Kiraz 😘🥰😘🥰😘😘 semangat 💪💪💪💪
印尼🇮🇩小姐ᗯ𝐢DYᗩ
mama mama Nadya...semoga aku gak seperti mama Nadya nanti kolotnya 🤭🤭🤭🤭
印尼🇮🇩小姐ᗯ𝐢DYᗩ
semangat mom Kiraz 🥰🥰😘😘😘🥰 baca sampe sini dulu, semangat 💪💪💪💪
ᥣׁׅ֪ꪱׁׅυׁׅ ᨮ꫶ׁׅ֮υׁׅꫀׁׅܻ
crazy up thor
Sifana 🐰
kesempatan dalam kesempitan nih revan 😂🤣
Sifana 🐰
semangat revan 💪
ᥣׁׅ֪ꪱׁׅυׁׅ ᨮ꫶ׁׅ֮υׁׅꫀׁׅܻ
go go...smngt trs mom kiraz...up2....
Senja
aku datang Kaka, semangat yamari-mari saling support.
🍒 شيري 🍒: makasih kakka...siap,,,otw 🥰
total 1 replies
Senja
aku datang Kaka, semangat ya
🍹Lulu Hilwa🦃
Like hadir ka semangat Up nya.
Salam dari
"KEKUATAN ASISTEN DIREKTUR"
Jangan lupa feedback nya dan bantu
LIKE, VOTE, RATE dan KOMEN.
Terima kasih🤗
🍹Lulu Hilwa🦃
Aku mampir membawa like ka semangat Up.
Salam dari
"KEKUATAN ASISTEN DIREKTUR"
Jangan lupa feedback nya dan bantu
LIKE, VOTE, RATE dan KOMEN.
Terima kasih🤗
🍹Lulu Hilwa🦃: Sama sama ka🤗 Terima kasih juga
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!