Mati karena diabaikan oleh keluarganya, mati karena diabaikan bahkan dikhianati oleh sang suami, lelaki yang paling dicintai, mati akibat fitnah, kebusukan dan kelicikan saudara tiri dan ibu tirinya.
Mati sebagai orang hukuman yang benar-benar hina, mati di ujung pedang tajam sang algojo.
Tapi...
Dia punya kesempatan kedua untuk hidup, punya kesempatan untuk mengubah takdir buruknya di masa lalu.
Maka kesempatan kedua itu dia manfaatkan sebaik-baiknya untuk membalas dendam terhadap semua orang yang telah membuatnya hancur dan sakit hati....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ikri Sa'ati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 24. Tidak Terima dengan Perubahan
Sementara itu, di Paviliun Mawar yang indah dan megah...
Sementara Ling Qingxue tengah sibuk meningkatkan kultivasi dan energi spiritualnya di malam itu, Ling Yaofei tampak duduk diam di kamar mewahnya, tetapi hatinya gelisah, pikirannya terus di usik oleh bayangan Ling Qingxue.
Ada yang berubah pada diri Ling Qingxue, itu yang selalu menghantui pikirannya.
Semenjak acara penyambutan ayahnya, Jenderal Ling Guojin tadi siang, Ling Qingxue sudah tampak lain, bahkan sejak hari kegagalannya yang hendak mempermalukan gadis itu hingga berujung peristiwa tragis.
Ling Qingxue tampak seperti orang lain, begitu berbeda. Dia sudah tidak bodoh lagi dan tidak bisa dibodohi lagi. Dia tampil begitu berani yang begitu mendominasi, berotak cerdas berakal cerdik, mampu mengendalikan emosi dan dirinya di tengah situasi yang rumit.
Amat jauh berbeda dari keadaannya yang dulu yang selalu meledak-ledak dan gampang terpicu provokasi.
Ling Qingxue benar-benar berbeda....
Menyadari perubahan yang cukup aneh itu, membuat Ling Yaofei mengkertakkan rahang memendam amarah dan dendam.
Kenapa gadis sialan itu berlaku aneh sekarang? Kenapa dia tidak meluapkan emosinya dan berteriak-teriak seperti biasanya.
Jika Ling Qingxue tetap menjadi gadis bodoh yang suka meledak-ledak, tetap ceroboh dan gampang diprovokasi, maka tetap saja tidak ada yang menghiraukannya dari keluarga ini.
Namun perangainya kini berbeda, bukankah itu akan memicu perhatian?
Tidak, ini tidak boleh berlangsung berkepanjangan! Aku harus mencegahnya....!
Dengan perasaan yang semakin berkecamuk, Ling Yaofei mengepalkan kedua tangannya semakin kuat. Napasnya agak tersengal karena memendam amarah dan emosi yang meletup-letup.
Seakan tanpa menyadari energi spiritual elemen anginnya telah aktif, berputar-putar di sekelilingnya berada.
"Aaargh!" geramnya penuh amarah dan emosi.
Hempasan angin liar cukup kencang muncul begitu saja di dalam kamar mewahnya, menghempaskan barang-barang yang ada di situ hingga jatuh tak beraturan. Barang-barang pecah belah langsung hancur berantakan di lantai marmer, kain-kain bercorak indah berterbangan tak tentu arah.
Beberapa helaan napas saja kamar mewah itu seolah diamuk oleh badai yang cukup dahsyat.
Akan tetapi Ling Yaofei seakan tidak perduli lagi. Dia terus saja memainkan elemen anginnya dengan kemarahan yang semakin menggila. Hingga suatu ketika....
Braaak!
Seketika pintu kamar dibuka dengan kasar dari luar. Hampir bersamaan Su Yinfei, sang ibu, masuk dengan cepat dengan wajah mengkelam marah.
"Apa yang kamu lakukan, Yao'er?" tegur Su Yinfei setengah membentak, bernada tajam saking jengkelnya.
Menyadari ibunya sudah berada di dalam kamarnya, Ling Yaofei segera meredam emosinya. Otomatis elemen anginnya kembali tertidur, hingga badai kecil di kamar itu langsung mereda.
"Niang...," suara dan sikapnya kembali biasa, begitu manja kepada sang ibu, berbeda dari yang tadi.
Tapi Su Yinfei tidak bisa ditipu. Dia segera melirik keadaan seisi kamar yang cukup berantakan. Lalu kembali dengan cepat menatap tajam pada Ling Yaofei.
"Tidak bisakah kamu mengendalikan amarahmu?" sengit Su Yinfei bernada datar dan ketus. "Ling Jiang jun masih ada di kediaman. Bagaimana jika dia tahu putrinya yang selalu lemah lembut bertindak ceroboh seperti ini?"
"Tapi, Niang...," Ling Yaofei segera bergelayut manja di lengan ibunya, "Ling Qingxue sudah tampil beda sekarang."
Su Yinfei menghela napas panjang sejenak, mengendalikan emosinya yang sempat meledak. Lalu menatap lembut pada sang putri sebelum mengajaknya duduk di tepi pembaringan yang besar dan indah.
"Yao'er, dengarkan A Niang!" tutur Su Yinfei bernada lembut namun tegas. "Kamu hanya perlu tampil sebagai putri kesayangan Ling Jiang jun, die di-mu dengan sebaik mungkin!"
"Jangan perduli apa yang terjadi, jangan hiraukan perubahan yang terjadi pada Ling Qingxue!"
"Tapi, Niang...."
"Tidak perlu beralasan!" stop Su Yinfei dengan tegas. "Ingat, kamu hanya perlu tampil seperti biasanya! Biar saja Ling Qingxue melakukan apa yang dia inginkan!"
"Lagi pula, setiap apa yang dilakukannya, kamu sudah tahu," lanjut Su Yinfei penuh percaya diri, "tidak ada yang perduli padanya...."
"Bisa jadi, ini trik barunya untuk menarik perhatian die di-mu dan kedua gege-mu. Dan kamu jangan sampai terpancing!"
Ling Yaofei menatap ibunya sejenak, mencerna semua kata-kata sang ibu. Hingga akhirnya kata-kata ibunya membuatnya kembali tenang.
"Kamu benar, Niang," cetus Ling Yaofei kemudian. "Ling Qingxue itu hanyalah anak yang tidak berguna. Bisa saja ini trik barunya untuk menjebak kita."
"Syukurlah kamu cepat menyadarinya," lembut Su Yinfei berucap, membelai lembut kepala Ling Yaofei sambil tersenyum puas.
"Sekarang, rapikan kembali kamarmu!" perintahnya lembut. "Jangan bertingkah ceroboh lagi yang nantinya akan menarik perhatian die di-mu...!"
"Baik, Niang," Ling Yaofei mengangguk patuh.
Tidak lama kemudian, Su Yinfei segera meninggalkan Paviliun Mawar setelah merasa yakin putrinya bisa mengendalikan dirinya.
"Tunggulah pembalasanku, gadis bodoh!" desis Ling Yaofei seraya tersenyum dingin. "Aku tidak akan membiarkanmu merebut perhatian die di dan kedua gege....!"
★☆★☆
Liu Xui baru saja keluar dari dimensi meditasinya ketika malam menjelang fajar. Gadis cantik nan imut itu sekarang sudah berhasil membangkitkan elemen airnya dan meningkatkan kultivasinya ke level 2, membuat energi spiritualnya semakin hebat dan kuat.
Siap menerima bimbingan ilmu yang lebih hebat dari nona mudanya yang sekaligus shifu-nya.
Ketika sepasang mata beningnya terbuka, sepasang mata yang semakin tajam dan fokus itu langsung menangkap wujud Ling Qingxue yang tengah duduk bersila di depannya.
Sejenak dia menatap Ling Qingxue dengan lekat. Tak lama segera merasakan perubahan yang meningkat pada diri sang nona muda. Kemudian senyum lebar penuh rasa gembira bercampur haru tersungging di bibir tipisnya.
"Shao jie, sepertinya energi spiritualmu berhasil mencapai terobosan baru yang tingkatnya semakin tinggi dan hebat," ucapnya penuh riang gembira. "Aku amat senang."
"Itu menandakan jika tidak bisa lagi sembarang orang berani menindas dan meremehkanmu...."
"Aku juga ikut senang kamu berhasil mencapai level 2, Liu Xui," balas Ling Qingxue tulus memuji seraya tersenyum lembut. "Kamu telah siap menerima ilmu selanjutnya dariku, tentunya yang lebih hebat lagi dari yang sudah kamu pelajari...."
"Karena energi spiritual yang kamu miliki sekarang, sudah memenuhi syarat untuk itu."
"Baik, Shifu, muridmu sekaligus pelayanmu ini siap menerima bimbingan selanjutnya," Liu Xui menjura penuh hormat, layaknya seorang murid patuh nan setia di hadapan tuan sekaligus shifu-nya.
"Tidak usah memakai peradaban begitu rupa, Liu Xui," Ling Qingxue mengibaskan tangannya acuh ke depan seraya tersenyum santai tapi hangat. "Aku tidak menganggapmu pelayan atau murid...."
"Aku menganggapmu layaknya adikku, Liu Xui," lanjutnya. "Apa yang aku miliki, kamu juga harus miliki."
"Shao jie....," desah Liu Xui sedikit pelan.
Sepasang matanya berkaca-kaca, penuh rasa haru sekaligus bangga, bangga telah mendapat kepercayaan penuh dari nona mudanya.
"Aku akan menjadikanmu semakin hebat dan kuat," kata Ling Qingxue, meski lembut tapi tegas, "agar kamu bisa berjalan di sisiku, bersama-sama menghadapi kehidupan yang keras dan penuh tipu daya ini...."
"Baik, Shao jie," Liu Xui mengangguk penuh semangat dan keyakinan penuh.
★☆★☆★
kumpulkan kekuatan byk2 ,,
biar gx perlu pake byk tenaga buat ngebalas perbuatan mereka ,,
dan buat mereka menyesal ,,