NovelToon NovelToon
Transmigrasi Gadis Imut

Transmigrasi Gadis Imut

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mengubah Takdir
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nadia Utari

Lily adalah gadis biasa yang suka makan kue dan membaca novel, tiba-tiba masuk ke dalam dunia buku yang baru saja ia baca! Dan yang lebih parah—ia bukan menjadi tokoh utama, melainkan penjahat sampingan yang nasibnya berakhir sangat menyedihkan di akhir cerita.

Dengan wajah imut, sifat polos, dan hobi makan kue, Lily bertekad mengubah takdirnya. Tapi siapa sangka, rencana hidup tenangnya malah berubah jadi rumit—karena siswa paling dingin di sekolah, ketua OSIS yang tegas, dan bahkan pewaris perusahaan besar… semuanya jadi terpesona padanya!

"Kau ini sebenarnya makhluk apa?" tanya siswa dingin itu dengan wajah datar, tapi tangannya tak melepaskan pinggangnya.
Lily tersenyum polos sambil memegang kue: "Aku cuma gadis yang suka makan, Mas~"

Apakah Lily bisa selamat dari akhir cerita yang tragis? Atau malah menemukan kebahagiaan yang tak pernah ia bayangkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia Utari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 19: Kenangan Lama dan Harapan Baru

Beberapa minggu berlalu dengan damai, dan hidup perlahan kembali berjalan dengan ritme yang tenang dan menyenangkan. Namun suatu hari, saat aku sedang merapikan buku-buku di rak perpustakaan sekolah, sebuah buku tua bersampul kulit jatuh dari rak paling atas dan terbuka di kakiku. Saat aku membacanya, aku tertegun—itu adalah buku catatan lama milik Lily asli, yang ditulis sebelum aku datang ke dunia ini.

Aku duduk di meja pojok perpustakaan dan mulai membacanya. Tulisan tangan Lily asli rapi namun penuh kemarahan dan kesedihan. Di halaman-halaman awal, ia menulis tentang betapa kesepiannya ia merasa, betapa ia dibenci orang-orang di sekolah, dan betapa ia ingin dicintai oleh Ethan namun selalu ditolak. Semua rasa sakit yang mendorongnya untuk bertindak jahat—bukan karena ia jahat pada dasarnya, melainkan karena ia tidak tahu cara lain untuk mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang selama ini hilang dari hidupnya. Di halaman terakhir, tertulis kalimat yang membuat hatiku terasa perih: "Aku tahu aku salah. Aku tahu aku menyakiti orang-orang. Tapi aku tidak tahu bagaimana cara berhenti. Semoga ada seseorang yang bisa memperbaiki semua kesalahanku."

Air mata menetes di atas halaman itu. Aku memejamkan mata, memahami betapa beratnya beban yang dipikul gadis ini sebelum ia pergi. Dan di dalam hatiku, aku berjanji padanya—aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang kuterima. Aku akan menjalani hidup ini dengan baik, bukan hanya untukku, tapi juga untuknya.

"Kau menangis?"

Suara lembut terdengar dari samping. Aku mendongak dan melihat Ethan berdiri di sana, menatapku dengan tatapan penuh perhatian. Ia duduk di sebelahku tanpa menunggu jawaban, lalu melihat buku yang sedang kupegang. "Itu buku catatan Lily yang dulu?"

Aku mengangguk pelan, menyeka air mataku. "Dia tidak seburuk yang orang-orang kira, Ethan. Dia hanya kesepian. Dan dia tidak pernah punya kesempatan untuk menjadi lebih baik."

Ethan meletakkan tangannya di atas punggung tanganku, hangat dan menenangkan. "Dan kau memberikannya kesempatan itu. Kau mengubah takdirnya. Kau membuat orang-orang mencintainya, membuat keluarganya selamat, dan membuat namanya tidak lagi diingat dengan kebencian. Itu hal yang paling mulia yang pernah seseorang lakukan."

"Tapi aku… aku bukan dia," gumamku pelan, ragu untuk pertama kalinya. "Kau mencintaiku, tapi apakah kau tahu siapa aku sebenarnya?"

Ethan tersenyum lembut, lalu menatapku dalam-dalam, menatap mataku seolah ingin melihat ke dalam jiwaku yang paling dalam. "Aku tidak peduli dari mana kau berasal, atau siapa kau sebelumnya. Yang aku tahu adalah sejak kau datang ke hidupku, semuanya berubah. Kau yang membuatku merasa hidup, kau yang mengajarkanku cara mencintai dan dipercaya. Dan orang yang ada di depanku sekarang—itulah orang yang kucintai. Bukan siapa pun yang lain."

Kata-katanya seperti obat bagi keraguanku yang sempat muncul. Aku tersenyum di antara sisa air mataku, merasa lega dan bahagia. "Terima kasih, Ethan. Terima kasih sudah mencintaiku apa adanya."

"Selamanya," jawabnya lembut.

Kami menutup buku itu bersama-sama, menyimpannya kembali ke rak sebagai tanda bahwa masa lalu sudah berlalu. Yang penting bukanlah siapa kami sebelumnya, melainkan siapa kami memilih untuk menjadi mulai saat ini. Dan bersama-sama, kami akan menjadi versi terbaik dari diri kami sendiri.

1
little girl
terima kasih ya sudah mampir 😍😍
Dewiendahsetiowati
hadir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!