NovelToon NovelToon
MENIKAH DENGAN MAFIA

MENIKAH DENGAN MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Anak Genius / Romansa Fantasi
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Maya Melinda Damayanty

Untuk keluar dari penjara keluarga, Charoen Torrer harus menerima pinangan dari seorang mafia ternama. Walau hanya jadi istri sementara, tetapi demi kebebasannya. Char menerima tawaran itu tanpa berpikir dua kali.

Tanpa ia tahu ke depannya, hidupnya jauh lebih rumit di banding rumah yang rasanya seperti penjara itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya Melinda Damayanty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 24

"Saya meminta maaf atas kesalahan saya pada Charoen," ucap Gorgio penuh penyesalan.

Lampu blitz terus menyala seakan-akan merobek suasana ruangan itu.

"Tuan Torrer, siapa yang menghasut anda sampai anda tega menuduh putri anda sendiri?" tanya wartawan.

"Tuan, lalu kenapa baru sekarang anda meminta maaf. Apa ini murni inisiatif anda atau ada tekanan lain hingga anda melakukan ini??" sahut wartawan lain bertanya.

"Saya ...."

"Tuan, seberpengaruh apa orang itu sampai-sampai anda bisa terhasut dengan hasutan hingga membuat anda menuduh Nona Torrer, putri anda sendiri!"

"Ini murni kesalahan saya!" sentak Gorgio menutup seluruhnya agar tidak ada lagi perkara.

"Walau orang itu berpengaruh atau tidak. Saya mestinya tidak terhasut oleh omongannya!"

Semua wartawan heboh, mereka terus mendesak Gorgio untuk berkata jujur. Sementara di tempat lain, Alexander mengepal tangannya kuat-kuat sampai memutih, rahangnya mengeras, wajahnya pun memerah menahan amarah.

"Pria berengsek itu!"

"Huh ... Kenapa Char bisa punya ayah semenjijikkan itu!" dumal Rudolph yang menonton.

"Sudah lah sayang. Biarkan saja, itu sudah berlalu ...," suara Charoen memecah ketegangan.

Alexander menoleh begitu juga Rudolph.

"Apa kau tahu siapa yang memfitnahmu?" tanya Alexander.

"Kalaupun aku tahu. Lalu apa gunanya?" tanya Char.

"Waktu itu tidak akan kembali dan aku sudah bahagia sekarang ... denganmu," lanjutnya lagi lalu memeluk tubuh besar Alexander.

Mata kelabu itu menatap iris jernih hitam pekat milik Charoen.

"Jika aku tak keluar dari perusahaan. Aku sudah pergi dari rumah itu dan tinggal sendiri serta memutuskan hubungan dengan mereka ....."

"Itu kan bagus! Kau bisa lebih menikmati hidupmu berkat kariermu yang cemerlang!" sahut Rudolph.

"Tapi aku tak akan jadi istri seratus juta dolar Mr Romanov," sahut Char membungkam dua pria keras kepala itu.

"Karena pastinya aku tak peduli dengan utang perusahaan yang uangnya tak pernah aku nikmati selama sebelas tahun ...."

Sebuah fakta baru diketahui Alexander.

"Jadi kamu?" Char melipat bibirnya dalam-dalam. Ia sedikit keceplosan.

"Intinya aku sudah merelakan yang sudah terjadi. Ayah sudah minta maaf, itu cukup," lanjutnya mengalihkan pembicaraan.

Keheningan mendadak melingkupi ruang tengah Kastil Romanov. Pernyataan Charoen yang terlontar secara tidak sengaja itu ibarat bom waktu yang meledak tepat di hadapan dua pria Romanov.

Alexander membeku. Iris kelabunya melebar, menatap sang istri dengan pandangan tak percaya campur amarah yang kini beralih sasaran.

"Sebelas tahun?" desis

Alexander dengan suara berat yang tertekan. Jemari tangannya yang besar meremas pelan pinggang Charoen.

"Char... apa maksudmu dengan utang perusahaan yang tidak pernah kau nikmati selama sebelas tahun?" tanyanya lagi.

Char menatap Alexander penuh permohonan, ia tidak mau mengingat masa kelam yang membuatnya mengasingkan diri dari keluarga. Tinggal di loteng merelakan kamarnya pada sepupunya, dituduh menyontek dan dianggap sampah semua piagam penghargaannya. Ia sudah lelah untuk membuktikan jika dirinya layak dipandang.

"Sayang, aku pernah bilang kalau kau bukan pria idamanku kan?" tanya Char.

"Jangan mengalihkan pertanyaan dengan pertanyaan sayang! Aku tak suka!"

"Jadi kamu tak mau mendengarkan aku dan tetap keras hati ingin membunuh mereka?" tanya Char lagi lalu ia melepas pelukannya.

Alexander menaikkan alisnya, tetapi ketika tangan dan tubuh Charoen yang mengendur dan sedikit menjauh. Tiba-tiba ia merasa kehampaan. Respon tubuhnya dengan cepat menarik kembali dan merengkuh tubuh Charoen dalam dekapannya. Ia sangat tidak ingin menjauh sedikitpun dari istrinya.

Bayangan gelap itu kembali muncul, tubuh ibunya yang roboh dengan kepala berlubang dan bersimbah darah. Tawa ayahnya dan senyum sinis perempuan berias tebal. Entah sejak kapan tiba-tiba semua kenangan buruk itu kembali. Tetapi saat memeluk Charoen, istrinya. Ia merasakan kehangatan dan kenyamanan.

"Jangan tinggalkan aku ... Tolong," bisiknya.

Rudolph menatap tubuh cucunya gemetar langsung panik. Ia mendekat dengan wajah pucat.

"Cu ... Kau kenapa. Apa perlu panggil Livia?" tanyanya khawatir.

"Livia?" Charoen mengerutkan keningnya.

"Dia masih kerabat jauh dan dokter keluarga," jawab Rudolph melegakan pikiran Charoen.

Setelah Alexander tenang, ia menguraikan pelukannya. Menatap mata pekat nan jernih milik istrinya.

"Katakanlah, tadi kau ingin mengatakan sesuatu," ujarnya menyuruh.

Char menggeleng, semua alasannya tak penting. Tetapi ia mengakui jika dirinya telah jatuh cinta dan meletakkan seluruh hidupnya di tangan Alexander.

"Aku saat ini berdiri di hadapanmu Alex. Mempercayakan hidupku padamu. Sebagai hadiahnya, berwelas asihlah pada keluargaku. Seburuk-buruknya mereka. Darahku sama dengan darah Torrer."

Kata-kata Charoen melayang pelan di udara, menyusup ke sudut hati Alexander yang paling dingin. Suasana ruang tengah Kastil Romanov mendadak senyap. Rudolph yang berdiri memegang tongkatnya menghentikan napas sejenak, menatap cucu menantunya dengan pandangan takjub sekaligus prihatin.

Alexander tidak bersuara. Matanya yang berwarna kelabu menatap dalam-dalam pada manik hitam pekat milik Charoen. Ada ketulusan yang murni di sana—ketulusan dari seorang wanita yang sudah terlalu banyak patah, namun memilih untuk tidak membalas dengan kebencian.

"Darah Torrer..." desis Alexander serak, jemarinya naik mengusap pelan pipi Charoen yang hangat. "Darah yang sama, tapi jiwamu jauh berbeda dengan mereka, Dear."

Charoen menggenggam tangan besar Alexander yang berada di pipinya, menyandarkan wajahnya di sana.

"Aku tidak meminta kau menyukai mereka, Alex. Aku juga tidak meminta kau memanjakan mereka. Hanya saja... jangan biarkan amarahmu mengubahmu menjadi monster. Cukup biarkan mereka menerima konsekuensi dari hukum yang berlaku. Jangan mengotori tanganmu lebih jauh demi dendam yang sudah kulepaskan."

Rudolph mendesah panjang, rasa gusar di dadanya perlahan meluruh saat melihat efek menenangkan yang dibawa Charoen pada cucunya. Traumatized Alexander yang tadinya dipenuhi bayangan masa lalu kini perlahan kembali tenang hanya dengan dekapannya.

"Alex," panggil Rudolph pelan, suara sang tetua kini melunak. "Dengarkan istri mu. Charoen benar. Jangan biarkan sampah-sampah itu membuat pikiranmu kacau. Biarkan hukum dan Pengacara Michael yang membereskan bagian mereka sesuai aturan."

Alexander menghela napas berat, memejamkan matanya sejenak seolah sedang menyerap sisa kehangatan dari tubuh Charoen untuk mengusir bayangan kelam ibunya yang sempat membayangi. Ketika ia membuka mata kembali, tatapannya sudah sepenuhnya jernih.

"Baik," ucap Alexander mengalah. Keputusannya mutlak, namun kali ini demi istrinya. "Aku tidak akan menghabisi mereka secara pribadi."

Ia menarik kembali Charoen ke dalam pelukan yang protektif, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher wanita itu.

"Tapi jika ada salah satu dari mereka berbuat ulah. Aku tak segan-segan mengirim mereka ke alam yang berbeda!" Charoen merengek manja mendengar ancaman suaminya.

"Ehem!" Rudolph berdehem cukup kencang, mengetukkan tongkatnya ringan ke lantai.

"Kalian berdua bisakah tidak membuat pria tua ini merasa menjadi obat nyamuk? Kalau sudah selesai berdrama, aku mau meminta Char membuatkan teh hangat. Udara di sini tiba-tiba membuat tulang-tulangku ngilu!"

Char tertawa pelan, Alexander begitu terpesona melihat wajah istrinya yang makin lama semakin cantik dipandangannya.

"Baiklah aku buatkan ...."

"Tuan besar, saya telah membuatkan teh carmoline untuk anda!" tiba-tiba Rovelet menyela.

"Rov!" suara Alexander sangat menekan.

"Lama-lama kulihat kau makin kurang ajar ya!" lanjutnya tak suka.

Mereka ada di ruangan pribadi. Semua yang ingin masuk harus mengetuk pintu terlebih dahulu, apa lagi pintu itu sedeng tertutup, tandanya tak ada yang boleh mengganggu.

"Sa-saya ... Sudah mengetuk dari tadi...," cicit Rovelet membela diri.

"Apa kau baru kemarin sore bekerja di sini Rov!" seru Alexander.

"Raph!" teriaknya lagi.

Lalu Raph datang cepat dan wajah datar.

"Pecat dan usir Rov dari sini!" perintah Alexander mutlak diiringi jeritan Rovelet.

"Tidak! Anda tidak bisa memecat saya. Saya sudah mengabdi selama delapan tahun!"

Bersambung.

Ye si Rovelet

Terus Alexander mesti bilang Wow gitu?

Next?

1
Deyuni12
amiiiit
begitu doang,sebut juga dunk si Grace itu biang dari semua fitnahan tersebut
Anita Barus
se tolol2nya manusia maka gorgio ini adalah se orang ayah dan manusia Ter tolol di muka bumi kerna dia masih melindungi org yg sudah memfitnah putri kandung nya sendiri sebenar nya putri kandung nya siapa sih segitu gigih nya dia melindungi si tukang fitnah itu
Eni Istiarsi
heran dengan orang tua modelan kayak gitu. anak sendiri dinistakan dan ditindas
Anita Barus
makin seru lanjut
Deyuni12
Waaah
semakin seru nh,gak sabar nunggu reaksi keluar char terutama ayahnya n si grace
Anita Barus
Grace KLO caper jgn menjatuh kan char lu kira omongan Lo digubris kagak lagi
Deyuni12
idikh
si Grace carmuk.banget
Anita Barus
🤣🤣🤣🤣
Deyuni12
lanjut
Anita Barus
Alex malu kalau berita tentang dirinya yg pingsan di depan pabrik roti tersebar di seantero kota bahkan dunia mungkin
Eni Istiarsi
Pak Palace mengingatkanku pada Mama Iya
Deyuni12
haha
gengsi Segede gunung
Deyuni12
bucin akut nh sang mafia
S.R ciplux
🤣🤣🤣🤣 udah kecintaan
Anita Barus
lanjut
Anita Barus
keluarga adik gorgio mulai dari bapak nya ibunya sampai kedua anak2 nya stres alias SGM sinting gila dan miring 🤣🤣🤣🤣🤣
S.R ciplux
orang tuamu jg terlalu percaya sama hasutannya grace char.
Deyuni12
next
Anita Barus
sang mafia sekarang rindu rumah teros nih ya
S.R ciplux
siapakah ibu raphael
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!